
"Masih belum tidur?" tanya Vino.
"Vino... apa lu pernah berbuat kesalahan?" tanya Brandon.
"Pertanyaan yang sangat aneh," jawab Vino.
"Dari kecil aku khilaf terus...," sahutnya.
"Bukan itu maksudnya Vino..."
"Terus maksudnya gimana? aku ga tau sama yang kau maksud." ucap Vino sedikit mengantuk. Vino sedari tadi menguap terus hari sudah tengah malam, bukannya tidur Brandon malah mengajaknya ngobrol.
"Sudahlah, lupakan..." sahut Brandon. Tanpa menunggu lama suara dengkuran Vino terdengar.
"Dasar...!" umpat Brandon.
Keesokan pagi seperti biasa, ada saja drama dari keluarga besar Hadinata. Seperti pagi ini, Cherry yang masih menolak ajakan tuan Sean. Pagi ini tuan Sean mengunjungi kediamannya.
"Tuh bibir bisa banget di kuncir," sindir Yora.
"Kenapa sih Cherr?" tanya Neva.
"Tuh bule sukanya maksa-maksa." jawaban absurd dari Cherry.
"Bule?" ucap keduanya dengan pikiran yang absurd pula.
"Isssshh... kalian ini pasti mikir yang bukan-bukan," sahut Cherry mengerti pikiran keduanya.
"Emang siapa dia Cherr?" tanya Neva.
"Namanya tuan Sean. Beliau salah satu pemilik diamond... diamond..." sambil berpikir.
"Ah... taulah namanya Diamond apa, aku lupa" sahutnya masa bodo.
__ADS_1
"Kalau ngomong yang jelas dong Cherr..." protes Neva.
"Ini sudah jelas tapi aku ga begitu peduli..." sahut Cherry kembali mode seenaknya sendiri.
"Sudah... sudah... kalian dari tadi debat melulu, kakak dengernya pusing sendiri" ucap Yora selesai mengaduk wedang teh hangat.
"Daripada debat, mending nih... kalian antar teh hangat ini kedepan." imbuhnya sambil menyodorkan nampan berisi dua cangkir teh hangat.
"Neva aja tuh kak...," sahut Cherry.
"Kan tuan Setan carinya Cherry, kenapa harus aku...," protes Neva.
"Sean Neva... bukan Setan....," sahut Cherry geregetan.
Akhirnya Neva yang keluar menyajikan minuman tersebut.
"Silahkan diminum tuan Set--- eh, tuan Sean." ucap Neva hampir saja keceplosan.
Tuan Sean terus saja memperhatikan Neva. "Maaf tuan Lucas kalau boleh tau, siapa wanita itu?" tanya tuan Sean.
Lucas menoleh kearah pandang mata tuan Sean lalu tersenyum. "Si anak manja tuan," jawab Lucas.
Tuan Sean tertawa mendengar sebutan Lucas. "Bagaimana dengan istri anda tuan, apakah dia sudah menyetujui perihal kita lusa kemarin?" tanya tuan Sean.
"Maaf sebelumnya tuan, bukan bermaksud menolak tetapi sudah kami pertimbangkan semuanya jika istri saya belum bisa menerima ajakan tuan. Hal ini dikarenakan jadwal pumping ASI putra saya." jawab Lucas menolak halus.
"Tak masalah tuan Lucas... tetapi saya memiliki ide baru." sahut tuan Sean.
"Ide baru yang bagaimana tuan?" tanya Lucas.
"Mengganti istri anda dengan wanita tadi" jawab tuan Sean.
"Maksud anda, Neva yang menjadi model brand ambassadornya?" Lucas sedikit memastikan.
__ADS_1
Tuan Sean mengangguk dengan elegant.
'Alhamdulillah...akhirnya aku bisa membuat istriku menjadi bangga dengan penolakanku. Agar Cherry batal menjadi Brand ambassador' batin Lucas.
Sebenarnya Lucas sedikit takut jika Cherry marah seperti kemarin. Untung saja dia berhasil membujuk tuan Sean untuk tidak melibatkan istrinya sama sekali.
Lama mereka mengobrol kemudian tuan Sean berpamitan.
"Sssst... ssssttt..." Cherry bersiul kecil memanggil Lucas dari balik pintu tengah.
Lucas yang mendengar langsung menoleh kearah sumber suara.
"Emangnya sudah pulang mister bule?" tanyanya masih berbisik.
"Belum... masih nungguin kamu sayang...," jawab Lucas sengaja menggoda kepanikan istrinya.
"Serius kakak om?" tanya Cherry sedikit takut masih berada dibalik pintu.
"Serius sayang... tuh orangnya." sembari menunjuk kearah luar dan mata Cherry langsung mengikuti arah yang ditunjuk.
CUP!
Lucas mendaratkan ciumannya ke pipi halus istrinya. Sontak Cherry langsung menoleh dan menjitak Kepala Lucas.
Bersambung....
...----------------...
Selamat malam semuanya.... Othor mau rekomendasi karya temanku "Sosialita"
Hidup bahagia dengan bergelimang harta adalah mimpi semua wanita. Berfoya-foya dengan geng sosialita adalah kegiatan rutin yang harus dilaksanakan oleh keempat wanita yang usianya tidak muda lagi. Mereka tak lain adalah Astrid, Soraya, Dena dan Rahma. Lalu apakah hidup hanya dipakai untuk bersenang-senang? Lantas bagaimana dengan permasalahan masing-masing? Apakah hidup hanya untuk sekadar bersenang-senang, kemewahan dan gemerlap malam?
__ADS_1