Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 83. Pesta kelulusan sederhana


__ADS_3

Masih dengan drama sebelumnya, yang seharusnya marah siapa dan yang seharusnya tak bersalah siapa. Disini tetaplah Lucas yang menjadi tersangka utama, padahal dirinya yang dirugikan.


Pagi ini, Lucas memutuskan membawa Cherry dan keluarganya ke kediaman barunya. Sebenarnya Cherry menolak, tapi bukan Lucas namanya jika tak bisa merayu sang istri.


"Om, jangan lupa janjinya" ucap Cherry mengingatkan Lucas.


"Iya honey bunny sweetyku," sahut Lucas dengan terpaksa. Bagaimana tidak dengan terpaksa, Cherry meminta perayaan kelulusannya di warung tenda pinggir jalan. Menurut Lucas makan-makanan pinggir jalan kurang sehat, apalagi dengan kondisi Cherry yang baru saja sembuh.


"Terimakasih suamiku," ucap Cherry dengan senang tanpa berdosa.


"STOP... STOP...!" teriak Cherry.


Lucas menghentikan kendaraannya dengan mendadak.


"Busyet dah.... untung suamimu pembalap F1, kalau ga bisa nyemplung pagar pembatas" gerutu Lucas dan Cherry hanya cekikikan mendengarnya. Tidak hanya Lucas, kendaraan yang dibawa Brandon, Steve dan Vino dibelakangnya juga menggerutu tak jelas. Cherry sudah memulai aksi rusuhnya.


"Aku mau kesana...," sambil menunjuk ke sebuah warung tenda khas gudeg jogja tempat favorit Cherry dan keluarganya.


"Cherry... itu tempatnya---"


"Aku mau kesana pokoknya" sahut Cherry tanpa mau dibantah. Dengan terpaksa juga Lucas menurutinya. Mobil dibelakangnya juga mengikutinya.


Cherry turun dari mobilnya, melangkah masuk kedalam warung tenda tersebut. Pelan dia mengingat semua kenangan bersama kedua orang tuanya. Sedih rasanya yang dirasakan Cherry saat ini.


"Cherry ga salah ngajak kita kesini?" gerutu Neva yang baru turun.


"Biasa saja kali Nev... tuh anak kan lain daripada yang lain," sahut Steve.


"Ini tempat favorit om dan tante," ucap Vino. Semuanya lalu terdiam, kini mereka mengerti kenapa Cherry meminta ketempat ini. Karena ada kenangan yang tak bisa dilupakan olehnya. Melihat Cherry begini, Lucas merasa bersalah begitupun dengan mama Risti dan papa Hadi. Andai saja mereka mendengarkan penjelasan Zain, mungkin Cherry masih bisa bersama kedua orang tuanya. Sayangnya, nasi sudah menjadi bubur. Zain dan Rahayu sudah pergi untuk selamanya.


"Bu, nasi gudegnya satu" ucap Lexi melangkah lebih dulu. Begitupun dengan Lucas, dia juga mengikuti Lexi dan ikut memesan nasi gudeg khas Jogja.


Melihat Lucas dan Lexi memesan nasi gudeg, Cherry menyeka air matanya entah mengapa dia merasa terharu melihat seorang dua pria dari keluarga ternama mau mengikuti selera makannya dari keluarga biasa.


"Sepertinya enak, aku juga pesan nasi gudegnya" gantian Neva yang pesan. Begitupun dengan Steve, Vino, Brandon dan kedua orang tua Lucas. Mereka semua memesan pesanan yang sama. Kerinduan Cherry mulai terobati, dia menangis tetapi tangis haru bahagia karena mempunyai keluarga yang tak ada bedanya dengan keluarganya.


"Kau menangis sayang?" tanya Lucas.


"Aku hanya bahagia... tak menyangka jika kau dan semua mengerti yang aku rasakan saat ini," jawab Cherry.

__ADS_1


Lucas tersenyum, lalu menarik Cherry kedalam dekapan pelukannya.


Mereka semua lalu menikmati gudeg dengan menggelar tikar yang sudah disediakan penjualnya.


Pesta kelulusan sederhana yang diimpikan Cherry akhirnya terwujud. Sebenarnya mama Risti sudah menawari Cherry untuk membuat pesta kecil-kecilan namun Cherry menolaknya, karena menurutnya kecil-kecilan yang dikatakan mama Risti adalah pesta sesungguhnya. Sedangkan Cherry tak begitu setuju karena kurang dekat dengan keluarga.


"Lucas, ada kabar mengenai Reta yang mendapatkan pembebasan bersyarat" bisik Brandon.


"Bagaimana bisa dia mendapatkan pembebasan bersyarat?" tanya Lucas kesal.


"Sepertinya ada yang menjaminnya," jawab Brandon.


"Kau harus lebih ekstra menjaga istrimu Lucas," sahut Lexi.


Lucas membenarkan ucapan Lexi, dia harus menjaga Cherry dengan ekstra. Kemudian Lucas melihat Cherry yang sedang bercanda gurau dengan Neva, Steve, Vino dan kedua orang tuanya. Lucas tak mau melihat senyum dan tawa Cherry berubah menjadi kesedihan lagi. Kali ini Lucas setuju dengan ucapan Lexi.


"Minggu depan kita mulai opening, apa kau sudah membicarakannya dengan Cherry?" tanya Lexi.


"Sepertinya aku tak mau melibatkannya," jawab Lucas.


"Apa kau takut mengira Cherry lebih perhatian denganku?" sindir Lexi.


"Aku percaya padamu," ucap Lucas.


"Om Branded....," panggil Cherry.


"Kalau bukan istri sahabat gue, uda gue bejek-bejek jadi rujak cingur" gumam Brandon tak memperdulikan Lucas.


"Ka Lexi... kesini...," panggil Neva gantian sedang bermain dengan Agha juga.


Brandon dan Lexi terpaksa mengikuti panggilan keduanya. Ternyata saat sudah mendekat Lexi dan Brandon diminta untuk menghabiskan dua porsi nasi gudeg lagi.


"Neva... kaka sudah kenyang," keluh Lexi. Begitu juga dengan Brandon dia terus saja mengomel karena Cherry memintanya menghabiskan 3 gelas es teh jumbo yang sudah dipersiapkannya.


"Cherr... perut gue uda ga muat," ucap Steve yang sudah lebih dulu dieksekusi.


"Steve, ga baik nyisain makanan...," sahut Cherry dengan santainya.


"Vino... semangat...!" teriak Cherry menyemangati Vino yang masih anteng dengan tantangannya.

__ADS_1


"Ayo ayah... habiskan..." teriak Agha menyemangati Lexi.


Cherry dan Neva mengadakan permainan siapa yang paling dulu menghabiskan tantangannya, maka dia akan diberikan tiket travelling ke Perancis, tentunya hal ini sudah disepakati dirinya dan Lucas sebelumnya.


"Ayah harus menang, Agha mau naik menara Eiffel" ucap Agha terus menyemangati Lexi.


Melihat keseruan didepannya, Lucas ikut bergabung dan langsung melingkarkan tangannya ke perut Cherry dari belakang.


"Sayang, kau bahagia?" tanya Lucas berbisik.


"Terimakasih om, kau sudah mengembalikan moment terindahku dengan Ayah dan Ibu" ucap Cherry.


Lucas melepaskan pelukannya lalu mencium kening sang istri. Suasana malam itu sangat bahagia, acara pesta kelulusan sederhana tapi bermakna diakhiri dengan bagi-bagi makanan gratis kepada para tunawisma di sepanjang jalan.


Sesampainya dikediaman baru Lucas dan Cherry, semuanya beristirahat terkecuali pemilik rumah. Cherry bingung harus mengawalinya bagaimana, untungnya Lucas masih berada di kamar mandi membersihkan diri.


Dengan posisi mondar-mandir, Cherry mengingat percakapan intimnya dengan sahabat bengeknya siapa lagi kalau bukan Neva.


'Gimana kalau kamu pake baju ini buat menarik perhatian kakakku, aku yakin dia pasti tertarik. Seperti di film-film Cherr...'


Kata-kata Neva terus terngiang di telinga dan pikiran Cherry, sembari membawa kotak pemberian Neva yang berisikan baju tak beradab berwarna hitam, Cherry terus memandangnya dengan risih.


"Masa' iya harus pakai beginian, aku kan malu..." ucap Cherry bermonolog pada dirinya sendiri.


Ceklek,


Mendengar pintu kamar mandi terbuka, Cherry dengan buru-buru melempar kotaknya dan dia segera melompat ke ranjangnya dengan berpura-pura tidur.


Cherry melirik kearah Lucas dengan diam-diam, mengikuti kemana arah Lucas. Disaat Lucas mengeringkan rambutnya, mata Cherry tiba-tiba tertuju pada perut Lucas yang ternyata mirip artis-artis luar negeri favoritnya. Saking terpesonanya, Cherry merasa keanehan ditubuhnya. Cherry dengan cepat menutup matanya.


"Ngapain sih Cherr... biasanya juga cuek, kenapa ini kau tertarik" ucap Cherry bermonolog pada dirinya lagi. Sayangnya ucapannya ini terdengar oleh Lucas. Lucas yang memiliki ide jahil lantas dengan sengaja mendekati wajah istrinya.


Cherry yang selesai menggerutui dirinya sendiri terkejut saat membuka matanya Lucas sudah persis berada diwajahnya.


"Aaaaaa!" teriak Cherry.


"Sayang... apa kau sudah siap?"


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2