Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 143. Istrimu membutuhkan kehadiranmu


__ADS_3

"Sayangnya mam haus ya...," Sore ini Cherry terus menenangkan baby Aksa yang menangis tak tahu mengapa.


"Aksa mau susu lagi? atau Aksa mau jalan-jalan ke luar negeri gitu," Cherry terus saja mengucapkan hal-hal yang diluar jangkauan baby Aksa. Bukannya diam, baby Aksa semakin keras menangis.


"Cherry... apa yang terjadi dengan Aksa?" tanya Yora tak sengaja melewati depan kamarnya.


"Ga tau kak... daritadi nangis terus... ga biasanya Aksa nangis kayak gini," keluh Cherry.


"Coba sini...," Yora langsung mengambil alih baby Aksa kedalam gendongannya.


"Aksa tampan kamu kenapa nak? Aksa lapar?"


Aksa masih terus menangis sehingga membuat Cherry ikut menangis juga.


"Cherry... ngapain ikutan nangis?" tanya Yora jadi bingung.


"Aku ga tega kak... huaaa... hiks... hiks... hiks..." jawab Cherry malah menangis semakin keras.


"Ini ada apa? kenapa Cherry dan Aksa menangis?" tanya mama Risti menghampiri suara tangisan Cherry dan Aksa.


"Entahlah ma... Yora malah ikut bingung melihat keduanya," jawab Yora masih kebingungan.


"Yora... baby Aksa biar mama yang menggendongnya, kau tenangkan Cherry." perintah mama Risti.


Yora kemudian mengalihkan gendongan baby Aksa ke gendongan mama Risti. Mama Risti tak sengaja mengambil gendongan milik almarhum baby Abimana untuk menggendong baby Aksa. Perlahan baby Aksa berhenti menangis.


"Aksa anak pintar digendong nenek langsung diam ya nak...," ucap mama Risti sambil menepuk pelan bokong baby Aksa.


Yora tersenyum senang karena pada akhirnya baby Aksa terdiam dari tangisnya. Begitupun dengan Cherry, dia juga berhenti dari menangisnya.


"Mama hebat langsung bisa membuat tenang Aksa." puji Yora.


"Abimana...," ucap Cherry dengan lirih namun masih terdengar.


"Iya Cherry... terkadang Aksa mengerti akan rasa rindu terhadap saudaranya. Mama awalnya juga kebingungan dan hampir pasrah saat Aksa menangis seperti tadi. Mama mencoba mengambil salah satu barang milik Abimana untuk didekatkan oleh Aksa." mama Risti menjelaskan tentang kenapa baby Aksa yang menangis terus-terusan.


Cherry mengelus ujung kepala baby Aksa. Hatinya kembali sedih mengingat baby Abimana.


"Maafkan mama ya nak tidak bisa menolong kakakmu... mama ga bisa jadi mama yang baik untuk kalian," ucap Cherry dengan suara parau.

__ADS_1


Yora ikut sedih dia merangkul Cherry memberinya support agar Cherry kuat menghadapi kenyataan mengenai Abimana. Begitu juga mama Risti, sebagai wanita tertua diantara mereka mama Risti berusaha menjadi wanita yang kuat agar bisa memberi contoh kepada anak-anaknya, meski hatinya pun rapuh sama seperti mereka.


"Cherry... bukankah setiap manusia akan kembali pada-Nya. Entah kapan waktunya tak ada yang tau. Hanya saja kita yang masih hidup tetap harus mempersiapkan jika sewaktu-waktu Tuhan memanggil," ucap mama Risti memberi pengertian.


"Tak ada yang bisa menyalahkan kepergian Aksa, karena itu sudah kehendaknya. Sekarang kita do'akan Aksa agar dia tenang di alam sana." ucap mama Risti lagi.


Waktu menunjukkan pukul 11 malam, tanda-tanda kepulangan Lucas sebentar lagi. Sebelumnya Lucas sudah memberitahu jika hari ini akan pulang telat karena masih mempersiapkan acara peluncuran Diamond di product barunya.


Cherry yang masih duduk disamping baby Aksa, memperhatikan baby Aksa dengan kasih sayang yang dalam.


"Maafkan mama belum bisa mengerti perasaanmu nak...," ucap Cherry sambil menyeka air matanya.


"Mama akan lebih memperhatikanmu lagi nak, agar Aksa tak merasa kesepian." ucap Cherry lalu mengecup pelan pipi baby Aksa.


"Sayang... kau belum tidur?" tanya Lucas baru tiba.


"Kau menangis, ada apa Cherry?" tanya Lucas lagi karena melihat air mata Cherry masih menetesi pipinya. Bukannya menjawab, Cherry langsung memeluk Lucas. Dadanya terasa sangat sesak, Cherry hanya ingin menangis dengan puas saat ini.


Lucas terdiam, dia bisa merasakan apa yang istrinya rasakan saat ini. Rindu yang teramat dalam kepada orang yang dia sayang.


"Lucas, selesai kerja lekaslah pulang." isi pesan mama Risti.


"Lucas hari ini sangat sibuk ma... Lucas akan berusaha untuk pulang secepatnya." balas pesan Lucas.


"Istrimu sedang membutuhkan kehadiranmu saat ini." pesan mama yang terakhir dan Lucas langsung mengerti.


"Menangislah sesukamu dan keluarkan semua yang mengganjal dihatimu." ucap Lucas dan suara tangis Cherry semakin dalam.


Selang beberapa menit Cherry mampu mengendalikan rasa sedihnya. Lucas sendiri merasa wajar dengan kesedihan Cherry. Cherry yang sudah mengandung Abimana dan Adhyaksa selama 9 bulan. Susah dan senang mereka hadapi bersama, setelah waktunya lahir Cherry masih harus berjuang mengeluarkan mereka, mengenalkan mereka dengan dunia barunya dengan melawan rasa sakit yang dia rasakan.


"Besok kita ke makam Abimana, kita ajak Adhyaksa juga." ucap Lucas.


"Sekarang kau istirahatlah. Aku mau mandi terlebih dulu,"


"Kakak om...," panggil Cherry. Lucas langsung menatap sang istri menempelkan telapak tangannya di pipinya sembari tersenyum kearahnya.


**


"Pa... tadi Cherry histeris lagi...," ucap mama Risti memberitahu papa Hadi.

__ADS_1


"Cherry masih butuh proses ma... aku yakin dia pasti bisa menerima ini semua." sahut papa Hadi menenangkan mama Risti.


"Wajar jika Cherry masih belum menerima, mama hanya takut Cherry terkena mental--"


"Sssst...! mama ngomong apa sih... kita mengenal menantu kita seperti apa, dia pasti kuat. Kita berdo'a bersama ya ma...," papa Hadi langsung memotong ucapan mama Risti, menyuruhnya untuk tidak berpikiran yang bukan-bukan.


"Sekarang mama tidur, siapa tahu tengah malam nanti ada serangan..." imbuh papa Hadi sambil terkekeh kecil.


"Papa apa-apaan sih... ingat umur pa... cucu kita hampir 4 ga usah aneh-aneh deh...," sahut mama Risti sensi.


"Hahaha... ma... papa bercanda... tapi boleh kan papa minta jatah...," sambil mengedipkan mata genitnya.


"Hoam.... aku mau tidur pa, sudah ga denger...!" sahut mama Risti pura-pura menguap langsung membaringkan tubuhnya, menarik selimut dan memejamkan matanya. Sedangkan papa Hadi merasakan kram perut akibat tertawa melihat tingkah istrinya.


**


Cherry sudah tertidur lebih dulu, nampaknya dia sangat lelah akibat menangis. Terlihat dari matanya yang bengkak, hidung merah serta wajah sedikit kucel namun hal itu tak mengurangi kecantikannya sedikitpun.


"Aku tau kau masih belum bisa menerima kehilangan Abimana. Begitupun denganku sayang... jika kau tahu lubuk hatiku yang dalam, aku lebih merasa bersalah karena pada saat itu aku tak berada disamping kalian. Hingga sampai saat ini, aku masih sangat menyesal... tapi, aku harus kuat... kuat demi kau dan Adhyaksa. Kalian berdua adalah harta terindah yang Tuhan kasih kepadaku." ucap Lucas lirih lalu mengecup pipi Cherry setelahnya.


Lucas kemudian memindahkan tubuh Cherry keatas tempat tidur disampingnya terdapat baby Aksa yang kini mulai mencari susunya akibat gerakan Lucas perlahan. Baby itu menggeliat ke kanan dan kiri dengan bibir mengerucut menggemaskan.


"Jagoannya papa bangun ya...,"


Bersambung....


...----------------...


Happy weekend semua 🥳


Weekend kemana aja nih... kalo aku mah ga ke mana-mana, cukup rebahan scroll- scroll handphone cari aplikasi biru terus baca-baca novel-novel seru.


Eh, ngomongin novel-novel seru, aku mau rekomendasi karya temanku dengan judul "Kau khianati aku, ku nikahi kakakmu"



Blurb:


Mouza yang ingin memberikan kejutan untuk kekasihnya justru malah mendapatkan kejutan tak terduga dari Alan, kekasihnya.

__ADS_1


Dengan mata telanjang, Mouza melihat dengan jelas saat Alan sedang bercumbu dengan wanita lain di siang hari, terlebih wanita itu adalah calon kakak iparnya sendiri.


__ADS_2