
Pukul 09:00
Afnan dan Irene terlihat tidak saling berbicara. Mereka berdua masih sama - sama tidak mengenakan busana dengan tubuh yang hanya terbalut selimut. Rasa amarah Irene pun mulai memuncak saat ia tau bahwa dirinya sudah dinodai oleh Afnan sementara Afnan sendiri masih belum bisa mencintainya.
"Puas Lo sekarang, Nan,"
"Seharusnya gue yang tanya itu sama Lo, Ren. Puas Lo sekarang. Lo udah dapat apa yang Lo mau kan. Lo udah jadi istri sepenuhnya seorang Afnan Atmaja,"
"Lo pikir dengan Lo niduri gue seperti ini. Gue bakalan senang punya status jadi istri sepenuhnya seorang laki - laki plin - plan seperti Lo. Bukan ini yang gue mau, Nan. Buat apa Lo ngelakuin ini semua kalau di hati Lo itu cuma untuk Nathalia. Gue bukan perempuan yang bisa Lo manfaatkan untuk memenuhi nafsu Lo itu ya,"
*****
Healing center.
Nathalia terlihat baru saja menyelesaikan sebuah kelas kegiatan. Salman dari kejauhan mulai terlihat mendekati dirinya.
"Hey, Nat,"
"Hey, Man. Akhirnya aku bisa bertemu denganmu juga,"
"Wah, sepertinya kamu sudah mulai terlihat lebih baik ya sekarang,"
"Ya gitulah, Man,"
"Ada kelas apalagi habis ini?,"
"Emmm, sepertinya udah selesai semua deh,"
"Kalau gitu, kamu mau ikut aku jalan - jalan ke pantai dekat sini gak?,"
"Boleh, tapi aku ganti baju dulu ya,"
"Oh silahkan, aku bakalan tunggu disini,"
"Oke, pokoknya gak lama kok cuma 5 menit aja,"
__ADS_1
"Mau lama pun juga gak apa - apa, aku orangnya sudah terbiasa untuk selalu menunggu,"
"Curhat nih ceritanya,"
Salman pun hanya tertawa. Lalu ia berkata "Udah sana cepetan kalau mau ganti baju, keburu surut nanti air lautnya kalau kelamaan nungguin kita berdua kesana,"
"Iya ya, yaudah aku ganti baju dulu ya,"
"Iyaaa,"
******
Nathalia masuk ke dalam sebuah toilet dengan niat untuk berganti pakaian. Ia meletakkan handphone dan tasnya di dekat wastafel. Lalu, ia masuk ke salah satu bilik toilet yang kosong. Saat Nathalia sedang berganti pakaian, handphone miliknya tiba - tiba saja mendapatkan notifikasi pesan dari nomor yang tak dikenal.
Setelah selesai, Nathalia pun langsung mengecek handphone miliknya dan ia tau bahwa ada satu notifikasi pesan dari seseorang yang nomornya tidak tersimpan dalam kontaknya. Nathalia dengan rasa penasarannya itu langsung membuka apa isi pesan dari nomor tak dikenal itu.
Isi Pesan dari nomor tidak kenal :
Apakah kamu memiliki waktu? Bisakah kita bertemu dalam waktu dekat ini.
Nathalia merasa sedikit bingung dengan isi pesan dari nomor tidak kenal itu. Ia pun mulai menduga - duga bahwa pesan itu adalah dari Afnan.
Nathalia pun tidak membalas pesan itu, ia langsung memasukkan handphone miliknya ke dalam tasnya. Lalu pergi keluar toilet untuk menemui Salman.
*****
Rumah keluarga Brata.
Lalita terlihat sedang berjalan mondar - mandir seperti seseorang yang sedang cemas. Rayyan sebisa mungkin pun mencoba untuk menenangkan Lalita.
"Ma, jangan seperti ini. Mama harus tenang yah,"
"Tapi, Pa. Bagaimana kalau ternyata anak kita itu tidak membalas pesannya. Kenapa sih kita tidak langsung menelponnya saja lalu jujur padanya bahwa kita berdua ini adalah orangtua kandungnya"
"Ma, lihat papa. Kalau misalkan anak kita - Amanda tidak membalas pesannya dalam waktu 24 jam. Maka papa yang akan langsung menghubunginya,"
__ADS_1
"Mama sudah sangat merindukannya, Pa. Mama ingin memeluknya. Mama sudah kehilangan dia sejak kecil,"
"Iya ya, Ma. Papa ngerti perasaan mama,"
Rayyan pun memeluk Lalita untuk menenangkannya.
*******
Nathalia yang sudah selesai berganti pakaian, ia langsung berjalan menghampiri Salman yang berdiri membelakangi dirinya.
"Ayo, Man. Aku udah siap nih katanya kita mau ke pantai,"
"Akhirnya kamu selesai juga. Aku sudah hampir lumutan menunggumu disini,"
"Kamu ini bisa aja ya, Man. Perasaan aku ganti pakaiannya juga cuma 5 menit,"
"Iyanya cuma 5 menit. Tapi kok aku rasanya nunggu kamu disini lama banget ya,"
"Ah itukan cuma perasaan kamu aja, Man. Yaudah ayo katanya kita mau ke pantai,"
"Iya ya yaudah yuk,"
******
Irene terlihat sedang duduk di ruang tamu sambil menonton televisi. Afnan yang datang dari arah dapur pun langsung duduk di sebelah dirinya.
"Kita harus bicara sekarang juga, Ren,"
"Soal apa? Aku sudah tidak ingin berdebat denganmu ya dan kalau kamu masih mau mengejar cinta sejati kamu itu, silahkan saja aku sudah tidak peduli lagi,"
"Aku ingin kita memulai lembaran baru. Cukup hanya ada aku dan juga kamu. Tidak ada lagi Nathalia,"
"Apakah aku bisa mempercayai perkataanmu itu, Nan. Kamu begitu mencintainya. Jadi tidak akan mungkin kamu bisa melupakannya, Afnan,"
"Aku bisa melupakannya. Tapi aku mohon kasih aku waktu. Aku sudah memikirkannya, aku ingin membuka lembaran baru bersama denganmu. Lagipula, kita tidak akan mungkin bisa bercerai sekarang. Aku sudah menodaimu jadi aku harus bertanggung jawab akan apa yang aku lakukan itu,"
__ADS_1
"Kalau kamu memang ingin membuka lembaran baru denganku. Buktikan padaku kalau kamu sudah bisa melupakan kekasih tercintamu itu,"
"Oke, Baik. Aku akan buktikan padamu lewat tindakan bukan kata - kata lagi,"