
"Mama....," panggil Neva keluar dari kamarnya.
Sekarang tidak hanya mama yang tertawa melihat Neva melainkan semua orang dirumah saling tertawa melihat kondisi mereka antara satu dengan yang lain.
"Kau terlihat cantik Neva," sahut seorang yang membuat semuanya kacau.
Neva hanya tersenyum kecut menanggapi ibu hamil yang merasa tak bersalah sama sekali.
"Kenapa kalian semua disini?" tanya Cherry melihat semuanya masih berdiri diruang tamu.
"Mama... apa mama tak mau kedepan membantuku menyalami para tamu?" tanya Cherry.
Mama Risti tersenyum kikuk lalu mengikuti menantunya yang somplak.
"Neva... full senyum..." ucap Cherry sebelum melangkahkan kaki.
"Kalo bukan kaka ipar plus sahabatku udah tak jitak kepalanya. Masa' iya kita pake baju ginian deh ka...," keluh Neva.
"Masih mending pantes elu pake, nah gua...?" sahut Steve.
Neva menoleh kearah Steve yang baru tiba, sontak saja Neva tertawa terbahak-bahak melihat Steve. Kostum berwarna pink cetar dengan motif Hello Kitty dipadukan dengan sepatu pink, sungguh sangat luar biasa ide kreatif Cherry.
"Hahaha.... ternyata ada yang lebih aneh dari aku...," tawa Neva langsung pecah sampai membuat perutnya sakit.
Sedang diluar sana, papa Hadi, Lucas, Lexi dan Yora menyambut kedatangan para tetangga serta tamu undangan. Tak sedikit dari mereka menertawakan kostum keluarga tersebut. Namun ada pula yang memberi pujian kepadanya.
"Lucas... apa kemarin tak mengetahui perubahan kostum ini?" bisik Lexi sambil menyalami para tamu.
"Aku tak bisa berbuat banyak, Cherry bilang ini keinginan twins bukan keinginannya" jawab Lucas setengah berbisik.
"Kalian daritadi berisik," ucap papa Hadi.
"Papa... apa papa tak merasa malu?" tanya Lucas.
"Untuk apa malu? pilihan istrimu sangat luar biasa" jawab papa Hadi membuat Lucas dan Lexi saling melemparkan pandangan.
"Masih mendingan Cherry, dulu mama kalian hamil Neva mintanya pake kostum pewayangan" imbuh papa Hadi.
Lexi dan Lucas langsung tertawa bersama mengingat moment itu.
"Aaaargh...," keluh Cherry memegangi perutnya. Brandon yang baru tiba memegangi Cherry.
"Lu napa?" tanya Brandon.
__ADS_1
"Aaaargh...," teriak Cherry kesakitan, tapi kali ini tangannya memegangi tangan Brandon kuku tajamnya menancap dikulit mulus Brandon.
"Aaaa... Aaaa... Aaaa...!" kali ini bukan suara Cherry melainkan Brandon yang kesakitan. Lucas dan yang lain langsung menoleh kearah sumber suara.
"Eit... eit... apa-apaan pegang-pegang istriku..." protes Lucas.
"AAAA...!" bukannya menjawab Brandon semakin keras berteriak.
PLETAK!
"Kampret nih orang! gua kesakitan malah dijitak!" sahut Brandon.
"Aaaargh...!" Cherry kembali menjerit kesakitan begitupun dengan Brandon, dia merasakan panas ditangannya. Mereka berdua kembali menjerit bersama menjadikan sebuah irama dan melodi gembira eh... bukan gembira tetapi sengsara.
Lucas yang sudah cemburu daritadi langsung menarik tangan Cherry ke tangannya. Namun apa yang terjadi jeritan itu berpindah kepadanya.
"Wadidaw... Aw... Aaaargh...!" suara lenguh kesakitan Lucas.
"Tau gitu biar Brandon aja kalau gini rasanya," oceh Lucas gantian.
"Kalian ini sedang apa?" tanya mama Risti.
"Ma... tolong Lucas ma..." ucap Lucas merengek kepada mamanya.
"Nak, apa kau merasakan kontraksi?" tanya mama Risti khawatir.
"Ga tau ma... tiba-tiba rasanya sakit," jawab Cherry.
"Lucas... kau bawa Cherry masuk ke kamar saja, biarlah istirahat. Nanti kita bawa dia ke dokter Rendi." perintah mama Risti.
"Tidak usah ma... udah ga sakit kok," sahut Cherry sambil tersenyum tanpa merasa bersalah telah melukai dua pria di depannya.
"Sayang... aku mau ice cream itu," pinta Cherry seenaknya setelah apa yang telah dia lakukan kepada suaminya.
"Apapun itu boleh demi kau dan twinsku asal kalian bahagia," jawab Lucas sambil mengelus tangannya yang penuh dengan tanda kuku dari istrinya.
"Aku makin sayang padamu suamiku, Cup!" ucap Cherry lalu mengecup pipi Lucas setelahnya.
"Enak bener sih lu habis sakit disayang, nah gua masih perih semua" sahut Brandon seusai Cherry meninggalkan keduanya.
"Kau pikir aku ga sakit... baru tau aku kekuatan bumil lebih kuat dari power rangers" ucap Lucas.
"Hahaha....!" tawa Neva dan Desty bersamaan melihat drama ikan terbang yang dibintangi oleh Lucas dan Brandon.
__ADS_1
"Baru tau juga kalau kalian pria Hello Kitty beneran... hahaha...!" imbuh Neva menertawakan Lucas dan Brandon.
Acara tersebut berjalan dengan khidmat dan lancar selama kurang lebih 2 jam lamanya. Beberapa kali Lucas dan Cherry meneteskan air mata atas syukur karunia Tuhan kepadanya. Lucas terus saja menggenggam jemari istrinya, begitupun sebaliknya. Nampaknya benar kata pepatah tak kenal maka tak sayang. Andai saja Cherry tak menerima perjanjian nikah kontraknya dulu dengan Lucas maka ceritanya akan berbeda.
...Untukmu yang tersayang,...
...Ketika kamu memutuskan untuk mencintai seseorang tanpa mengharapkan apapun dari perasaan itu,...
...akan lebih mudah bagimu untuk merelakan jika suatu saat nanti perasaan itu selesai....
...Ya, kamu pasti kehilangan....
...Namun di balik rasa kehilangan itu,...
...kamu juga menemukan perasaan lega....
"Sedang apa kau sayang?" tanya Lucas memasuki kamarnya. Selesai acara Cherry memutuskan untuk beristirahat dikamarnya. Rendi yang kebetulan juga hadir sebelum pulang dia menyempatkan memeriksa kandungan Cherry.
"Rendi mengatakan kau mengalami kontraksi palsu---"
"Apa itu kontraksi palsu ka?" tanya Cherry menjeda ucapan Lucas.
"Kontraksi palsu atau Braxton hicks adalah kontraksi yang dialami oleh ibu hamil namun tidak teratur dan rasa nyeri yang dialami hilang timbul. Tidak hanya pada trimester ketiga, kontraksi palsu kerap muncul saat kehamilan memasuki usia trimester kedua. Rendi berpesan agar kau banyak istirahat dan jangan memikirkan hal-hal yang berat." tukas Lucas sambil membelai rambut panjang Cherry.
"Aku hanya rindu kepada Ayah dan ibu," ucap Cherry. Kini wajahnya berubah menjadi sedih.
Lucas mengerti yang dirasakan Cherry saat ini. Disaat hamil seperti ini pasti dia merindukan orang tua berada disampingnya. Lucas memeluk Cherry dari belakang lalu menempelkan pipinya.
"Masih ada mama dan papa yang akan mendampingimu sampai kapanpun. Sekarang ada Yora juga disini, ada Neva dan Desty kau tak akan kesepian. Twins sangat beruntung memiliki seorang mama sepertimu, dilahirkan dari wanita yang kuat , hebat dan cantik" ucap Lucas kini beralih mengelus perut buncit Cherry.
Cherry membalikkan badan, kini posisinya berhadapan dengan Lucas. Cherry menangkup wajah Lucas.
"Twins juga beruntung memiliki seorang papa yang hebat, tangguh dan tampan sepertimu ka... maafkan aku sudah menjauhkan kalian selama 5 bulan ini. Ibu dan ayah sudah tepat menitipkan aku kepadamu. Aku sangat mencintaimu ka..," ucap Cherry.
"Aku juga sangat sangat sangat mencintaimu Cherry...," balas Lucas.
Dibawah sana semua orang sedang berkumpul diruang keluarga. Mereka semua mengobrol membicarakan keadaan Cherry.
"Ka Yora... apa dulu kaka juga mengalami kontraksi palsu?" tanya Neva.
"Setiap ibu hamil pasti pernah merasakan kontraksi palsu, hanya saja dulu kakakmu selalu cepat tanggap jadi kaka tak merasakan apa-apa" ucap Yora tersenyum kepada Lexi yang berada diseberangnya.
"Kalian romantis sekali..." sindir Neva.
__ADS_1
Bersambung....