
Gisella baru saja sampai di rumah Irene, dan betapa herannya dia saat melihat pintu rumah Irene yang terbuka. Gisella pun masuk dan terus berteriak memanggil nama Kenzie. Namun, ia tidak mendapati Kenzie ada di dalam rumah itu.
"Kenzie kemana sih? Apa jangan - jangan terjadi sesuatu sama dia,"
Gisella pun dengan sangat tergesa - gesa langsung mencari Kenzie ke sekitaran rumah Irene. Di saat yang bersamaan, mobil yang membawa Kenzie mengalami kerusakan pada mesin hingga para anak buah suruhan Akselino pun turun untuk mengeceknya.
"Kenapa bisa mogok di saat begini sih ini mobil?,"
"Kan aku dah bilang kalau pas dapat job gede dan bayaran itu gede itu langsung beli mobil baru. Jangan uangnya dipakai buat senang - senang doang,"
"Ah berisik loh, cepat nih bantuin gue perbaiki nih mobil biar bisa cepat kita bawa anak itu ke markas agar biar cepat juga kita dapat duitnya,"
"Iya juga ya, yaudah sini gue bantuin,"
Disaat itulah Kenzie terbangun karena efek obat bius nya yang sudah mulai hilang. Kenzie sadar bahwa dirinya sedang dalam bahaya.
"Ya Tuhan Kenzie sekarang sedang dalam bahaya, tapi kata Mama Kenzie gak boleh panik. Kenzie adalah anak laki - laki jadi Kenzie harus berani. Mumpung orang - orang itu laki pada sibuk, Kenzie harus cepat keluar dari sini dan lari sekencang-kencangnya,"
Kenzie pun nekad keluar dari mobil dan terus berlari. Anak buah suruhan Akselino menyadari Kenzie yang kabur. Mereka berdua pun akhirnya mengejar Kenzie. Kenzie merasa sangat ketakutan hingga dirinya tidak melihat jalan dan akhirnya tertabrak sebuah mobil yang melaju dari arah berlawanan.
Anak buah suruhan Akselino pun mulai panik dengan apa yang telah terjadi pada Kenzie. Mereka ingin menolongnya tetapi para warga sekitar terlanjur datang dan mereka tidak mau terkena masalah. Akhirnya mereka pun memutuskan untuk meninggalkan Kenzie dalam keadaan kritis begitu saja.
Sementara itu, Di acara jamuan makan malam Reza tiba - tiba saja mendapatkan telepon bahwa ibunya sakit. Reza pun meminta maaf pada Irene karena harus meninggalkannya.
"Irene, aku minta maaf padamu. Tapi aku harus pergi sekarang juga,"
"Ada apa, Za? Apakah ada masalah?,"
"Ibuku tiba - tiba saja penyakit jantungnya kambuh. Dia sekarang sedang berada di rumah sakit dan kondisinya juga sangat buruk jadi aku harus segera pergi sekarang juga. Aku minta maaf banget sama kamu karena aku gak bisa anterin kamu pulang,"
"Gak apa - apa, Za. Aku bisa pulang sendiri kok. Semoga mama kamu cepat sembuh ya, Za,"
__ADS_1
"Amin, yaudah aku pamit ya, Ren,"
"Iya, Za,"
Disaat Reza telah pergi, Afnan mencari kesempatan untuk mendekati Irene. Namun, Irene tetap tidak memperdulikannya.
Disisi lain, Gisella terus mencari keberadaan Kenzie hingga ia melihat banyak sekali orang berkerumun di pinggir jalan besar yang tidak jauh dari perumahan - tempat Irene tinggal.
"Ada apa ya? Kok rame - rame kayak gitu. Astaga jangan - jangan Kenzie,"
Gisella sudah memiliki firasat buruk tentang Kenzie. Ia pun langsung berlari ke arah kerumunan orang itu dan menyuruh beberapa orang untuk menyingkir. Dan benar saja dugaan Gisella bahwasanya terjadi hal buruk pada Kenzie. Ia melihat Kenzie sudah tidak sadarkan diri dengan tubuh yang berlumuran darah. Gisella menangis dan berteriak histeris agar orang - orang mau membantunya untuk memanggilkan ambulance agar Kenzie bisa segera di bawa ke rumah sakit terdekat.
*****
Acara jamuan makan malam.
"Sendirian aja, dimana pacar kamu itu,"
"Galak amat, kamu harus ingat bahwa kita belum resmi bercerai,"
"Afnan, aku udah capek ya kalau harus terus - terusan berurusan sama kamu,"
"Ren mau sampai kapan sih kamu kayak gini terus sama aku. Surat dari pengadilan aja belum keluar itu artinya kita masih sah sebagai suami istri dan aku berhak dong untuk dekat sama istri aku sendiri, yang gak berhak dekat sama kamu itu, sih Reza, dia bukan siapa - siapa kamu,"
"Afnan aku udah gak cinta sama kamu, kamu kan dari awal memang pengen pisah sama aku, sekarang sudah aku kabulkan permintaan kamu itu, jadi jangan pernah kamu ganggu aku lagi,"
"Aku ganggu hidup kamu karena ada satu hal yang masih aku curigai tentang anak yang bersama denganmu itu, apa itu anak aku Ren,"
"Bukan, Kenzie bukan anak kamu, dia anak aku, dan kamu bukan siapa - siapanya dia, jadi kamu gak pernah lagi ikut campur masalah hidup aku dan juga anak aku,"
Ketika Irene dan Afnan sedang berdebat tiba - tiba saja Irene mendapatkan panggilan telepon dari Gisella. Irene pun langsung mengangkat panggilan telepon itu.
__ADS_1
"Halo, Gis. Ada apa ya?,"
"Ren, kamu cepat ke rumah sakit dekat rumah kamu ya, Kenzie Ren,"
"Kenzie kenapa, Gis? Jawab aku Gis, Kenzie kenapa?,"
"Kenzie di tabrak mobil dan dia sekarang harus segera di operasi. Aku mohon kamu cepat datang kesini ya,"
"Hah kok bisa, gimana ceritanya Kenzie di tabrak mobil,"
"Apa?! Kenzie ditabrak mobil. Bagaimana bisa?," batin Afnan.
"Panjang ceritanya, Ren. Kamu cepat datang ke alamat rumah sakit yang udah aku sharelock ke kamu ya,"
"Iya oke - oke, aku akan segera kesana,"
Setelah panggilan telepon itu berakhir, Irene pun bergegas untuk pergi tetapi Afnan sekali lagi menghalanginya hingga membuat Irene sangat marah.
"Ren, kamu mau kemana?,"
"Lepasin aku, Nan. Aku harus segera pergi sekarang juga. Nyawa anakku sedang di ujung maut,"
"Oke, aku anterin kamu ya,"
"Gak usah, aku bisa pergi sendiri,"
"Kamu mau cari taxi dimana malam - malam begini terus diluar lagi hujan, Ren. Aku anter aja ya,"
"Benar juga kata Afnan, yaudah deh aku terima tawaran dia aja lagipula Kenzie sangat membutuhkan aku saat ini," - Batin Irene.
"Baiklah aku terima tawaranmu,"
__ADS_1
Akhirnya Afnan pun mengantarkan Irene untuk pergi ke rumah sakit.