
...Seperti sedang bertahan tapi tidak tau apa yang di pertahankan. ...
...seperti sedang menunggu tapi tak tau apa yang ditunggu. ...
...Dasar aku......
...Lelah........
...----------------...
"Kau belum tidur sayang?" tanya Lucas selesai dari menidurkan baby Aksa.
"Ini baru mau tidur" jawab Cherry mengambil selimut.
"Apa ada yang sedang kau pikirkan?" tanya Lucas lagi.
"Emmm... tak ada," jawab Cherry tersenyum lalu mengecup pipi Lucas.
"Ayo kita tidur...," ajak Cherry.
'Kau terlihat sedang menyembunyikan sesuatu sayang...' batin Lucas.
Keesokan pagi seperti biasanya Cherry, Yora, dan Neva akan berbagi tugas di dapur bersama mama Risti dan Asisten rumah tangga. Keluarga ini memang tak mau mengandalkan semua pekerjaan dapur kepada pembantunya. Hadinata dan Risti selalu mengajarkan anak menantu serta cucu-cucunya untuk tidak bergantung pada pembantu. Bukan karena apa tetapi mereka mengajarkan bahwa ada pahala istri yang masih bisa diambil dari sekedar mempersiapkan makanan.
"Tara.... nasi goreng ndeso ala Yora dan Cherry..." ucap Cherry memperkenalkan masakan Jawa yang sering dibuat oleh ibu Rahayu.
"Sepertinya enak Cherry...," papa Hadi sepertinya tertarik.
"Boleh papa memakannya?"
"Boleh dong pa... papa pasti nambah lebih 2 piring masakan Cherry" ucap Cherry sangat yakin.
Papa Hadi menyendok nasi goreng tersebut kemudian memasukkan kedalam mulutnya. Layaknya kontes memasak, Cherry dan yang lain menunggu komen dari papa Hadi.
"Semoga saja om Hadi ga batuk-batuk selesai makan," sindir Brandon.
"Pasti masakan istriku sesuai dengan lidah papa," ucap Lucas.
"Gimana pa, apanya yang kurang?" tanya Cherry.
"Kurang---- kurang banyak Cherry... masakanmu sangat enak" puji papa Hadi.
"Tuh kan bener... masakanku sangat enak. Aku kan pandai memasak" puji Cherry kepada diri sendiri.
Selesai sarapan bersama, Cherry meminta izin kepada Lucas.
"Kakak om... aku mau izin." ucap Cherry langsung membuat Lucas berhenti memakai dasi.
"Kau mau kemana sayang?" tanya Lucas.
"Aku mau ketempat Desty, bolehkah aku mengajak Aksa?" jawab Cherry.
"Bukankah kemarin kalian sudah bertemu kemarin?" tanya Lucas.
"Iya... tapi ini aku mau main lagi kesana..." protes Cherry.
__ADS_1
"Sayang... aku tak pernah melarangmu pergi kemana saja, karena aku percaya padamu" ucap Lucas.
"Berarti boleh ya..." rayu Cherry.
"Sayang... lebih baik kau ajak Desty kemari saja. Kasihan jika Adhyaksa diajak main kesana kemari. Semalam Adhyaksa terlihat sangat capek tidurnya sedikit pagi" ucap Lucas memberitahu.
"Kenapa kakak om tak membangunkanku? aku kan bisa bantu menjaga Aksa juga. Aku jadi merasa sangat bersalah" sahut Cherry sedikit menyesal tak seharusnya semalam dia mengajak banyak Aksa ke tempat Desty. Seharusnya baby Aksa segera tiba dirumah untuk istirahat.
"Kau juga terlihat sangat lelah sayang, aku memang sengaja tak membangunkanmu." ucap Lucas langsung membuat hati Cherry meleleh.
"Besok lagi jangan begini kakak om... apapun yang terjadi harus kita hadapi bersama tak boleh ada yang masing-masing." sahut Cherry menegaskan.
"Baiklah. Jadi mulai saat ini mari kita saling terbuka satu sama lain" ucap Lucas pada intinya.
"Maksudnya apa kakak om?" tanya Cherry pura-pura tak tahu maksud Lucas.
"Sayang... sebenarnya apa yang terjadi dengan Desty?" tanya Lucas.
"Aku sudah mendengar percakapanmu di toilet kemarin. Sekarang aku hanya ingin kau memberitahuku secara langsung."
'Pertanyaan suamiku detail banget...' gumam Cherry.
"Maaf suamiku, aku belum bisa memberitahumu sekarang....," sahut Cherry.
"Baiklah kalau begitu, aku menganggap kau tak jujur padaku sayang" ucap Lucas kecewa.
Melihat ekspresi Lucas kecewa, Cherry merasa bersalah lalu memeluk Lucas dari belakang.
"Aku hanya tak mau kau memecat Desty setelah kau mengetahui kebenarannya kakak om..." ucap Cherry.
Lucas mengendurkan pelukan Cherry kemudian berbalik berhadapan dengan Cherry.
"Atas dasar apa aku memecat seorang karyawanku yang memiliki IQ baik" ucap Lucas.
"Desty sahabatmu berarti dia juga sahabatku."
Cherry terdiam agak lama. "Aku akan menceritakan semuanya, tapi janji kakak om tak akan bilang siapa-siapa mengenai ini" pinta Cherry. Lucas pun langsung menyetujuinya.
"Desty... Desty sedang hamil" Akhirnya Cherry memberitahu Lucas mengenai kondisi Desty.
"Siapa pria yang sudah melakukan ini kepadanya?" tanya Lucas kali ini dengan mode serius.
"Pria itu... om Branded." jawab Cherry langsung membuat hatinya lega.
"Aku akan membuat Brandon mempertanggung jawabkan perbuatannya." ucap Lucas.
"Semuanya sudah terlambat kakak om..." ucap Cherry bersedih.
"Karena hari ini, Desty akan mengajukan resign dan akan meninggalkan kota ini" imbuh Cherry.
"Tidak akan aku biarkan. Kau tahan Desty sayang... aku akan membawa Brandon kesana" akhirnya Lucas ikut berpikir cara mempersatukan mereka.
"Adhyaksa gimana?" tanya Cherry.
"Aku akan meminta mama untuk menjaganya" jawab Lucas.
__ADS_1
**
Tok... tok.. tok...
"Desty... Desty... dimana kau?" teriak Cherry sambil mengetuk pintu rumah Desty.
"Steve... ini Desty kemana?"
Steve kemudian mencari kebelakang rumah Desty namun hasilnya sama tak menemukan apa-apa.
"Cherry... sepertinya Desty sudah pergi." ucap Steve.
"Tak bisa begini Steve... Desty harus memberitahu semua ini kepada om Branded. Karena bagaimanapun dia harus bertanggung jawab" ucap Cherry.
"Tapi lu tau sendiri kan Cherry keputusan Desty gimana?" Steve mengingatkan Cherry akan ucapan Desty.
"Steve... kita harus mencarinya. Kau tau kan kalau Desty tak mempunyai siapa-siapa selain kak Anton? aku sangat mengkhawatirkannya Steve..." ucap Desty panik dan bingung.
**
"Lu mau bawa gua pagi-pagi kemana Lucas?" tanya Brandon. Pasalnya sebelum Lucas tiba, Brandon masih melanjutkan mimpi indahnya.
"Nanti tau sendiri" jawab Lucas singkat.
Drrrrttt... drrrrrt...
"Kita bertemu disana saja sayang" ucap Lucas lalu menutup panggilannya. Lucas lalu melajukan kendaraannya semakin kencang.
Tak menunggu lama sekitar 15 menit Lucas dan Brandon tiba ditempat janjian mereka dengan Cherry.
"Kakak om... Desty sudah meninggalkan kediamannya. Aku harus cari kemana lagi... hik... hiks..." ucap Cherry.
"Sayang... tenanglah kita cari Desty bersama" sahut Lucas menenangkan.
"Apa yang terjadi dengan Desty?" tanya Brandon terlihat mulai panik.
"Desty pergi sedangkan kami belum mengetahui kemana perginya." jawab Steve.
"Biarkan dia pergi paling bentar lagi juga pulang." sahut Brandon pura-pura santai padahal dalam hatinya merasakan panik juga.
"Om Branded tuh memang ga punya perasaan..." Cherry sangat kesal dengan ucapan Brandon.
"Untuk apa gua pake perasaan Cherry...."
"Terserah om Branded lah...! pesanku, jangan sampai om Brandon menyesal di kemudian hari." ucap Cherry ketus.
"Apa yang membuat lu pengertian sampai segininya bocah ingusan" tanya Brandon.
"Desty sahabatku, wajar kalau aku pengertian dengannya. Lagian saat ini mental dia sedang di uji, aku hanya takut terjadi apa-apa dengannya"- jawab Cherry.
" Dia sudah dewasa, pasti dia bisa menjaga dirinya sendiri "
Bersambung....
... ...
__ADS_1