Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 70. Salah paham


__ADS_3

"Apa yang sedang kau pikirkan Lucas?" tanya Brandon.


"Tak ada apa-apa" jawab Lucas.


"Apa kau memikirkan ucapanku tadi?" tanya Brandon kembali.


"Tak tahu Brandon, aku merasa ucapanmu ada benarnya. Semenjak aku kembali ke kota, Cherry dan Lexi begitu akrab. Tak menutup kemungkinan Lexi berpikir untuk memenuhi permintaan Agha" jawab Lucas.


"Lucas, bukan aku bermaksud membuat kau khawatir. Percaya saja kepada Cherry, jika dia mencintaimu yakinlah dia tak akan pernah berpaling darimu"


Lucas terdiam mencerna ucapan Brandon kembali.


"Sudah tengah malam... pulanglah, Cherry pasti khawatir" ucap Brandon kembali, kemudian Brandon meninggalkan Lucas.


Lucas lalu menyambar kunci kendaraannya, sepanjang jalan dirinya mengingat kedekatan Cherry dan Lexi. Meski Lexi kaka tirinya, tetapi Lucas tetap saja khawatir karena Agha keponakannya selalu meminta Cherry untuk menjadi mamanya.


Sementara diruangan tak berpenghuni, Cherry meratapi nasibnya sendiri. Cherry terus saja menangis ketakutan. Entah siapa yang sudah tega melakukan ini padanya.


"Ayah... ibu... tolongin Cherry.. Cherry takut.. hiks.. hiks.. hiks..," rengek Cherry.


Diluar ruangan seorang pria misterius tanpa suara terus saja memantau Cherry kemudian dia menghubungi seseorang.


"Aku sudah melakukan seperti yang kau inginkan Reta, ini terlalu mudah untukku" ucap Anton si pria misterius.


**


Lucas tiba di kediaman Vino, disana semua orang bukannya tidur terlelap melanjutkan mimpi sempurna mereka tetapi malah mereka sedang bersitegang dengan mimik wajah yang sama.


"Kemana saja kau Lucas?" tanya mama Risti.


"Lucas harus menyelesaikan pekerjaan ma...," jawab Lucas beralasan.


"Selarut ini? apa kau tak tahu dimana istrimu?" tanya mama Risti.


"Cherry? aku sudah menyuruhnya pulang daritadi" jawab Lucas datar.


"Sejak kapan Lucas? Cherry sampai sekarang belum tiba dirumah"


Lucas hanya menanggapi biasa, pikiran dia tertuju kepada Lexi.


"Mama tanya Lexi saja, dia pasti tahu" jawab Lucas kemudian meninggalkan semua orang disana menuju ke kamarnya.


Vino langsung menghubungi Lexi, tetapi ponsel Lexi tak aktif. Vino sudah mencobanya berkali-kali tetapi tetap saja tak bisa.


"Vino, apa yang dikatakan Lucas benar? jika Cherry bersama Lexi ada hubungan apa mereka?" tanya mamanya Vino.


"Sepertinya tak mungkin ma.. Lexi memang pulang terlebih dulu tetapi untuk menjemput Agha" jawab Vino.


"Vino, coba besok kau ketempat Lexi tanyakan apa benar Cherry bersamanya" pesan mama Risti.


"Baik tante,"

__ADS_1


"Perasaan tante ga enak Vin.. semoga Cherry baik-baik saja" ucap mama Risti.


**


Lucas menjatuhkan tubuhnya ke sebuah kursi yang berada di balkon, menatap langit malam memikirkan hubungannya dengan Cherry. Baru saja mereka bertemu permasalahan timbul kembali.


"Kenapa kalian berdua melakukan itu padaku?" gumam Lucas merasa sakit hatinya.


"Kau Lexi... aku tahu, aku sudah merampas mama darimu. Kau sudah benar-benar membalasnya... balasan yang sangat sempurna Lexi" imbuh Lucas.


Keesokan pagi, Lucas sudah bersiap untuk berangkat ke kantor barunya. Namun, dia melihat Vino pergi mengendarai motor sportnya.


'Mau kemana dia pagi-pagi sekali' batin Lucas.


"Lucas, mau kemana kau pagi-pagi sekali?" tanya mama Risti.


"Ke kantor ma...," jawab Lucas.


"Lebih baik pasrahkan kepada Brandon, hari ini carilah istrimu karena papa dan Neva akan tiba kesini" pesan mama Risti.


"Lucas sudah bilang semalam, tanya Lexi dia pasti tahu" ucap Lucas sedikit kesal nadanya.


"Lucas... Lexi tak mungkin mengkhianati adiknya sendiri. Meski Agha menginginkan Cherry menjadi mamanya, Lexi masih bisa berpikir sehat" sahut mama Risti bisa mengerti yang dipikirkan Lucas.


Lucas terdiam, lalu melangkahkan kakinya meninggalkan mama Risti.


"Mama tahu apa yang kau pikirkan Lucas.. jangan sampai kau salah paham nak" ucap mama Risti.


Tak ada yang beda dari Lexi, dia melakukan aktivitas seperti biasanya. Vino lalu menghampiri Lexi.


"Lexi..." panggil Vino.


"Vino... kenapa kau kesini?" tanya Lexi heran.


"Aku hanya kebetulan lewat tak sengaja melihatmu dan Agha" jawab Vino beralasan.


"Vino, apa Cherry baik-baik saja?" tanya Lexi.


"Cherry? bukankah dia bersamamu?" Vino berbalik tanya.


"Semalam kita bersama dengan Agha dan Lucas, tapi aku dan Agha berpamitan terlebih dulu karena Agha merasa ngantuk" jawab Lexi.


"Berarti Cherry tak bersamamu?" tanya Vino sekali lagi.


"Maksudnya apa? pertanyaanmu seperti menyudutkanku" ucap Lexi curiga.


"Semalaman Cherry tak pulang, Lucas mengatakan jika kita harus bertanya padamu"


"Dasar anak aneh! dia sudah salah paham denganku" sahut Lexi.


"Apa yang kau ucapkan?" tanya Vino tak mengerti.

__ADS_1


"Sudahlah... lebih baik kita cari Cherry sampai ketemu" bukannya menjawab Lexi mengajak Vino mencari Cherry.


Lokasi pertama yang mereka cari adalah tempat dimana terakhir Lexi dan Cherry bertemu.


"Kau ingin mengajakku sarapan?" tanya Vino disaat yang tidak tepat.


"Jika kau mau pesanlah, aku akan menemui petugas disini" jawab Lexi.


"Beruntung sekali kau Cherry memiliki kaka ipar sebaik dia" puji Vino kemudian memesan nasi goreng dan secangkir kopi susu.


Sedangkan Lexi menemui petugas yang memantau CCTV tempat tersebut.


"Mohon maaf tuan, kami tidak boleh sembarangan mengizinkan orang lain untuk masuk keruangan tersebut" tolak petugas tersebut.


Lexi yang tak kurang akal memperlihatkan kartu identitasnya, entah kenapa petugas tersebut setelah melihat kartu identitas Lexi langsung membuat petugas tersebut mengizinkan Lexi masuk.


Petugas tersebut mulai memainkan jarinya diatas keyboard, terlihat dari layar Lucas mengantar Cherry masuk ke dalam sebuah taxi online setelah dirinya dan Agha pulang.


"Stop disitu" perintah Lexi.


"Lexi...," panggil Vino menyusul Lexi.


"Itu Cherry, terakhir dia bersama Lucas? tapi kenapa Cherry menaiki taxi online?" tanya Vino curiga.


"Coba kau ulang lagi video didetik sebelumnya" perintah Lexi lagi.


Lexi memperhatikan lebih jeli lagi, taxi online yang ditumpangi Cherry ternyata sudah standbye didekat sana beberapa menit sebelum dirinya, Agha, Lucas dan Cherry keluar.


"Stop disitu. Sekarang kau perbesar nomor polisi taxi tersebut" Lucas lalu mencatat nomor polisi taxi tersebut di note ponselnya.


"Kita cari taxi itu Vino" ajak Lexi.


"Lexi, apa yang terjadi?" tanya Vino merasa tak enak.


"Kau perhatikan, taxi itu ternyata sebelumnya sudah berada didekat sana beberapa menit sebelum kami keluar. Kau bisa mengeceknya di waktunya. Saat Lucas dan Cherry, taxi itu bergerak menghampiri mereka. Logikanya, jika itu taxi online yang dipesan jarak waktu pesan dan tempuh harusnya tak sesuai. Kita harus menemui Lucas untuk memastikannya" ujar Lexi.


"Pak, bisa minta tolong kirim video tersebut ke nomor ponsel saya" pinta Lexi dan petugas itupun mengikuti perintah Lexi.


Selesai mendapatkan sedikit titik terang, Lexi dan Vino menemui Lucas.


"Lexi, apa mungkin Cherry diculik?"


Bersambung....


...----------------...


Mau rekomendasi karya teman aku nih ka.. mampir yuk ka...



Gara-gara menolong Rinjani yang terkurung di dalam toilet, Hazel malah harus segera menikahinya. Bukan karena dituntut untuk bertanggung jawab, tetapi orang tua Hezel mengira jika anaknya sudah tidak sabar untuk menyentuh Rinjani.

__ADS_1


Hazel dan Rinjani memang sudah ditunangkan saat mereka masih bayi. Namun, Rinjani yang menganggap pertunangan itu tidak sah malah jatuh cinta kepada ketua kelasnya.


__ADS_2