Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 80. Bodyguard pribadi


__ADS_3

Tap... tap... tap...


Suara derap langkah Lucas mencari Neva dan yang lain. Di belakangnya Lexi juga ikut mencari letak kamar pasien Cherry.


"Sus... pasien atas nama Cherry Jovanka Emilia berada di ruang--"


"Di sebelah sana tuan" sembari menunjukkan lokasi.


"Pasien baru saja dipindahkan ke ruang rawat" imbuh suster memberitahu. Lucas langsung saja berlari, sedang Lexi harus mengucapkan terimakasih kepada suster tersebut.


"Terimakasih Suster," ucap Lexi sopan kemudian berlari mengikuti Lucas.


Ceklek,


"Ka Lucas.." panggil Neva bahagia melihat Lucas dan Lexi tiba.


Cherry sendiri sudah sadar dari pingsannya dan tersenyum kearah suaminya.


Lucas langsung saja mendekati sang istri dan memeluknya sangat erat.


"Maafkan aku Cherry... maafkan aku tak bisa melindungimu" ucap Lucas.


"Apa yang kau katakan om... om sudah menjagaku, akunya saja yang tak pernah mendengarkan perkataanmu" ucap Cherry.


"Sudahlah, hapus air matamu. Kau terlihat makin tua jika menangis seperti ini" ejek Cherry agar Lucas berhenti menangis.


Lucas mengendurkan pelukannya lalu menangkup kedua pipi istrinya, dahinya dia satukan dengan dahi Cherry serta hidung mancung keduanya yang berasa beradu.


Lucas tersenyum mendengar ejekan Cherry, baginya ejekan itu sebuah kata rindu yang ingin dia dengar setiap saat.


Lexi ikut tersenyum melihat keduanya tersenyum bahagia. Meski tak tahu mengapa di sudut hatinya terasa ada sesuatu yang mengiris. Begitupun dengan Lexi, Steve yang sudah lama menyimpan rasa kepada Cherry pun merasakan perasaan yang sama.


"Kalian sangat so sweet.." sindir Neva.


"Iya kan ka Lexi?" Neva meminta pendapat Lexi. Lexi menanggapi dengan tersenyum.


"Lebih baik kita keluar" ajak Desty memberi ruang Lucas dan Cherry berdua.


"Ide yang bagus" sahut Neva. Kemudian mereka berempat keluar. Sekarang hanya ada Lucas dan Cherry.


"Sayang, kau terlihat kurus... apa mereka tak memberimu makan?" tanya Lucas.


"Om tak usah berlebihan, aku masih sama seperti kemarin" ucap Cherry.


"Tapi memang benar, aku merasa kau terlihat kurus... aku tak tahu apa yang mereka kasih padamu sehingga kau----"


"CUP!"


Cherry mengecup bi*bir sang suami dan membuatnya terdiam.


"Om... Cherry ga apa-apa" ucap Cherry. Lucas kembali memeluk Cherry.

__ADS_1


"Jangan biarkan Cherry sendiri lagi ya om," pinta Cherry.


"Aku ga akan pernah meninggalkanmu sedetikpun. Cukup untuk yang kemarin, setelah ini aku akan menjadi sopir serta bodyguard pribadi untukmu" sahut Lucas.


"Bagaimana keadaan ka Anton, kakaknya Desty?" tanya Cherry.


"Desty, siapa dia?" bukannya menjawab Lucas malah balik bertanya.


"Desty gadis tadi. Dia adik ka Anton, orang suruhan mantan om yang ditugaskan untuk menghabisiku" ucap Cherry.


"Maafkan aku karena baru mengetahui jika dalang semua ini adalah Reta"


"Tak masalah om, cinta kadang bisa membuat kita gelap mata. Kadang juga bisa membuat hidup berwarna. Wajar jika ka Reta berbuat seperti ini, karena dia masih memiliki rasa cinta yang belum hilang terhadapmu" ucap Cherry dengan santai.


"Tapi sayangnya takdir tak memihaknya karena takdir mempersatukan kita" imbuh Cherry.


"Aku sangat mencintaimu Cherry, aku siap mempertaruhkan nyawaku demi kebahagiaanmu" sahut Lucas kembali memeluk Cherry.


"Aku pun sama om.. aku mulai jatuh cinta padamu disaat kau mulai cemburu dengan hubunganku dengan ka Lexi" ucap Cherry dan Lucas langsung menatapnya.


"Om, mungkin bertanya-tanya darimana aku mengetahui hal ini" ucap Cherry.


Lucas mengangguk membenarkan ucapan Cherry.


"Itu karena ada cinta di hatimu om" imbuh Cherry.


"Cinta yang Tuhan kirim untukku" ucap Cherry dengan manja lalu mengecup pipi Lucas.


"Ah... sudahlah, lupakan... lebih baik kau istirahat"


"Boleh" sahut Cherry mengerti maksud ucapan Lucas.


"Boleh untuk meminta hakmu sebagai suami" imbuh Cherry.


"Cherry... tak usah kau pikirkan soal ini. Yang terpenting sekarang kondisimu. Cepatlah istirahat, aku ga mau kau kenapa-napa" ucap Lucas sedikit gerogi dan mengalihkan obrolannya.


"Om... Cherry serius" ucap Cherry.


"Cherry sudah berfikir panjang, selesai sekolah Cherry lulus, Cherry ingin berbakti kepada suami Cherry seperti ibu berbakti kepada ayah"


Lucas terus saja menatap manik mata istrinya yang terlihat teduh. Lucas merasa makin cinta kepada Cherry. Lucas menarik tengkuk Cherry dan mencium keningnya lalu memeluknya yang kesekian kali.


Sementara diluar sana Lexi maupun Steve sedang sibuk dengan pikirannya masing-masing.


'Jika itu bisa membuatmu bahagia, aku akan melepasmu dengan ikhlas Cherry' batin Steve.


'Ada apa dengan perasaanku, rasanya terasa perih. Lexi... kendalikan perasaanmu dia istri adikmu' batin Lexi.


"Pria itu...?"


"Dia kakakku suami dari Cherry" jawab Neva.

__ADS_1


"Mereka pasangan yang serasi" ujar Desty.


"Iya, kau benar. Mereka pasangan yang sangat serasi. Meski usia Cherry terpaut jauh dari kakakku, tapi itu tak menghambat hubungannya. Terkadang aku iri melihatnya" ucap Neva.


"Pantas jika kita merasa iri. Terkadang kita juga menginginkan seorang pendamping yang menerima dan mencintai kita dengan tulus" sahut Desty.


"Oh ya, kita belum kenalan daritadi" ucap Neva mengingatkan.


"Desty" sahut Desty memperkenalkan diri sembari mengulurkan tangannya.


"Neva, panggil aku Neva" menerima uluran tangan Desty.


"Senang berkenalan denganmu" imbuh Neva.


"Lexi..." panggil mama yang tiba bersama papa dan Agha.


"Mama... Agha"


"Lexi, gimana keadaan menantu mama?" tanya mama Risti.


"Alhamdulillah sudah baikan ma..," jawan Lexi.


"Lexi" panggil papa Hadinata dan Lexi terdiam.


"Lexi, apa kau benar-benar sudah tak memperdulikan papa?" tanya Lexi yang masih terdiam.


"Tak perduli papa dengan pikiranmu, yang pasti papa tetap menganggapmu sebagai anak kandungku, darah dagingku sendiri"


"Grandfa..." Agha berlari memeluk Hadinata. Sepertinya ikatan batin keluarga sudah mendarah daging dihati Agha.


Melihat Agha sangat akrab dengan Hadinata, Lexi berusaha menurunkan egonya. Dari lubuk hatinya terdalam terdapat rasa sayang juga kepada Hadinata, karena bagaimana pun Hadinata sudah hadir dalam hidup mamanya yang sudah lama ditinggal oleh papanya. Lexi merasa sudah saatnya dia membahagiakan mamanya. Tanpa ucapan apapun, Lexi langsung saja memeluk Hadinata yang sedang menggendong Agha putranya.


"Maafkan Lexi pa..." ucap Lexi pada akhirnya.


"Terimakasih Lexi sudah mau menerima papa. Anugerah terindah dari Tuhan yang tak bisa papa ungkapkan, terimakasih sudah mengembalikan putraku yang hilang Tuhan" ucap syukur Hadinata atas apa yang telah diberikan Tuhan hari ini.


Mama Risti dan Neva ikut terharu melihat persatuan seorang ayah dan anak yang sudah lama berseteru, kini Tuhan sudah mengembalikan keluarganya dengan utuh.


Bersambung....


...----------------...


Masih tetap stay kan para readers setia. Tetap stay terus ya... karena setelah ini akan ada kelanjutan Cherry dan Lucas menentukan juniornya.


Sambil menunggu baca juga karya temanku dengan judul MERTUAKU KANG ATUR



"Anak laki-laki, walaupun sudah menikah ia tetap menjadi milik ibunya."


Namaku, Adhira Ulya. Ibuku pernah mengingatkan kata-kata itu padaku. Itulah yang membuatku berusaha menuruti keinginan ibu mertuaku. Lantas, haruskah selamanya kehidupan rumah tanggaku berdasarkan apa yang beliau inginkan?

__ADS_1


__ADS_2