
...Hai .. Kamu...
...Tak perlu cemas ... Aku baik-baik saja....
...Aku tahu bagaimana cara hadapi rindu sendirian,...
...dengan pura-pura sibuk bekerja, misalnya....
"Sial! kenapa orang-orang di kantor sangat menyebabkan hari ini. Dan ini lagi kenapa Lucas sulit dihubungi. Jangan katakan kalau lupa seperti sebelum-sebelumnya," gerutu Brandon.
BRUKK!
"Punya mata ga sih, kalau jalan dipake matanya jangan dengkul yang dibuat lihat!" gerutu Brandon sangat kesal.
"Brandon...," panggil seseorang yang sangat familiar.
Brandon menghentikan gerutuannya lalu memperhatikan gadis yang memanggilnya.
"El_sa," panggil Brandon lirih karena ternyata gadis yang menabraknya adalah Elsa wanita yang baru-baru ini membuatnya frustasi.
"Ma--maaf Brandon, aku tak sengaja," ucap Elsa menundukkan kepala.
Ingin sekali Brandon mengulurkan tangannya untuk sekedar membantu Elsa berdiri namun Ricki pria yang entah sejak kapan didekatnya memapah tubuh Elsa untuk berdiri.
"Elsa, kau tak apa-apa?" tanya Ricki.
"A-aku tak apa-apa" jawab Elsa.
"Sekali lagi maaf Brandon," ucap Ricki lalu mengajak Elsa untuk pergi.
"Kenapa kalian melakukan ini ke gua?" tanya Brandon menghentikan langkah keduanya.
__ADS_1
Ricki menggenggam tangan Elsa, dia sudah mengira pasti Brandon akan menanyakan alasan mereka melakukan ini semua.
Ricki kembali membalikkan badan berhadapan dengan Brandon.
"Karena kita saling mencintai," ucap Ricki.
Brandon menarik satu ujung bibirnya, hatinya berdenyut merasakan sakit mendengar ungkapan Ricki.
"Bisakah lu jelasin semuanya Elsa?" Brandon tak pantas puas dengan jawaban Ricki dia lebih ingin mendengar jawaban dari Elsa.
"Brandon sepertinya kau tak perlu menanyakan hal ini kepada Elsa. Sudah jelas jika dia lebih mencintaiku," sahut Ricki tak terima.
"Ricki...," panggil Elsa lirih agar Ricki tak menyahut pertanyaan Brandon.
"Kalian berdua sangat licik diam-diam bermain dibelakang gua. Lu Elsa! apa lu kagak mikir selama ini perasaan gua? gua lakuin ini demi elu, tapi apa yang elu....," Brandon merasa tak sanggup lagi mengucapkan perasaannya.
"Jika ini yang terbaik buat elu, gua cuma bisa berdo'a semoga elu bahagia. Dan elu Ricki, jangan pernah lu sakitin Elsa apapun alasannya" ucapnya lagi kemudian Brandon melewati keduanya.
Elsa melepaskan genggaman tangan Ricki berlari memeluk Brandon dari belakang.
"Maafin aku sudah membuatmu sakit hati dan kecewa... hiks... hiks... hiks...,"
Huuuuffffttt....
Brandon membuang nafasnya, mengosongkan aliran nafasnya yang sedikit tercekat didadanya. Brandon mengendurkan pelukan Elsa lalu menatap wanita yang sudah 5 tahun bersemayam dihatinya.
"Semoga lu bahagia Elsa. Ini yang terbaik" ucap Brandon lalu meninggalkan Elsa yang masih menangisinya.
**
"Sayang... please... boleh ya aku masuk kedalam" rengek Lucas.
__ADS_1
"Tiada ampun!" teriak Cherry dari dalam kamar.
"Cherry... diluar banyak nyamuk, apa kamu ga kasihan sama papanya twins? nanti kalau bentol-bentol gimana, kan ga jadi keren" ucap Lucas beralasan.
'Bener juga kaka om bilang, kalau bentol-bentol jadi ga keren kan jelek juga' gumam Cherry sambil terkekeh.
"Eh... tapi kalau dimaafin takut ngelunjak. Kan aku sudah susah payah bikin kue buat dia eh malah diketawain" gerutunya lagi.
"Ga bisa, kaka om harus dikasih pelajaran biar kapok."
Cherry lalu membuka pintu kamarnya, terlihat wajah Lucas sangat bahagia.
"Sayang, kau sudah memaafkanku?" tanya Lucas.
"Belum." jawab Cherry irit.
"Terus gimana cara aku mendapatkan maaf darimu?" tanya Lucas pasrah.
"Gampang banget"
"Apa sayang, coba katakan apapun itu akan aku lakukan."
"Yakin ga bohong?" tanya Cherry memastikan.
"Demi twins apapun akan aku lakukan." jawab Lucas dengan mantap.
"Baiklah kalau itu yang kaka om mau" sahut Cherry dengan senyum seringainya.
Cherry melangkah menuju dapur diikuti Lucas dari belakang, terlihat juga mama, papa, Neva, Vino dan Desty mengikutinya juga.
"Sekarang om harus habiskan kue buatanku. Aku sudah susah payah membuatnya, jadi mubadzir kan kalau ga dimakan" ucap Cherry dengan sangat santai.
__ADS_1
'Oh my god'
Bersambung....