Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 57. Ayah


__ADS_3

Epsd. 57. Ayah


Selesai sarapan pagi, Lucas dan Cherry memutuskan untuk jalan-jalan di sekitaran sana. Lucas sendiri sudah tak sungkan menggandeng tangan Cherry didepan umum. Begitupun dengan Cherry, dia menyambutnya dengan hangat, bahkan sekarang Cherry tak lagi malu mengalungkan tangannya ke lengan Lucas.


"Berasa gandeng Barbie," ucap Lucas sembari menoleh kearah Cherry.


"Aku juga berasa...," sahut Cherry.


"Berasa apa?" tanya Lucas karena Cherry menjeda ucapannya.


"Berasa gandeng ayah" jawab Cherry mengingat moment kebersamaannya bersama ayahnya.


"Koq jadi ayah sih Cherry.." sahut Lucas tak sesuai dengan ekspetasinya jika Cherry akan menyebut suami atau kekasih.


"Aku sangat merindukan ayah om... waktu kecil tiap Cherry meminta untuk diajak japan-jalan ke mall, ayah selalu mengajakku kesini" Cherry melepaskan pegangannya lalu melangkah satu kali lebih maju mengingat moment masa kecilnya bersama ayah Zain.


"Ayah selalu bilang kalau mall itu sama dengan taman, yang membedakan hanya disana ada makanan serta perlengkapan yang di jual oleh Ibu di kios" Cherry tersenyum mengingatnya.


"Aku selalu percaya setiap ayah mengatakan itu, sampai aku paham alasan mengapa ayah tak pernah mengajakku ke mall hanya keterbatasan finansial" lanjutnya bercerita.


"Meski begitu, aku tak pernah marah atau merasa kecewa dengan ayah karena ayah adalah pria terbaik yang ada dihidupku" ucap Cherry dengan nada bergetar serta suara parau.


Lucas melangkahkan kakinya, membalik tubuhnya dan Cherry menjadi saling berhadapan. Disekanya air mata Cherry, lalu Lucas menangkup wajahnya.


"Ayah pasti bahagia sudah memiliki puteri secantik dan secerdas dirimu" ucap Lucas.


Cherry tak mampu lagi membendung kerinduan terhadap ayahnya, akhirnya dia memeluk Lucas dan menumpahkan segala kesedihannya kedalam pelukan Lucas.


"Sudah ya.. Barbieku tak boleh menangis, Barbieku harus tersenyum dan bahagia sekarang" ucap Lucas menenangkan hati Cherry.


"So sweet banget sih mas, mbak...," sapa salah seorang yang melewati Lucas dan Cherry.


"Seperti dunia milik kita euy...," sindir salah seorang lainnya.


Mendengar banyak orang menyapanya, keduanya menyadari jika sedang berada di tempat yang tidak tepat.


"Sah-sah aja kali, ini kan suami aku" sahut Cherry membuat Lucas tak percaya karena Cherry menyebutnya suami dihadapan orang banyak.


"Bikin ngiri loh mbak, suaminya keren.. " ucap salah seorang yang sedari tadi memperhatikan Lucas.


"Iya dong... suami aku gitu loh.." sahut Cherry lalu mengecup Pipi Lucas didepan umum.

__ADS_1


"Cie...." sorak semua orang.


Cherry lalu menarik Lucas menjauhi keramaian. Mereka memilih ke tengah taman di sampingnya terdapat sebuah arena bermain anak.


"Om.. aku beli es potong itu dulu" Cherry tak ikut duduk bersama Lucas, dia menuju bapak penjual es potong yang berjarak satu meter dari Lucas.


"Dua pak..,"


"Iya mbak..," jawab abang tukang es potong. Tak menunggu lama pesanan Cherry selesai di buat.


"Ini mbak.. " sembari menyodorkan pesanan Cherry.


"Koq warnanya jadi pink pak?" tanya Cherry.


"Bukannya ini warnanya cokelat" menunjuk ke sebuah toples cokelat.


"Ini keutamaan es potong pak Mamat mbak, akan berubah warna sesuai dengan isi hati. Mbaknya kan lagi jatuh cinta.. wajar kalau berubah warna" ucap tukang es potong menjelaskan entah pura-pura atau memang kebetulan Cherry percaya begitu saja.


"Ini pak uangnya" Cherry menyodorkan Lima lembar ratusan merah kepada tukang es tersebut.


"Mbak..." panggil tukang es selepas Cherry berbalik melangkah.


"Uangnya kurang pak?" tanya Cherry memastikan.


"Ga apa-apa pak, suami saya orang kaya. Itung-itung rezeki keluarga bapak" sahut Cherry dengan berlalu.


"Ini om...," Cherry menyodorkan es potong satunya kepada Lucas.


"Om tau ga, pak Mamat itu dulu yang nolongin ayah waktu ayah dipecat dari pekerjaannya" cerita Cherry sambil menikmati es potongnya.


Berbeda dengan Cherry yang bisa menikmati es potongnya, Lucas tak jadi menggigitnya karena teringat om Zain. Disini Lucas merasa sangat bersalah karena sudah membuat Cherry kehilangan ayahnya. Disatu sisi Lucas juga ketakutan akan hubungannya dengan Cherry retak akibat rahasia ini.


"Pak Mamat bantu ayah agar pulang membawa uang pesangon. Padahal ayah tak sepersenpun di berikan pesangon oleh perusahaan tempatnya bekerja" lanjut Cherry.


Hati Lucas merasa sangat teriris mendengar penderitaan om Zain dari cerita Cherry.


"Aku dan Ibu mengetahui ayah sudah tak bekerja saat ayah menjajakan es potong pak Mamat disini. Dari sini kita tahu jika ayah sudah tidak lagi bekerja di perusahaan yang sudah dibesarkan namanya" imbuh cerita Cherry, kali ini dengan senyum sinis mengingat masa lalunya.


"Apa kau tak mau menuntut perusahaan itu?" tanya Lucas pada. akhirnya.


"Awalnya aku ingin marah, aku ingin sekali memaki orang-orang yang disana. Tapi apalah daya saat itu usiaku masih kecil. Ucapan anak kecil tak mungkin mereka dengar" jawab Cherry masih menikmati es potongnya.

__ADS_1


"Terus.. apa saat ini kau tak mau melanjutkan keinginanmu itu?" tanya Lucas kembali.


"Kata Ibu tak perlu menyimpan dendam karena Tuhan tak menyukai itu. Biarlah menjadi urusanya dengan Tuhan, karena hukum Tuhan selalu adil" jawab Cherry.


'Kau benar Cherry hukum Tuhan selalu adil, tapi aku takut jika hukum Tuhan menjauhkan kita. Aku tak akan sanggup jika kehilanganmu' batin Lucas.


"Om.. kenapa ga di makan esnya? ga enak ya?" protes Cherry melihat es potong Lucas mulai meleleh.


"Enak koq" sahut Lucas langsung memakan es potong tersebut.


Disela-sela mereka berdua menghabiskan es potong sebuah bola menghampiri mereka.


Cherry tersenyum kearah seorang anak kecil pria berusia 7 tahun yang menghampiri bolanya.


"Maaf onti, ongkel aku mau mengambil bolaku kembali" ucap anak kecil yang sudah bisa berbicara tanpa suara cadel.


"Siapa namamu anak kecil? kamu sangat tampan sekali" tanya Lucas dengan ramahnya.


"Panggil aku Agha om, aku memang tampan semua orang mengatakan itu" jawab anak kecil itu dengan pedenya.


"Onti juga sebentar lagi bakalan cinta sama aku" sahut anak kecil itu.


"Eh... anak kecil tau apa soal cinta? tumbuh besar dulu adik kecil" sahut Cherry.


"Aku sudah besar onti kata mama sebelum mama pergi menemui Tuhan. Mama bilang akan menyampaikan pesanku agar hidup bahagia penuh kasih dan cinta" ucap Agha.


Cherry maupun Lucas terdiam mendengar cerita polos dari anak bernama Agha tersebut. Cherry lalu berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Agha.


"Dimana tempat tinggalmu anak tampan?" tanya Cherry.


"Disana" sembari menunjuk ke sebuah utara taman.


Cherry dan Lucas menoleh bersamaan mengikuti arah telunjuk Agha. Dilihatnya sebuah rumah lusuh dan tak rapi. Cherry maupun Lucas menoleh kearah Argha kembali.


"Dengan siapa kamu tinggal?" tanya Cherry.


"Ayah" jawab Agha dengan polosnya.


Bersambung.....


Note:

__ADS_1


Mohon maaf atas lamanya up othor ya ka🙏 Othor sedang dilanda dělám, jadi disuruh rehat sejenak. InsyaAllah mulai malam ini othor sudah bisa aktif seperti sediakala....


Dukung terus karya othor ya ka😘


__ADS_2