
Cherry memasuki toilet perempuan,toilet tersebut seperti tak biasanya,terlalu sepi jadi membuat Cherry lebih tenang. Setelah selesai
"Apa kau sudah melakukan pekerjaanmu untuk meja nomor 27.." terdengar suara dari luar pintu kamar mandi.
"Meja no. 27....itu kan...." gumam Cherry lirih. Cherry segera mengambil ponselnya memberitahu Lucas tapi sayangnya ponselnya tertinggal di rumah saat dirinya akan berangkat bertemu Lucas.
"Semoga saja tidak terjadi apa-apa dengan suamiku Tuhan,".
Sementara diluar sana seorang pelayan menuju meja Lucas dan Cherry.
" Maaf, pesanan sedikit telat Tuan." ucap pelayan tersebut.
"Maaf mbak saya ga merasa pesan minuman," sahut Lucas tak curiga.
"Itu tadi tuan, mbaknya yang sama tuan yang pesan." ucap pelayan itu dengan terbata-bata.
"Ouh... jadi yang pesan Cherry?, terimakasih mbak." ucap Lucas balik.
"I-iya tuan. Nona juga berpesan agar anda segera meminumnya." ucap pelayan tersebut lagi.
"Aku meminumnya setelah dia selesai dari kamar mandi." tolak Lucas.
"Maaf tuan, tadi nona berpesan agar minuman itu segera di minum oleh tuan. Jika tidak, nona akan marah besar. Karena minuman itu berisikan ramuan rempah-rempah untuk kesehatan khusus buat tuan." sahut pelayan tersebut mencoba merayu Lucas.
Lucas tersenyum, tak sedikitpun dia menaruh curiga. Sembari memegang gelas berisikan air ramuan khusus Lucas membayangkan sesuatu yang aneh.
Pelayan tersebut melirik ke seseorang yang menyuruhnya. Melemparkan senyum menyatakan jika dirinya berhasil. Pelayan tersebut kemudian meninggalkan Lucas.
Cherry segera keluar, sayangnya pintu kamar mandinya terkunci dari luar. Seseorang telah sengaja menguncinya.
"Ini kenapa dengan pintunya?" gumam Cherry.
"Hei... ada orang diluar....!" Cherry menggedor-gedor pintu kamar mandinya agar seseorang mendengarnya.
"Tolong yang ada diluar... segera buka pintunya...!" Cherry mulai merasakan ketakutan.
"Lucas... jangan kau terima apapun barang dari mereka." Cherry terus saja berdo'a. Dia berusaha untuk mencari akal supaya bisa keluar dari kamar mandi. Untung saja Cherry memakai dress yang agak longgar dibagian bawah, jadi dirinya tak kesulitan menaikki tembok. Dengan menaruh satu kakinya diatas pegangan pintu serta tembok dengan kaki satunya Cherry berusaha untuk memanjat seperti yang dia lakukan saat melakukan climbing di sekolahnya dulu. Saat ini Cherry sudah mirip sebagai spider woman.
Perlahan namun pasti, Cherry akhirnya bisa keluar dari kamar mandi meski harus merelakan roknya sobek.
"Aku harus segera menemui Lucas...," ucap Cherry sedikit berlari.
Sesampainya ditempat dia makan, Cherry tak menemukan Lucas. Minuman yang baru juga terlihat sudah diminum. Hati Cherry semakin sakit, air matanya menetes begitu saja. Masih dengan pikiran yang kacau Cherry berusaha untuk mencari tahu dimana Lucas tapi tak seorangpun tahu keberadaannya.
"Cherry...," panggil seseorang yang sangat familiar.
"Desty... hiks... hiks...," ucap Cherry menangisi keadaan.
"Apa yang terjadi denganmu? dimana tuan bos?" tanya Desty tak melihat Lucas.
"Desty aku harus mencari suamiku... aku harus segera mencarinya...," ucap Cherry.
__ADS_1
"Cherry, apa yang terjadi?" tanya Brandon yang kembali karena perasaannya tak enak.
"Lucas... dia menghilang om Branded...," jawab Cherry dengan suara parau.
"Bagaimana bisa dia menghilang?" tanya Brandon.
"Seseorang sudah merencanakan yang buruk pada suamiku. Om Branded.... bantu aku mencarinya... hiks... hiks...," pinta Cherry.
"Kau tenanglah Cherry, aku akan mencarinya." ucap Brandon.
"Aku ikut om...," Cherry dan Desty akhir mengikuti Brandon ke ruang CCTV restauran.
Sedikit sulit awalnya karena pihak restauran tidak mengijinkan dengan alasan takut menjadikan pencemaran nama baik. Untungnya mereka percaya dengan omongan Cherry dengan alasan menyangkut keselamatan suaminya.
"Stop disitu." ucap Brandon.
"Coba kau ulangi dari seperkian detik sebelumnya,"
Benar saja seorang pelayan mengantarkan sebuah minuman ke meja mereka. Entah apa yang dikatakan Lucas meminumnya selesai pelayan itu pergi. Jarak beberapa detik Lucas terlihat memegangi kepalanya, dan setelah itu Lucas tak sadarkan diri. Melihat Lucas mulai tak sadarkan diri, seorang wanita menghampirinya, mencium pipi dan bi*bir Lucas dengan lembut, lalu membopongnya. Mereka berdua masuk kedalam sebuah mobil yang tak asing bagi Brandon.
"Mobil itu...," ucap Brandon.
"Mobil itu milik Angel! Sepertinya aku tau dimana Angel membawa Lucas." ucap Brandon.
Cherry dan Desty mengikuti Brandon berlari memasuki mobilnya.
"Om Branded, aku sangat khawatir...," ucap Cherry.
"Tenanglah Cherry, kita pasti bisa sampai kesana sebelum Angel berbuat gila." ucap Brandon.
**
"Nona... mohon maaf, apa kita ketempat biasanya?" tanya Elsa sebagai Asisten pribadi sekaligus sopir pribadi Angel.
"Kau sangat pintar Elsa, mengetahui apa yang ada dipikiranku." jawab Angel.
'Apa yang akan dilakukan nona Dasya kepada tuan Lucas? aku harus memberitahu Brandon' batin Elsa.
Tempat tujuan Angel telah sampai. Angel meminta Elsa untuk pergi menggunakan jasa kendaraan lain.
"Tugasmu cukup sampai disini Elsa." ucap Angel.
"Kau pergilah, karena aku akan bersenang-senang dengan kekasihku," Angel kembali mendaratkan ciuman di pipi Lucas.
"Baik nona," balas Elsa menundukkan kepala sembari melirik kearah Angel yang lebih dulu masuk.
Kini gantian Elsa yang kebingungan, "Aku harus cepat-cepat menghubungi Brandon," gumam Elsa.
Elsa segera mencari kontak atas nama Brandon. Lama panggilan itu tak tersambung, akhirnya tersambung sayangnya Brandon tak menanggapinya.
"Brandon angkat telfonku," gerutu Elsa. Elsa kemudian menekan lagi kontak Brandon. Kali ini Brandon malah meriject panggilannya.
__ADS_1
"Brandon... apa kau sudah membenciku," ucap Elsa lirih sembari memandangi ponselnya.
"Aku tak akan menyerah Brandon," ucap Elsa kembali menghubungi Brandon.
**
"Siapa om Branded?" tanya Cherry melihat ponsel Brandon terus berdering.
"Nomor tak penting!" jawab Brandon.
"Tak penting gimana, daritadi bunyi terus pasti ada yang penting." sahut Desty.
"Ini ponsel, ponsel gua. Gua yang tahu penting atau tidaknya. Kalian ini berisik banget!" ucap Brandon sedikit emosi.
Drrrttt... Drrrttt...
Ponsel Brandon kembali berdering dengan vibra getar.
"Kalau om Branded ga mau angkat, biar aku aja yang angkat." Cherry menyahut ponsel Brandon. Digesernya tombol hijau,
"Maaf, ini dengan siapa ya?" tanya Cherry.
Deg! Jantung Elsa seketika berhenti mendengar yang mengangkat ponselnya seorang wanita.
"Maaf saya mengganggu kegiatan malam anda. Saya hanya ingin menyampaikan sesuatu kepada Brandon." jawab Elsa dalam ponsel.
"Bawa sini gak! rusuh bener sih lu Cherr...," ucap Lucas lirih ingin menyahut ponselnya.
Cherry menutup speaker ponsel Brandon agar suaranya tak masuk kedalamnya. Sedang sikunya dia buat menghalangi tangan Brandon menyahut ponselnya.
"Kegiatan malam apa mbak maksudnya?" tanya Cherry sudah tidak menggunakan bahasa formal.
"Kegiatan malam yang sering Brandon lakukan dengan wanita diluar sana."
Bersambung....
...----------------...
Happy weekend buat kakak Readers semua.... Agenda liburan kemana aja nih... kalau aku sih baca Novel.. hihihi...
Eh... ngomong-ngomong baca Novel, aku mau rekomendasi karya teman aku dengan judul karya "Tetanggaku Mantanku" gimana sih serunya ceritanya langsung saja yuk bac
Blurb:
Adelia, menerima perjodohan dengan Andra. Seseorang yang tidak dikenalnya sama sekali. Dia mau menerima perjodohan itu setelah putus dari Bram yang kedapatan tidur dengan Bella.
Andra, ingin balas dendam kepada Citra yang sudah mengkhianati dirinya hanya untuk menikah dengan pengusaha kaya, yang bernama Candra. Kakeknya berjanji akan memberikan semua harta kekayaannya, jika dia menikahi Adelia.
Siapa sangka saat mereka memulai kehidupan rumah tangga, malah bertetangga dengan para mantan.
__ADS_1
Apakah mereka akan kembali ke mantan masing-masing?
Atau malah jatuh cinta pada pasangannya saat ini?