
"Dimana Cherry?" tanya Yora mencari Cherry.
"Tadi sih disini, tau sekarang dimana" ucap Steve.
"Dimana Lucas?" tanya Lexi ganti.
"Tadi pamit ke to--, eh itu dia...," sahut Steve.
"Lucas... darimana saja kau? sebentar lagi kau naik diatas stage bersama Neva dan tuan Sean." Lexi memberitahu Lucas.
"Ada apa Lucas? apa kau tak mendengarku?" tanya Lexi melihat Lucas tak begitu respon.
"Eh... tak ada apa-apa Lexi. Ayo kita bersiap." ajak Lucas.
"Dimana Cherry?" tanya Lexi tak melihat Cherry.
"Cherry... sedang di toilet bersama Desty. Apa Adhyaksa rewel?" tanya Lucas.
"Aksa sangat tenang, sepertinya Aksa menikmati acara ini." sahut Yora lalu terkekeh setelahnya.
"Kau bersiaplah dulu Lucas... biar aku yang menunggu Cherry." imbuh Yora.
"Baiklah. Terimakasih kakak ipar...," ucap Lucas.
**
"Desty... lebih baik kau istirahat saja, aku akan memesankan taxi online untukmu." saran Cherry tak tega melihat Desty merasakan mual daritadi.
"Tak usah Cherry... aku masih bisa menahannya, kau kembalilah kedalam orang-orang pasti sedang mencarimu." pinta Desty.
"Aku tak akan meninggalkanmu sendirian Desty---"
"Biar aku yang menemaninya" sahut Brandon yang entah sejak kapan berada disana.
"Om Branded....," panggil Cherry terkejut.
"Tak perlu! ayo Cherry... aku sudah enakan kok..." Desty langsung menyambar tangan Cherry lalu mengajaknya pergi dari Brandon.
"Tap---tapi---" ucap Cherry terbata-bata.
**
"Aku sangat deg-degkan... rasanya jantungku mau lepas dari tempat aslinya" gerutu Neva.
"Relax..." sahut Vino.
"Ini pengalaman pertamaku berada diatas stage dengan sejuta lebih mata memandang. Kau tahu kan aku orangnya pemalu," ucap Neva sok pemalu.
"Pemalu darimana... malu-maluin ya iya..." gumam Vino lirih.
"Apa yang kau katakan?" tanya Neva seperti mendapatkan feeling tak enak.
"Tak apa-apa Neva... iya, kau kan anaknya manis cantik pula. Pasti banyak orang-orang yang terpesona denganmu, tapi aku tak rela..." ucap Vino keceplosan.
__ADS_1
"Tak rela? tak rela maksudnya?" Neva sedikit tak paham.
"Sudahlah lupakan Neva." sahut Vino mengalihkan.
"Neva... kau sudah siap?" tanya Lexi memasuki ruangan Neva.
"Sudah siap daritadi tapi ga dipanggil-panggil" jawab Neva jengah karena daritadi dirinya disuruh siap mulu.
"Dimana kak Yora dan Cherry kak?" tanya Neva.
"Sebentar lagi mereka menyusul" jawab Lucas.
"Nona Neva segera naik ke stage...," seseorang yang bertugas menjemput Neva.
"Semangat tuan putri...," support Vino.
"Terimakasih Vino...," sahut Neva bahagia.
"Kau menyukai adikku?" tanya Lexi sedangkan Lucas hanya tersenyum.
"Udahlah Vino...akhir-akhir aku sudah memperhatikanmu, sikapmu dan perhatianmu pada Neva" sindir Lexi.
"Hanya perasaanmu saja bos" kilah Vino.
"Apa Cherry sudah disini?" tanya mama Risti memasuki ruangan bersama baby Aksa.
"Belum ma... Yora sudah menunggunya diluar. Apa Adhyaksa rewel ma?" tanya Lucas.
"Dia sangat manis tak rewel sama sekali" jawab mama.
"Kau ingin mengatakan papa juga hebat sayang... papamu memang hebat Adhyaksa, kalau papa tak hebat mana mungkin papa bisa mendapatkan hati mamamu yang keras kepala saat itu" ucap Lucas tanpa disadari Cherry sudah bersiap menerkam dibelakangnya.
"Mamamu dulu sangat sulit papa taklukkan, mamamu masih suka main-main... mainin hati papa yang sudah menunggu jawabannya" lanjut Lucas masih belum menyadari keberadaan Cherry.
"Ehm...!" mendengar suara deheman yang Lucas kenal, Lucas menoleh kebelakang.
"Hai sayangku, sudah selesai ke toiletnya? sebentar lagi kita naik stage." ucap Lucas.
"Sudah kok, habis dari stage kita beda mobil ya..." sahut Cherry.
Nah loh kena lagi kan Lucas....
Singkat cerita acara demi acara berjalan dengan lancar. Selesai acara tersebut benar saja Cherry meminta semobil dengan Steve sekalian mengantar Desty pulang. Sedangkan Lucas harus semobil lagi dengan Brandon.
Sepanjang perjalanan Lucas memperhatikan sikap Brandon yang lebih banyak diam tak seperti sebelumnya.
"Aku lega sekali Brandon dengan acara kita," Lucas mencoba memancing Brandon tetapi tak mendapatkan respon.
"Gimana perkenalanmu dengan Dania?" Lucas mencoba memancing Brandon kembali.
"Biasa saja" ucap Brandon.
"Apa kau tak tertarik mengenalnya lebih lanjut?" tanya Lucas.
__ADS_1
"Apanya yang harus dikenal Lucas? semua wanita sama kecuali bini lu beda dari yang lain" jawab Brandon.
"Bahas biniku lagi, bonus bulanan potong 70%" sahut Lucas.
Brandon tertawa lepas. Melihat Brandon tertawa lepas Lucas merasa berhasil sudah memancing Brandon.
"Desty juga berbeda" ucap Lucas langsung membuat Brandon sedikit mengerem mendadak kendaraannya.
"Ada masalah apa antara kau dan Desty, Brandon? aku sudah lama mengenalmu, setiap kita ada masalah kita selalu selesaikan bersama."
"Aku sudah melakukan kesalahan Lucas" ucap Brandon terlihat sekali penyesalan diwajahnya.
"Semuanya belum terlambat, kau masih bisa memperbaikinya" sahut Lucas menepuk pelan pundak Brandon.
"Kau benar Lucas... semuanya belum terlambat, aku harus segera memperbaikinya" ucap Brandon kembali bersemangat.
**
"Kau benar-benar serius dengan keputusanmu ini Desty?" tanya Cherry.
"Aku tak bisa lagi menyembunyikan kehamilan ini Cherry... Steve... berjanjilah kalian tak akan memberitahu siapapun soal ini terutama Brandon." pesan Desty.
"Biarlah Brandon bahagia bersama putri tuan Sean" ucap Desty lirih.
'Maafin Desty pa... belum berani menyapa papa sampai saat ini' batin Desty mengingat tuan Sean yang tak sengaja tadi membantunya berdiri saat Desty tak sengaja hampir terjatuh akibat kepala pusingnya.
"Desty... aku tak tahu harus membantumu bagaimana lagi. Kau pikirkan kakakmu juga, alasan apa yang harus aku katakan jika kak Anton mencarimu, pikirkan jika kak Anton mengetahui kondisi aslimu, dan pikirkan jika kak Anton tahu jika ayah kandungnya adalah om Branded... pikirkan itu semua Desty..." saran Cherry.
"Yang dikatakan oleh Cherry ada benarnya Desty... lu kudu pikirin akibat setelahnya, jangan sampai lu menyesal dikemudian hari" imbuh saran Steve.
"Aku hanya tak sanggup melihat Brandon harus dekat dengan wanita lain Cherry.... hiks.. hiks...," ucap Desty.
"Kau mulai mencintainya Desty... pertahankan om Branded, Desty! kau pasti bisa membuat om Branded mencintaimu apalagi saat ini ada benih yang tumbuh di rahimmu. Kau pasti bisa membuat om Branded memilihmu Desty..." ucap Cherry terus meyakinkan Desty.
"Entahlah Cherry.... aku belum begitu jelas dengan perasaanku. Yang aku rasakan saat ini setiap melihat Brandon yang ada hatiku terasa sakit." sahut Desty kembali meneteskan air matanya.
"Desty.... jangan pergi... bertahanlah. Tapi jika seandainya nanti om Branded tak berhasil mencintaimu pergilah Desty... aku tak akan menahanmu lagi." ucap Cherry pasrah pada akhirnya.
Setelah lama Desty, Cherry dan Steve berdebat Desty memutuskan untuk tetap bertahan pada posisinya saat ini. Cherry dan Steve memutuskan untuk pulang karena baby Aksa terlihat mulai lelah.
"Kau pasti bisa Desty"
Bersambung....
...----------------...
Baca juga yuk karya temanku dengan judul "Dikejar Duda"
Kehidupan Adistya yang awalnya tenang dan biasa saja tiba-tiba terganggu oleh kedatangan seorang lelaki bernama Darren Bramastya. Lelaki itu mengklaim dirinya sebagai istri, bahkan memaksa dirinya untuk kembali ke rumah.
Tentu mendapat perlakuan seperti ini, Adistya menjadi sangat risih. Namun, semakin hari melihat kegigihan Darren untuk meluluhkan hatinya membuat Adistya memberikan kesempatan pada Darren.
__ADS_1
Adistya mengajukan permintaan agar mereka menjalani hubungan layaknya sepasang kekasih, bukan sebagai suami istri. Apakah permintaannya ini akhirnya bisa di setujui Darren, atau malah sebaliknya?