Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 177. Protes Lucas


__ADS_3

...Waktu menjawab hubungan kita...


...Panjang dalam hitungan tahun...


...Tetapi sedikit jua sapa menyatu dalam rasa...


...Waktu kita seakan lebih dari cukup untuk bersatu...


...Kedekatan kita libatkan rasa...


...Hingga batas-batas tertentu ada yang dilewati...


...Waktu kita mungkin bersahabat pada apa yang dinamakan debar hasrat...


...Namun tak jua pernah buat kita bersama...


...Hinggga waktu hanyalah perputaran detik dan menit...


...Namun kita masih di masing-masing...


...Semoga waktu akan mengerti keadaan ini......


...---------------...


Hampir 2 bulan Lucas menjalani proses pemulihan. Hari dia teringat ulang tahun Cherry.


"Gerald... bisakah aku bertemu dengan Marco?" pinta Lucas.


"Pasti bisa. Aku akan mengantarkanmu." jawab Gerald langsung mendorong kursi roda Lucas ke ruangan Marco.


Tok.. tok.. tok...


Ceklek!


"Lucas... apa yang membuatmu datang kesini mencariku?" tanya Marco.


"Kau bertanya atau menyindirku Marco...," jawab Lucas merasa tersindir karena biasanya Lucas tak mau jika dirinya yang mencari Marco, melainkan Marco yang harus mencarinya.


"Kau melupakan janjimu Marco," ucap Lucas.


"Janji yang mana Lucas?" tanya Marco.


"Sudah hampir 2 bulan aku disini, kondisiku juga lebih baik dari sebelumnya. Apa kau melupakan janjimu untuk memperbolehkan aku pulang?" tanya Lucas.


Marco tersenyum mendengar Lucas memarahinya.


"Aku belum bisa memperbolehkan kau pulang Lucas. Masih ada prosedur selanjutnya." Ucap Marco.


"Prosedur apalagi Marco... bukankah semua prosedur sudah aku jalankan...? jangan coba-coba mempermainkanku Marco." protes Lucas.


"Lucas sahabat terbaikku setelah Brandon dan Gerald... memangnya aku setega itu mempermainkanmu? ini semua demi kebaikanmu Lucas" sahut Marco.


"Tapi aku sudah mengatakannya padamu, istriku akan ulang tahun. Aku harus berada disampingnya." ucap Lucas.


Marco menepuk bagus Lucas, "kau tak perlu khawatirkan itu. Ikuti prosedurku saja" sahut Marco.

__ADS_1


Lucas keluar bersama Gerald. Bisa diprediksi bukan yang terjadi pada Lucas. Dia terus saja mengumpat kesal.


"Kalau saja Marco bukan sahabatku, sudah aku pastikan dia tak berada di Rumah sakit ini." ucap Lucas kesal.


"Sudahlah Cas... Marco ada benarnya, dia menginginkan kau pulih total" sahut Gerald.


**


Pagi ini semua keluarga bersiap untuk berangkat ke negara Swiss tanpa sepengetahuan Lucas.


"Cherry... Apa perlengkapan Adhyaksa sudah beres?" tanya mama Risti.


"Sudah mam... semuanya sudah siap kok...," jawab Cherry.


"Yora... Perlengkapan Arg dan Xarena sudah siap juga?" tanya mama Risti beralih bertanya kepada Yora.


"Sudah juga ma...," jawab Yora.


Baby Xarena mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, banyak dokter yang tak menyangka dengan pertumbuhan baby Xarena. Berat badan dari 1,7 kilogram kini dalam waktu 2 bulan banyak Xarena sudah memiliki berat badan 4 kilogram.


"Ma... apa mama memberitahu kedatangan kita semua kepada kakak om?" tanya Cherry.


"Tenang saja Cherry... ini rahasia kita." Jawab mama Risti.


"Mama... apa mama melihat jam tanganku?" tanya Neva kebingungan.


"Jam tangan yang mana sayang?" balik tanya mama Risti.


"Itu loh mam... jam tangan hadiah ultahku dari Vino--" Neva langsung melipat bibirnya setelah keceplosan.


"Em... bukan gitu ma... Neva ga bermaksud merahasiakan ini semua dari mama... tapi---" Neva tampak ragu-ragu melanjutkan ucapannya.


"Tapi kau malu untuk menceritakannya cintamu pada Vino ke mama." sahut mama Risti. Mama Risti langsung merangkul Neva dan menangkup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Tak perlu malu untuk mengungkapkan kebahagiaan yang kau rasa nak... Vino anak yang baik, mama tak mungkin menolak hubungan kalian." imbuh mama Risti.


"Apa mama merestui hubunganku dan Vino?" tanya Neva dengan mata berkaca-kaca.


"Bagaimana bisa kau berpikir mama tak merestuimu. Mama dan papa merestui hubungan kalian," jawab mama Risti. Wajah Neva berubah sangat bahagia dan langsung memeluk mamanya.


"Terimakasih ma... Neva sayang sama mama...," ucap Neva.


"Tapi dengan satu syarat...," Neva mengendurkan pelukannya menatap mama Risti.


"Tunggu sampai kuliahmu selesai." Mama Risti langsung menyeka air mata yang hampir jatuh ke pipi Neva.


Yora, Cherry, papa, Lexi dan Vino yang baru tiba ikut bahagia.


Vino terlihat malu, akhirnya hubungan diam-diam mereka telah mendapatkan restu keluarga.


Kini semuanya sudah bersiap terbang ke negara Swiss. Hati Cherry merasa deg-degkan akan bertemu sang suami.


'Tunggu aku datang kakak om...' batin Cherry.


**

__ADS_1


Brandon dan Desty yang lebih dulu ke negara Swiss bersiap untuk mempersiapkan acara ulang tahun Cherry yang akan dilaksanakan diatap gedung Rumah sakit atas ide Marco dan Gerald. Sementara Steve dan Dania sedang memesan beberapa cemilan untuk acara tersebut.


"Biar aku saja yang memasangnya Desty...," Brandon mengambil alih yang dikerjakan Desty.


"Terimakasih Brandon." ucap Desty.


"Apa kau merasa lelah?" tanya Brandon. Usia kehamilan Desty menginjak 4 bulan, tentu Brandon merasa khawatir dengan kondisinya.


"Aku tidak merasakan apa-apa" jawab Desty.


"Aduh...," suara keluh Desty. Brandon langsung melepaskan pekerjaannya.


"Apa yang terjadi Desty? apa kau merasa sakit?" Brandon terlihat sangat khawatir.


"Tidak... tapi ini..." Desty malah menunjuk kearah perutnya.


"Apa yang terjadi?" tanya Brandon sudah di penuhi dengan pikiran negatif.


"Seperti ada gerakan...," jawab Desty.


Brandon langsung menyentuh perut buncit Desty mengelusnya perlahan dan benar saja gerakan itu terasa. Brandon tersenyum bahagia bahkan dia berteriak kegirangan merasakan buah hatinya bergerak.


"Dia bergerak Desty... anakku... kau tahu ini papa nak...?" tanya Brandon didepan perut Desty. Gerakan itu mulai terjadi lagi. Brandon sangat bahagia bisa merasakannya.


"Desty... terimakasih sudah merubahku jauh lebih baik." ucap Brandon.


Desty tersenyum sambil mengelus ujung kepala Brandon yang menempel diperut buncitnya. Ke uwuan mereka ternyata menjadi perhatian Gerald dan Marco.


"Kalian membuat jiwa jomblo Gerald meronta-ronta" sahut Marco baru tiba.


"Kenapa jadi aku?" protes Gerald menjadi sasaran Marco.


"Karena disini yang masih jomblo tinggal kamu." sahut Brandon.


"Serah kalian... mentang-mentang sudah punya pasangan sekarang seenaknya menindas kaum jomblo" protes Gerald.


"Sudah... sudah... apa persiapannya sudah selesai?" tanya Marco.


"Aku sudah tak tahan membohongi Lucas berlama-lama" ucap Marco.


"Seperti yang kau lihat Marco, hampir 70% selesai." jawab Brandon.


"Perjuangan Lucas untuk sembuh sangat luar biasa, aku tak menyangka jika cintanya kepada Cherry mampu membuatnya seperti ini" ucap Marco.


"Inilah yang tak ku suka dalam cinta, selalu membuat lemah," sahut Gerald.


"Kau belum merasakannya Gerald... dulu awalnya aku juga gitu. Tetapi setelah bertemu dengan orang yang tepat semuanya salah." ucap Brandon.


"Kenapa kalian hanya melihat saja?" protes Dania baru tiba dengan membawa banyak tentengan.


"Dokter tampan, apa kau tak melaksanakan tugasmu sehingga membuat Steve menahan tuan Lucas...," protes Dania.


"Steve menahan Lucas? apa yang terjadi Dania?" tanya Desty.


"Seperti biasa, dia melampiaskan kekesalannya kepada Steve karena kau dokter tampan tak memberikannya pulang."

__ADS_1


__ADS_2