Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 167. Dalang sebenarnya


__ADS_3

...Hy Kamoohhh .....


...Jangan sibukkan pikiranmu pada hal-hal yang tidak kamu miliki,...


...namun fokuskan syukur pada hal-hal...


...yang nyata-nyata kamu miliki ......


...----------------...


"Kenapa baru 10 jam aku sudah sangat merindukan kakak om..." gumam Cherry sembari menatap foto keluarga mereka. Padahal baru saja mereka melakukan panggilan video.


"Cherry... apa Aksa sudah tidur?" tanya mama Risti.


"Iya ma... Aksa baru saja tertidur." jawab Cherry.


"Sudah malam, apa kau tak ikut tidur?" tanya mama Risti kembali.


"Sebentar lagi ma...," jawab Cherry.


"Kau masih merindukannya?" tanya mama Risti melihat Cherry duduk didepan foto Lucas.


"Iya ma... tak biasanya Cherry begini." keluh Cherry sambil memanyunkan bibirnya.


Mama Risti tersenyum, "Lucas hanya sebentar, selesai tugasnya dia akan segera pulang." sahut mama Risti.


"Malam ini mama akan menemanimu Cherry, segeralah tidur... kau tak mau kan kantong mata itu menyerang wajahmu" mama Risti sengaja menakut-nakuti Cherry.


"Baiklah ma... Cherry akan tidur...," Cherry mengikuti perintah mama Risti. Tetapi sebelumnya, Cherry memeluk mama Risti terlebih dulu.


"Terimakasih sudah menjadi mama terbaik buatku, aku sangat sayang mama" ucap Cherry.


"Terimakasih juga sudah menerima Lucas sampai detik ini Cherry...," sahut mama Risti.


Keduanya kemudian tidur disamping kanan kiri baby Aksa.


**


"Lucas, lu dimana?" tanya Brandon mengawasi kondisi gudang.


Sesampainya di lokasi, Lucas dan Brandon tak langsung ke perusahaan. Mereka berdua sengaja merahasiakan kedatangannya dari para karyawan staff yang lain. Hanya ada 1 orang kepercayaan Lucas yang mengatur rencana ini. Saat mereka tiba, Lucas dan Brandon langsung ditempatkan dibagian khusus, dan malam ini tanpa menunggu lama mereka melakukan rencananya menangkap pelaku sabotase gudang.


"His... sial! kenapa Lucas tak membalas panggilanku" umpat kesal Brandon.


Terdengar suara pintu terbuka, Brandon kemudian berfokus kepada segerombolan orang yang masuk kedalamnya.


"Apa kau melihatnya Brandon?" tanya Lucas pada akhirnya.

__ADS_1


"Kemana aja sih lu... daritadi gua hubungi kagak dijawab," jawab Brandon dengan sewot.


"Sorry... aku menemukan sesuatu jadi tak konsen dengan panggilanmu." jawab Lucas.


"Hai kau!" suara seseorang sedang membentak salah satu rombongannya.


"Kau hampir saja merusak rencana kita, untuk saja Gerald tak curiga" ucap seseorang itu.


"Ma-maaf tuan, saya tak bermaksud menyebut nama anda tadi. Tetapi tuan Gerald terus saja menanyakan yang kita ambil." sahut orang bernama Handi.


"Kau sudah tak bisa diandalkan, lebih baik kau ke neraka saja!" bentak pria itu lagi.


"Tuan Erick... saya mohon... ampuni kesalahan saya... jika anda membunuh saya, bagaimana nasib istri serta anak-anak saya kelak." ucap Handi berjongkok memohon ampun kepada pria bernama Erick.


"Kau tak perlu bingung Handi, istrimu masih sangat cantik. Dia bisa menjadi istri ketigaku" sahut Erick.


"Saya mohon jangan tuan... saya janji akan lebih berhati-hati lagi." ucap Handi terus saja memohon.


"Baiklah, akan aku kasih kesempatan terakhir untukmu. Jika kau tak berhasil mencopy data perusahaan terbaru, maka istri dan anakmu menjadi tawananku." ancam Erick.


"Baik tuan... saya janji akan melakukan lebih baik." ucap Handi.


"Kalian semuanya...! mulai besok barang perhiasan yang akan di ekspor ke negara lain kalian ganti kualitasnya dengan kualitas rendahan. Dengan begitu Jewelry Axosha akan hancur!" ucap Erick.


Sekarang Lucas, Brandon dan Gerald mengetahui siapa dalang dari permasalahan selama ini. Erick merupakan keponakan papa Hadi, hubungan mereka memang sudah lama tak akur dikarenakan ayah Erick ingin merebut hak waris yang jatuh ke tangan papa Hadi. Bagaimana hampir seluruh warisan jatuh ke tangan papa Hadi, sebab Ayah Erick merupakan hasil hubungan gelap mamanya papa Hadi bersama salah satu staff perusahaannya. Cerita masa lalu keluarga papa Hadi terbilang rumit kala itu, namun dengan ketegasan kakeknya Lucas, harta warisan itu jatuh ke tangan papa Hadi.


"Breng*sek! rupanya dalang semua ini adalah perbuatanmu Erick!" umpat kesal Lucas masih memantau dari kejauhan.


"Tahan dulu Gerald. Kita tunggu apalagi yang akan mereka rencanakan." ucap Lucas berbisik lewat alat yang berada di telinganya.


Brandon berjalan lebih dekat secara mengendap-endap, sayangnya langkah Brandon tak sengaja menyandung sebuah besi kecil yang berada disana.


"Sepertinya ada orang lain disana." ucap Erick mendengar suara sandungan kaki Brandon.


'Sial...! kenapa harus saat ini' batin Brandon kesal.


Beberapa anak buah Erick memastikan suara yang tak sengaja didengar.


"Tak ada apa-apa tuan... kami sudah mengecek diseluruh tempat" ucap anak buah Erick. Untung saja Brandon dengan cepat bersembunyi kedalam tong yang berada di dekatnya.


'Hampir saja ketahuan' batin Brandon.


"Brandon... apa kau baik- baik saja?" tanya Gerald.


"kau tenang saja, aku masih bisa bernafas lega" jawab Brandon.


Kini giliran Lucas mencoba mendekati pergerakan mereka, sayangnya kali ini Lucas ketahuan oleh salah satu anak buah Erick.

__ADS_1


"Siapa kau!" teriak anak buah Erick melihat Lucas lalu mengejarnya.


"Hai kau... mau lari kemana!" teriak anak buah satunya ikut mengejar Lucas.


"Brandon... Lucas dalam masalah" ucap Gerald.


"Gerald... lu bantu Lucas mengalihkan perhatian mereka. Gua laksanakan rencana B" ucap Brandon.


Gerald ikut membantu Lucas menghadapi anak buah Erick. Perkelahian itu terjadi karena anak buah Erick terus saja menyerang Lucas.


"Kau tak apa Lucas?" tanya Gerald masih sempat-sempatnya.


"Kau tenang saja Gerald..." jawab Lucas.


Mereka berdua bersatu melawan anak buah Erick. Memang tak sepadan 20 lebih orang banding 2 orang.Gerald sendiri sempat kewalahan, dirinya tak menyangka jika Erick memiliki anak buah begitu banyaknya.


"Gerald.... awas!" teriak Lucas melihat salah satu anak buah Erick menodongkan senjata tajam. Hampir saja Gerald terkena.


Detik selanjutnya, tenaga keduanya hampir habis. Anak buah Erick mampu menjatuhkan Lucas dan Gerald. Meski tinggal beberapa anak buahnya, Erick merasa bahagia karena sudah bisa melumpuhkan Lucas dan Gerald.


"Lucas Xander Hadinata dan Gerald Danuarta kalian mau mencoba menggagalkan rencanaku... hahaha!" ledek Erick.


"Jangan mencoba bermain api denganku jika kalian tak mau terkena panasnya" ucap Erick.


"Sebenarnya apa yang kau inginkan Erick?" tanya Lucas dengan tangan sudah terikat.


"Hei Lucas... apa kau berpura-pura bodoh... sepertinya kau juga tahu apa yang aku inginkan" sahut Erick.


"Kau tak akan bisa merebut perusahaan ini Erick!" ucap Lucas.


"Sebaiknya kau mengaca siapa dirimu ini." imbuh Lucas sengaja memancing emosi Erick.


"Tutup mulutmu Lucas!" bentak Erick.


"Kau tak tahu apa-apa mengenai perusahaan ini" ucap Erick.


"Bagaimana aku tak tahu mengenai perusahaan yang didalamnya aku yang mengelola semuanya. Sepertinya otakmu perlu dicuci agar ingatan masa lalu mengenai perusahaan ini teringat kembali." sindir Lucas.


...----------------...


Met malam minggu untuk semua para reader tercinta ku... aku mau rekomendasi bacaan tak kalah seru judulnya "JAMUR Janda Muda di bawah Umur"



Kehidupan Alisha Fakhira seketika berubah, saat dirinya dijadikan sebagai pelunas hutang keluarganya. Iyaa gadis kecil yang baru beranjak 16 tahun itu dipaksa menikah pada seorang rentenir yang memiliki 4 Istri dan Alisha, menjadi istrinya yang 5. Akan tetapi statusnya sebagai istri hanya berlangsung satu hari saja. Karena diimalam pertamanya, sang suami malah meninggal dunia.


Karena telah dituduh sebagai pembawa sial. Alisha di usir oleh keempat para istri sang rentenir. Bukan hanya mereka saja yang mengusir dirinya. Bahkan keluarganya, juga ikut mengusir dirinya. Karena merasa bingung akhirnya Alisha memutuskan pergi ke kota, untuk mengadu nasib disana.

__ADS_1


Bagaimanakah kehidupan Alisha dikota?


Akankah ia menemukan cintanya disana? Yuk ikuti ceritanya, In shaa Allah tak kalah seru dengan novel author yang lainnya loh


__ADS_2