Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 65. Terimakasih sudah selalu ada untukku


__ADS_3

Suasana semakin tegang, Lexi terus saja menyudutkan Alfian sedangkan Alfian terus saja membantah tuduhan Lexi sehingga mereka berdua melakukan adu pukulan yang tak seharusnya terjadi.


Lexi maupun Alfian sama-sama mengeluarkan darah di ujung bibirnya akibat pukulan mereka. Melihat ruangan semakin kacau, kepala sekolah berteriak memanggil Cherry.


"Cherry!" teriak kepala sekolah membuat Lexi dan Alfian menghentikan pukulan mereka masing-masing.


"Atas kekacauan yang terjadi disini kami pihak sekolah memutuskan agar kau kel--"


Tap tap tap,


Suara derap langkah seseorang datang disaat yang tepat.


"Selamat pagi semua, maafkan saya yang datang terlambat. Atas kekacauan ini, biarlah menjadi tanggung jawab saya" ucap Lucas tiba disaat yang tepat.


Lucas menghampiri Cherry menggenggam erat jemarinya.


"Mohon maaf bapak Edwin selaku kepala sekolah disini, bukan kami menyembunyikan semuanya. Kami menikah atas dasar amanat dari orang tua Cherry sebelum meninggal. Seperti yang kita semua ketahui jika Cherry merupakan seorang yatim piatu. Setiap orang tua pasti memiliki kekhawatiran meninggalkan putrinya sendirian berada di dunia. Jadi wajar jika orang tua Cherry menitipkan Cherry kepada kami terutama saya" Lucas menjelaskan dengan pelan agar bisa dipahami.


Semua orang banyak yang setuju dengan penjelasan Lucas, namun kepala sekolah tetap harus memastikan semuanya dengan lebih jelas.


"Mohon maaf Tuan Lucas Zander Hadinata pertanyaan saya agak intim, saya hanya ingin memastikan apakah pernikahan kalian tidak menutup kemungkinan terjadinya hubungan suami istri?" tanya pak Edwin kepala sekolah.


Lucas menarik kedua ujung bibirnya, dia sudah menduga sebelumnya pasti pertanyaan ini akan mereka pertanyakan.


"Saya bukan manusia yang memaksa hal seseorang, pernikahan ini terbilang sangat mendadak atau saya menyebutnya kaget nikah karena tujuan awal saya menerima permintaan orang tua Cherry adalah untuk menjaga dan melindunginya. Jika saya seorang breng*ek saya jamin sekarang Cherry pasti sudah hamil, karena pernikahan kami sudah berjalan di bulan ke 4. Sampai saat ini saya masih menjaga kehormatannya sampai Cherry bisa meraih cita-citanya dalam sekolah" jawab Lucas sembari mengelus pucuk kepala Cherry.


Bapak ibu guru yang mendengarkan Lucas merasa sangat kagum, menurutnya Lucas bukan hanya sebagai suami melainkan bisa menjadi orang tua serta kaka untuk Cherry.


"Drama yang sempurna!" ucap Alfian kesal.


"Bisa jadi ini akal-akalan mereka semua"


Lucas melepaskan genggaman jemari Cherry. Lucas mendekati Alfian menyentuh pundak Alfian sembari tersenyum.

__ADS_1


"Tenang saja, tak perlu ketakutan seperti ini.. Bukankah anda sebenarnya sudah mengenal saya?" ucap Lucas.


"Buang tanganmu dari pundakku, tak sudi rasanya disentuh oleh orang yang berpura-pura baik sepertimu" maki Alfian kepada Lucas.


BUGHK!


"Aaaaarrgh.." lenguh Alfian karena Lucas mendaratkan pukulan ke perut Alfian.


"Brandon, berikan berkas itu kepada pak Edwin dan guru-guru yang lain. Vino, kau bawa orang-orang tadi segera masuk kedalam" perintah Lucas.


"Pak Edwin... ini sudah masuk dalam kejahatan, bisakah anda memanggil polisi sekarang juga..." ucap Alfian namun tak digubris oleh bapak ibu guru semua mereka sibuk membolak-balikan berkas yang sudah dibagikan oleh Brandon.


"Aku ga akan tinggal diam! kalian berdua akan aku laporkan dengan pasal penganiayaan" ancam Alfian namun tak mempan.


"Laporkan saja, aku dan kakakku tak takut. Malah setelah ini, aku yang akan melaporkanmu dengan tuduhan pelecehan anak dibawah umur" Lucas balik mengancam Alfian.


Wajah Alfian berubah seketika, keringat dingin sudah memenuhi dahinya. Berulang kali Alfian menelan ludahnya sendiri. Ketakutan yang dirasakan Alfian terlihat sangat jelas.


Vino masuk bersama 4 siswi yang sudah mengalami pelecehan Alfian, bahkan salah satu diantaranya ada yang sudah pernah ham*l lalu digugurkan kandungannya.


Semua orang yang berada disana beralih memperhatikan serta mendengarkan cerita siswinya.


"Saya kelas IX--- seringkali mendapatkan pelecehan sexual dari pak Alfian. Jika saya tidak menuruti, maka pak Alfian tak akan memberikan nilainya kepada saya" ucap salah satu siswi tersebut. Hingga siswi ke 4 sampai menceritakan kisah kelamnya karena sudah pernah menggug*rkan kandungannya.


Semua bapak ibu yang berada disana sangat terkejut, mereka tak menyangka jika kelakuan Alfian sangat bej*t.


Pak Edwin sangat geram, tangannya sudah mengepal sempurna.


"Alasan pak Alfian melakukan ini semua kepada istri saya, sesuai dengan dugaan kaka saya. Pak Alfian menyukai istri saya" ucap Lucas.


BRAK!


Pak Edwin yang sudah tak tahan karena sudah dibuat malu oleh Alfian berdiri sembari menggebrak meja.

__ADS_1


"Pak Alfian kami semua sangat kecewa kepada Anda. Dengan tidak hormat maka saya dan semuanya memutuskan untuk memecat anda saat ini juga" ucap pak Edwin tanpa basa-basi.


"Ibu Naya, mohon anda segera memanggil petugas kepolisian karena pak Alfian harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dari ke 4 siswi tersebut" perintah pak Edwin.


"Pak Edwin, jangan percaya mereka. Ini semua hanya akal-akalan mereka" tolak Alfian. Namun sayangnya semua orang sudah tak lagi percaya dengannya, mereka semua sangat kecewa dengan kelakuan Alfian.


Selang beberapa menit petugas kepolisian tiba, mereka segera menangkap Alfian yang sudah diamankan oleh pihak sekolah.


"Kau tak apa-apa Lexi?" tanya Lucas.


"Ga usah sok peduli, dasar suami ga bertanggung jawab. Istri dapat masalah malah kabur lama-lama" sindir Lexi.


"Terserah yang kau bilang, karena hari ini aku ingin mengajakmu kesuatu tempat" sahut Lucas bahagia.


"Aku tak akan mengikutimu" sahut Lexi seperti biasanya.


"Tuan Lucas, kami dari pihak sekolah meminta maaf yang sebesar-besarnya atas ketidak telitian kami disini" ucap pak Edwin sungkan.


"Anda tak perlu meminta maaf pada saya, minta maaflah kepada Cherry. Karena disinilah dia yang paling terluka karena tidak dihargai sama sekali" sahut Lucas.


Cherry yang biasanya cerewet, kali ini dia hanya diam melihat sang suami yang begitu menyayanginya. Ingin rasanya dia memeluk Lucas, namun terhalang rasa malu. Lucas selalu datang disaat yang tepat, disaat dirinya diterpa masalah serta kesedihan. Air mata Cherry lolos begitu saja dihadapan Lucas, dengan lembut Lucas menyekanya. Rasa rindu yang sudah tertahan semenjak satu minggu lamanya terbayar lebih dari mimpi sempurnanya tadi pagi.


"Terimakasih sudah selalu ada untukku"


Bersambung......


...----------------...


Boleh nih mampir ke karya teman aku, jangan lupa klik favorit, like dan komentarnya ya ka...



Sebuah kisah tentang kehidupan rumah tangga

__ADS_1


Pernikahan Tidak hanya cukup karena cinta tetapi butuh kedewasaan diri dan komitmen panjang untuk saling menghargai dan bertanggung jawab pada keluarga.


Bila salah satu atau semua unsur tadi tidak ada maka bukan pernikahan impian dan kebahagiaan yang kita dapatkan tetapi Neraka dunia.


__ADS_2