Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 125. Do'a yang dikabulkan


__ADS_3

Lucas memutuskan untuk mengajak Lionel bekerjasama dalam menangkap Rudi. Menurutnya akan lebih mudah jika memancing Rudi keluar lewat Lionel. Hanya saja Lucas merasa sakit hati saat Lionel mengatakan jika dirinya menyukai Cherry. Ingin sekali Lucas langsung mengeksekusi Lionel saat itu, namun urung dia lakukan mengingat prioritasnya saat ini adalah menangkap Rudi.


"Cas... apa keputusanmu sudah tepat?" tanya Brandon.


"Hanya ini satu-satunya cara memancing keluar baj*ngan itu." jawab Lucas.


Keesokan pagi, Lucas yang sudah bekerjasama dengan pihak-pihak berwajib merencanakan misi penangkapan Rudi. Rudi sendiri rupanya sudah berstatus buron dalam kasus jual beli senjata tajam ilegal.


"Terimakasih tuan Lucas atas informasinya," ucap salah seorang intel.


"Sama-sama tuan. Saya mohon kerjasamanya untuk kali ini jangan sampai Rudi lolos." sahut Lucas.


"Kami akan bekerja semaksimal mungkin. Kami juga sudah menghubungi pemerintah untuk membantu misi penangkapan kita." imbuh intel tersebut lagi.


"Baiklah tuan, hari ini kita mulai rencana pertama,"


Hari ini Lionel dilepaskan untuk kembali kedalam markasnya diikuti oleh Anton. Anton sendiri memutuskan untuk balik setelah mendengar kabar soal Rudi. Orang yang sudah membunuh Reta, wanita yang dicintai oleh Anton.


"Bagaimana Steve?" tanya Lexi.


"Mereka menuju utara sepertinya Rudi dan yang lain bersembunyi di pulau utara," jawab Steve.


Lexi lantas mempersiapkan anggotanya untuk menuju ke lokasi yang sudah diketahui oleh Steve.


"Lucas semuanya sudah siap!" ucap Lexi memberitahu.


"Kita segera berangkat." sahut Lucas.


'Sayang... hari ini papa akan memenuhi janji papa untuk membawa baj*ngan itu merasakan hukuman semestinya' batin Lucas.


Rombongan Lexi dan Lucas segera menuju ke lokasi.


"Lucas, aku sudah mulai merindukan anak dan istriku. Jangan sampai gagal rencana kita ini." pesan Lexi.


"Memangnya kau saja yang merindukan istri dan anak. Aku juga merindukan mereka, Cherry pasti sangat membutuhkanku" ucap Lucas.


"Kalian memang terbaik Lucas. Kau dan istrimu adalah orang-orang yang sangat hebat." puji Lexi.


Sepanjang perjalanan Lucas terus saja memandangi foto Cherry dan kedua putranya. Ingin sekali Lucas mengembalikan senyum Cherry kembali.


'Sebentar lagi aku akan menjemputmu sayang' batin Lucas.


Rombongan Lucas hampir sampai ketempat tujuan. Sayangnya akses menuju ke pulau itu sudah di blokir oleh anak buah Rudi. Seperti mengetahui kedatangan Lucas, Rudi lebih cepat beraksi.


"Sial, mereka sudah mengetahui kedatangan kita!" umpat Lucas.


"Aku yakin pasti ada akses lain menuju kesana. Lionel dan Anton pasti sudah lebih dulu tiba disana." sahut Lexi ikut berpikir.


**

__ADS_1


"Lionel... darimana saja dirimu?" tanya Rudi yang mencari Lionel dari 2 hari yang lalu.


"Bagaimana kondisi bayi itu?"


Lionel terdiam, benar kata Lucas jika Rudi akan menanyakan soal ini.


"Maaf bos, aku sedang mengurus pemakaman bayi itu." jawab Lionel.


"Apa maksudmu Lionel! pemakaman siapa yang kau maksud!" bentak Rudi.


"Maafkan aku bos, malam itu aku tak berhasil menolong bayi itu. Bayi itu meninggal karena kelaparan," jelas Lionel.


"Hahaha....! tanpa aku menyentuhnya, bayi itu mati. Hahaha...!" bukannya memarahi Lionel, Rudi malah bahagia mendengar kematian baby Abimana.


"Bos melaporkan, jika ada orang asing tiba di wilayah kita," bisik anak buah Rudi.


Rudi beranjak dari tempat duduknya. Menodongkan senjata kearah Lionel.


"Breng*ek kau Lionel sudah berkhianat kepadaku!" teriak Rudi.


DOR... DOR... DORRR!


Rudi melepaskan timah panasnya langsung mengenai Lionel, sehingga dia terjatuh di lantai.


"Kau tau Lionel, aku sudah mengetahui jika kau bekerjasama dengan keluarga Hadinata. Kau datang kemari dengan membawa rombongan mereka. Dasar pengkhianat!" bentak Rudi.


"Hal ini tidak akan menjadikan hidupmu tenang. Suatu hari kau akan menyesalinya Rudi... hhh... hhhh...," suara akhir deru nafas Lionel.


"Pasrahkan dirimu kembali menyelesaikan hukuman." Lionel sudah tak mampu lagi bertahan. Timah panas itu langsung mengenai jantungnya. Lionel pergi untuk selama-lamanya.


Saat Rudi dan yang lain sudah kebingungan dengan posisi mereka yang sudah terkepung. Otak Rudi masih saja licik. Dia berlari untuk mengambil tas lalu mengeluarkan sebuah bom yang sudah dia persiapkan untuk menghancurkan semuanya.


Anton yang masih berada didalam sana bersama Rudi langsung saja menendang Rudi hingga terjerembab ke belakang.


"Siapa kau?" bentak Rudi.


"Kau tak perlu mengenalku, aku orang yang sudah lama mencari keberadaanmu!" sahut Anton.


"Kau sudah membunuh orang yang aku cintai dan kau sudah membunuh bayi yang tak berdosa itu." imbuh Anton.


Rudi tersenyum menang. Sambil menyeka darah yang berada di ujung bibirnya, Rudi meludahi Anton.


"Cuih! persetan dengan mereka. Tujuanku adalah menghancurkan Hadinita. Orang yang sudah membuat diriku menjadi seperti inj. Hadinata pantas menerima ini semua." sahut Rudi.


"Baiklah jika kau mau mendekati kematianmu sendiri," ucap Anton.


Diluar ruangan pertemuan bersama Rudi. Lucas dan Lexi serta Steve sedang melawan anak buah Rudi.


"Lucas... kau segera temukan Lionel!" perintah Lexi.

__ADS_1


Lucas langsung mencuri celah untuk bisa masuk kedalam ruang pertemuan untuk mencari Rudi.


"Rudi!" teriak Lucas berhasil membuka pintu yang menggunakan kode rahasia. Untung saja Steve sudah berhasil mempersiapkan ini semua.


BUGHK!


Lucas langsung mendaratkan pukulan ke perut Rudi. Rudi terus saja melawan pukulan Lucas, begitupun sebaliknya.


"Tenagamu kuat juga Lucas..." puji Lionel.


"Tapi kau tak bisa melindungi putramu sendiri....hahaha! " imbuh Rudi menertawakan Lucas.


"Dasar baj*ngan kau Rudi...!" teriak Lucas. Amarahnya sudah berada di puncak.


Lucas kembali memukuli Rudi dengan brutal sehingga Rudi tak bisa lagi berbuat apa-apa.


"Kau bisa membunuhku, tetapi kau tak bisa mematikan bom itu!" tunjuk Rudi kearah detikan bom tersebut.


"Lucas... kita keluar sekarang!" teriak Lexi.


"Lucas ayo kita keluar dari tempat ini," Anton menarik pergelangan tangan Lucas agar segera keluar dan jauh tempat itu.


Lucas terpaksa mengikuti mereka berdua. Keluar dan melompat ke danau depan lokasi.


BOOM... DUARR!


Lokasi itu hancur berkeping-keping beserta Rudi didalamnya.


"Terimakasih Lionel, semoga kau tenang dialam sana." ucap Lucas.


"Akhirnya dia menerima hukumnya. Tuhan itu sangat adil tak membiarkan orang-orang pelaku kejahatan mati dalam keadaan terhormat," ucap Lexi.


**


"Om... Lucas dan yang lain berhasil menangkap Rudi," ucap Vino memberitahu papa Hadi.


"Apa kau serius Vino?" tanya Neva yang ikut mendengar berita terbaru.


"Brandon baru saja mengirim e-mail kepadaku. Kita berhasil menangkap Rudi." jawab Vino sangat senang.


"Akhirnya mereka berhasil menangkap Rudi... hiks.. hiks.." ucap mama Risti terharu bahagia.


"Cherry... ka Yora... kakakku berhasil menangkap Rudi pria tua yang sangat jahat." ucap Neva.


Cherry dan Yora ikut bahagia mendengar berita tersebut.


"Do'a kita dikabulkan pa... ma...,"


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2