
Terima kasih sudah mencintai seluruh prosesmu;
Jangan terlalu sering menangis.
Kamu hebat bisa bertahan hingga sejauh ini..
Pertemuan Neva dan Lexi tak bisa dipungkiri, jika diantara mereka saling memendam rindu. Ikatan batin seorang kaka dan adik tak mampu merubah semuanya. Sekarang, takdir sudah mempersatukan keluarga mereka. Keluarga yang telah lama terpecah akibat ego dari Lexi. Bukan maksud Lexi melakukan ini semua, hanya saja saat itu Lexi mengalami kelabilan dia merasa sendiri karena sudah ditinggal sang ayah untuk selama-lamanya. Lexi yang belum mampu menerima keluarga baru itu memutuskan untuk pergi. Tetapi hari ini Lexi setelah pertemuannya dengan Lucas, Cherry dan mama Risti terjadi Lucas menyadari bahwa berapa sangat rindunya dia kepada keluarganya itu.
"Kau terlihat dewasa" ucap Lexi.
"Kaka juga terlihat..." Neva menjeda ucapannya.
"Terlihat tua menurutmu" sahut Lexi dengan wajah kesal.
Neva tertawa bahagia karena sudah berhasil membuat sang kaka merasa kesal dengan tingkahnya.
"Hahaha... aku hanya bercanda kakakku sayang.." ucap Neva sembari memeluk Lexi dengan manja.
"Kau masih seperti dulu, selalu manja" ucap Lexi mengelus rambut panjang Neva.
"Ehem!" Brandon sengaja berdehem.
"Bisakah tak bermanja-manja didepan mataku" sindir Brandon.
"Ih... apaan sih ka Brand, aku hanya merindukan kakakku" sahut Neva.
"Iya, ngerti tapi misi kita kesini buat nyari anak ingusan itu" ucap Brandon.
Neva mengendurkan pelukannya lalu teringat sahabat sekaligus kaka iparnya.
"Cherry, dimana dia ka?" tanya Neva.
"Dia berada di dekat sini" sahut Steve memantau alat deteksi nya.
"Bisakah kita langsung kesana?" tanya Vino.
"Neva, sebaiknya kau disini. Kaka takut terjadi sesuatu denganmu" pinta Lexi.
"Vin, tolong kau jaga adikku. Biar aku dan yang lain kesana" ucap Lexi.
Hati Vino antara senang dan sedih. Senang karena bisa mendekati Neva. Sedih jika tak bisa berkomunikasi dengannya akibat rasa gerogi nya.
"Kau disini dulu bersama Vino, kita tak tahu hal apa yang terjadi disana. Kaka takut terjadi apa-apa denganmu" ucap Lexi sembari mengusap ujung kepala Neva.
Neva pun mengangguk menuruti ucapan Lexi. Lexi dan Brandon kemudian mengikuti Steve dari belakang, menyusuri jalan setapak untuk bisa mencapai lokasi.
"Hai...." sapa Vino dengan ragu.
"Hai juga," sahut Neva.
"Perkenalkan namaku Vino" sembari mengulurkan tangannya.
"Aku Neva" jawab Neva menerima uluran tangan Vino dengan tersenyum.
'Alamak... jantung ini, busyet dah' batin Vino mengatur ritme jantungnya.
__ADS_1
"Aku dengar kau sepupunya Cherry..."
"Ouh... gimana?"
"Aku dengar kau sepupunya Cherry" Neva mengulangi ucapannya.
"I-iya..." jawab Vino dengan sangat gerogi.
"Mirip," sahut Neva.
"Eh... apa?"
"Kalian sangat mirip" ucap Neva dengan terkekeh kecil.
**
"Desty, maafkan aku... aku tak bermak--"
"Cherry, kau tak bersalah. Ka Anton memang selalu seperti itu" sahut Desty.
"Justru aku yang harus minta maaf padamu, karenaku kau jadi kena marah ka Anton juga"
"Aku tak masalah Desty, aku hanya saja berfikir kenapa dia bisa bersikap seperti itu. Padahal kau adiknya---"
"Aku hanya adik tirinya Cherry" sahut Desty.
Cherry terdiam mendengar ungkapan Desty.
"Dari dulu, ka Anton tak pernah setuju menerimaku. Ckkk, Baginya diriku hanyalah beban hidupnya" Desty mengungkapkan isi hatinya kepada Cherry dengan hati yang teriris.
"Meski begitu, aku sangat menyayanginya seperti kaka kandungku sendiri"
"Apa yang kau katakan Cherr?" tanya Desty seperti mendengar Cherry mengatakan sesuatu.
"Ouh, tak ada Des... Sudahlah Desty, aku yakin perasaanmu salah. Pria itu pasti memiliki perasaan sepertimu, ingin menganggapmu seperti saudaranya sendiri. Namun aku lihat dia lebih mementingkan egonya. Tapi kau tak usah khawatir, suatu hari pria itu akan bisa menerima kenyataan jika kau adiknya" ucap Cherry menenangkan Desty.
"Terimakasih Cherry... kau orang pertama yang bisa mengerti aku" Desty memeluk Cherry dengan bahagia.
Diluar sana sosok Anton yang rupanya memperhatikan kedekatan mereka, merasa sangat bersalah terhadap Desty terutamanya terhadap Cherry. Pikiran tentang Cherry yang selama ini Reta ceritakan buyar sudah. Cherry tak seperti yang diceritakan oleh Reta sebelumnya.
"Maafkan aku Cherry, aku telah salah sangka terhadapmu" gumam Anton masih memperhatikan Desty dan Cherry.
BRAK!
Terdengar suara pintu ditendang, Anton segera keluar.
"Siapa kau!" teriak Anton, namun
BUGHK!
"Cepat katakan dimana gadis itu, HAH!" Bentak Lexi tak terima. Dia terus saja memukul wajah Anton hingga terluka.
"Cherry...!" panggil Steve dan Brandon.
Mendengar namanya dipanggil dan suara keributan, Cherry dan Desty keluar dari kamarnya dan turun ke lantai bawah.
__ADS_1
"Ka Anton!" teriak Desty melihat Anton sudah babak belur ditangan Lexi.
"Ough" Cherry menutup mulutnya dengan kedua tangannya terkejut.
"Lepaskan kakakku!" ucap Desty sembari memukul Lexi, namun Lexi tak memperdulikannya. Tanpa sengaja Lexi mendorong Desty hingga terjatuh dan itu membuat Anton emosi.
Anton yang tadinya melemah, membalas menendang Lexi hingga tersungkur. Anton memukul Lexi namun Lexi dapat menghindarinya. Melihat kondisi semakin kacau, Cherry berlari dan mencoba melerai keduanya.
"STOP! STOP!" teriak Cherry namun tak ditanggapi oleh keduanya.
"Om Branded, Steve bantu aku melerai mereka" ucap Cherry.
Brandon dan Steve ikut membantu, tapi tenaga mereka tak bisa mengalahkan keduanya. Hingga pada akhirnya Cherry yang tak tahan, menarik dirinya berada diantara Lexi dan Anton.
BUGHK...
"CHERRY....!" teriak Lexi dan Anton.
"Cherry... Cherry... bangun" ucap Lexi dan Anton bersamaan.
"Cherry... bangun!" ucap Steve dan Brandon bersamaan.
"Bawa Cherry ke kamar," perintah Desty.
Lexi langsung saja membopong Cherry menuju kamar yang ditunjukkan oleh Desty. Cherry terkena pukulan Lexi saat akan memukul Anton di bagian pundaknya sehingga membuat Cherry terhuyung dan pingsan seketika.
"Cherry... bangun..." panggil Lexi terlihat sangat khawatir.
"Ini semua gara-gara kita, andai kita tak berkelahi ini semua tak akan terjadi" ucap Anton khawatir juga.
"Kalian ini kenapa berisik! lebih baik kalian keluar!" bentak Desty dengan ekspresi marah. Baru kali ini Anton melihat Desty marah, dia langsung diam mengikuti perintah Desty.
"Cantik, tapi kalau gini kenapa seram" gerutu Brandon lirih.
"Aku tak bisa memaafkan diriku jika terjadi sesuatu padanya" ucap Lexi merasa khawatir dan bersalah.
Bersambung....
...----------------...
Hai... Hai... terimakasih sudah mendukung karya othor. Sambil menunggu kelanjutannya baca juga yuk karya temanku berjudul HASRAT SUAMI KEDUAKU
Dilarang Plagiat
..................
Alicia harus menjalani pernikahan keduanya secara diam diam tanpa sepengetahuan pihak keluarga suami pertamanya dengan mantan kekasihnya terdahulu .
Suami Alicia kabur dengan menyisakan hutang yang menumpuk,
"Menikahkahlah denganku sya. Aku akan melunasi hutang hutang suamimu" bisik Renaldi Moreno.
"Aku... Aku" gugup Sya.
__ADS_1
Ikuti kisahnya sampai End.
Follow ig otor zafa_milea