Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 175. Brandon bertemu papanya


__ADS_3

...Kenyataan hidup tak selalu bisa membuatmu bertahan...


...dalam bersikap cuek, bodo amat....


...Ada saatnya hatimu lemah ......


...dan kamu tak punya pilihan lagi. ...


...----------------...


Brandon terus saja meminta maaf atas kesalahannya yang tak sengaja menabrak seorang pengendara sepeda motor.


"Sekali lagi saya minta maaf tuan, saya akan bertanggung jawab atas kesalahan saya. Saya akan mengganti sepeda motor tuan dengan yang baru." Ucap Brandon.


"Dasar pemuda jaman sekarang tak tahu malu...!dengan mudah dia bilang mau mengganti yang baru...," cerocos pria yang belum diketahui namanya.


"Tuan... saya sudah mencoba bersabar, jadi jangan membuat saya emosi kali ini...!" sahut Brandon tersulut emosi. Pasalnya sudah daritadi dirinya berusaha berkata sopan, tapi pria itu malah menghinanya terus menerus.


"Tuh kan tuan-tuan anda bisa melihat sendiri bagaimana tidak sopan santunnya anak muda ini. Saya hanya mengingatkan sikapnya yang sok, malah dia marah. Apa begini cara orang tuamu mendidikmu..." sindir pria itu.


"Kenapa anda malah membawa orang tuaku! ini hanya urusanku dengan anda tuan, jangan pernah membawa-bawa orang tuaku!" sahut Brandon kesal.


"Ehem." tiba-tiba seseorang menengahi keduanya.


Brandon tecengang melihat sosok tersebut, sosok yang sudah lama dia rindukan. Sosok yang ingin sekali ingin Brandon temui, sosok yang baru saja membuat dirinya mengalihkan pandangannya sehingga menabrak pengendara dijalan.


"Maaf tuan, bukan saya membela anak muda ini. Apa yang dilakukan anak muda ini sudah sesuai dengan tanggung jawabnya. Justru disini anda terkesan sengaja mempermalukannya." Ucap pria setengah baya seusia papa Hadi.


"Apa maksud ucapan anda!" suara pria itu sedikit meninggi.


"Tidak ada maksud apa-apa tuan. Disini saya sebagai saksi. Anak muda ini sudah sesuai jalur berkendara, anda saja yang tak memasang lampu sen akan belok ke kiri. Lagian tuan, jika ini dibawa ke jalur hukum anda yang akan terkena sanksi karena sudah melanggar peraturan berlalu lintas." Ucap pria setengah baya yang menengahi keduanya.


Semua orang yang mendengarnya kini menatap tajam kepada pria tersebut. Apa yang dikatakan pria setengah baya itu memang benar.


Pria tersebut langsung terdiam dan pergi dengan membawa uang kompensasi yang ditawarkan Brandon. Semua orang membubarkan diri hanya pria setengah baya itu yang masih berdiri membelakangi Brandon.


Brandon sendiri masih terlihat kaget melihat pria setengah baya itu. Sudah hampir 30 tahun dia tak pernah bertemu dengan pria tersebut.

__ADS_1


"Pa-pa...," panggil Brandon.


Pria setengah baya itu tersenyum tapi menangis merasa bersalah. Selama ini mamanya Brandon hanya mengatakan jika papanya sudah meninggal. Brandon kecil tak pernah tahu jika kedua orang tuanya memiliki sebuah konflik peluk yang tak dimengerti. Sampai mamanya meninggal dunia, Brandon tak pernah tahu kabar papanya. Brandon yang tak punya siapa-siapa akhirnya dibawa oleh Hadinata dan Risti untuk di asuhnya bersama Lexi dan Lucas.


"Pa-pa... apa itu benar kau pa?" tanya Brandon.


Pria bernama Seno menoleh memberanikan diri menghadap putra yang sudah lama dia tinggalkan.


"Kau benar papaku...," Brandon langsung memeluk Seno dengan tangis haru bahagia.


"Kemana saja kau pa? bagaimana keadaan papa? kenapa tubuhmu terlihat kurus pa?" Brandon terus saja melontarkan banyak pertanyaan.


"Brandon... apa kau tak membenci papa?" tanya Seno.


"Bagaimana aku membenci papa, aku sudah tahu permasalahan antara mama dan papa. Saat mama mengatakan papa telah meninggal, aku tak percaya sama sekali. Karena papa masih mengirimkanku sepucuk surat kalau aku harus jadi anak yang berbakti." Jawab Brandon.


Rupanya Brandon masih menyimpan sepucuk surat yang dikirim Seno kepada Brandon saat itu. S itu, Seno terkejut saat seorang wanita tak dikenal memeluknya dari belakang saat dia bekerja. Disaat bersamaan, Nita istri Seno tiba mengirim makan siang ke kantornya. Jelas Nita sangat marah lalu pergi dengan membawa serta Brandon pulang ke rumah orang tuanya. Saat orang tua Nita sakit-sakitan, dia baru mengetahui jika fitnah yang diberikan kepada Seno adalah rekayasa orang tuanya. Orang tua Nita memang tak setuju dengan hubungan Nita dan Seno. Orang tua Nita ingin sekali menjodohkan Nita dengan pria pilihannya yang lebih kaya dan memiliki jabatan tertinggi.


Setelah kedua orang tua Nita meninggal, Nita terus saja memikirkan Seno. Merasa bersalah, Nita kembali menemui Seno. Saat dia kembali, lagi-lagi dia melihat Seno sedang tertawa dengan seorang wanita yang Nita pikir adalah istri barunya. Hati Nita semakin sakit, dia urung menemui Seno dan kembali meratapi kesalahannya. Hingga akhirnya, Nita mengalami sakit-sakitan dan pergi selama-lamanya.


Seno membalas pelukan Brandon. "Maafkan papa, Brandon... papa merasa tak pantas berhadapan denganmu," ucap Seno.


"Sampai kapanpun, papa tetaplah menjadi papaku. Jangan pernah meninggalkan Brandon pa... Brandon sudah tak memiliki siapa-siapa lagi...," keluh Brandon.


"Dimana mamamu Brandon?" tanya Seno heran dengan ucapan terakhir Brandon.


"Mama sudah lama meninggal... mama sudah mengetahui semuanya, jika itu adalah perbuatan kakek. Maka dari itu mama mencari papa, tapi mama mengira papa sudah memiliki istri baru. Mama merasa bersalah dan menyesal kepada papa." Jawab Brandon.


Setelah keduanya saling melepas rindu, Brandon mengajak Seno untuk tinggal bersamanya. Sebelumnya Seno menolak ajakan Brandon, setelah Brandon memberinya pengertian akhirnya Seno setuju.


"Papa merasa tak pantas bersamamu Brandon...," ucap Seno.


"Pa... papa itu papaku, om Hadi dan tante Risti pasti juga bahagia bertemu dengan papa." Sahut Brandon.


"Papa terlalu banyak berhutang budi kepada mereka Brandon...," ucap Seno kembali.


"Pa... papa harus mengucapkan banyak terimakasih kepada om Hadi dan tante Risti. Apalagi saat ini, beliau sedang mengalami musibah...," Brandon berusaha menceritakan yang terjadi.

__ADS_1


"Musibah, musibah apa Brandon?" tanya Seno.


"Lucas pa... Lucas mengalami kecelakaan dan baru pemulihan pasca operasi." Jawab Brandon.


Seno akhirnya menyetujui ajakan Brandon. Kini keduanya menuju Rumah sakit dimana tempat Lucas dirawat.


Ceklek!


"Darimana saja kau Brandon?" tanya Gerald yang sudah lebih dulu tiba.


Brandon hanya tersenyum lalu menyalami papa Hadi dan mama Risti.


"Kau sudah makan Brandon?" tanya mama Risti selalu perhatian.


"Sudah tante" jawab Brandon.


"Tante, ada yang ingin bertemu dengan om dan tante...," ucap Brandon.


Papa Hadi dan mama Risti saling melempar pandangan. Kemudian menoleh kearah pintu memperhatikan Seno masuk.


"Seno...," ucap papa Hadi sangat terkejut.


"Apa benar itu kau Seno?" tanya mama Risti gantian.


"Iya om, tante... Brandon sudah menemukan papa yang selama ini Brandon percaya kalau papa masih hidup." Jawab Brandon.


"Aku tak menyangka kau masih hidup Seno, aku pikir yang dikatakan Nita itu benar. Syukurlah Seno....,"


...----------------...


Terimakasih buat para Reader yang sudah setia memberi support untuk karya othor. Mampir juga ke karya temanku judulnya "Nikahi aku, Pak Dosen"



Cinta memang tidak pernah salah menjatuhkan pilihannya, tapi bagaimana jika cinta menjatuhkan pilihan pada seseorang yang sudah menemukan pelabuhan hatinya?


Niki seorang mahasiswi yang terobsesi dengan dosen di kampusnya, nekat melakukan hal apapun termasuk membiarkan gosip berkembang jika ia sudah melakukan hubungan terlarang dengan dosennya itu. Akibat perbuatannya itu, ia terjebak dalam pernikahan sebagai istri kedua, namun tidak diinginkan oleh dosennya.

__ADS_1


Bagaimana Niki menjalani kehidupannya sebagai istri kedua yang dibenci oleh suaminya sendiri sementara ia juga harus menghadapi hujatan dari teman serta dosen di kampusnya, sebagai mahasiswi penggoda dan penghancur rumah tangga orang?


__ADS_2