
...Ada rasa yang tak dapat aku ungkapkan. ...
...Namun hanya dapat aku pendam dan kurasa sendirian . ...
...Dan banyak perasaan yang cuma bisa disampaikan dengan air mata. ...
...Karena aku terlalu takut untuk menceritakan...
...Kalian tidak akan tau rasanya. ...
...Tertidur disaat air mata masih berlinang...
...Dengan perasaan yang begitu tak tenang ...
...Dan hanya berharap esok pagi kembali bangun dengan keadaan senang. ...
...Aku sudah berusaha semaksimal mungkin Sampai dititik ini...
...Titik lelahnya berjuang sendiri. ...
...Dan sesaknya merindu...
...Akan tetapi apapun yang terjadi padaku. ...
...Mungkin aku sudah benar benar bisa menerimanya ...
...Entah ikhlas atau terpaksa. ...
...Karena......
...Aku hanya ingin terlihat baik baik saja...
...Tanpa ada luka atau kecewa...
...Terbiasa tuk berpura pura tertawa. ...
...Padahal mentalku sudah berantakan...
...Bahagia atau sedih pun aku sudah tak bisa membedakan...
...Semua terasa hampa. ...
...----------------...
Hampir satu minggu Lucas meninggalkan perusahaannya. Brandon, Vino, Steve, Desty sudah lebih dulu kembali. Pagi ini, Lucas dan yang lain bersiap untuk kembali juga.
"Semuanya sudah siap?" tanya Lexi.
"Hore...! Agha kembali Sekolah...," sorak bahagia Agha.
"Agha mau berangkat sekolah lagi?" tanya papa Hadi.
"Iya dong kakek... kan Agha sudah rindu dengan Lala," jawab Agha polosnya.
"Siapa itu Lala nak?" tanya mama Risti.
__ADS_1
"Lala itu bestfriend Agha. Orangnya cantik, rambutnya panjang, senyumnya manis." jawab Agha.
"Hahaha... bibit playboy dia," sahut Neva
"Tante Neva dan tante Cherry harus berkenalan dengan Lala. Lala pasti senang berkenalan dengan tante karena Agha selalu menceritakan kalau Agha mempunyai 2 tante yang cantik seperti mama." sahut Agha.
"Keponakan terbaik.... mmuaach!" Neva langsung mendaratkan ciuman ke pipi Agha.
"Iiih... tante Neva jangan cium-cium aku, ketampananku takut luntur." ucap Agha dengan polosnya.
"Iiih... kalau begini jadi ngeselin," sahut Neva kemudian tertawa bersama.
"Cherry... apa barang-barang Aksa sudah masuk semua?" tanya mama Risti ikut membantu packing.
"Sudah semua ma...," jawab Cherry.
Kini semuanya sudah bersiap, tinggal menunggu beberapa helikopter mendarat ke atap gedungnya.
"Ada apa sayang?" tanya Lucas.
"Tak ada apa-apa. Aku hanya sedikit berat meninggalkan tempat ini." jawab Cherry.
"Kau tahu Cherry... sebenarnya tempat ini persembahan dariku untukmu. Kau pernah mengatakan jika ingin memiliki tempat privasi seperti istana dongeng." ucap Lucas.
Cherry menoleh kearah Lucas lalu mengecup bi*birnya. "Terimakasih sayang...,".
Kini semuanya sudah masuk kedalam Helikopter pribadi milik Lucas. Singkat cerita mereka tiba ditempat baru yang sudah disediakan oleh Lucas.
"Welcome tuan besar...," ucap para asisten rumah tangga baru.
"Aku tak tahu mengenai ini pa... mungkin ini semua ide Brandon" jawab Lucas.
Mereka semua langsung saja memasuki kamar masing-masing.
"Sayang... maafkan aku, aku, Lexi dan papa harus segera berangkat ke kantor. Kau jaga diri baik-baik... aku ga akan lama-lama. Mmmuaaach!" pamit Lucas.
"Siap sayang, kau tak perlu khawatir." sahut Cherry.
"Aksa sayang... baik-baik dirumah sama mama ya... mmmuaaachh!" tak lupa Lucas berpamitan kepada anak tercinta.
Lucas kemudian meninggalkan Cherry yang masih memberi ASI baby Aksa.
"Ma... kita berangkat dulu," pamit Lexi dan Lucas.
"Hati-hati anak mama... pa, kalau nanti merasakan tak enak jangan segan-segan ngomong sama anak-anak." pesan mama Risti kepada papa Hadi.
"Lexi, Lucas kau perhatikan kondisi papamu".
" Beres ma... nama tak perlu khawatir," sahut Lucas.
**
Siang ini perusahaan kedatangan tamu besar dari negara Turki untuk membahas kerjasama dengan perusahaan Jewelry Axosha. Mereka memberi tawaran kepada perusahaan Jewelry Axosha sebesar 60%.
Dasya atau Angel juga berada di rapat itu. Seluruh petinggi perusahaan mengikuti pertemuan tersebut. Perusahaan yang dipegang oleh Lexi dan Lucas akhir-akjir ini mendapatkan rekor muri terbaik dunia.
__ADS_1
"Lucas...," panggil Angel namun tak mendapat tanggapan dari Lucas. Lucas langsung menemui teamnya.
"Cas... sepertinya wanita itu sangat mengenalmu," bisik Lexi.
"Boleh ga bahas soal itu," ucap Lucas langsung.
Rapat kali ini dipimpin langsung oleh Hadinata. Beliau juga mengumumkan jika perusahaan Jewelry Axosha akan dipegang oleh kedua putranya.
"Terimakasih atas kerjasama bapak/ibu semua serta karyawan yang sudah mengabdikan dirinya sampai sekarang ini. Tanpa kalian Jewelry Axosha bukan apa-apa, terimakasih untuk kalian semua" ucap papa Hadi langsung mendapatkan tepuk tangan dari semuanya.
Selesai acara singkat itu, Lucas dan yang lain saling menikmati suguhan yang berada disana.
"Lucas... boleh kita bicara sebentar?" sapa Angel.
Lagi-lagi Lucas tak menanggapinya, Lucas lebih asyik membicarakan bisnis dengan sahabat lainnya.
"Lucas... aku hanya butuh waktu sebentar, tolong hargai aku." pinta Angel sudah kesal.
"Kalau kedatanganmu kesini untuk membuat huru-hara, lebih baik kau pulang Angel." sahut Lucas pada akhirnya.
"Baiklah Lucas, aku akan melakukan apa yang seharusnya aku lakukan." sahut Angel dengan wajah menyeringai.
Angel memutuskan untuk kembali, namun dipertengahan jalan Angel meminta sopirnya untuk menuju kediaman Lucas yang terbaru. Kurang lebih 1 jam, akhirnya Angel tiba di kediaman Lucas.
Angel dengan anggunnya memasuki halaman rumah Lucas. Salah seorang penjaga menyambutnya dengan ramah. Angel memarkirkan kendaraannya, lalu mengetuk pintu.
Seorang asisten rumah tangga membukakan pintu. "Mohon maaf mau bertemu siapa nona?" tanya asisten rumah tangga tersebut.
"Aku---" belum selesai Angel berkata, mama Risti keluar sembari menggendong baby Aksa.
"Siapa bi...?" tanya mama Risti.
"Tante Risti... ini Angel... apakah tante melupakanku," sahut Angel langsung.
"Angel... apa benar itu Angel?" tanya mama Risti memastikan.
"Ingatan tante sangat baik. Aku Angel tante... kekasih Lucas," Angel sepertinya sengaja mengatakan kalimat terakhirnya sebab Cherry tak sengaja lewat dibelakang mama Risti.
"Maaf Angel... bukannya kau yang sudah meninggalkan Lucas?" sindir mama Risti. Beliau orang yang berjuang agar Lucas tak terlalu terpuruk kala itu. Angel meninggalkannya begitu saja. Setelah itu Lucas memutuskan untuk melanjutkan kuliah di luar negeri sampai akhirnya dia bertemu dengan Reta.
"Tante... maafkan Angel, Angel tak pernah meninggalkan Lucas. Lucas yang sudah meninggalkanku menikah dengan wanita itu." protes Angel.
"Angel... Cherry tak tau apa-apa tentang ini. Setelah kau meninggalkannya, Lucas bersama Reta bukan Cherry. Jadi kau tak usah membuat keruh suasana." sahut mama Risti membuat Angel kalah telak.
"Baiklah jika itu alasannya tante, Angel terima. Sekarang tujuan Angel kesini ingin membezuk keponakan aku yang tampan," ucap Angel sembari mendekati baby Aksa.
"Kau terlihat sangat tampan," puji Angel.
"Terimakasih Angel," sahut mama Risti.
Didapur Cherry masih kesal dengan apa yang didengarnya.
"Bisa-bisanya nih, orang itu mengatakan jika hubungannya dengan suamiku belum usai. Belum mengenalku dia! Siap-siap saja pelakor ke akhirat"
Bersambung....
__ADS_1