
"Om... aku malu," keluh Cherry.
"Kenapa harus malu? kau sekarang istri Sultan" sahut Lucas dengan percaya diri.
"Bukannya itu om... tapi itu..." ucap Cherry malu.
"Itu apa sayang?" tanya Lucas.
"Hai... kenapa masih disitu," sapa Brandon yang melihat Lucas dan Cherry didepan kantor.
"Sultan habis pulang nyangkul nih," sindir Brandon.
"Tuh mulut jangan ember bisa ga," bisik Lucas.
"Emang om habis nyangkul dimana? kok ga kasih tau Cherry selain punya perusahaan om juga juragan sawah" ucap Cherry yang tentu saja membuat kram perut Brandon.
Belum habis disitu, Cherry terus saja menanyakan aset bayangan Lucas. Tentu saja dengan dibumbui Brandon yang tidak lelah mencari celah untuk menjatuhkan bos sekaligus sahabatnya itu.
BRUKK!
"Ma-maaf tuan, saya tak sengaja" ucap salah seorang karyawan yang tak sengaja menabrak Brandon dari belakang.
"Desty...," panggil Cherry.
"Ini benar kau Desty?"
"Cherry... ngapain kamu disini?" tanya balik Desty.
"Kamu kerja juga disini? gimana kondisi kamu?"
"Desty tanyanya satu-satu, aku bingung harus jawab yang mana dulu" ucap Cherry sambil terkekeh.
"Sorry Cherr...,"
"Perkenalkan ini suamiku," sembari mengalungkan tangan ke pergelangan Lucas.
"Om, ini Desty yang menolongku kemarin" Cherry gantian memperkenalkan Desty.
Lucas hanya tersenyum elegant, sedang Brandon sedang mengumpat kesal karena merasa tak dianggap.
"Ehm," Brandon sengaja berdehem.
"Desty, perkenalkan ini asisten pribadi suamiku namanya om Branded eh Brandon," ucap Cherry lalu terkekeh di kata terakhirnya.
'Dasar bocah ingusan, kalau saja bukan istri sahabat gue udah gue buang jauh-jauh ke antartika' batin Brandon mengumpat dalam hatinya.
"Maaf tuan, aku tadi tak sengaja menabrak anda" ucap Desty sembari menundukkan kepalanya tanda hormat.
"Tak masalah, kau dimaafkan. Tapi lain kali jangan sampai mata pindah ke dengkul ya," sindir Brandon ketus.
'Ketus amat yak... awas nanti' batin Desty kesal.
"Sudahlah.... jangan pada adu batin, nanti suka tau rasa. Iya kan om...," sahut Cherry seperti mengerti isi hati keduanya. Sambil berlalu Cherry terus saja menertawakan tingkah Desty dan Brandon yang ingin mengacak-acak rambutnya. Sayangnya keduanya terhambat status, karena status Cherry lebih tinggi dari keduanya.
"Om... jalannya pelan-pelan dong," protes Cherry karena dirinya masih sedikit kesulitan berjalan.
__ADS_1
"Mau digendong?" tawar Lucas.
"Apaan sih om... ini bukan dirumah, ga usah aneh-aneh deh," tolak Cherry.
"Selamat siang tuan," sapa seorang karyawan penjaga di lobi dengan genit.
"Ada yang bisa dibantu tuan," tawarnya.
"Tak perlu mbak, sudah ada istrinya disini" sahut Cherry yang tak suka dengan sikap karyawan bertag name Susi.
Cherry langsung menarik lengan suaminya dan melirik Susi dengan sinis elegant.
"Ayo sayang, ga usah berlama-lama disini. Nyamuknya banyak ga baik buat kesehatan bisa gatal-gatal" ucap Cherry.
Lucas dan cherry kemudian meninggalkan Susi yang sangat kesal karena tak bisa merayu bosnya. Padahal Susi sudah sejak pagi menunggu kedatangan Lucas serta berdandan spesial demi menarik perhatian Lucas. Sayangnya usahanya gagal gara-gara Cherry.
"Sayang... kamu kenapa sih, daritadi cemberut melulu?" tanya Lucas sesampainya di ruangannya.
"Tanya tuh sama rumput yang bergoyang," jawab Cherry kesal karena Lucas tak mengerti.
Cherry kemudian memutuskan untuk melihat-lihat keseluruhan kantornya tanpa Lucas.
"Cherry... Cherry...," panggil Lucas namun Vino dan Brandon menghadangnya.
"Ngapain teriak-teriak, tuh bocah udah kesana" sahut Brandon.
"Aku harus menyelesaikan permasalahanku dengannya, kalau tidak si gajah kagak bisa masuk kandangnya" ucap Lucas tanpa sadar.
Jelas saja Brandon dan Vino tertawa terbahak-bahak.
"Makanya buruan kawin," sahut Brandon.
"Lah, disuruh buruan kawin nah elu gimana orang elu lebih lapuk dari gue" protes Vino.
"Kampret lu! seperguruan ternyata lu sama bocah ingusan itu," sahut Brandon.
"Udah... udah, kalian malah semakin berisik..," ucap Lucas lalu akan meninggalkan keduanya.
"Eit, lu mau kemana? beresin dulu kerjaannya" Brandon dan Vino menahan Lucas yang akan meninggalkan mereka.
"Lama-lama aku pecat kalian berdua, daritadi kagak ada akhlak sama bosnya"
"Lah, bos kan mau kabur wajar dong kalau kita tahan. Urusan kerjaan belum kelar bos, minggu depan kita sudah mulai opening. Masih banyak berkas yang harus dicermati, ditelaah, dipahami oleh bos" saran Vino.
"Bukannya itu semua sudah jadi tugas Brandon?"
"Dia mah sukanya dibalik layar bos,"
"Maksud lu apa ngatain gue dibalik layar?" protes Brandon.
"Kan dari kemarin dibalik layar mulu gara-gara si Susi caper sama dia bos" sahut Vino.
"Susi lagi Susi lagi, siapa sih yang nerima dia disini?" tanya Lucas.
"Siapa lagi kalau bukan dia bos," tunjuk Vino ke Brandon.
__ADS_1
"Gara-gara dia kesejahteraan gajah bakal ditiadakan sementara entah sementahun" ucap Lucas kesal lebih memilih mengejar sang istri.
"Bos... bos... urusan kita gimana?" teriak Vino.
"Urus dulu si Susi baru temui aku" sahut Lucas.
"Tanggung jawab gara-gara nerima Susi dimari" Vino menyalahkan Brandon.
"Tau ah... pening pala gue," sahut Brandon pasrah menjatuhkan tubuhnya ke sofa.
**
"Cherry...," panggil Lexi.
"Ka Lexi...,"
"Sedang apa kau disini?" tanya Lexi.
"Aku ga sengaja berkeliling disini dan melihat ada tempat yang sangat indah," sembari menatap gedung-gedung didepannya.
"Oh... iya, ka Lexi ngapain disini?" tanya Cherry.
"Mencari inspirasi," jawab Lexi.
"Inspirasi?"
"Hem, inspirasi untuk kemajuan perusahaan kedepannya" jawab Lexi.
"Kaka tidak sedang memikirkan ka Yora?" tanya Cherry hati-hati.
"Yora sudah bahagia disana, yang harus aku pikirkan saat ini adalah masa depan Agha" jawab Lexi.
"Ka Yora sangat beruntung memiliki ka Lexi dan Agha. Andai saja beliau masih ada disini, aku akan sangat senang untuk meminta resep cintanya" ucap Cherry sambil terkekeh.
"Dia sangat persis sepertimu Cherry," ucap Lexi tak sengaja.
"Apa ka?"
"Eh.. tidak. Yora pasti juga sangat senang berkenalan denganmu" ucap Lexi mengalihkan.
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan ka Yora ka?" tanya Cherry.
Hufffft....
Lexi mengeluarkan nafasnya pelan.
"Keluarga yang mengasuhnya meninggal disaat Yora akan melahirkan Agha. Yora yang saat itu menemui keluarganya, mengalami kontraksi dipertengahan jalan. Entah apa yang terjadi saat aku tiba hanya ada Agha dan keluarganya yang terbaring tak bernyawa" Lexi bercerita dengan pilu menahan rasa sakit dihatinya.
"Lalu, dimana ka Yora?" tanya Cherry.
"Ada yang mengatakan jika Yora meninggal setelah melahirkan dan jasadnya dibuang ke laut. Maka dari itu aku selalu memiliki keyakinan jika Yora masih hidup"
"Sebenarnya apa yang terjadi ka?" tanya Cherry merasa janggal.
"Yora dibesarkan oleh salah seorang anggota terorisme, tetapi dia tak pernah mau untuk menjadi seperti mereka. Yora meminta kakak untuk membawanya jauh-jauh dari mereka sampai kaka jatuh cinta dan menikahinya"
__ADS_1
Bersambung....