
Epsd. 48. percayalah
Cherry menatap pekatnya langit sendiri di balkon kamarnya. Meninggalkan kerupekan dibawah sana. Memang bukan salah Cherry saat Lucas mengajaknya menikah saat itu. Semua yang terjadi di luar pikiran Cherry.
"Jika memang Tuhan mentakdirkan om kembali bersamanya, kuatkan hatiku saat ini juga Tuhan...," ucap Cherry lirih sembari memegang dadanya yang terasa sesak.
Neva yang sedari tadi memperhatikan Cherry sekaligus menjaganya jadi merasa tak tega. Ingin dirinya menyentuh dan memeluk sahabatnya saat ini, namun Cherry meminta waktu untuk sendiri saat ini.
"Cherry, percayalah pada kakakku dia tak akan mengkhianati cintanya kepadamu," ucap Neva lirih.
Flash back**
"Neva.. maafkan aku, aku tak bermaksud--" ucapan Cherry terjeda karena Neva langsung memeluknya"
Terdapat rasa haru sekaligus bahagia diantara keduanya.
"Maafkan aku yang sudah jauh salah paham terhadapmu Cherry," ucap Neva sesenggukan.
"Sudahlah, aku bisa mengerti perasaanmu saat ini. Wajar jika kamu bersikap seperti ini," Cherry menyeka air mata Neva dan tersenyum kearahnya.
"Jangan bersedih ya...," imbuhnya.
"Kau sahabat terbaikku Cherry," sahut Neva.
"Lucas...," panggil Reta.
Cherry maupun Neva serta Lucas menoleh bersamaan kearah Reta.
"Siapa yang mengijinkanmu disini!" bentak Lucas.
"Lucas.. tak bisakah dirimu berbicara halus kepadaku?" tanya Reta mulai mode mewek.
"Siapa yang mengijinkanmu disini Reta, jawab!" bentak Lucas sekali lagi.
Reta lalu berjalan melangkah mendekati Lucas, tangannya mengulur membenakkan kancing baju Lucas. Reta selalu melakukan hal ini disaat Lucas marah.
"A--aku tahu jika perbuatanku salah, tapi disini aku korban Lucas. Ammar sengaja melakukan itu disaat aku sangat merindukanmu dan melupakan itu semua dengan segelas minuman," ujar Reta menceritakan kejadian sebenarnya.
"Tolong.. mengerti diriku kali ini saja Lucas.. aku tahu, kau masih sangat mencintaiku" rayu Reta namun tak digubris Lucas.
"Reta! apa-apaan kamu ini, tak tahu malu sekali setelah apa yang sudah kamu lakukan kepada anakku!" bentak mama Risti yang baru mengetahui kedatangan Reta.
"Mama... tolong dengarkan penjelasan Reta semua," pinta Reta.
"Tak ada yang perlu dijelaskan karena semuanya sudah sangat jelas. Kamu silahkan pergi dari sini," usir mama Risti kepada Reta.
"Ma... sekali saja, mama dengerin penjelasan Reta," rayu Reta lagi.
"Kamu sudah mendengar semuanya dari keluarga ini, kami semua memintamu pergi dari sini sekarang juga" ucap mama Risti lagi dengan nada penekanan.
"Ini semua pasti gara-gara wanita itu, kamu jadi berubah seperti ini Lucas" sembari menoleh kearah Cherry yang berada disamping Neva.
"Kau salah Reta, justru karena dia aku menyadari jika dirimu adalah hal salah yang berada di hidupku" sahut Lucas sengaja.
Reta yang sudah bersikap baik bak puteri dongeng, menatap kearah Cherry dengan tajam setajam hunusan pedang yang akan menancapkan pedangnya.
__ADS_1
"Dia cinta pertamaku yang sudah lama aku tunggu selama ini" imbuh Lucas sembari menarik pergelangan tangan Cherry, digenggamnya jemari mungil milik Cherry.
"Tuhan sudah menjawab pertanyaan dari do'aku ini bahkan Tuhan memberikan bonusnya menjadikan Cherry istri yang soleha " imbuh Lucas lalu tersenyum kearah Cherry, kemudian Lucas mengecup kening Cherry dengan lembut.
Reta yang sedang bertahan di posisinya, akhirnya runtuh juga. Dia melangkah mendekati Cherry dan,
PLAK!
Satu tamparan mendarat di pipi halus Cherry. Cherry yang sedikit kesal refleks mendorong Reta hingga terjatuh.
"Aduh... sakit," teriak Reta merasakan sakit di perutnya.
"Ka Reta..," panggil Neva lirih.
"A--aku tak bermaksud mendorongnya.." ucap Cherry ketakutan.
"Sakit... aaaarrghh...," teriak Reta.
"Reta..," Panggil Ammar yang baru tiba.
"Reta.. apa yang terjadi?" tanya Ammar.
"Tolong aku Ammar..., sakit Ammar" rengek Reta kesakitan.
Ammar langsung saja membopong Reta ke dalam mobilnya.
"Reta.. bertahan lah" ucap Ammar memberi support lalu segera melajukannya menuju Rumah sakit.
"Om, aku tak sengaja sedikit mendorong mba Reta hingga terjatuh" ucap Cherry sedikit ketakutan
"Cherry... semuanya akan baik-baik saja," sahut Lucas mengerti perasaan Cherry.
"Mohon maaf sebelumnya, saya petugas dari kepolisian datang kemari untuk menjemput nona Cherry." ucap petugas kepolisian.
"Atas dasar apa saja ,kalian berani menjemput menantuku!" bentak Papa hadi.
"Maaf Tuan, kami tak bermaksud---"; ucapan petugas ketulusan.
" Anda bisa membacanya sendiri Tuan." sembari menyerahkan surat tugas.
Mama Risti dan Papa Hadi akhirnya membaca surat tersebut. Mama Risti yang tak bisa berbuat apa-apa, dia terus saja menangis menolak permintaan dua petugas tersebut.
"Pa.. tolongin Cherry..," pinta mama Risti dan Neva.
"Papa akan menolongnya tanpa kalian minta" jawab papa Hadi.
Cherry dan Lucas turun dari atas, air mata Cherry masih terlihat belum kering.
"Om..," Cherry menarik pergelangan tangan Lucas yang akan memberitahu kedua petugas kepolisian tersebut.
Lucas hanya tersenyum dan menyentuh Pipi halus Cherry.
"Bawa saya saja pak, karena ini semua kesalahan saya, saya yang melakukannya" Lucas sengaja melindungi Cherry.
Cherry tak kuat lagi, air matanya lolos begitu saja. Hal yang sangat dia takuti sebentar lagi terjadi.
__ADS_1
"Om," bibir Cherry bergetar menyebut nama panggilan untuk suaminya.
Lucas hanya melemparkan senyum kearah Cherry.
"Lucas! apa yang kau katakan?" teriak mama Risti tentunya sembari menangis.
"Sekarang juga ralat ucapanmu nak!" pinta mama Risti.
"Ma--mama..., jangan menangis, semuanya akan baik-baik saja," Lucas mencoba menenangkan mamanya.
"Pak, silahkan bawa saya ke kantor polisi" pinta Lucas.
Akhirnya dengan perdebatan yang sedikit panjang Lucas beserta petugas kepolisian meninggalkan kediaman Papa Hadi. Tentunya diiringi keluarga yang bersedih.
Setelah kepergian Lucas bersama kedua petugas kepolisian itu, terlintas akal cerdas Cherry mulai bekerja.
"Neva, kau bisa ikut aku?" tanya Cherry.
"Kemana Cherr?"
"Ikut lah denganku kau akan tahu" ajak Cherry.
"Ma.. Cherry ijin keluar dulu,"
"Kau mau kemana sayang, ini sudah terlalu malam?" tanya mama Risti yang masih bersedih dan khawatir.
"Membawa om kembali," jawab Cherry.
Cherry dan Neva lalu berpamitan untuk menemui seseorang. Sedangkan Papa Hadi ikut berpamitan untuk menemui pengacara keluarganya.
Diperjalanan,
"Cherry, ini sangat ga lucu. Ngapain kita ketempat ka Reta?" tanya Neva.
"Aku harus melakukannya Neva, demi suamiku" jawab Cherry begitu sedih.
"Kau mulai jatuh hati kepada kakakku?" tanya Neva lagi.
"Aku sudah membuka hati ini untuknya, ternyata aku tak bisa menolak perasaan cinta ini Neva" jawab Cherry mode serius.
"Aku sayang kaka iparku" ucap Neva bahagia memeluk Cherry.
Sesampainya di Rumah sakit,
Cherry dan Neva mengetuk kamar pasien yang ditempati oleh Reta.
Tok.. tok..
"Selamat malam" sapa Cherry ramah.
"Kenapa kamu masih disini? bukannya seharusnya kamu sudah berada dibui saat ini" ucap Reta.
"Kau salah Nona.. Tuhan selalu melindungiku dan om Lucas untuk saling menguatkan" sahut Cherry langsung membuat Reta kalah telak.
"Saya ke sini untuk meminta belas kasih pada anda. Tolong cabut gugatan anda nona," pinta Cherry.
__ADS_1
"Hahaha... semudah itu kamu meminta ya" ucap Reta menertawakan Cherry.
Bersambung...