Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 56. Om,kudu tanggung jawab


__ADS_3

Epsd. 56. Om,kudu tanggung jawab


"Om....!" teriak Cherry pagi hari membuat telinga Lucas berdengung tak karuan.


"Hem...," hanya lenguhan Lucas yang terdengar.


"Om... bangun...!" Cherry terus saja mengguncang-guncangkan tubuh Lucas yang masih santai tiduran.


"Cherry... bisa ga kasih waktu sebentar saja, ini kan holiday aku masih mengantuk" ucap Lucas beralasan.


"Om... kudu tanggung jawab!" ucap Cherry tegas.


"Tanggung jawab apalagi sih Cherry?" tanya Lucas masih dengan suara khas bangun tidur.


"Ini lihat..!"


Lucas mengerjapkan matanya pelan. Memfokuskan penglihatannya kearah yang ditunjuk oleh Cherry.


"Hahaha....," tawa lepas Lucas setelah memperjelas penglihatannya.


"Ih.. kenapa ketawa sih om, terus gimana urusannya ini. Aku malu sama tante..," ucap Cherry sembari memanyunkan bibirnya.


"Ga usah malu Cherry... ini kan hasil karya yang harus diplubish.." ucap Lucas dengan santai.


"Om... kenapa semalam harus terjadi sih..," keluh Cherry dengan kesal.


Flash back**


Semalam dengan drama perdebatan yang sangat panjang pada akhirnya Cherry mau kembali ketempat tidur, namun dia memberi batas sebuah guling diantara dirinya dan Lucas.


"Ini apaan Cherr?" tanya Lucas.


"Hanya berjaga-jaga kalau om tak melewati batas teritorial" jawab Cherry masih menyusun gulingnya.


"Hisssttt.... dasar.." gerutu Lucas pelan, padahal angan-angan untuk tidur sembari memeluk Cherry sudah berada dipikirannya.


"Terserah kamu, aku ngantuk" ucap Lucas kemudian tidur memunggungi Cherry.


"Baguslah kalau om mengerti"sahut Cherry ikut tidur sembari membelakangi Lucas.


Namun dipertengahan malam Cherry tanpa sadar membongkar benteng yang sudah dibuatnya sendiri. Kaki Cherry menimpali kaki Lucas serta tangan kirinya memeluk tubuh Lucas.


Pergerakan tersebut ternyata menyadarkan Lucas dari tidurnya. Melihat Cherry memeluknya terlintaslah kelakuan jahil berujung enak yang terjadi pada keduanya.


" Dia yang membuat aturan, dia juga yang melanggarnya. Jangan salahkan aku jika berbuat ini istriku sayang" gumam Lucas masih menikmati pelukan sang istri.


Perlahan Lucas mengangkat tangan Cherry yang menindih dada bidangnya. Bukannya lepas, tangan itu kembali menarik kencang tubuh Lucas. Tentu saja kesempatan ini tidak Lucas sia-siakan.

__ADS_1


"Oke baby, aku anggap kau yang memintanya kali ini" ucap Lucas pelan.


Lucas perlahan mengecup kening Cherry yang menempel di dada bidangnya, lalu turun ke hidung, Pipi lalu berlanjut ke bibir ranum yang sudah menggodanya sedari tadi.


Awalnya Cherry agak terganggu, namun lama kelamaan Cherry menerimanya bahkan menikmatinya. Berasa Cherry sudah welcome untuknya, Lucas meminta lebih dari itu. Satu persatu kancing yang tersemat di bajunya berhasil Lucas lepas, kala itu tentunya Cherry masih belum sadarkan diri. Mungkin Cherry masih menganggap dirinya berada di dunia antah berantah. Namun saat gunung kepemilikannya tersentuh, Cherry mulai sadar dan menjambak rambut Lucas. Sayangnya Lucas lebih bisa menahan sakitnya ketimbang nikmatnya.


"Om...," panggil Cherry pelan disertai lenguhan kecil karena Lucas berhasil membuat Cherry menemukan titik kenik*matannya.


"Om... Emmmpph..." Lucas membungkam bibir Cherry dengan bibirnya.


"Sayang... bolehkah aku meminta hakku?" tanya Lucas menjeda aktivitas enaknya.


Cherry terdiam, masih banyak hal dipikirannya jika ini semua terjadi. Meski dia tahu jika sudah sepantasnya Lucas meminta. Toh perasaan mereka sudah saling mencinta antara satu sama lain.


Lucas berbalik menjatuhkan tubuhnya disamping Cherry yang pakaiannya berantakan. Terlihat gurat kecewa di wajah tampannya.


"Aku akan menunggu sampai kau siap," ucap Lucas lalu beranjak menuju kamar mandi.


"Om..," panggil Cherry yang merasa bersalah.


'Aku memang belum siap, tapi aku janji akan segera memberikan hakmu om' batin Cherry menatap punggung suaminya sebelum akhirnya masuk ke dalam kamar mandi.


Sabar ya om Lucas.......


Flash on**


"Kan sudah sewajibnya terjadi Cherry...," ucap Lucas dengan santai lagi.


Cherry sengaja tak menoleh kearah Lucas yang beranjak dari tempat tidurnya menuju lemarinya. Lucas membuka lemari tersebut kemudian mengambil sebuah syal miliknya kemudian memakaikan syal tersebut ke leher Cherry.


"Ini akan sedikit menutupi sementara" ucap Lucas.


"Om ga marah sama Cherry?" tanya Cherry menatap lekat wajah suaminya.


Lucas tersenyum lalu mencubit hidung mancung istrinya hingga memerah.


"Apa yang perlu dimarahin?" balik tanya Lucas.


"Maafin aku, om" Cherry menundukkan kepalanya merasa bersalah.


"Hei... sudahlah, aku akan menunggunya hingga kau siap. Sekarang segera luluskan sekolahmu, setelah itu kita pikirkan untuk kuliahmu" ucap Lucas.


"Om.., aku ga mau kuliah" sahut Cherry.


"Kenapa?" tanya Lucas sembari mengernyitkan dahinya.


"Kalau aku kuliah, om tambah lama nunggunya" ucap Cherry kembali ke mode asalnya.

__ADS_1


"Hahaha....," tawa Lucas pecah.


"Kenapa kau berpikir sampai sini?" tanyanya.


"Karena aku ga mau jadi istri durhaka yang kebanyakan nolak" jawab Cherry dengan polosnya.


**


"Reta...," panggil Ammar.


"Ngapain lagi sih, aku sudah bilang kalau diantara kita sudah tak ada hubungan apa-apa" ucap Reta jengah.


"Reta, aku tahu tapi apakah tidak ada sedikit saja ruang di hatimu untukku?" tanya Ammar untuk kesekian kali.


"Ammar, aku sudah mengatakannya berkali-kali sedikitpun aku tak pernah menyukaimu. Yang terjadi kemarin hanya sebuah kesalahan. Kesalahan yang sangat fatal" bentak Reta diakhir kalimatnya.


"Aku tau Reta, aku tau! tapi apakah kamu pernah mengerti perasaan tulusku padamu?" tanya Ammar seolah melupakan harga dirinya kali ini. Cintanya kepada Reta sangat besar namun sayangnya Reta tak pernah sedikitpun melihatnya.


"Sampai kapanpun aku tak pernah menyukaimu, karena cintaku hanya untuk Lucas. Lucas seorang" sahut Reta.


Ammar terdiam menahan rasa sakit hati untuk kesekian kalinya, namun hari ini lebih sakit ketimbang hari kemarin.


"Reta.. kau salah sudah menyia-nyiakan pria baik seperti dokter Ammar" ucap seorang wanita yang memperhatikan keduanya dibalik dinding.


Ammar masih berdiri mematung memperhatikan Reta meninggalkannya dengan Luka.


"Dokter...," panggil seseorang.


"Iya, ada apa?" tanya Lucas berusaha untuk profesional.


"Dokter, maaf sebelumnya aku sudah ikut campur dalam hal ini. Terkadang cinta itu bisa membuat seseorang bahagia atau sebaliknya. Tapi, jika di rasa cinta itu menjadi sebaliknya maka lepaskan adalah cara yang terbaik" ucap Rosa asistent Ammar.


Ammar tersenyum kecut mengingat Reta, "kau benar Rosa, melepaskan adalah hal terbaik. Aku akan berusaha untuk mengubur semuanya karena sudah tidak ada lagi yang bisa diperbaiki" ucap Ammar.


**


"Pa... sebenarnya dimana Lucas dan Cherry?" tanya mama Risti.


"Mama tenang saja, mereka sedang honeymoon" jawab Papa Hadi dengan santai.


"Darimana Papa tahu?" tanya mama Risti.


"Papa yang mengirimnya ke Jogja agar mereka bisa menghabiskan waktu bersama dan segera memberikan kita cucu" ucap Papa Hadi. Padahal, Papa Hadi hanya menutupi semua yang terjadi dari mama Risti yang baru saja sembuh dari sakitnya. Beliau tak mau, jika mama Risti mendengar yang sebenarnya terjadi mengakibatkan kesehatan mama Risti kembali drop.


"Apa Cherry sudah siap pa? karena yang mama tahu Cherry belum siap apalagi usianya masih sangat muda. Setelah ini pasti dia akan melanjutkan kuliah" keluh mama Risti dengan sedih.


"Padahal mama ingin sekali menimang cucu, apalagi usia Lucas sudah semakin--"

__ADS_1


"Ma... sabar saja, Papa yakin sekali Lucas nyangkul pasti langsung tumbuh bibitnya, ga pake lama"


Bersambung....


__ADS_2