
"Gila banget sih Steve...!" teriak Neva.
"Gak usah sok kaget deh, biasa aja kali...," sahut Steve dengan santainya.
"Ye... wajar kalau aku kaget, gara-gara dia gak pulang keluargaku mau dilaporkan ke pihak yang berwajib tau...!" sahut Neva tak mau kalah.
Steve yang tadinya terlihat biasa saja langsung menoleh kearah Neva yang cemberut.
"Lu serius Nev?" tanya Steve.
"Mukaku kurang serius apa Steve...," jawab Neva kesal.
"Kalau gitu tuh anak harus dipaksa pulang sebelum terjadi masalah lebih besar lagi," gerutu Steve.
"Masalah udah besar tau...," sahut Neva.
"Besarnya gimana? kalau ngomong yang jelas...," Steve meminta penjelasan ucapan Neva.
"Kemarin itu kan tuan Sean marah-marah nanyain anaknya, beliau mengira kalau Dania bersama kak Brandon. Padahal kak Brandon itu bersama Desty---"
"Gua tahu." sahut Steve memotong ucapan Neva.
"Kau tahu? tahu apa?" tanya Neva memastikan.
"Gua tahu kalau bos Brandon dan Desty ada hubungan spesial" jawab Steve.
"Hah! jadi selama ini kau tahu semua, termasuk kehamilan Desty?" tanya Neva.
"Kehamilan? maksudnya Desty hamil?" bukannya menjawab, Steve terkejut karena baru mendengar berita kehamilan Desty.
"Kau belum mengetahui soal kehamilan Desty?" tanya Neva sekali lagi.
"Sama sekali tak tahu Neva. Malam itu gua ikut mengunjungi acara yang dikunjungi Dania juga. Gua pikir bos Brandon mempermainkan Dania, ternyata ini alasannya kenapa bos Brandon tak membuka hati untuk Dania. Dania sudah salah sangka soal ini Neva...," ucap Steve.
"Kita harus temui Dania sekarang juga." ajak Steve.
"Steve... tunggu aku...!" teriak Neva karena Steve telah lebih dulu beranjak. Neva langsung mengejar Steve .
**
"Rendi bagaimana dengan kondisi Desty?" tanya Brandon panik.
"Desty hanya kelelahan, dia butuh istirahat. " jawab Rendi dokter yang menangani Desty.
"Syukurlah kalau begitu..." ucap Brandon merasa lega.
"Brandon, kondisi kehamilan Desty lemah." ucap Rendi langsung membuat Brandon kembali panik.
__ADS_1
"Desty mengalami dehidrasi akibat mual muntahnya. Hal ini yang menyebabkan kondisinya lemah. Desty butuh support dari orang terdekatnya." ucap Rendi kembali.
"Terimakasih Ren atas penjelasannya." sahut Brandon singkat.
"Brandon... ada yang ingin aku tanyakan," tanya Rendi penasaran.
"Anak yang di kandungan Desty anak gua." ucap Brandon mengerti arah pertanyaan Rendi. Rendi langsung terdiam begitu saja lalu membiarkan Brandon berdua dengan Desty.
Melihat Desty terbaring lemah, hati Brandon semakin bersalah. Harusnya Brandon bisa melindunginya, bukan malah membuatnya seperti ini. Desty sudah menanggung semua perbuatan Brandon sendirian. Brandon ingin sekali membalasnya dengan kebahagiaan.
Brandon meraih jemari Desty menggenggamnya lalu menciumnya dengan sangat lembut.
"Maafkan gua Des... gak seharusnya elu menanggung ini semua sendirian" ucap Brandon.
Diluar ruangan sama dengan Steve, tuan Sean juga merasakan penyesalan sudah memaki Desty yang bukan lain adalah putri kandungnya sendiri. Tuan Sean yang kala itu berpamitan untuk mencari nafkah tak sengaja bertemu dengan wanita yang saat ini masih menjadi istrinya. Tuan Sean terpaksa harus menerima perjanjian dari keluarga nyonya Sean saat itu, dan meninggalkan keluarganya di kampung. 5 tahun setelah menikah dengan nyonya Sean, tuan Sean berusaha mencari keberadaan keluarganya tetapi yang tuan Sean dapat jika kampung tersebut mengalami penggusuran. Sejak saat itu tuan Sean tak menemukan keberadaan keluarganya.
"Tuan Sean... anda sudah terlalu lama berdiri. Tenangkan diri anda dulu" sapa Lucas sembari menyodorkan sebotol air mineral.
"Terimakasih tuan Lucas." ucap tuan Sean menerima botol air mineral dari Lucas.
"Tuan Lucas... saya minta maaf atas apa yang sudah saya tuduhkan kepada keluarga anda." ucap tuan Sean.
Lucas tersenyum, "Apa yang anda lakukan adalah hal wajar, seorang ayah yang mengkhawatirkan kondisi putri kandungnya. Tapi sayangnya anda melupakan ego anda sebagai seorang kepala perusahaan ternama." ucap Lucas menyadarkan tuan Sean.
"Sudah lama saya mencari Anton dan Desty," ucap tuan Sean.
"Saya tak menyangka akan bertemu Desty dengan keadaan seperti ini... saya merasa sangat berdosa sudah menelantarkan mereka...," kali ini tuan Sean sampai mengeluarkan air matanya. Terlihat dia sangat menyesal.
"Saya gak tahu, apa Desty akan memaafkan kesalahan saya atau malah akan membenci saya." sahut tuan Sean.
"Papa...," panggil Dania datang bersama Steve dan Neva.
"Dania...," ucap tuan Sean menoleh kearah Dania.
Dania berlari berhambur kepelukan tuan Sean.
"Maafkan Dania pa... Dania sudah membuat papa dan mama khawatir...," ucap Dania.
"Kemana saja kau nak... papa dan mama cemas mencarimu...," sahut tuan Sean.
"Pa... maafkan Dania... Dania janji gak akan mengulanginya lagi," Dania kembali memeluk tuan Sean.
"Pa... mengenai Brandon---"
"Papa sudah mengetahui semuanya Dania, disini papa yang salah sudah memaksakan kalian untuk mengenal satu sama lain..." tuan Sean memotong ucapan Dania.
"Pa.. Dania sudah bisa menerima Brandon menolak Dania, papa jangan merasa bersalah ya...," ucap Dania.
__ADS_1
"Dania mulai hari ini kau bebas tak harus menuruti kemauan papa... pilih masa depanmu sendiri, yang terbaik menurutmu nak...," ucap tuan Sean.
"Dania... ada yang mau papa perkenalkan denganmu," imbuh tuan Sean.
"Siapa pa?" tanya Dania.
Tuan Sean tak menjawab, beliau menggandeng Dania menuju ruang rawat Desty.
Tok... tok... tok...
Ceklek!
Dania melihat Brandon sedang menangis didepan wanita yang terbaring lemah.
"Brandon...," panggil Dania langsung membuat Brandon menoleh kearahnya.
Brandon yang melihat Dania beranjak pelan dari duduknya sembari menyeka air matanya.
"Pa... Dania sudah mengenal Brandon...," ucap Dania.
"Papa ingin memperkenalkanmu dengan kakakmu Dania...," sahut tuan Sean.
"Ka-kak...," Dania masih belum mengerti.
Tuan Sean mengajak Dania mendekati Desty yang terbaring.
"Perkenalkan Dania, dia Desty kakak tirimu." akhirnya tuan Sean memperkenalkan Desty kepada Dania.
"Ka-kak tiri...?"
"Maafkan papa baru menceritakan ini semua padamu nak... sebelum papa menikah dengan mamamu, papa memiliki keluarga. Desty adalah putri papa yang sudah lama papa cari keberadaannya. Kau juga memiliki seorang kakak laki-laki bernama Anton. Tapi papa belum mengetahui keberadaannya." tuan Sean menjelaskan semuanya kepada Dania.
Bagaimana dengan Dania, jelas dia terkejut, sedih, bingung tak tahu harus gimana. Disatu sisi Dania merasa sangat senang karena cita-citanya dari dulu ingin sekali memiliki saudara setelah mamanya divonis tak bisa memiliki anak lagi akibat tumor yang mengakibatkan rahim mamanya diangkat. Tetapi di satu sisi, Dania merasa sedih karena papa yang dibanggakannya ternyata memiliki rahasia yang membuatnya kecewa.
Dania menatap Desty, terkejut spontan menutup mulutnya sambil membelalakkan matanya. Air matanya menetes begitu saja saat menyadari jika kakak tirinya adalah wanita yang sudah membuat pria yang dicintainya menolak dirinya. Dania berbalik lalu pergi begitu saja sambil membawa air mata dan kecewa.
"Dania......!"
...----------------...
Met rehat semuanya... mau rekomendasiin karya dari temanku nih judulnya Dipersunting Tuan Barun.
Nasib sial harus dialami Sabhira Irani karena rem vespa-nya blong, gadis itu tidak sengaja menabrak mobil mewah milik Barun Praya.
Disaat yang bersamaan, pria itu sedang kacau karena saham perusahaan anjlok akibat rumor kalau dirinya seorang 'homo'. Tanpa berpikir panjang, Barun mengambil kesempatan dengan memberi Sabhira pilihan.
__ADS_1
"Menikah denganku atau mengganti rugi kerusakan mobil sebesar satu milyar?"
Manakah yang akan dipilih Sabhira?