Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 60. Yora


__ADS_3

Epsd. 60. Yora


"Maaf ka, aku tak sengaja" ucap Cherry yang tak sengaja menabrak Lexi saat akan ke dapur.


'Yora. Gadis ini sangat mirip dengan Yora' batin Lexi.


"Ka... Ka Lexi... kaka mendengarkanku tidak?" tanya Cherry namun Lexi masih terus menatapnya dengan sejuta pertanyaan.


"Pria aneh..." gerutu Cherry lalu melewati Lexi yang masih berdiri mematung.


"Cherry beri strawberry mangga manalagi..." panggil Lucas berteriak.


"Lexi, apa kau melihat istriku?" tanya Lucas.


Lexi tersadar jika gadis yang baru saja dia pandangi bukanlah Yora istrinya melainkan Cherry istri adik tirinya.


"Yora baru saja kesana" sembari menunjuk arah dapur.


"Yora, siapa Yora?" tanya Lucas merasa asing.


Bukannya menjawab Lexi melenggang begitu saja tanpa menjawab pertanyaan Lucas.


"Om Lucas, kaka cantik mana?" tanya Agha mengagetkan Lucas.


"Ada apa lagi Agha mencari ka Cherry?" Lucas berbalik tanya.


"Om kenapa balik bertanya? wajar kalau Agha bertanya dimana calon mama Agha" jawab Agha dengan bahagia.


Oh tidak!


"Eit... eit... maksud ucapan Agha apa?" Lucas berubah ke mode anak-anak.


"Orang dewasa makin aneh" sahut Agha sembari menempelkan telapak tangannya di dahi Lucas, kemudian berbalik begitu saja.


"Ini tak bisa dibiarkan, Lexi maupun Agha harus keluar dari kehidupan ini agar segera waras dari kenyataan" gerutu Lucas.


"Om..." panggil Cherry.


"Cherry, kita pulang sekarang" ajak Lucas.


"Kau sudah menyelesaikan semuanya?" tanya Lucas.


"Sudah" jawab Cherry sembari menganggukkan kepalanya.


"Ya sudah, kita pulang sekarang" ajak Lucas kembali.


"Tap--tapi...," ucap Cherry sedikit ragu.


"Tapi apa sayang..." Lucas sengaja mengucapkan kata terakhirnya dengan keras sembari melirik bocah dibelakang Cherry.


"Jangan panggil sayang om Lucas! ka Cherry calon mamaku bukan sayangnya om Lucas" ucap Agha dengan keras.

__ADS_1


"Calon mama?"


"Iya, mulai sekarang ka Cherry itu calon mamanya Agha. Iya kan ka cantik?" Agha sengaja meminta pendapat Cherry.


Cherry tak bisa menjawabnya,


"Agha... kita bahas ini besok saja ya.. kaka harus pulang dulu buat mempersiapkan semuanya" ucap Cherry ragu-ragu.


Eh, apa-apaan ini?


"Ka cantik mau bohongi Agha kan?" sahut Agha memiliki feeling tak enak.


"Agha... kaka besok harus sekolah, kita persiapkan besok selesai kaka pulang sekolah ya.." rayu Cherry.


"Ga bisa. Kaka harus disini agar ayah Agha tak bersedih" ucap Agha.


"Baiklah sekarang kau pilih aku atau dia" sahut Lucas yang tiba-tiba saja berubah menjelma seumuran Agha.


"Kenapa kau jadi seperti ini?" tanya Cherry merasa aneh.


"Kaka cantik pokoknya ga boleh pergi dari sini" rengek Agha.


"Sekarang kau pilih aku atau dia?" sahut Lucas tak mau kalah.


"Kaka cantik ga boleh pergi"


"Pilih aku atau dia"


Lucas dan Agha saling bersahutan rengekan sehingga membuat Cherry merasa pusing.


"Keputusanku tak bisa diganggu gugat, aku mau pulang" imbuh Cherry pada akhirnya.


"Ayah... kaka cantik mau kabur" ucap Agha memanggil Lexi.


Lexi yang tak sengaja mendengar keributan di belakang, mencoba mendekati putra semata wayangnya memberikan pengertian dengan pelan.


"Anak ayah kenapa menangis?" tanya Lexi dengan lembut.


"Apakah Agha salah jika meminta kaka cantik menjadi mama Agha?" Agha berbalik bertanya tentunya dengan isak tangis.


"Agha tak bisa memaksakan ini semua nak, kaka cantik istri dari om Lucas.. Agha harus mengerti ya nak... meski mama tak ada lagi disamping kita, tetapi mama akan selalu ada di hati kita" ucap Lexi dengan mata yang berkaca-kaca.


Lucas maupun Cherry ikut bersedih mendengar kenyataan sebenarnya. Akhirnya dengan memberi pengertian Lexi, Agha bisa lebih tenang. Lexi lalu menggendong Agha kemudian mengantarkan Lucas dan Cherry sampai pintu depan.


"Emm... bolehkah aku mengunjungi Agha kembali?" tanya Cherry ragu-ragu sebelum pergi.


Lucas terdiam, sepertinya kali ini dia harus berlapang hati untuk memberikan kebahagiaan kepada Agha. Karena bagaimanapun Agha adalah keponakannya.


Lexi menoleh ke bocah yang digendongnya meminta persetujuan. Saat Agha tersenyum, Lexi menoleh kearah Cherry lalu menganggukkan kepalanya. Cherry lalu tersenyum bahagia. Kemudian dia menarik tangan Lucas menggandengnya dengan mesra menuju mobilnya.


"Kau terlihat sangat bahagia, semoga ini bukan pertanda" ucap Lucas sengaja melihat Cherry senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


"Apaan sih om..." elak Cherry.


"Aku tuh bahagia karena Agha ga jadi sedih.. Om tau ga, sebenarnya aku ga tega. Agha itu sudah di tinggal sama mamanya sejak lahir"


'Kenapa Lexi tak menceritakan soal ini' batin Lucas.


"Darimana kau tau?" tanya Lucas pura-pura tak percaya.


"Agha yang menceritakan semuanya tadi. Anak sekecil dia belum pernah bertemu ibu kandungnya, sedih banget om.. ka Lexi luar biasa bisa menjadi ayah sekaligus ibu buat Agha"


"Tuh kan... bau-bau mau pindah perhatian" sindir Lucas sembari mengemudi.


"Om.. aku tuh serius hanya simpati saja sama Agha bukan ka Lexi. Lagian masih cakep dan keren suamiku lah...," sahut Cherry tanpa sadar.


"Cup"


Lucas mendaratkan ciuman di pipi mulus istrinya. Hatinya tentu sangat bahagia mendengar sang istri memuji dirinya.


"Kau memang terbaik sayang" ucap Lucas.


"Baik lagi kalau nyiumnya permisi dulu om" sahut Cherry membuat Lucas tertawa dan semakin gemas dengan kelakuan istrinya.


"Om... gimana ceritanya saudaraan sama ka Lexi? bukannya kaka cuma saudaraan sama Neva?" tanya Cherry beruntun.


"Aku harus menjawab yang mana dulu?" balik tanya Lucas.


"Mana saja yang penting di jawab semua" sahut Cherry.


Lucas lalu membelokkan arah tujuan sebelumnya ke sebuah cafe yang mereka lintasi.


"Kenapa harus mampir lagi sih om?"


"Bukannya mampir, aku hanya ingin menceritakan semua dalam keadaan tenang" sahut Lucas.


Mereka berdua duduk di ruang privat yang langsung berhadapan dengan pantai.


"Om kenapa belum dijawab?" tanya Cherry penasaran.


Lucas kemudian membuka dompetnya mengambil sebuah foto mama Risti dan Lexi kecil lalu memberikannya kepada Cherry.


"Agha dan mama..." gumam Cherry.


"Itu bukan Agha tapi ka Lexi" sahut Lucas.


"Waw... ini sangat mirip sekali dengan Agha"


"Aku dan Lexi saudara tiri. Lexi dari awal tak pernah setuju jika mama menikah lagi, dia selalu berpikir kalau mama menikah lagi akan melupakan keberadaannya. Tapi Lexi tak pernah tau jika mama dan papa sangat menyayanginya apalagi papa, papa sangat menyayanginya melebihi anak kandungnya. Sayangnya Lexi tak pernah mengerti" ucap Lucas menjelaskan.


"Kebanyakan sih gitu mikirnya, kalau orang tua menikah lagi pasti ngelupain anaknya" celetuk Cherry yang langsung mendapatkan lirikan dari Lucas.


"Hehe... aku tak bermaksud begitu om" Cherry meralat ucapannya saat tak sengaja melirik kearah Lucas.

__ADS_1


"Tapi papa tak begitu, papa sangat menyayangi Lexi. Sayangnya Lexi tak pernah menyadari semua itu"


Bersambung...


__ADS_2