
Reta sangat tak Terima dengan ejekan Cherry. Entah karena keberuntungan do'a ibu dan ayahnya di surga, Anton malah diam mendengarkan perdebatan dua wanita didepannya.
Anton diperintah Reta untuk segera melenyapkan Cherry. Anton membawa Cherry ke sebuah tempat dimana Cherry sendiri tak tahu, karena Anton menutup kedua matanya menggunakan kain.
Setelah tiba, Anton menyuruh Cherry untuk turun.
"Mau turun atau masih mau disini?" tanya Anton.
"Ini dimana pak?" tanya Cherry setelah penutup matanya terlepas.
"Sudah berulang kali jangan panggil aku bapak, masih saja bandel panggil pak. Bapakmu apa!" sahut Anton.
"Salah sendiri wajahnya tua, wajar dong kalau aku manggilnya pak. Ga mungkin aku manggilnya mas, om, paman, eh... mungkin kakek" sahut Cherry tanpa bersalah.
"Mau dieksekusi sekarang?" sindir Anton.
Cherry langsung melipat bibirnya dengan rapat.
Anton membawa Cherry masuk kedalam sebuah rumah, disana terdapat seorang gadis yang usianya lebih tua dari Cherry.
"Kakak...," panggil gadis tersebut menghampiri keduanya.
"Kenapa baru mengunjungiku?" keluhnya.
"Bukannya kau sangat tahu jika pekerjaan kakakmu ini sangat sibuk" sahut Anton.
"Baiklah... Desty ngerti kok ka.. Desty hanya merasa kesepian saja" keluh gadis bernama Desty.
"Siapa dia ka?" tanya Desty melihat Cherry dibelakang Anton.
"Kau memberiku kejutan ka..," sembari mengedipkan matanya.
__ADS_1
"Tak usah berpikir terlalu jauh. Dia akan menjadi pembantu disini" ucap Anton mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh Desty adiknya.
"Eh, apa dia bilang? pembantu? oh tidak!" ucap Cherry lirih namun terdengar oleh mereka.
"Hihihi... dia sangat lucu ka" ucap Desty.
"Kau ajak dia ke kamar atas" perintah Anton.
"Mari kaka cantik, sepertinya kau sangat berharga karena kakakku sudah mengizinkanmu tinggal di kamarnya" bisik Desty sembari menggandeng tangannya.
Desty dan Cherry melangkahkan kaki mereka menuju atas. Sedangkan Anton memikirkan cara menutupi ini semua dari Reta.
"Maaf Reta, untuk kali ini aku tak akan menuruti perintahmu. Ucapan bocah itu benar. Cinta dan ketulusan" Anton bermonolog pada dirinya sendiri.
Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Anton yang tak sengaja tertidur, terbangun akibat Cherry membangunkannya.
"Bangun pak, mau tidur sampai jam berapa?" panggil Cherry sembari membangunkan Anton.
"Ngapain disini?" tanya Anton dengan berteriak.
Cherry mengkorek-korek telinganya akibat teriakan Anton.
"Ga usah teriak-teriak pak, aku bisa mendengarnya dengan jelas!"
"Desty... Desty.. Desty!" teriak Anton memanggil adiknya.
Desty berlari mendengar keributan di tempat Cherry dan Anton.
"Apa yang terjadi ka?" tanya Desty tiba ditempat tersebut.
"Siapa yang mengizinkannya masuk ke ruang kerjaku!" bentak Anton.
__ADS_1
"Kau tau kan jika ruangan ini tidak boleh ada yang masuk kecuali kaka".
Mata Desty memerah. Cherry yang melihatnya,
"Kau tak perlu membentaknya pak, aku sendiri yang masuk kesini tanpa perintah adikmu. Seharusnya kau bisa berpikir, betapa bahagianya adikmu dengan kedatanganmu dengan susah payah dia menyiapkan makan siang sampai makanan itu dingin. Tidakkah anda memiliki perasaan belas kasih kepadanya hanya sekedar menghargai usahanya?" ucap Cherry dengan nada tinggi.
"Lebih baik kita pergi dari sini Desty, sepertinya kakakmu ini sedang berpikir" ajak Cherry sembari menggandeng Desty yang sudah berlinangan air mata.
Anton terdiam. Untuk kedua kalinya dia tertampar dengan ucapan Cherry. Anton menyadari selama ini dirinya kurang memperhatikan Desty adik tirinya. Padahal selama ini Desty sangat perhatian dengannya. Sejak ditinggal kedua orang tuanya, Desty menganggap Anton sebagai orang tuanya. Kedua orang tuanya mengalami kecelakaan. Ayah Anton menikahi ibunya Desty, dikarenakan ibu kandung Anton meninggal dunia akibat penyakit asma yang dideritanya.
"Mengapa bocah itu selalu bisa membuatku seperti ini" keluh Anton.
"Sudahlah Des... tak perlu kau dengarkan ucapan kakakmu itu, sangat tak penting sekali" ucap Cherry.
"Terimakasih... tapi aku perlu waktu untuk sendiri" pinta Desty.
Cherry mengangguk, mengerti yang diinginkan Desty.
Bersambung....
...----------------...
Hai Ka... sudah hari senin lagi, tetap semangat walau keadaan sedang biasa-biasa saja.
Aku mau Rekomendasiin nih karya temanku dengan judul SERPIHAN YANG DI SIA-SIAKAN.
Pernikahan Lima tahun nyatanya tidak membuat Nadira Megantari, mengenal baik suaminya.
Kehidupan pernikahan yang awalnya sederhana dan harmonis, berubah ketika Nadira harus menerima fakta bahwa suaminya, malah mendua dengan sepupunya sendiri di ulang tahun pernikahan ke lima mereka.
__ADS_1
Haruskah Nadira bertahan dalam pengkhianatan itu, atau malah memilih bangkit dan memulai hidupnya kembali?