Kaget Nikah

Kaget Nikah
BAB 23#KAGET NIKAH


__ADS_3

Lalita terlihat sedang asik memotong ujung batang bunga mawar yang akan ia pajang di ruang tamu rumah dengan vas bunga berlapiskan emas yang baru saja ia beli. Dan disaat itu, Rayyan dengan sangat gembira berjalan cepat mendekati Lalita.


"Ma, Papa punya berita baik untuk Mama,"


"Berita baik apa sih, Pa? Kok kayaknya penting sekali,"


"Detektif pribadi kita sudah berhasil menemukan dimana Amanda berada?,"


"Yang benar, Pa? Jadi kita bisa kembali bertemu dengan Amanda - anak kita yang hilang itu,"


"Iya, Ma. Papa juga udah dapat alamat panti asuhan tempat Amanda dirawat selama ini,"


"Syukurlah, Pa. Mama senang dengarnya,"


*****


Rumah Keluarga Atmaja.


Irene berjalan masuk ke rumah mewah milik keluarga mertuanya itu. Saat berjalan masuk, Irene terus berbicara dalam hatinya karena kesal dengan perilaku Afnan yang masih terus mencintai kekasihnya itu.


"Dia pikir dia aja yang bisa melakukan hal seenaknya seperti itu sama aku. Aku juga bisa, lihatlah apa yang akan aku lakukan. Dia belum tau kalau aku itu dulu pernah mendapatkan julukan ratu drama saat sekolah," - Batin Irene.


Irene terus berjalan hingga masuk ke dalam ruang tamu rumah keluarga Atmaja. Disana sudah ada Anwar dan juga Rania yang sedang duduk sambil menikmati segelas teh hangat.


"Ma, Pa," Panggil Irene.


"Eh, menantu kesayangannya Mama datang, sini duduk sayang,"

__ADS_1


Irene pun duduk di sebelah Rania dan berhadapan langsung dengan Anwar.


"Ada apa sayang? Kamu tidak biasanya datang kesini," Tanya Rania.


"Iya Irene, kamu tidak biasanya datang kesini dan itupun tanpa Afnan," - Anwar


"Begini, Pa, Ma, mohon maaf sebelumnya tapi aku benar - benar udah gak bisa lagi melanjutkan pernikahan ini bersama dengan Afnan,"


"Loh kenapa kamu tiba - tiba berbicara seperti itu sih sayang. Gak baik loh," - Rania


"Gimana ya, Ma. Aku gak enak untuk menjelaskan semuanya,"


"Ceritakan saja semuanya pada Papa dan Mama sayang. Siapa tau kami berdua bisa membantu permasalahan rumah tangga kalian berdua," - Rania.


"Iya benar itu Irene. Ceritakan saja semuanya, kamu tidak perlu takut untuk bercerita dengan kami berdua tentang masalah rumah tangga kamu dan juga Afnan," - Anwar.


"Apa?!," Anwar terkejut mendengar perkataan Irene.


"Irene sayang, bukannya kamu dan Afnan baik - baik saja. Lalu, kenapa kalian berdua memutuskan untuk bercerai," - Rania.


"Mama dan Papa kan tau sendiri kalau Irene dan juga Afnan itu menikah karena dijodohkan. Bahkan, Afnan juga masih berhubungan dengan kekasihnya sampai saat ini. Irene hanya merasa tidak dihargai saja oleh Afnan. Irene udah gak tahan dengan pernikahan ini. Irene bisa menerima Afnan sebagai suami Irene tetapi Afnan sepertinya sampai kapanpun tidak akan bisa menerima Irene sebagai istrinya,"


"Irene, mama mengerti tentang perasaan kamu. Tapi mama mohon untuk jangan cepat mengambil keputusan untuk bercerai dengan Afnan ya," - Rania.


"Iya benar Irene, biarkan nanti Papa yang akan berbicara dengan Afnan. Jika Afnan masih juga berhubungan dengan perempuan itu, maka Papa yang akan bertindak tegas untuk menyingkirkan perempuan itu dan membuatnya pergi jauh dari kehidupan rumah tangga kalian berdua," - Anwar.


*****

__ADS_1


Pukul 19:00.


Afnan pulang dengan menunjukkan ekspresi wajah yang terlihat kesal. Ia terus berjalan ke arah dapur dan menemukan Irene di dalam sana sedang asik menuangkan jus jeruk ke dalam sebuah gelas.


Brak!!


Afnan memukul meja dengan keras. Tapi Irene tidak merasa terkejut sama sekali. Ia tetap bersikap santai sambil meminum sedikit demi sedikit segelas jus jeruk itu.


"Ren, maksud Lo itu apa sih?,"


"Apaan sih Lo, Nan. Datang - datang marah - marah gak jelas kayak orang kesurupan aja," Ucap Irene sembari berjalan melewati Afnan menuju ke ruang tamu.


"Lo gak usah ngeles deh. Lo kan yang bilang sama Mama sama Papa kalau gue itu masih berhubungan dengan Nathalia," Ucap Afnan yang terus berjalan di belakang Irene.


"Kalau iya emangnya kenapa?," Jawab Irene dengan tegas dan berbalik menatap Afnan.


"Apa sih masalah Lo sama gue, Ren. Kita baik - baik aja loh sebelumnya dan Lo juga dari awal terima kan kalau gue bersama dengan Nathalia. Terus sekarang apa yang harus dipermasalahkan,"


"Itu dulu, Nan. Bukan sekarang. Kalau sekarang gue itu nyaman sama Lo. Seharusnya Lo itu sadar bukan malah Lo itu tutup mata dengan semua perasaan yang gue kasih ke Lo,"


"Oh gitu ya, jadi Lo nyaman sama gue, Lo cinta sama gue," Afnan berjalan perlahan mendekati Irene.


"Nan, Lo mau ngapain? Lo jangan macem - macem ya,"


"Katanya Lo pengen gue anggap sebagai seorang istri kan. Maka Lo harus lakuin tugas Lo,"


Afnan menggendong Irene secara paksa. Irene terus memberontak. Tetapi Afnan tetap tidak mau melepaskannya. Dan malam itu, menjadi malam pertama bagi Afnan dan Irene.

__ADS_1


__ADS_2