
Pagi itu Cherry harus menahan rasa bahagianya mendengar ditemukannya Desty, ditambah lagi Desty sedang bersama Brandon. Itu artinya keduanya sudah saling tahu mengenai perasaan masing-masing. Pikir Cherry.
Cherry mondar-mandir didepan kamar baby Aksa sambil menggendongnya. Dia ingin sekali membangunkan suaminya untuk segera menyusul ketempat yang sudah dikirim oleh Brandon.
"Ngapain Cherr?" tanya Neva tak sengaja lewat.
"Nyetrika." jawab Cherry sedikit kesal.
"Nyetrika apaan? daritadi yang aku lihat cuma mondar-mandir gak jelas. Emang habis dari dukun mana? ajak aku juga dong...," tanya Neva malah berpikiran yang bukan-bukan.
"Neva... tanpa aku ke dukun kakakmu udah terpesona dengan diriku. Jadi, buat apa aku ke dukun" jawab Cherry keluar jiwa pedenya.
"Ehm!" suara Lucas berdehem, terbangun akibat keributan Cherry dan Neva.
"Kenapa baru bangun sih... aku nunggu udah daritadi kakak om... kau tahu aku sudah tak sabar menemui Desty. Sudah lama aku tak bertemu dengannya---"
"Bentar... bentar... kau mengatakan siapa tadi?" tanya Neva.
"Desty sudah ditemukan Neva... om Branded tadi yang memberitahuku jika dia sedang bersama Desty saat ini" jawab Cherry sangat bahagia menceritakannya.
"Kakak om... ayo kita kesana... aku sudah tak sabar ingin bertemu dengan Desty" pinta Cherry.
"Iya kak Lucas... ayo kita kesana..." Neva ikut-ikutan merengek.
Mendengar rengekan dua wanita didepannya, Lucas yang baru saja bangun tidur malah ingin balik tidur lagi. Namun sayangnya Cherry maupun Neva langsung menarik tangannya. Rengekan itu membuat baby Aksa terbangun lalu menangis. Alhasil pagi hari di kediaman papa Hadi menjadi sangat ceria.
Keempatnya kini sudah bersiap mengunjungi tempat ditemukannya Desty tak ketinggalan baby Aksa yang lagi hobinya ngoceh memanggil pap... pap... pap... seolah ikut merayu dirinya.
"Aku ingin kopi hitam hangat pagi ini," pinta Lucas langsung dengan cepat Neva sajikan.
Berbeda dengan Cherry, kini ekspresi wajahnya berubah cemberut.
"Kenapa lagi Cherr?" giliran Vino yang bertanya.
"Perasaan daritadi udah nurutin yang dia mau, kita kagak jelas berangkat kapan..." sindir Cherry langsung membuat Lucas tersedak kopinya. Sedangkan Vino dan Neva jelas mereka berdua menertawakan pasangan tersebut.
"Sayang... kau tahu kan aku baru saja bangun, belum mandi, belum sarapan, badanku terasa lelah akibat peperangan kita subuh tadi," ucap Lucas dengan santainya.
Cherry membulatkan matanya tak menyangka jika Lucas akan menceritakan kegiatannya subuh tadi didepan Neva dan Vino. Bagaimana ekspresi keduanya? jangan ditanya, mereka tak kuat lagi menahan tawa.
Drama Cherry dan Lucas berakhir dengan Cherry harus mengikuti titah Lucas. Mereka berempat menuju kelokasi yang dikirim Brandon. Brandon sendiri sengaja tak memberitahu Desty jika dirinya sudah mengabari Cherry sahabatnya.
"Brandon... apa kau tak mau sarapan?" sindir Desty melihat Brandon belum menyentuh masakannya.
Brandon yang masih sibuk menghubungi Lucas menoleh karena merasa tersindir.
"Sarapan dong... gua lapar tau...," sahut Brandon.
__ADS_1
"Apa gadis itu sudah ditemukan?" tanya Desty ikut kepikiran.
Malam itu selepas pertemuan dirinya dengan Desty, Brandon menceritakan semuanya tentang Dania. Hati Desty terasa sakit, tapi Brandon meyakinkan Desty jika cintanya hanya untuk Desty. Perihal Dania itu hanya sebatas menghargai papa Hadi dan tuan Sean.
"Belum" jawab Brandon.
"Desty, lu gak usah ikut memikirkannya. Setelah Dania ketemu gua bakal ngomong semuanya hubungan kita kepada tuan Sean" imbuh Brandon.
"Tapi Brandon... gadis itu---" ucap Desty menjeda ucapannya.
"Dania kenapa?" tanya Brandon.
"Ah... gak apa-apa, lanjutkan sarapanmu." jawab Desty.
"Eit... mau kemana lu?" sahut Brandon menahan pergelangan tangan Desty.
"Mau ambil semangka" ucap Desty.
"Apa lu gak ikut makan?" tanya Brandon.
"Aku belum bisa makan itu... setiap aku makan itu, aku selalu mual" keluh Desty.
"Tuan... Desty hanya bisa makan buah semangka saja. Calon bayinya belum bisa menerima asupan yang berat-berat" ucap Reva dan Lusi yang baru turun dari kamarnya.
"Apa dia mengalami mual setiap hari?" tanya Brandon.
Brandon yang mendengarnya menjadi semakin bersalah. Tak seharusnya dia menjauhi Desty saat itu, padahal seorang ibu hamil yang dia butuhkan adalah support dari pasangannya.
"Reva..." panggil Desty sambil menggelengkan kepalanya mengingatkan Reva untuk tidak membuka informasi mengenai kondisi kehamilannya.
"Nanti kita ke dokter kandungan," ucap Brandon.
"Ngapain? aku sudah dari sana seminggu yang lalu" sahut Desty.
"Gua mau tahu kabar anak gua selama ini." ucap Brandon.
Reva yang mendengar ucapan Brandon terkejut. Reva mengira jika Brandon itu bosnya Desty di perusahaannya, ternyata kini Reva mengetahui fakta yang mengejutkan jika Brandon tidak lain tidak bukan adalah pria yang sudah menghamili Desty.
"O... rupanya kau pria yang gak bertanggung jawab atas kehamilan Desty...," sahut Reva sudah berkacak pinggang langsung membuat Brandon menaruh sendok makannya.
"Kau tahu bagaimana perjuangan Desty selama 3 bulan ini? Desty harus lari kesana kemari mencari pekerjaan yang cocok dengan kondisinya saat ini. Untung saja Desty menerima tawaranku untuk bekerja di toko bungaku, kalau tidak gak tahu deh nasib mereka."
"Reva... sudah... jangan memperkeruh suasana" bisik Desty.
"Gak apa-apa Desty, teman lu bener.... biarkan dia meluapkan kemarahannya. Karena gua sadar sikap gua salah" sahut Brandon mendengar bisikan Cherry kepada Desty.
"Desty... gua mohon sama lu, kasih gua kesempatan sekali lagi. Ijinkan gua menebus segala kesalahan yang udah gua perbuat ke elu" ucap Brandon kepada Desty.
__ADS_1
"Aku sudah memaafkan semuanya Brandon... kita mulai semuanya dari awal ya...," ajak Desty.
Brandon tak menyangka dengan jawaban Desty. Brandon tanpa sadar memeluk Desty dan mencium keningnya. Reva ikut merasa bahagia karena pada akhirnya Desty menemukan kebahagiaannya.
"Mam... apa kita jadi makan?" suara Lusi mengalihkan semuanya. Mereka semua langsung tertawa lalu melanjutkan sarapan paginya.
**
"Sayang... berapa lama lagi kita sampai?" tanya Cherry.
Lucas tersenyum karena pada akhirnya Cherry benar-benar menuruti titahnya untuk merubah panggilannya menjadi sayang.
"Sebentar lagi kok...," jawab Lucas tersenyum menang.
'Ih... ngeselin banget harus panggil dengan sebutan sayang... kan udah bagus-bagus kakak om' batin Cherry menggerutu.
"Kalian itu pasangan yang unik ya... satunya bar-bar, satunya lagi manjanya gak ketulungan" sahut Neva yang duduk di kursi penumpang bersama Vino.
"Emang siapa yang manja Nev?" tanya Cherry.
"Kakakku yang paling cakep sekelurahan pastinya.... hahaha...!" jawab Neva.
"Adik durhaka. Gajimu kakak potong 40%" ucap Lucas.
"Ih... gak gentle nih, masa' ancam karyawan gitu. Padahal karyawan tugasnya juga berat loh...." sahut Neva.
"Terserah kakak. Pemimpinnya kan kakak sendiri." ucap Lucas dengan santai.
"Dasar kakak ngeselin." sahut Neva.
Kendaraan yang ditumpangi Cherry, Lucas, Neva dan Vino memasuki kampung yang di tinggali Desty 3 bulan ini. Lucas menghentikan kendaraannya didepan rumah bercat turkish. Cherry dan Neva buru-buru turun dari mobil dan segera mengetuk pintu.
"Assalamu'alaikum....," ucap keduanya. Tak menunggu lama pintu itu terbuka.
"Desty... kami sangat merindukanmu"
...----------------...
Mampir yuk kak ke karya temanku judulnya "Annisa Istri Kecilku"
Adrian Pratama terpaksa harus menikah dengan adik angkat yang selama ini selalu ia jaga dan ia lindungi. Putri kandung dari ibu angkatnya. Mak Alisa.
Semua itu terjadi karena calon istri Adrian Pratama berselingkuh di belakangnya tepat saat hari pernikahan mereka.
Sanggupkah Adrian Pratama menjalani pernikahan terpaksa dengan adik putri dari ibu angkat nya?
__ADS_1