
Perusahaan.
"Wah, bos baru kita sangatlah menawan,"
"Tuan Akselino Pranata juga tidak kalah tampan dengan bos baru kita,"
"Aku dengar bos baru kita itu sudah menikah loh,"
"Hah? Benarkah?! Yah kalau begitu aku tidak bisa mendekatinya dong,"
******
Ruang Kerja.
"Pelet apa yang sudah kamu gunakan hingga pegawaimu semakin menggila seperti itu,"
"Saya itu kan memang sudah tampan sejak lahir jadi saya tidak perlu menggunakan pelet apapun lagi untuk membuat seorang wanita tergila - gila pada saya,"
Tok...Tok..Tok..
"Masuk," Teriak Afnan.
Seorang wanita muda pun masuk ke dalam ruangan itu.
"Tuan, ini ada lima kandidat final yang dipilih untuk menduduki posisi sebagai sekretaris, mohon dilihat. Dan ini jadwal agenda Tuan hari ini, ada beberapa meeting penting yang harus Tuan hadiri,"
__ADS_1
"Terimakasih, letakan saja itu di meja saya. Lalu pergilah,"
"Baik, Tuan,"
Wanita muda itu pun meletakkan dokumen yang ia bawakan tadi di atas meja kerja Afnan. Lalu pergi meninggalkan ruangan itu.
"Kamu kenapa kasar sekali sih pada wanita itu, Nan. Aku lihat - lihat dia lumayan cantik juga loh,"
"Lebih cantikan istriku daripada wanita itu,"
"Benarkah? Aku sama sekali belum pernah melihat wanita yang masih menjadi istrimu itu. Seberapa cantiknya sih dia itu? Aku jadi penasaran dengan wajahnya,"
"Nanti kamu juga bakalan tau sendiri. Sudahlah, aku harus menghadiri meeting penting sekarang juga,"
"Jangan membicarakan tentang ini lagi. Sudah ku katakan bahwa aku akan segera membawa Irene kembali pulang bersama denganku dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah mengganti posisi dia sebagai istri dengan wanita lain manapun,"
"Oh oke, baiklah. Aku sepertinya telah berbicara terlalu banyak hingga membuatmu sedikit marah,"
"Aku harap kamu tidak membicarakan tentang ini lagi,"
Afnan pun berjalan keluar ruangan dengan diikuti oleh Akselino di belakangnya.
*****
Afnan berjalan masuk ke dalam ruangan meeting. Semua karyawan yang ada disana seketika terdiam saat Afnan dan Akselino melangkah masuk ke dalam ruangan itu. Beberapa karyawan mulai berbisik mengenai perubahan ekspresi wajah Afnan yang tadinya murah senyum menjadi dingin dan sedikit marah.
__ADS_1
"Siapa sih yang telah membuat Boss tampan kita itu terlihat sangat menakutkan seperti itu,"
"Iya aku seperti ingin mencincang tubuh orang yang telah membuat marah Boss kita. Lalu membuangnya ke laut agar dimakani oleh para hiu - hiu disana,"
"Kalau aku malah ingin melemparkan orang itu ke dalam pekarangan buaya agar ia musnah dari hadapan Boss kita,"
Ah...Chooo...Ah...Chooo...
Akselino tiba - tiba saja bersin tanpa henti. Ia merasa hidungnya tiba - tiba saja merasa sangat gatal.
"Siapa sih yang sedang mengutukku dan juga membicarakan yang tidak - tidak tentangku hingga hidungku menjadi sangat gatal sekali," Batin Akselino
"Jika kamu merasa tidak sehat, Maka keluar lah dari ruangan ini, Suara bersin mu membuat kami semua terganggu,"
"Maafkan saya Pak, saya berjanji tidak akan membuat keributan lagi,"
"Ah sudahlah ngapain juga aku pikirkan, siapapun yang sedang membicarakan ku saat ini pasti mereka sedang iri dengan ketampanan dan keberhasilanku saat ini,"
******
Singkat cerita, Irene pun mendatangi departemen IT untuk bertemu dengan Boss barunya. Tetapi saat, ia masuk ke dalam ruangannya. Ia tidak menemukan Boss barunya berada di dalam sana.
"Ruangan ini kosong. Apakah Boss baru itu sedang meeting bersama dengan karyawan disini, kalau begitu aku harus segera kesana atau aku akan ketinggalan informasi penting nantinya,"
Irene pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke ruang meeting.
__ADS_1