Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 131. Sayangnya aku


__ADS_3

...Hay Kamuuu .....


...Dulu kamu pernah bertanya: "mau sampai kapan sayang sama saya?"...


...Jawabanku saat itu: "mungkin selamanya."...


...Selama bertahun-tahun, aku menganggap jawabanku sebagai sebuah janji. Ya, mungkin tidak benar-benar selamanya. Tapi setidaknya sampai hari ini, aku masih ada di sini....


...----------------...


"Nungguin siapa bang Brandon?" tanya Neva melihat Brandon sedang menggerutu.


"Noh... bocah ingusan." jawab Brandon.


"Dia tuh udah ga pantas dipanggil bocah, orang dia udah bisa cetak bocah masih aja di panggil bocah," ledek Neva membuat Brandon berpikir ulang dengan panggilannya untuk Cherry.


"Lu bener Nev... kan dia udah bisa cetak bocah. Gua pikirin deh panggilan lain untuknya." sahut Brandon merubah pikirannya.


"Eh... tadi belum dijawab, kak Brandon ngapain?" tanya Neva.


"Gua tuh suruh ambil berkas yang tertinggal sekalian disuruh jemput Cherry." jawab Brandon.


"Emang ngapain dijemput segala. Apa dia belum tau kalau nanti pulang bakal tidur di luar... hihihi...," Neva terkekeh diakhir ucapannya.


"Emangnya napa bisa tidur di luar?" tanya Brandon penasaran.


"Tadi tuh kak Angel kesini, dia bilang kalau hubungannya dengan kak Lucas belum usai." jawab Neva.


"Apa Cherry mendengarnya?" tanya Brandon.


"Cherry mendengarnya bahkan mengusirnya. Hahaha...!" jawab Neva, tawanya pecah saat mengingat Cherry mengusir halus Angel.


"Siap-siap perang Dunia Nev... hahaha..!" sahut Brandon ikut tertawa.


"Kalian sedang ngetawain apa?" sebuah suara yang sangat dikenal menyapa keduanya. Dengan cepat kedua langsung melipat bibirnya masing-masing.


"Emm... ga da kok Cherr... kita cuma ngetawain Desty... ya, Desty... iya kan kak?" ucap Neva langsung disetujui oleh Brandon.


"Emang ada apa dengan Desty?" tanya Cherry.


"Desty... Desty... kak Brandon mulai tertarik dengan Desty." jawab Neva berteriak. Jawaban yang tak diinginkan oleh Brandon, ingin sekali dia menggetok kepala Neva yang sudah menghancurkan reputasinya.


"Ouh... benarkah itu om Branded? jika itu benar aku sangat setuju sekali." sahut Cherry.


"Jangan menunggu terlalu lama, takut lapuk beneran" bisik Cherry.


"Ayo om... let's go!" ajak Cherry semangat.


Neva tak henti-hentinya tertawa sampai perutnya sakit. Niat hati ingin mengerjai Cherry malah sebaliknya. Emang bener ya hukum karma itu ada.


Cherry menitipkan baby Aksa kepada mama Risti. Sebelumnya Lucas sudah terlebih dulu menghubungi mama Risti untuk mengajak Cherry makan malam diluar. Lucas ingin sekali memiliki waktu berdua bersama Cherry setelah apa yang sudah terjadi pada keluarganya.

__ADS_1


"Emang mama tau Cherry kemana?" tanya Neva ikut membantu menemani baby Aksa.


"Lucas ingin mengajak Cherry untuk makan malam romantis," jawab mama Risti.


"Cucu nenek, susunya diminum yuk...,"


"Nenek... tante Neva..." Agha ikut masuk kedalam kamar baby Aksa.


"Agha belum tidur?" tanya Neva.


"Belum tante... baru selesai ngerjain PR," jawab Agha.


"Ih... kamu tuh gemesin banget. Cup!" Neva mencubit gemas kedua pipi cabi Agha.


"Tante Neva jangan gemas-gemas nanti cinta loh...," sahut Agha langsung membuat Neva dan mama Risti tertawa.


"Anak kecil ga boleh cinta-cintaan. Siapa yang ngajarin?" kali ini bukan suara Neva atau mama Risti, melainkan suara Yora.


"Kan ayah dan mama yang ngajarin kemarin malam." ucap Agha.


"Emang ayah dan mama ngajarin gimana kemarin malam?" tanya Yora pura-pura lupa.


Agha merapikan bajunya lalu nenyugar rambutnya sama seperti Lexi.


"Ehm... ehm..." Agha mulai berdehem mengatur suaranya. Neva dan mama Risti bersiap untuk mendengarkan Agha.


"Dulu aku sudah memiliki rasa cinta padamu, tapi aku lebih memilih diam karena cintaku biarlah aku yang tau orang lain tak perlu tahu." suara Agha menirukan Lexi.


"Terimakasih sayangnya aku...," Agha gantian menirukan suara Yora.


'Lexi... bantu aku untuk membungkam mulut anakmu ini' batin Yora sangat malu.


"Assalamu'alaikum..." suara papa Hadi, Lexi, dan Vino.


"Ayah pulang ma...," teriak Agha.


"Ayah..." panggil Agha.


"Hei... anak ayah belum tidur?" tanya Lexi langsung menggendong Agha lalu menciumnya.


"Agha sedang menirukan cara ayah berkata cinta kepada mama" jawab Agha. Lexi menaikkan satu alisnya penasaran.


"Agha... Agha... Agha... ayah kan baru pulang, biar ayah istirahat dulu ya, Agha temani nenek main sama adik Aksa. Okey!" sahut Yora tak mau Agha mempermalukan Lexi.


"Okey mam...," jawab Agha.


"Ayah istirahat ya... Agha mau menemani adik Aksa." pamit Agha kemudian kembali menemani mama Risti.


"Yora... dimana Cherry?" tanya Vino.


"Cherry... bukannya dia bersama Lucas?" balik tanya Yora.

__ADS_1


"Soalnya tadi yang aku dengar Brandon menjemputnya atas suruhan Lucas." imbub Yora.


"Aku tak melihatnya tadi. Apa mungkin aku memang tak melihatnya...," gumam Vino sembari melangkah menuju kamarnya.


"Papa... apa papa capek?" tanya Yora melihat papa Hadi kelelahan.


"Papa hanya tak betah duduk terlalu lama," jawab papa Hadi.


"Lexi segera kau persiapkan semuanya, ini kesempatan emas untuk masa depan perusahaan kita." ucap papa Hadi.


"Pa... bagaimana soal kerjasama kita dengan Angel?" tanya Lexi. Hati Yora berdenyut sakit lagi, tapi bukan itu persoalannya. Yora baru tau jika Angel bekerjasama dengan perusahaan Jewelry Axosha.


"Papa sebenarnya sedikit ragu dengan Angel, papa belum mengkonfirmasi tentang ini dengan Lucas. Kenapa Angel ikut kerjasama di perusahaan kita." ucap papa yang sedari tadi semenjak mengetahui jika Angel ikut bekerjasama di perusahaannya.


"Iya pa...," sahut Lexi.


"Aku persiapkan air panas dulu," ucap Yora berubah mode kesal.


"Kenapa dia langsung berubah," gumam Lexi melihat perubahan Yora.


Selesai menemui baby Aksa dan bermain sebentar, Lexi kembali ke kamarnya.


"Ayah mandi dulu ya nak...," pamit Lexi kepada Agha.


"Iya yah...," sahut Agha.


Ceklek!


"Sayang... apa sudah siap semua?" tanya Lexi.


"Masuk saja," jawab Yora ketus.


"Sayang... kau kenapa Yora? apa ada yang salah dalam diriku?" tanya Lexi penasaran karena daritadi Yora berubah.


"Mandi saja dulu, keburu airnya dingin." jawab Lexi.


Huuffffttt!


"Wanita memang susah ditebak," gumam Lexi lirih kemudian masuk kedalam kamar mandi.


Cukup 15 menit Lexi selesai membersihkan diri. Dilihatnya Yora sudah tidur. Lexi melihat kearah jam dinding kamarnya.


"Pukul 08.00 malam dia sudah tidur, tak biasanya Yora tidur cepat. Apa dia merasakan sakit?" gumam Lexi lalu mendekati Yora memegangi dahi Yora.


"Suhunya normal, apa dia merasakan sakit yang lain?" Lexi terus saja bertanya-tanya.


"Kenapa kau mengganggu tidurku Lexi... aku sudah memberi batas tempat tidur kita."


Lexi langsung mengamati tempat tidurnya, benar saja Yora sudah memasang guling diantara mereka sebagai batas wilayah tidur mereka.


"Yora... kau mau ngajak main rumah-rumahan atau gimana sih?" sindir Lexi.

__ADS_1


Yora bangun dari tidurnya, "main ke masa lalu".


Bersambung....


__ADS_2