
Irene berjalan masuk ke dalam ruang kerja Afnan dengan senyuman manis yang terlukis diwajahnya seraya membawakan segelas susu untuk Afnan.
"Pak Afnan susu untuk anda sudah datang,"
Irene terlalu bersemangat membawakan segelas susu itu hingga ia tak sadar bahwa cara berjalannya itu bisa membuatnya terjatuh. Dan benar saja, Irene pun terjatuh akibat tersandung kakinya sendiri. Segelas susu yang ia bawa pun tumpah mengenai celana Afnan.
"Ireneeee!!," Teriak Afnan yang mulai kesal dengan tingkah laku Irene.
"Astaga Pak Afnan maafkan saya, Pak. Saya akan bantu bersihkan,"
Irene pun langsung bangkit dan mengambil dua lembar kertas tisu yang ada di meja Afnan. Lalu, ia pun langsung berniat untuk membersihkan celana Afnan yang kotor akibat ketumpahan susu.
"Biar saya bantu bersihkan ya, Pak,"
"Udah, udah gak usah,"
"Gak apa - apa, Pak. Biar saya bantu,"
"Irene, kamu jan-jangan bersihkan yang di area itu," teriak Afnan saat Irene membersihkan bekas tumpahan susu di area yang tidak seharusnya Irene sentuh.
"Kenapa, Pak?," Tanya Irene dengan polos.
"Kamu membuat pisang berurat saya berdiri. Ahhh, rasanya sakit sekali. Pokoknya kamu harus tanggung jawab,"
"Apa?! Ih dasar Boss mesum," Irene menampar Afnan. Lalu, ia pun pergi meninggalkan ruang kerja Afnan dengan kesal.
"Dasar sekretaris kurang ajar. Berani sekali kamu menampar saya," Teriak Afnan yang kesal karena pipinya ditampar oleh Irene hingga membekas.
"Aahh, aduh bagaimana ini. Udah basah ketumpahan susu terus pakai acara tegang dan salah letak lagi ini. Kamu memang tidak bisa jika disentuh sedikit saja oleh seorang wanita. Akibat ulahmu, aku jadi ditampar dan dituduh mesum oleh sekretarisku sendiri," - Ucap Afnan pada miliknya sendiri.
*****
Irene yang masih kesal dengan Afnan pun hanya bisa terus berjalan menuju ke toilet sambil terus bergumam sendiri.
"Dasar Boss mesum! Gak ada otak! Ih sial banget sih gue,"
"Irene?!," Panggil Salman yang tiba - tiba saja datang dari arah berlawanan bersama dengan seorang karyawan wanita.
"Kak Salman?! Astaga kita ketemu lagi,"
"Iya, kok hari ini kita ketemu terus ya,"
"Pak, dia siapa? Karyawan baru ya?," Tanya karyawan wanita itu pada Salman.
"Oh dia ini sekretarisnya Pak Afnan. Namanya Irene Bratarini. Dia juga junior saya saat masih zaman dibangku kuliah,"
__ADS_1
"Oh gitu, hai Irene. Perkenalkan namaku Dini,"
"Hai Dini, senang bertemu denganmu,"
"Irene, kamu kenapa kelihatan kesal seperti itu,"
"Ini semua karena Pak Afnan lah, karena dia aku jadi menumpahkan semua susu itu ke pakaianku. Lalu, dia berfikiran mesum terhadapku. Apakah yang seperti itu pantas disebut sebagai Boss,"
Dini dan Salman pun hanya saling bertatapan satu sama lain saat Irene bercerita mengenai Afnan yang ingin berbuat mesum padanya.
"Kalian berdua pasti tidak percaya padaku kan, ah yasudahlah tapi aku peringatkan sama kamu ya Dini, jangan terlalu dekat dengan Boss mesum itu. Dia lebih berbahaya daripada buaya jantan,"
Setelah berkata seperti itu, Irene pun melenggang pergi meninggalkan Salman dan juga Dini.
"Apakah Pak Afnan beneran seperti itu orangnya?,"
"Husstttt, diamlah. Jangan sampai ada yang tau soal ini, cukup hanya kita berdua saja,"
"Baik, Pak. Yasudah kalau begitu saya jalan duluan ya,"
"Iya silahkan,"
Dini pun berjalan terlebih dahulu meninggalkan Salman. Tak lama setelah Dini pergi, Afnan pun datang menghampiri Salman. Tetapi Salman sedikit bingung karena cara jalan Afnan yang aneh seperti orang yang baru saja selesai disunat.
"Pak Afnan?! Pak Afnan kenapa? Kok cara jalannya kayak seperti orang habis disunat,"
"Iya ya, Pak. Saya mengerti. Terus celana bapak kenapa kok basah?,"
"Iya dia juga menumpahkan air susunya ke celana saya. Jadi kotor dan basah kan celana saya. Saya benar - benar tidak nyaman sekarang. Yasudahlah, saya mau ke toilet dulu ya. Ini semua harus dibersihkan,"
"Mau saya antarkan, Pak,"
"Tidak usah saya bisa ke toilet sendiri,"
"Baik kalau begitu, Pak,"
Afnan pun berjalan pergi meninggalkan Salman. Ia berjalan perlahan - lahan menuju ke arah toilet perusahaan.
"Apa yang sebenarnya sudah dilakukan oleh Pak Afnan dan juga Irene di kantor ini. Jika semua orang tau dan beritanya viral di kantor maka saya yakin Boss Besar akan sangat marah dengan Pak Afnan,"
Bruk..
Saat Salman sedang bergumam sendiri, terdengar suara seperti barang yang terjatuh dari salah satu lorong koridor yang berada di belakangnya. Salman yang mendengar suara itu pun sontak membalikan tubuhnya ke arah belakang dan melihat ke arah lorong koridor itu.
"Siapa disana?," Teriak Salman tetapi tidak ada jawaban sama sekali.
__ADS_1
Salman yang curiga ada seseorang di dekat lorong koridor itu pun langsung berjalan perlahan ke arah sana. Tetapi saat Salman sudah berada tepat di depan lorong itu, ia malah tidak menemukan satu orang pun berada disana. Salman hanya melihat tutup tempat sampah yang jatuh di lantai.
"Sepertinya memang benar ada orang tadi. Tapi siapa ya? Apakah dia mendengar pembicaraanku dengan Pak Afnan tadi. Jika iya maka ketakutanku akan menjadi kenyataan. Boss Besar akan sangat marah kepada Pak Afnan karena gosip yang akan segera menyebar ke seluruh karyawan kantor,"
*****
Seorang karyawan wanita berjalan masuk ke dalam ruang kerja para Karyawan dengan nafas yang terengah - engah. Ia mencuri perhatian para karyawan karena ia berkata memiliki gosip yang menarik tentang Afnan dan juga Irene.
"Hai semuanya, cepat kesini. Gue punya gosip terhot hari ini tentang Pak Afnan dan sekretaris barunya itu,"
"Hah, gosip apa itu? Cepat katakan, Mira,"
"Ya sabar dong. Makanya kalian semua harus kumpul dulu,"
"Hah, gosip tentang Afnan dan sekretaris barunya. Sepertinya aku harus segera menghubungi Nathalia agar dia segera kembali kesini sebelum Afnan jatuh cinta dengan sekretaris barunya itu," - Batin seorang karyawan wanita.
Karyawan wanita itu pun langsung melenggang pergi meninggalkan meja kerjanya untuk menghubungi seseorang yang ia sebut sebagai Nathalia. Sementara para Karyawan yang lain berkumpul mendekat ke arah Mira untuk mendengarkan gosip tentang Afnan dan Irene.
"Cepat dong Mira, katakan apa gosipnya,"
"Iya lama banget sih, kita semua udah kumpul nih,"
"Iya ya gak sabaran banget sih. Jadi kalian tau gak, tadi aku itu dengar pembicaraan Pak Afnan dan juga Pak Salman katanya Pak Afnan itu habis Skidipapap tralala trilili indehoy asoy melehoy awewecita ngewetita despacita skuy skuy aselele,"
"Apa yang bener kamu, Mira?,"
"Iya beneran, kalau kalian gak percaya coba deh ke toilet. Itu Pak Afnan lagi ngejar sekretaris barunya sampai ke toilet,"
"Wah seru nih, kayaknya kita harus ke toilet. Mana tau kan ada tontonan gratis,"
"Eh, kalian semua ini lagi ngomongin apa sih? Apaan coba Skidipapap tralala trilili indehoy asoy melehoy awewecita ngewetita despacita skuy skuy aselele,"
"Udah kamu masih kecil, Reina. Masih polos jadi makanya gak tau,"
"Tapi umur saya udah 25 tahun,"
"Iya tapi pikiran kamu masih Bolot kayak anak SD,"
"Jadi gimana kita mau ke toilet sekarang,"
"Eh gak usah semuanya biar aku saja. Aku kan Mira sih pembawa berita berjalan. Jadi biar aku saja yang melihat keadaan di toilet habis itu aku akan kasih kalian lihat hasil videonya,"
"Iya bener juga kata Mira soalnya kalau kita semua kesana nanti yang ada para atasan disini curiga lagi sama kita. Lalu, kita dituduh mempermalukan Pak Afnan habis itu tamatlah riwayat kita semua,"
"Iya bener juga tuh, yaudah kamu cepetan sana ke toilet. Pokoknya kamu harus bawakan perkembangan berita tentang Pak Afnan dan sekretarisnya ini sama kita semua ya,"
__ADS_1
"Siap semuanya, yasudah aku pergi dulu ya semuanya,"
Mira langsung bergegas pergi menuju ke toilet untuk melihat apa yang sedang Afnan dan Irene lakukan disana.