
Sudah hampir satu minggu lamanya Lucas meninggalkan Cherry. Lucas yang begitu sibuk dengan pekerjaannya membuatnya setengah lupa dengan istri tercintanya. Begitupun dengan Cherry, wanita yang sedang dilanda dengan permasalahan fitnah kejam dari salah satu guru yang diam-diam menyimpan rasa padanya berakhir dengan dendam akibat mengetahui Cherry sudah memiliki kekasih itupun enggan menceritakan masalahnya kepada Lucas. Bukan tanpa alasan, melainkan Cherry hanya takut mengganggu pekerjaan Lucas.
"Lucas.... dengarkan aku sebentar saja," teriak Reta merasa diabaikan oleh Lucas begitu saja.
Lucas memang sudah tak perduli lagi dengan Reta. Baginya Reta hanyalah masalalu. Berbeda dengan Reta, dia masih sangat berharap jika Lucas akan menerimanya kembali, tak perduli dengan statusnya saat ini, Reta hanya ingin kembali kepada Lucas.
"Ka, dipanggil tuh ga kasihan apa.." bisik Neva.
Lucas juga tak menanggapi bisikan Neva, dia terus berjalan menuju parkiran. Hari ini memang Lucas mendapatkan tugas untuk menjemput adiknya, sesampainya di sekolah Lucas mendapati Reta sedang menghampiri Neva. Lucas sangat tahu dengan sifat Reta yang pantang menyerah, dirinya yakin kalau Reta mendekati Neva untuk tujuan lain.
"Masuk" suara bariton Lucas menyuruh Neva untuk masuk kedalam mobilnya. Tanpa kata penolakan, Neva mengikuti perintah Lucas.
"Kaka ga suka kamu bertemu dengannya Neva" ucap Lucas.
"Ka... aku bahkan tak tahu kalau ka Reta menemuiku" Neva mengelak tuduhan Lucas.
"Neva, kamu pikir kaka tak tahu seminggu ini kalian sering pergi berdua!" suara Lucas agak meninggi melepas semua emosinya.
"Da--darimana kaka tahu?" suara Neva terbata-bata.
"Neva, seharusnya kamu bisa menjaga perasaan Cherry jika mengetahuinya. Tidakkah kamu akan menyakiti hatinya jika mengetahui ini semua?" ucap Lucas kembali.
Neva terdiam, yang diucapkan Lucas sangat benar. Dirinya harus bisa menjaga perasaan serta kepercayaan Cherry. Neva menyadari kesalahannya saat ini.
"Ma--maaf ka," ucap Neva terisak pelan.
'Fiuuuuhhhh' terdengar suara nafas Lucas, tak seharusnya dia memarahi adiknya.
"Maafkan kaka sudah membentakmu Neva, kaka ga bermaksud memarahimu" ucap Lucas.
"Kaka ga salah, semua yang kaka ucapkan benar semua. Neva yang salah ka... hiks.. hiks.. hiks..." sahut Neva.
Lucas meminggirkan mobilnya, menghentikannya dan memeluk sang adik dengan penuh kasih sayang.
"Ka, aku sangat merindukan Cherry... bisakah kaka mempertemukanku dengannya?" pinta Neva.
"Kaka juga sangat merindukannya, kita kesana selesai pekerjaan kaka selesai dan ujianmu selesai. Ada yang ingin kaka pertemukan seseorang kepada kalian" ucap Lucas.
Neva melepas pelukannya, lalu menyeka air matanya.
"Seseorang? siapa ka?" tanya Neva.
Lucas tersenyum sembari mengangguk,
__ADS_1
"Seseorang yang amat sangat kalian rindukan"
"Siapa ka? jangan bikin teka-teki lagi deh..."
"Bukan teka-teki Neva, tapi supaya surprise aja.." sahut Lucas.
"Nah kan... Lama-lama kaka udah mirip Cherry suka ngelawak" sindir Neva.
Lucas tertawa mendengar ucapan Neva yang mengatakannya pelawak seperti Cherry. Eh, tapi emang iya Cherry kan lebih suka melawak daripada serius.
"Yang terpenting sekarang ingat jangan temui Reta apapun alasannya kaka ga pernah ijinin kamu" Lucas memperingatkan Neva kembali.
"Siap kakakku sayang," jawab Neva seperti biasanya.
Mereka berdua kembali ke kediaman Papa Hadi. Disana, mama Risty dan papa Hadi sudah menunggu mereka berdua untuk makan siang bersama.
"Assalamu'alaikum ma... pa..."
"Wa'alaikum salam.." jawab mama Risty dan papa Hadi bersamaan.
"Wa'alaikum salam..." suara Brandon dan Vino yang disana terlebih dahulu ikut menyahut salam Lucas dan Neva.
"Ngapain kalian disini?" tanya Lucas heran.
"Ga usah percaya mereka napa sih ma... disini pasti bikin rusuh" protes Lucas.
"Kalian itu kenapa sih, kalau ketemu sudah mirip kucing dan tikus" sahut mama Risti.
"Mama yang sengaja mengundang mereka makan siang bersama disini, sekalian syukuran atas keberhasilan mereka berdua membuka cabang di Jogja"
"Ma... itu kan sudah tugas mereka---"
"Udah... mama ga mau mendengar protes kamu lagi, sekarang kita makan. Kasihan papa sudah menunggu kalian sejak tadi" ajak mama Risti.
Brandon, Vino dan Neva menahan tawa melihat kekalahan Lucas. Lucas yang biasanya terlihat sangat elegant dengan sekejap berubah menjadi anak mami.
"Ini buat kalian Brandon, Vino" mama Risti menuangkan soup iga ke mangkuk untuk Brandon dan Vino.
"Ini buat kamu Neva" berganti ke Neva.
"Ini kamu Lucas, anak mama yang tampan" beralih ke Lucas.
"Dan ini buat kamu Lex--" mama Risti menyadari ucapannya lalu menjatuhkan sendok sayurnya.
__ADS_1
Semua yang berada di meja makan terdiam sembari memperhatikan mama Risti yang langsung menjatuhkan tubuhnya ke kursi.
Papa Hadi meraih tubuh istrinya kedalam pelukannya, Neva yang berada di dekatnya juga ikut meraih tubuh mamanya. Sedangkan Lucas meraih jemari mamanya menggenggam erat sembari menciumnya hangat.
"Mama tak perlu khawatir, Lexi pasti baik-baik saja" ucap Lucas menenangkan mamanya.
"Mama sangat merindukannya, dia pasti kesepian tanpa kita" ucap mama Risti.
"Anak-anak kita anak yang sangat luar biasa, percayalah jika Lexi baik-baik saja seperti yang dikatakan Lucas" ucap papa Hadi ikut menimpali.
Mama Risti menggenggam tangan Lucas dan Neva bersamaan.
"Lucas bawa Lexi dan Cherry kembali, mama sangat merindukan mereka" pinta mama Risti.
"Lucas janji akan membawa mereka berkumpul dan bersama-sama kita kembali" janji Lucas dengan serius.
Selesai makan siang bersama, Lucas, Brandon dan papa Hadi sedang membicarakan project terbaru perusahaan mereka. Sedangkan Vino diluar sedang menerima panggilan dari mamanya.
"Mama ga lagi bercanda kan?" ucap Vino dalam ponselnya.
"Vino akan memberitahu Lucas tentang ini ma" sahut Vino lalu menutup panggilannya.
Bersambung.....
...****************...
Hai... Hai... sahabat othor tercinta....mampir juga yuh ke karya sahabat aku,
Janji hati Raditya dan Andhini, sampai pada kebahagiaan pernikahan, paska Andhini di wisuda mereka melangsungkan pernikahan mewah yang di cita-citakan.
Berjalannya waktu tak ada yang lain selain kebahagiaan dan kedua orangtua mereka yang bangga dengan keharmonisan rumah tangga anaknya, Tahun berganti, Andhini mulai gelisah dengan keadaan dirinya yang belum menunjukkan adanya perubahan di tubuhnya, Andhini menginginkan anak dan semua itu membuatnya begitu cemas hingga jatuh sakit.
Dalam keadaan sakit Andhini dirawat seorang perawat yang di ambil dari yayasan yatim-piatu bernama Karina. Dari kedekatan mereka timbul niat Andhini menjodohkan suaminya dengan Karina, dan menghasilkan satu kesepakatan diatas kertas.
Terkadang cinta memang tak ada logika, sanggup melawan arus dan menerjang rintangan apapun, apalah artinya kekayaan kalau tak memberinya kenyaman.
Apa Karina juga mau menerima tawaran untuk mengubah kehidupannya?
~ Andhini : 'terkadang atas nama cinta seseorang harus rela berkorban, walaupun itu sesuatu yang sangat dicintainya.'
~ Raditya : sanggupkah aku menjalani apa yang diminta istri tercintanya? walaupun itu di luar kewajaran.'
__ADS_1