Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 122. Feeling seorang ibu


__ADS_3

"Cherry... apa yang terjadi? kenapa Aksa menangis terus?" tanya Yora.


"Aku ga tau ka... Aksa tiba-tiba saja menangis, padahal aku sudah memberinya ASI. Kenapa tetap saja menangis?" jawab Cherry.


"Aksa... cup... cup... ya nak...," Cherry kembali menepuk-nepuk bokong kecil Aksa.


"Apa Aksa demam?" tanya mama Risti.


"Coba mama gendong dia, kau istirahatlah Cherry. Kondisimu masih sangat lemah." ucap mama Risti menggantikan Cherry menggendong baby Aksa.


"Apa Aksa demam ma?" tanya Yora.


"Suhunya normal, mungkin Aksa lelah. Karena sedari tadi digendong kesana-kemari. Bayi juga butuh istirahat, mungkin itu yang sedang dirasakan Aksa." ucap mama Risti.


"Cherry... kau tenanglah, Aksa akan kembali tenang bersama mama." sahut Yora.


Ceklek!


"Mama.... hiks... hiks.. hiks...," Neva langsung berhambur memeluk mama Risti.


"Neva... darimana saja kamu? bukannya tadi kamu pamit mau mencari kakakmu," tanya mama Risti.


"Mama... hiks.. hiks...," Neva merasa tak sanggup untuk mengatakan yang sebenarnya.


"Neva, apa yang terjadi?" tanya Yora.


"Apa ada sesuatu diluar sana?" kali ini Cherry yang bertanya.


Neva melepaskan pelukannya berpindah kehadapan Cherry. Neva sungguh tak tega memberitahu soal Abimana kepada Cherry.


Neva langsung memeluk Cherry dengan erat, tangisnya tak bisa lagi dia kontrol. Nafas Neva sampai tercekat di tenggorokannya.


"Neva... apa yang terjadi, coba katakan?" pinta Cherry. Perasaannya mulai tak enak.


Desty dan Steve masuk kedalam ruangan Cherry, papa Hadi yang tertidur terbangun mendengar tangisan Neva. Wajah Desty juga sudah dipenuhi air mata, begitupun Steve dia sama seperti Neva tak sanggup melihat kondisi Cherry setelah mengetahui yang sebenarnya.


"Cher--ry... kau wanita terkuat yang pernah aku kenal. Kau wanita yang tak pernah pantang menyerah, kau selalu memberikan ku nasehat untuk menjadi wanita yang mandiri tidak lemah... hiks... hiks... hiks...," ucap Neva dengan terbata-bata.


"Jika kau kuat kehilangan om dan tante, kau juga kuat kehilangan A---" Neva tak sanggup melanjutkan ucapannya. Tangannya menggenggam erat jemari Cherry.


"Neva... kau tak akan mengatakan hal itu," sahut Cherry, air matanya lolos begitu saja. Sepertinya Cherry sudah memiliki feeling tak enak.


Neva menarik nafasnya, mengatur perasaannya.

__ADS_1


"Abimana sudah ditemukan." ucap Neva pada akhirnya.


Mama Risti, Yora dan papa Hadi tersenyum bahagia mendengar berita baby Abimana sudah ditemukan. Begitupun dengan Cherry. Senyumnya merekah begitu saja.


"Dimana dia Neva? aku ingin bertemu dengannya. Abimana pasti haus, bawa aku menemuinya Neva...," pinta Cherry bahagia.


Neva menyeka air matanya, kali ini Neva tak sanggup melihat harapan Cherry.


"Neva... bawa aku menemui anakku, apa Kak Lucas mengetahuinya? kenapa dia tak segera memberitahuku?" ucap Cherry lagi, kali ini langsung beranjak dari bed nya.


"Steve, Desty... dimana kak Lucas, aku mau memberitahunya kalau Abimana sudah ditemukan." sapa Cherry melihat Desty dan Steve berasal di depan pintu.


"Cherry... kau tenanglah dulu," saran Desty. Dia, sendiri merasa tak tega melihat kondisi Cherry saat ini.


"Kenapa kalian menahanku? aku hanya ingin bertemu dengan anakku, apa ada yang salah?" protes Cherry.


"Cherry... bukan maksudku---"


"Desty... jika kau tak mau memberitahuku, aku akan mencarinya sendiri." sahut Cherry menjeda ucapan Desty.


"Cherry... dengarkan ucapan kita!" bentak Steve tak tahu lagi harus gimana.


Neva terus saja menangis, sedang Yora, mama Risti dan papa Hadi masih bingung dengan yang terjadi sebenarnya.


"Steve, kenapa kau membentakku! apa kau tak mau mempertemukanku dengan anakku!" balik bentak Cherry.


Baby Aksa terus saja menangis, tangisnya kali ini semakin kencang membuat Cherry beralih kearahnya.


"Anakku Aksa kenapa kau menangis sekencang ini? apa kau bahagia mendengar kakakmu sudah ditemukan nak..." ucap Cherry mengambil alih baby Aksa dari gendongan mama Risti.


"Aku bisa mencari Abimana sendiri jika kalian tak mau memberitahu." imbuh Cherry melewati Desty dan Steve.


Steve langsung menyahut pundak Cherry.


"Abimana sudah tiada Cherry," ucap Steve pada akhirnya.


Deg!


Mama Risti dan Yora langsung menangis histeris. Sedangkan papa Hadi langsung menangis sambil menahan luka pasca operasinya.


Cherry memejamkan matanya dalam, mengatur semua gejolak didalam perasaannya. Cherry serasa tersambar petir yang langsung menghancurkan tubuhnya berkeping-keping.


"Aku tak percaya dengan ucapanmu Steve!" ucap Cherry berderai air mata.

__ADS_1


**


"Apa Steve sudah memberitahu Cherry?" tanya Brandon.


"Sepertinya sudah," jawab Vino.


"Lucas...," panggil Lexi.


"Beri aku waktu berdua dengan anakku Lexi." pinta Lucas.


Lexi bisa mengerti keadaan Lucas saat ini, kehilangan putra tercinta dalam keadaan yang tak semestinya. Begitupun dengan Lionel, dirinya tak menyangka akan telat membawa baby Abimana. Lionel sangat menyesal sudah membuat bayi tak berdosa itu meninggal dunia. Andai saja dia menolak membawa bayi itu, bayi itu akan tetap hidup sampai saat ini. Tapi inilah yang dinamakan takdir tak ada yang tau perihal kematian.


"Lucas---"


"Rendi... biarkan aku berdua dengan anakku. Aku ingin menemaninya sebelum dia melakukan perjalanan sebenarnya." sahut Lucas.


Rendi bisa mengerti keadaan Lucas saat ini.


"Panggil aku jika sudah selesai," pesan Rendi sembari menepuk pundak Lucas.


Rendi, Lexi, Brandon dan Vino meninggalkan Lucas, memberikan ruang waktu untuknya sebelum baby Abimana dimakamkan.


Lucas kembali mengetes air matanya, memorinya mengingatkan moment-moment kehamilan, kelahiran, serta 5 hari yang sudah dilaluinya bersama bayinya.


Lucas mengelus kepala Abimana dengan lembut. Bayi itu terlihat sangat tampan seperti layaknya bayi yang terlelap tidur. Bibirnya yang tersenyum menandakan dia bahagia sudah terlahir dari rahim ibu hebat.


"Kau tau nak... papa ingin sekali mengajakmu, Adhyaksa dan mama untuk berkeliling dunia. Agar kau tahu betapa luasnya dunia yang akan kau tapaki kelak, betapa panjang jalan yang harus kau lalui, dan betapa luas wilayah yang nantinya akan mengiringmu kepada masa depanmu. Hari ini Tuhan sudah memberimu itu semua, jaga dirimu baik-baik nak...," Lucas tak sanggup melanjutkan ucapannya lagi, air matanya terus saja mengalir. Lucas megusap air matanya lalu menggendong baby Abimana dengan erat, menciumnya dengan penuh kasih sayang.


"Kakak om...," panggil Cherry.


Lucas terdiam, dia berbalik menoleh kearah Cherry yang berada di belakangnya.


"Kakak om... kau curang tak memberitahuku jika kau sudah bersama Abimana... hiks.. hiks...," ucap Cherry perlahan mendekati Lucas yang tak mampu lagi berucap.


"Kau tahu, Abimana sudah lama jauh dariku aku yakin dia merasa haus" ucap Cherry lagi sembari membuka tangannya meminta baby Abimana kedalam gendongannya.


"Bawa dia kemari kakak om... dia pasti haus...," pinta Cherry.


Lucas tak sanggup lagi melihat istrinya yang jauh lebih terpukul.


"Sayang....," ucap Lucas langsung menghampiri Cherry.


"Lihatlah sayang, Abimana tersenyum sepertimu." Cherry menunjukkan senyum Abimana.

__ADS_1


"Hai nak... ini mama... kau tak akan jauh lagi dari mama dan papa. Abimana bangun ya nak...,"


Bersambung....


__ADS_2