
Lucas memang tak langsung menuju lokasi Cherry. Dia hanya ingin memberi pelajaran kepada seseorang yang sudah membuat kekacauan ini semua.
"Kau harus mempertanggung jawabkan semuanya Reta," ucap Lucas.
Beberapa menit perjalanan akhirnya Lucas tiba di sebuah tempat yang dia janjikan kepada Reta. Terlihat Reta sangat bahagia melihat kedatangan Lucas. Menurutnya, Lucas sudah berubah pikiran lebih memilihnya.
"Aku sangat senang kau mengajakku pergi Lucas," ucap Reta bahagia.
"Tak ada salahnya jika kita mengulang masa-masa kita dulu Reta" sahut Lucas pura-pura.
Reta langsung saja mengalungkan tangannya ke pergelangan tangan Lucas. Lucas lalu mengajak Reta memasuki mobilnya.
"Kita mau kemana Lucas?" tanya Reta.
"Aku ingin mengajakmu ke kota Semarang" jawab Lucas.
"Aku sering mendengar kota itu, kota itu sangat menyenangkan juga" sahut Reta.
"Reta, bagaimana pekerjaanmu? jika ini mengganggu, aku akan membatalkannya" ucap Lucas berpura-pura kembali.
"Tak usah khawatir, Ammar pasti akan mengheandle semuanya" sahut Reta dengan santai.
"Apa Ammar tak memarahimu Reta?" tanya Lucas.
"Apa hak dia memarahiku, dia bukan siapa-siapaku" sahut Reta.
"Bukannya dia sua---"
__ADS_1
"Lucas... aku tak mau membahasnya" sahut Reta memotong ucapan Lucas.
"Kau istirahatlah Reta, perjalanan kita masih jauh. Aku akan membangunkanmu setelah sampai nanti" tawar Lucas.
"Kau tak pernah berubah Lucas, selalu perhatian seperti ini. Aku tak bisa kehilanganmu, apalagi saat aku melihat kau menikahi anak breng---" Reta hampir keceplosan memanggil Cherry anak brengs*ek.
"Anak itu" lanjut Reta.
"Hatiku merasa sangat hancur dan tak bisa menerimanya"
"Sudahlah Reta, aku sendiri sudah sangat muak dengannya. Selalu saja meresahkan" keluh Lucas pura-pura.
'Ini terlalu mudah mendapatkanmu kembali Lucas' batin Reta.
Reta langsung meraih jemari Lucas lalu menggenggamnya dengan mesra. Sebenarnya Lucas sangat risih dengan sikap Reta, tapi demi tujuannya dia harus menahannya beberapa jam kedepan sampai waktunya tiba.
Lucas dengan terpaksa harus mengambil ponsel Reta agar Reta tak terbangun. Lucas menerima panggilan telepon tersebut.
"Aku sudah menghabisinya, sekarang kau harus memenuhi janjimu" ucap pria dalam ponsel.
Hati Lucas semakin panas, matanya memerah. Dia tak akan memaafkan Reta jika memang benar Cherry telah dihabisinya. Lucas kemudian menghubungi Lexi lewat chat, dia mengabari jika Reta sudah bersamanya dan menuju ke lokasi Cherry, kemudian menghapusnya.
'Kali ini kau tak akan bisa lepas lagi Reta, aku tak akan mengampuni' ucap Lucas sembari memandang Reta dengan tatapan benci.
**
Lexi tiba di sebuah tempat agak sedikit pedalaman, disana tiba Brandon dan yang lain.
__ADS_1
"Ka Lexi...," panggil Neva lirih.
Lexi menoleh kearah sumber suara. Lexi sangat terkejut karena tak menyangka jika yang memanggilnya adalah Neva.
"Neva...darimana kau bisa--" ucap Lexi sembari menyeka air mata Neva.
"Ini benar ka Lexi? aku tak bermimpi bukan?" tanya Neva memastikan sembari menelangkup kedua pipi kakaknya.
"Kau tak bermimpi Neva, ini benar ka Lexi..." ucap Lexi meyakinkan Neva.
Neva memeluk Lexi dengan tangis harinya, begitupun dengan Lexi, bertemu dengan adik kecilnya.
"Hisssst... aku membenci keadaan seperti ini" keluh Brandon.
"Sudahlah... kau juga harus menikmatinya" ucap Vino dengan tersenyum.
Bersambung.....
...----------------...
Jangan lupa mampir yuh ke karya temanku judul ASA DI UJUNG LEMBAYUNG
Menapaki Jejak di Madyapada yang penuh cerita yang tak terduga, sesosok Rehan dengan beribu harap dalam benak dan Sejuta mimpi dalam sepi, meniti asa pada cahaya senja, menitip doa pada Sang Penguasa Semesta.
Berharap bisa bersanding dengan Rena perempuan anggun berparas rupawan dan berdarah Ningrat yang baik hati, seutas senyum ramah selalu menghiasi wajahnya, namun dalam riangnya tersimpang selaksa pilu yang membiru.
__ADS_1