Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 140. Gendutan


__ADS_3

"Darimana saja kau Yora?" tanya Lexi diam-diam memperhatikan kedatangannya.


"Bukan urusanmu Lexi." sahut Yora masih mode kesal.


"Apa maksudnya kau berkata gitu Yora?" wajah Lexi mulai memerah bukan karena malu melainkan marah.


"Kau istriku, apa yang kau lakukan itu urusanku juga." nada suara Lexi meninggi begitu saja. Nampaknya Yora sudah membuat Lexi kecewa terhadapnya.


"A--aku tak bermaksud apa-apa," jawab Yora mulai ketakutan.


"Aku istirahat dulu...," pamit Yora namun tangannya langsung ditarik Lexi.


"Kau tak bisa seperti ini, sekarang katakan darimana saja kau!" kali ini Lexi mulai hilang kesabarannya. Lexi dengan tak sadar membentak Yora.


Jelas saja Yora kaget dengan bentakan Lexi. Tak terasa air matanya menetes jatuh mengenai pipinya. Yora menyeka air matanya dengan tangan satunya.


Lexi memejamkan matanya sejenak. Mengatur emosinya, lalu menarik tubuh Yora kedalam pelukannya.


"Maafkan aku Yora... aku tak bermaksud membentakmu. Aku hanya khawatir denganmu karena kau pergi dalam keadaan sedang tidak baik. Aku takut terjadi sesuatu padamu" ucap Lexi.


"Maafkan aku Lexi karena sudah pergi tanpa ijinmu." sahut Yora.


"Aku yang salah, jangan minta maaf lagi." ucap Lexi.


"Darimana saja kau sampai malam baru pulang ke rumah? ponselmu juga tak aktif" imbuh Lexi.


Yora melepaskan pelukan Lexi, membuka tasnya mengambil sebuah amplop putih didalamnya lalu memberikannya pada Lexi.


"Apa ini?" tanya Lexi bingung.


"Kau buka saja Lexi." jawab Yora.


Lexi mengikuti perintah Yora membuka amplop putih tersebut. Sejenak Lexi tertegun tak percaya, dia membacanya hingga dua kali. Mata Lexi berkaca-kaca karena pandangannya berganti kepada Yora.


"Yo--ra kau ha--mil...?" tanya Lexi memastikan.


Yora menganggukkan kepalanya sambil menahan rasa haru bahagianya.


Lexi langsung saja memeluk Yora kembali, mereka berdua merasa sangat bahagia.


"Kenapa kau tak mengajakku Yora?" tanya Lexi.


"Ini berita sangat bahagia setelah 7 tahun kita memiliki Agha." ucap Lexi.


"Maafkan aku Lexi, aku tak bermaksud menutupi semua ini. Siang tadi Cherry mengingatkan mengenai perubahan emosiku, dia menyarankan aku agar memeriksakan kandungan. Aku terkejut juga saat hasil menyatakan aku positif hamil lagi..." jelas Yora.


"Apapun itu, aku sangat bahagia Yora... aku sangat mencintaimu. Aku akan mengabari semuanya..." ucap Lexi terlihat sangat bahagia.


"Mama... papa... Lucas... Neva... semuanya...." panggil Lexi dengan teriak.


"Ada apa Lex?" tanya Lucas.


"Iya nih kak... ada apa kak?" tanya Cherry juga.

__ADS_1


"Roman-romannya ada berita bahagia Vin...," bisik Brandon.


"Aku sudah berpikir sama denganmu," bisik Vino juga.


"Lexi... ada apa, kenapa kau malam-malam berteriak memanggil mama dan papa?" tanya mama Risti.


"Neva mana?" tanya Lexi mengedarkan pandangannya tak menemukan Neva.


"Adikmu masih membacakan dongeng untuk Agha sebelum tidur." jawab mama Risti mewakili Neva.


"Eit.... bentar... bentar... bentar...," sahut Neva baru tiba.


"Ada apa nih rame-rame...?" tanya Neva.


"Agha sudah tidur?" tanya Yora.


"Beres kak... Agha sudah tidur kok," jawab Neva.


"Begini, alasan aku mengumpulkan kalian aku dan Yora mau mengumumkan sesuatu." ucap Lexi terlihat binar bahagia dari matanya.


"Buruan kak... apaan sih sesuatunya...," sahut Cherry tak sabar. Begitupun dengan Neva dia juga setuju dengan ucapan Cherry.


Lexi merangkul Yora mereka saling menatap antara satu sama yang lain. Mereka berdua tersenyum bersama,


"Kami mau mengumumkan jika Agha akan mendapatkan adik baru." ucap Lucas pada akhirnya.


"Maksudnya Yora hamil Lexi?" tanya mama Risti dan langsung mendapat anggukan dari Lexi dan Yora.


"Alhamdulillah....," ucap Papa Hadi, Lucas, Vino dan Brandon bersamaan.


Sedangkan Cherry dan Neva mereka langsung berhambur memeluk Yora.


"Selamat kakakku sayang...," ucap selamat Neva.


"Semoga sehat, selamat, lancar sampai lahiran. Aamiin."


"Benar kan yang aku katakan tadi, kau sedang dalam keadaan sensitif. Biasanya orang seperti ini sedang dalam fase hamil." ucap Cherry.


"Emangnya kau tau Cherr?" tanya Neva.


"Taulah... orang tubuh dia aja berubah gendutan... " jawab Cherry.


Mendengar kata gendutan, Yora yang sebelumnya bahagia kembali bersedih. Senyum beberapa saat lalu hilang begitu saja.


"Cherry......!" teriak bersamaan.


Selesai Lexi mengumumkan kehamilan Yora, Lexi harus mengatasi kesensitifan Yora gara-gara ulah Cherry. Lexi harus ekstra sabar dalam menghadapi Yora yang baperan. Entah karena gawan bayi kalau menurut orang Jawa atau entah perihal lain.


Dengan sejuta rayuan akhirnya Lexi berhasil mengendalikan mood Yora. Dan kali ini Lexi berhasil membuat Yora tertidur.


"Untung saja dia tertidur, kalau ga bisa kewalahan urusnya," gumam Lexi.


"Ini semua gara-gara Cherry, awas kalau bikin masalah lagi... ga bakal ada ampun..." gerutu Lexi.

__ADS_1


**


"Kakak om... kakak om... " panggil Cherry.


"Iiih... kenapa ditinggal tidur sih, terus tadi aku cerita sama siapa?" keluh Cherry.


"Ya udah ah... ikut tidur aja kalau gitu"


Cherry kemudian ikut tertidur. Malam itu, menjadi malam bahagia bagi papa Hadi dan mama Risti. Tak disangka setelah apa yang terjadi pada keluarganya, mereka berdua akan dikaruniai cucu baru.


"Pa... mama teringat kepada Abimana. Mama sangat sedih jika mengingat kematian Abimana dengan cara seperti itu." ucap mama Risti.


"Ma... semua yang terjadi sudah menjadi takdirnya. Jangan pernah menyesal dengan yang sudah menjadi jalannya." sahut papa Hadi.


"Mama sangat bangga terhadap Cherry, dia mampu lebih dewasa dalam menghadapinya. Tidak berlarut lama pada kesedihannya, Cherry sadar masih ada Lucas dan Adhyaksa yang membutuhkannya." ucap papa Hadi.


"Iya Pa... Lucas sangat beruntung bisa mendapatkan hati Cherry seutuhnya." sahut mama Risti.


"Pa... untuk acara Aqiqah Agha dan Adhyaksa rencana dilaksanakan kapan?" tanya mama Risti.


"Papa belum bicara dengan Lucas. Lucas sendiri sebagai pemula tak pernah bertanya-tanya soal kewajiban bayi yang baru lahir." ucap papa Hadi.


" Masih ada waktu besok kan pa? Sekarang, papa banyak istirahat." perintah mama Risti.


"Terimakasih ma...," sahut papa Hadi.


**


"Masih belum tidur?" tanya Vino.


"Vino... apa lu pernah berbuat kesalahan?" tanya Brandon.


"Pertanyaan yang sangat aneh," jawab Vino.


"Dari kecil aku khilaf terus...,"


Bersambung....


...----------------...


Good malam semua... semoga tidurnya nyenyak dan mimpi indah 🥰


Boleh nih aku rekomendasiin karya temanku "Takdir"



Setelah sama-sama merasakan sakit hati yang paling dalam, Bima dan Renata menata hati mereka, sampai akhirnya, Renata dan Bima kembali menemukan kebahagiaan bersama pasangannya masing-masing.


Namun, takdir ternyata kembali mempertemukan mereka dalam situasi yang sama-sama sulit.


Lalu, akankah takdir kembali berpihak pada mereka setelah mereka berdua sama-sama merasa kehilangan?


Yuk, kepoin kisah Bima dan Renata. Seperti biasanya, jangan lupa sedia tisu, karena cerita ini banyak mengandung bawang.

__ADS_1


__ADS_2