Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 54. Sunat lagi


__ADS_3

Epsd. 54. Sunat lagi


"Weh.. ini tak bisa di lakukan secara mendadak" keluh Brandon pagi-pagi.


"Sssttt... bisa pelan ga sih ngomongnya, kalau kedengeran Cherry bisa mikir yang bukan-bukan lagi dia" sahut Lucas.


Malam tadi Lucas maupun Brandon memutuskan untuk menginap di kediaman tante Nanik. Sebenarnya ini sih keuntungan Lucas bukan Brandon, tapi sebagai asistent serta sahabat yang baik Brandon mengikuti ajakan Lucas.


"Mas Lucas dan mas gendon sudah bangun..," sapa tante Nanik baru selesai masak.


"Tante.. nama saya Brandon bukan gendon," ralat Brandon dari semalam.


"Lah.. tante susah ngomongnya, enakan gendon" sahut tante Nanik.


"Om.. gendon itu artinya lucu menggemaskan loh..," Cherry ikut menimpali obrolan pagi itu.


"Emang iya Cherr?" tanya Brandon.


Cherry menganggukkan kepalanya, menahan tawa yang ingin dia pecah sendiri.


"Tadi mama manggil dia apa?" tanya Vino yang juga ikut bergabung.


"Mas gendon..," jawab tante Nanik.


"Hahaha....." tawa Vino pecah mendengar mamanya memanggil Brandon dengan sebutan gendon.


"Napa ketawa?" tanya Brandon.


"Bukannya gendon artinya lucu menggemaskan?"


Bukannya diam, Vino malah menambah volume ketawanya.


"Lu tau gendon itu apa?" tanya Vino disela-sela ketawanya.


"Gendon itu sejenis ulat pohon yang gemoy dan sexoy makanya si Cherry bilangnya lucu menggemaskan" Vino menjelaskan dengan detail.


Wajah Vino yang tadinya terlihat senang, berubah menjadi angry bird.


"Cherry bocah ingusan..." teriak Brandon lagi-lagi merasa kesal akibat ulah Cherry yang tiada habisnya.


Untung saja pagi itu Lucas berada disisi Cherry, jadi Cherry merasa aman dari balas dendam Brandon.


"Om ga ikut pulang om Branded?" tanya Cherry melihat Brandon pergi bersama Vino.


"Kalau aku pulang gimana denganmu?" ah.... so sweet banget.


"Terus kerjaan om gimana?" tanya Cherry mengalihkan pandangannya agar Lucas tak memperhatikan wajah merahnya.


"Aku akan membuka cabang disini dan mengajak Vino untuk bekerja bersama" jawab Lucas.


"Om, sudah terlalu banyak membantuku dan keluarga besarku. Aku tak tahu harus membalasnya bagaimana.." netra Mata Cherry yang berkaca-kaca menunjukkan kepolosannya jika dirinya merasa sangat malu.

__ADS_1


'Jangan mengatakan itu Cherry, justru aku dan keluargakulah yang seharusnya berterimakasih padamu. Karena, jika bukan karena om Zain mungkin saat ini aku tak berada dihadapanmu' batin Lucas.


"Aku juga akan memindah acara peluncuran produk baru disini," ucap Lucas.


Lucas menarik telapak tangan Cherry, menggenggamnya dengan penuh kasih sayang.


"Jangan pernah tinggalkan aku apapun alasannya karena aku sangat sangat sangat mencintaimu Cherry, aku akan menunggumu sampai kau siap segalanya" ucap Lucas serius.


"Om.. aku janji ga akan meninggalkan om apapun alasannya, karena aku juga sangat sangat sangat mencintaimu" sahut Cherry pada akhirnya mampu mengungkapkan isi hatinya yang terdalam.


Lucas mengecup dahi Cherry dengan pelan lalu memeluknya dengan erat.


**


"Lulus nanti kita touring ke Jogja yuk..," ajak Tania.


"Cocok..." sahut Neva.


"Gimana Steve, setuju ga?" tanya Tania.


"Boleh.. kita susul Cherry" jawab Steve.


"Oh ya, aku mendengar jika Cherry sudah pindah dari sini, bener ga sih?" tanya Tania.


Neva dan Steve mengangguk bersamaan.


"Padahal dia itu berperan penting di sekolah ini. Kalian lihat ga tadi, pak Teguh tanya-tanya Cherry melulu... kan aku bingung jawabnya" ujar Tania.


"Neva..," panggil Pras.


"Iya ka.. ada apa?" tanya Neva.


"Apa benar Cherry pindah sekolah? satu bulan lagi kita ujian, apa kalian ga ada niat menghalangi?" tanya Pras.


"Pras.. apa peduli elu, hidup Cherry ngapain elu yang atur. Serah dia lah.." sahut Steve sedikit nyolot.


"Lu kok jadi nyolot! ngajak berantem gue ladenin!" tantang Pras.


"Siapa takut!" balik tantang Pras.


"Sudah... sudah..." teriak Neva melerai pertikaian mereka.


"Kalian ini sukanya berantem melulu kagak capek apa! bentar lagi kita ujian jangan sampai perjuangan kita sia-sia hanya gara-gara kalian ga bisa menahan diri"


"Kamu Ka.. sudahlah ga usah ikut campur lagi urusan Cherry, karena sampai kapanpun Cherry ga akan jadi milik ka Pras" ucap Neva pada akhirnya.


"Dan kamu Steve, bersikap dewasalah dikit. Jangan karena kecerobohanmu kau membuat kecewa Cherry. Setidaknya kasih kenangan terbaik terakhir sebelum kau move on" ucap Neva gantian kepada Steve.


Ucapan Neva sangat menyentil hati Steve. Steve menyadari jika Neva sangat tulus menyukainya, rona wajah serta tatapan mata yang sebentar lagi basah sudah mampu menunjukkan jika Neva berusaha ikhlas menerima semuanya. Steve merasa sangat bersalah, dia berusaha mengejar Neva dan Tania yang meninggalkannya.


**

__ADS_1


"Cherry.." panggil salah satu guru BK bernama Alfian.


"Eh.. iya pak" Cherry menghentikan langkahnya.


"Saya mau mengajakmu makan siang di mie ayam depan sana" ajak pak Alfian.


"Em.. itu pak, mohon maaf---" ucap Cherry belum selesai, namun pak Alfian sudah menarik pergelangan tangannya.


Mata Lucas menatap sosok wanita yang sangat dicintainya sedang digadang-gadang ke dalam warung mie ayam depan sekolah dengan seorang pria. Jelas saja Lucas marah, dia langsung turun dan menutup pintu mobilnya dengan keras.


BRAK!


Lucas melangkahkan kaki dengan hentakan kaki para militer. Tegas dan pasti, begitulah kiranya jika digambarkan ke dalam sebuah kalimat.


"Pak.. kenapa bapak maksa saya sih? saya kan mau bilang kalau saya sudah kenyang" ucap Cherry.


"Masa' kamu nolak permintaan guru mu sendiri sih Cherr..." sahut pak Alfian.


"Bukannya gitu pak.. tapi--" lagi-lagi ucapan Cherry terjeda gara-gara pk Alfian.


"Udah ga ada penolakan. Bu, mie ayam spesial 2 porsi" teriak pak Alfian.


"Tambah 1 porsi bu, karena saya juga akan makan dengan mereka" ucap Lucas sengaja.


Melihat Lucas, Cherry jadi ketakutan. "Bisa perang dunia kalau gini" gerutu Cherry pelan.


"Maaf, anda siapa?" tanya pak Alfian.


"Orang yang berkontribusi penuh atas wanita yang ada disamping anda" jawab Lucas tanpa menoleh kearah Cherry.


"Maksud anda, anda adik atau kaka dari orang tua Cherry?" tanya pak Alfian belum jelas.


"Bukan dari orang tanya, tetapi langsung dari anaknya" ucapan Lucas malah membuat ambigu pak Alfian.


"Oh.. ini kakaknya Cherry?" sahut pak Alfian.


"Syukurlah bisa bertemu dengan keluarganya langsung. Sejak pertama saya melihat Cherry terus terang saja saya begitu mengaguminya. Jika diijinkan setelah lulus saya mau melamarnya" imbuhnya dengan bangga.


Apa dia bilang? melamar?


Cherry membelalakkan matanya, terkejut dengan apa yang di sampai kan pak Alfian. Cherry melirik langsung kearah Lucas yang masih tenang dan santai, sembari mengaduk es tehnya.


"Bagaimana mas? apa anda setuju dengan lamaran saya? tanya pak Alfian sekali lagi.


" Bisa saja" ucap Lucas datar masih fokus mengaduk es tehnya.


Pak Alfian menarik senyum bahagia, bertolak belakang dengan Cherry. Dia merasa takut dan kesal bercampur jadi satu.


"Apa itu mas?" tanya Alfian.


"Kudu mau sunat lagi"

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2