
...Terkadang , hal yang mudah dalam melupakan itu adalah melupakan kebaikan orang lain terhadap kita dan melupakan luka yang kita berikan kepada orang lain....
...Dan perihal yang paling sulit bagi kita dalam melupakan adalah kebalikan dari itu semua....
...Sulit melupakan kebaikan yang kita berikan dan sulit melupakan sebuah luka yang orang lain berikan terhadap kita....
...Tapi itu tadi terkadang, bukan berarti semua....
...----------------...
"Tuan Sean... apa yang membuat anda kesini? bukankah kita sudah sepakat untuk bertemu di lokasi besok?" tanya Lucas.
"Maaf sebelumnya tuan Lucas, saya kesini untuk membahas yang lain." jawab tuan Sean.
"Membahas yang lain, maksudnya?" tanya Lucas tak mengerti.
"Begini tuan Lucas, hal ini sangat pribadi. Saya ingin tuan Lucas membantu misi saya." ucap tuan Sean.
"Misi dalam apa tuan?" tanya Lucas belum mengerti.
"Begini tuan... saya memiliki seorang anak gadis, saya berencana menjodohkannya dengan anda saat itu. Tetapi saya baru tahu jika anda sudah memiliki keluarga saat kita bertemu waktu itu." jawab tuan Sean sembari menertawakan dirinya yang salah paham.
"Saya ingin menjodohkan putri saya dengan keluarga Hadinata yaitu dengan tuan Brandon." ucap tuan Sean lagi.
Lucas membulatkan matanya, menajamkan pendengarannya.
'Tuan Sean bercanda nih... ' batin Lucas.
"Bagaimana tuan Lucas?" tanya tuan Sean kembali memastikan.
Ceklek!
"Papa...,"
"Tuan Hadi...,"
Panggil Lucas dan tuan Sean bersamaan melihat papa Hadinata tiba di kantor.
"Maaf sebelumnya tuan Sean, saya terlambat tiba. Saya harus mengantarkan istri pulang ke rumah terlebih dulu." ucap papa Hadi.
"Begini tuan Hadinata, saya sudah berbicara semua kepada tuan Lucas mengenai tujuan saya kemari diluar pekerjaan. Saya ingin meminta ijin kepada anda untuk bersama-sama menjodohkan putri saya dengan tuan Brandon." sahut tuan Sean langsung tanpa basa-basi.
Papa Hadi tersenyum mendengarnya, "saya kira ada keperluan penting apa tuan Sean... kalau saya terserah kepada anaknya saja. Brandon memang dari kecil kami yang mengasuh dan merawatnya. Sejak ditinggal pergi selamanya oleh kedua orang tuanya saya dan istri saya bersepakat untuk membawanya hidup bersama kami." papa Hadi menjelaskan riwayat hidup Brandon.
"Saya tak masalah dengan masalalunya. Saya hanya ingin putri saya mendapatkan pendamping sebelum saya dan istri saya dipanggil sang kuasa," ucap tuan Sean.
"Tak perlu khawatir tuan Sean, saya yakin anda masih bisa melihat putri anda menikah. Sekali lagi saya tak bisa memaksakan kehendak Brandon juga. Tetapi saya maupun Lucas dan Lexi akan berusaha mengarahkan Brandon." ucap papa Hadi.
__ADS_1
Oek.. oek.. oek...!
Terdengar suara tangis bayi didalam ruangan. Lucas langsung terlihat panik. Dia lalu meminta ijin untuk menengok kedalam ruang rahasianya.
"Permisi pa, tuan Sean... saya ijin menengok putra saya sebentar." pamit Lucas.
"Apa mereka ada disini?" tanya papa Hadi dan Lucas langsung membenarkan.
Lucas masuk kedalam ruang rahasianya. Disana dia langsung melihat baby Aksa bukan menangis tetapi sedang belajar mengeluarkan suara.
"Papa nak...," ucap Cherry memanggil Lucas yang berdiri sambil tersenyum kearah keduanya.
"Anak papa kirain nangis...," ternyata Cherry sengaja memancing suara baby Aksa.
"Apa pekerjaanmu sudah selesai?" tanya Cherry sambil mengelus pipi sang suami.
"Hampir selesai. Tapi, tiba-tiba tuan Sean datang jadi aku harus menunda lebih dari waktu sebelumnya." jawab Lucas.
"Maksudnya gimana sih?" tanya Cherry.
"Tuan Sean ada disini?" tanya Cherry langsung dijawab Lucas dengan anggukan.
"Disini dimana?" tanya Cherry memastikan.
"Disini, di ruangan ini sayang...," jawab Lucas.
"Untuk apa dia kesini?" tanya Cherry mulai sewot.
"Kakak om.... denger ga sih aku tanya....," saat Cherry mulai marah, Lucas langsung menoleh kearah Cherry.
"Jadi istri aku lagi marah ya...," sindir Lucas.
"Ya udah... kalau begitu aku terima saja lamaran tuan Sean." ucap Lucas pura-pura.
"Eh... eh... eh... lamaran apa?" Cherry yang tadinya marah ga jadi setelah mendengar ucapan Lucas mengenai lamaran.
"Kakak om mau selingkuh dari aku? udah bosan sama aku? apa gara-gara aku lama belum kasih jatah bulanan kakak om...," Cherry mulai baper dengan pikirannya sendiri.
Rupanya ucapan Lucas membuat Cherry sedih.
"Sayang... aku cuma bercanda...," ucap Lucas. Sayang penjelasan Lucas ini terlambat membuat Cherry sudah hanyut kedalam perasaannya.
Lucas berusaha memeluk Cherry namun ditolak oleh Cherry.
" Sayang... aku benar-benar minta maaf, aku hanya bercanda jangan kau ambil serius." ucap Lucas. Sekarang dia harus merayu istrinya agar tak berlarut-larut memarahinya.
"Sayang... tuan Sean kemari meminta Brandon untuk dijodohkan dengan putrinya." imbuh Lucas.
__ADS_1
Cherry langsung menoleh kearah Lucas yang merangkulnya.
"Om Branded?" tanya Cherry memastikan.
"Iya...Brandon." jawab Lucas lalu mencium tengkuk leher Cherry.
"Emangnya om Branded mau?" tanya Cherry lagi.
Bukannya menjawab Lucas terus saja menciumi tengkuk leher Cherry.
"Emmmpph..." suara lenguhan kecil Cherry.
Kini tangan Lucas beralih kearah tempat semeru. Bermain-main disana membuat keduanya menginginkan lebih. Untungnya baby Aksa menangis, sehingga membuat keduanya menghentikan kegiatan awal panasnya.
Oek... oek... oek...!
Cherry dan Lucas bersamaan menoleh kearah baby Aksa lalu tersenyum bersama. Cherry kemudian memangku baby Aksa lalu memberinya ASI. Sedangkan Lucas masih mengerjai putranya yang sedang asyik minum ASI.
"Kakak om... udah ih... jahil banget." ucap Cherry.
"Aksa sangat menggemaskan sayang... lihat dia mirip sepertimu, di towel-towel daritadi tetap saja diam. Sama kayak kamu kalau sedang tidur aku ciumin ga bangun-bangun.... hehehe...," sahut Lucas sambil terkekeh.
"Berarti yang sering bukain kancing bajuku juga kakak om ya...!" sahut Cherry.
"Kalau itu khilaf sayang...," ucap Lucas sambil menaikkan kedua jarinya yang membentuk huruf V.
"Ih... kakak om kenapa sekarang jadi mesum...," protes Cherry.
"Bukan mesum sayang... tapi saling melengkapi," sahut Lucas.
Cherry tak mampu lagi menyahut ucapan Lucas karena Lucas terus saja menghujaninya ciuman-ciuman ditempat favoritnya.
Diluar sana, sepertinya kedua pria tua mengerti dengan kondisi di dalam ruang rahasia Lucas.
"Tuan Hadinata saya mohon pamit. Terimakasih atas waktunya hari ini. Kita agendakan pertemuan tuan Brandon dan putri saya setelah acara launching besok. Salam juga buat tuan Lucas. Saya tak mau mengganggu kebersamaannya dengan keluarga beliau" pamit tuan Sean.
**
"Infonya baby Aksa ada di kantor ini Nev...," Desty memberitahu Neva.
"Apa iya?" tanya Neva lagi.
"Kalau ada sesuatu langsung kabari aku ya Desty...," imbuh Neva lagi.
"Tuan Sean...," ucap Neva. Desty juga ikut menoleh kearah tuan Sean berdiri berhadapan dengan tuan Hadinata. Langkah Desty seketika berhenti melihat sosok Sean.
"Pria itu ternyata...," Desty langsung menangkup bibirnya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Papa....,"
Bersambung.....