
"Sayangnya papa sudah bangun...," ucap Lucas keluar dari kamar mandi melihat baby Aksa sudah terbangun.
"Uuu... uuu...," suara baby Aksa seolah menjawab pertanyaan Lucas.
"Bentar ya sayang... papa pakai baju dulu, selepas itu Aksa papa gendong ajak jalan-jalan pagi." ucap Lucas segera memakai bajunya.
"Papa sudah selesai sayang...," sembari mengambil baby Aksa kedalam gendongannya. Lucas menghujani ciuman ke wajah putranya.
Ceklek!
"Aksa sudah bangun?" tanya Cherry baru masuk.
"Kakak om, ini kopinya." ucap Cherry sambil menaruh diatas meja kecil.
"Sini anaknya, biar aku mandikan." pinta Cherry.
"Ini hari minggu, aku masih mau main dengannya." tolak Lucas.
"Bukannya hari ini kakak om ada janji dengan klien?" Cherry masih mengingat pertemuan Lucas dengan seorang kliennya yang berasal dari Kanada.
"Isssh... kenapa selalu saja ada yang mengganggu waktu kebersamaanku dengan putraku." gerutu Lucas.
"Sebentar lagi pukul 8, kau tak mau tiba terlambat bukan," sahut Cherry mengingatkan.
Cherry kemudian mengambil alih baby Aksa dari gendongan Lucas. Cherry lalu mempersiapkan peralatan mandi baby Aksa. Lucas sendiri lalu bersiap untuk menemui kliennya.
"Cherry...," panggil Lucas.
Cherry menoleh kearah Lucas sebelum memasuki kamar mandi untuk memandikan baby Aksa.
"Temani aku." ucap Lucas.
"Bukannya bersama om Branded?" tanya Cherry sedikit berpikir.
"Aku tak mau mengganggu liburannya. Anggap saja ini liburan kita." jawab Lucas.
"Kau bisa saja...,"
"Kita bawa Aksa sekalian aku akan memperkenalkan kalian kepada mereka," ucap Lucas.
"Ini mengenai pekerjaanmu, aku takut jika kita ikut akan mengganggumu," sahut Cherry.
"Bagaimana bisa mengganggu, aku bisa menjadi seperti ini berkat support dari kalian." Lucas mengelus ujung kepala baby Aksa.
__ADS_1
Sepertinya Cherry harus banyak bersyukur karena memiliki seorang suami yang sangat menghormati dan mencintainya. Selesai Cherry memandikan baby Aksa, Lucas mengambil alih menggantikan pakaiannya.
"Kau mandilah sayang... biar Aksa aku yang melanjutkan." perintah Lucas.
"Siap bos!" sahut Cherry dengan hormat.
'Terimakasih Tuhan, engkau telah mengirimkan aku seorang istri serta kedua putra yang begitu baik. Meski Abimana sudah tak berada disini, aku yakin engkau masih menjaganya dengan baik pula.' batin Lucas.
Semalam Cherry sempat menangis berpikir seperti yang diucapkan oleh Angel. Lucas yang akhirnya bisa menjelaskan semuanya membuat Cherry percaya jika dirinya benar-benar tulus mencintainya bukan karena sebab balas budi atau yang lain.
"Sayang... dengarkan aku, jangan kau dengarkan ucapan Angel. Dia memang tak ingin kita satu. Dari awal aku mencintaimu bukan karena om Zain, melainkan tulus dari hatiku yang terdalam. Apa kau ingat siapa orang yang menolongmu saat kau terkunci di dalam kamar mandi sewaktu om Zain mengajakmu ke kantor?" tanya Lucas. Cherry langsung menggelengkan kepalanya. Cherry teringat peristiwa yang membuatnya trauma dan menjadi orang kuat.
"Itu aku Cherr... aku yang sudah menyelamatkanmu. Tuhan memang sudah mempertemukan kita diwaktu yang tepat. Tuhan secara tidak langsung sudah menitipkan dirimu padaku seutuhnya. Jadi, apa yang dikatakan Angel semua itu salah. Aku mencintaimu dengan setulus hatiku, bukan karena alasan yang lain." ucap Lucas menjelaskan sembari menyeka air mata Cherry.
"Sayang... cukup air mata ini keluar. Aku tak mau kau menangis, aku hanya ingin kau tersenyum dan tertawa berbahagia bersamaku. Karena air mata ini sangat tak pantas berada di wajahmu, air mata ini akan menghilangkan aura cantikmu."
Selesai memakaikan pakaian kepada baby Aksa, Lucas kembali mengajak ngobrol baby Aksa. Tak terasa usia baby Aksa menganjak usia 2 bulan. 2 bulan pula Lucas dan Cherry kehilangan baby Abimana selama-lamanya. Keduanya saling memberi support bahwa setiap manusia akan bertemu dengan takdir kematiannya. Jika Abimana sudah dipertemukan dengan kematiannya, kini giliran yang lain menunggu takdirnya masing-masing.
"Sayangnya papa sudah tampan. Bahkan ketampananmu mengalahkan papa" puji Lucas.
Seperti biasanya,selesai mandi baby Aksa ritual minum ASI setelah itu tertidur.
"Dia terlihat sangat tampan," ucap Lucas terus saja memuji putranya.
Lucas menoleh kearah Cherry, entah mengapa Cherry pagi ini terlihat sangat cantik. Padahal dia hanya menggunakan dress T-shirt dan celana jeans serta blazer berwarna pink. Dengan rambut yang dikuncir kuda Cherry masih pantas seperti anak-anak SMA.
"Apa ada yang salah dengan penampilanku?" tanya Cherry.
"Eh... tidak sayang, kau terlihat sangat cantik." jawab Lucas.
"Ayo kita berangkat, takutnya klienmu menunggu terlalu lama." ajak Cherry begitu semangat.
"Kakak om... ada apa lagi?" tanya Cherry tak melihat pergerakan Lucas.
"Kau melupakan sesuatu?" jawab Lucas.
Cherry nampak mengedarkan penglihatannya dengan jeli, sambil memikirkan ucapan Lucas. Kebutuhan baby Aksa sudah dia pegang, tas serta lainnya juga sudah. Baby Aksa masih dalam stroller didorong Lucas. Lantas apalagi yang terlupa.
"Sepertinya semua kantormu. Kebutuhan baby Aksa, tas kantormu, tas aku semuanya sudah. Apalagi yang terlupa?" balik tanya Cherry.
Lucas menyodorkan pipinya ke wajah Cherry. "Kau melupakan ini," ucap Lucas langsung membuat Cherry tersenyum.
__ADS_1
"Mmmuaach...," Cherry mencium pipi Lucas bergantian kanan dan kiri.
"I love you sayang...," ucap Lucas.
"I lup yu tuu...," jawab Cherry dengan bahasa seenaknya.
"Let's Go!" teriak keduanya
"Kalian pada mau kemana?" tanya mama Risti.
"Kita....," Cherry melirik kearah Lucas.
"Kita mau menemui klien sekaligus jalan-jalan keluarga." jawab Lucas.
"Ide yang bagus Lucas, lagian sudah lama kalian ga jalan bersama. Terakhir jalan bersama Angel membuat kerusuhan." sahut mama Risti.
"Jika kalian kerepotan membawa Aksa, biarkan Aksa bersama mama saja."
"Ma... aku sengaja mengajak Aksa, biar orang-orang tahu kalau aku memiliki istri dan putra yang cantik dan tampan. Juga biar mereka tahu aku sudah ada yang memiliki." Lucas tersenyum kearah Cherry.
"Ya udah, selamat berjalan-jalan cucu nenek." ucap mama Risti.
**
"Aaaaaa!" teriak Desty.
"Apa sih teriak-teriak, berisik!" protes Brandon.
"Bentar... berisik, teriak...!" Brandon langsung membuka matanya terkejut melihat Desty berada disampingnya.
"Ngapain lu disini!" bentak Brandon.
"Seharusnya aku yang tanya, ngapain kamu disini?" balik tanya Desty.
"Ini kan kamar gua, lu ngapain di kamar gua?" Mereka berdua saling mempertanyakan kenapa mereka bisa dalam 1 kamar.
Brandon maupun Desty mengingat kejadian semalam. Setelah dari tempat Lucas, Brandon dan Desty ditugaskan untuk mencari informasi mengenai Angel yang berusaha mengancam semua klien perusahaan Lucas. Tetapi sesampainya di sebuah club malam, mereka berdua mencari keberadaan Angel. Tetapi bukannya menemukan Angel, Brandon melihat Elsa bersama pasangannya. Hatinya memanas, Brandon menyahut minuman beralkohol tinggi milik seseorang. Akibat ulah Brandon yang patah hati, akhirnya membuat Desty ikut menenggak minuman itu juga sedikit. Keduanya hilang kesadaran dan memutuskan untuk masuk kedalam sebuah kamar.
"Desty... lu tahu Elsa itu wanita yang sangat pintar membuatku bernaf*su. Wajar jika gua ga bisa kehilangan dia." ucap Brandon ngelantur.
"Apa iya sebegitu istimewanya Brandon... aku bisa kok lebih dari Elsa...," ucap Desty.
"Tak ada yang lebih istimewa dari Desty... lu mah ga ada apa-apanya...," sahut Brandon.
__ADS_1
"Kau mau bukti... oke...," ucap Desty merasa ditantang.
Bersambung....