
Pasar Malam.
"Ma, Kenzie mau permen kapas. Beliin Kenzie permen kapas dong, Ma. Itu Abang - Abang di depan sana jual permen kapas, Ma,"
"Kenzie tapikan dokter bilang kamu gak boleh terlalu banyak makan yang manis - manis nanti gigi kamu sakit lagi loh,"
"Ayolah Ma, sekali aja,"
"Baiklah Mama akan belikan kamu permen kapas. Tapi untuk kali ini aja ya karena Mama gak mau kamu nanti nangis - nangis lagi karena sakit gigi,"
"Sayang Mama, Mama aku ini memang baik banget deh,"
"Kamu ini bisa aja deh, yaudah kamu tunggu dulu disini aja ya. Ingat jangan kemana - mana,"
"Kenapa Kenzie gak ikut sama Mama aja?,"
"Disana rame sekali sayang, Mama gak mau nanti kamu berdesakan dengan orang - orang. Lebih baik kamu tunggu disana aja ya, Mama gak lama kok. Ingat jangan kemana - mana ya,"
"Oke siap, Ma,"
*****
Mobil yang ditumpangi oleh Afnan dan juga Nabila melintasi sebuah festival pasar malam yang baru saja dibuka dan sangat ramai pengunjung yang datang kesana. Nabila yang menyukai festival pasar malam pun meminta pada Afnan untuk menemaninya masuk ke dalam sana.
"Afnan, kita kesana yuk,"
"Kamu mau ke festival pasar malam?,"
"Iya, udah lama banget aku gak ke tempat yang seperti itu. Maklum lah aku kan sudah lama menetap di Australia,"
"Yasudah, kita kesana ya,"
"Makasih ya Afnan, maaf sudah merepotkan dirimu,"
"Tak apa - apa, santai saja. Lagipula Mama ku sudah menitipkanmu padaku,"
__ADS_1
******
Festival Pasar Malam.
Kenzie merasa tertarik saat melihat sebuah wahana Komidi putar di dalam festival pasar malam itu. Ia pun mulai berjalan menjauh dari tempat ia disuruh menunggu oleh Irene. Sampai ia mulai sadar bahwa dirinya mulai jauh dari Irene. Kenzie pun mulai menangis sambil memanggil - manggil Mamanya.
"Mama,"
"Mama,"
"Mama dimana?,"
"Mama,"
"Kenzie takut sendirian, Ma,"
Karena sanking ketakutannya, tanpa sadar Kenzie menabrak Afnan. Dan Afnan pun menyadari bahwa Kenzie adalah anak laki - laki yang hampir tertabrak mobilnya waktu itu.
"Adik kecil, kamu kenapa?,"
"Terpisah?! Ya ampun kasihannya. Yaudah ikut sama Om aja yuk, nanti kita cari Mama kamu sama - sama,"
"Tapi Om bukan orang jahat kan,"
"Hahaha, bukan kok. Om tidak akan menculik anak kecil,"
"Kenzie?!," Terdengar suara seorang wanita yang tidak asing di telinga Afnan memanggil nama anak laki - laki itu.
"Irene?!," Afnan membalikkan tubuhnya dan refleks memanggil nama Irene.
Betapa terkejutnya ia saat melihat Irene telah berdiri di hadapannya dengan sebuah permen kapas di tangannya.
"Mama," Teriak Kenzie yang berlari ke arah Irene.
"Astaga Kenzie sayang, mama sudah mencarimu kemana - mana. Mama kan sudah bilang padamu untuk menunggu mama di tempat itu. Lalu, kenapa kamu pergi dari situ sih Nak. Mama sangat mengkhawatirkan dirimu,"
__ADS_1
"Mama?!,"
"Afnan," Panggil Nabila yang datang menghampiri Afnan.
Irene yang melihat Afnan bersama dengan wanita lain pun telah merasa biasa saja. Ia bersikap pura - pura tidak kenal dengan Afnan.
"Siapa wanita itu?," Tanya Nabila pada Afnan
"Oh ya Ma, Om itu tadi yang menolongku. Om itu juga tadi ingin membantuku bertemu dengan Mama,"
"Terimakasih ya sudah mau menolong Kenzie,"
"Sama - sama," jawab Afnan.
"Ayo Kenzie kita pergi dari sini,"
"Baiklah, Ma. Mama nanti Kenzie mau naik Wahana Komidi Putar ya,"
"Iya sayang,"
"Mama, Om itu baik banget ya. Apakah Papanya Kenzie juga baik seperti itu, Ma?,"
"Tentu saja sayang, Papa sangat baik pada semua orang,"
"Wah, andai aja Kenzie masih bertemu dengan Papa,"
********
*Afnan POV*
"Sejak kapan Irene memiliki seorang anak?,"
"Anak siapa itu?,"
"Apakah dia sudah menikah lagi dengan pria lain dan anak itu adalah anaknya bersama dengan pria itu?,"
__ADS_1
"Aku harus mencari tau lebih dalam lagi soal Irene dan asal usul dari anak itu,"