
"Dasar! bisa-bisanya dia mengatakan jika hubungannya belum usai. Apa dia belum tahu istri sahnya jauh lebih menggoda...," umpat Cherry sembari memukul meja makan menggunakan pisau dapur.
"Eh... ada apa nih, kok serem gini sih...," ucap Yora tak sengaja.
"Apa wanita itu sudah pulang kak?" tanya Cherry.
"Wanita siapa Cherry? kakak tak melihat wanita disini selain aku dan kau." jawab Yora sembari membuka pintu kulkas.
"Wanita yang bersama mama kak..." ucap Cherry.
"Dia dengan seenaknya mengatakan kalau hubungannya dengan kakak om belum selesai... kan ngeselin banget...," sahut Cherry dengan menancapkan pisau ke pisang yang berada didekatnya.
"Ceritanya cemburu nih...," ledek Yora sembari mentowel dagu Cherry.
"Ih... kak Yora apaan sih... jelas cemburu lah... siapa coba yang ga cemburu ada wanita lain di masa lalu kakak om muncul lagi," sahut Cherry.
"Ehm...," Neva berdehem mendengar ucapan Cherry.
"Dulu siapa ya yang selalu bilang anti banget sama kakakku...," sindir Neva.
"Itu kan dulu Nev... beda sama sekarang." sahut Cherry.
"Emang beda dulu sama sekarang apa Cherr?" tanya Neva.
"Jelas beda... kalau dulu aku belum mengetahui cinta yang sebenarnya dan sekarang aku sudah mengetahui cinta yang sebenarnya. Dan itu ada dalam diri kakak om...," jawab Cherry.
"Cinta sudah merubah semuanya, aku berharap semoga ada pria yang mencintaiku dengan tulus seperti kak Lucas mencintaimu." ucap Neva.
"Neva... suatu saat pasti akan ada pria yang akan mencintaimu dengan tulus," sahut Cherry kemudian memeluk Neva.
"Sudah selesai cemburu romantisnya?" tanya Yora mengalihkan perhatian Cherry dan Neva.
"Belum kak..." jawab Cherry.
"Neva... apa wanita itu masih didepan?" tanya Cherry.
"Kak Angel maksudnya? masih... dia bermain dengan baby Aksa dan Agha." jawab Neva.
"Ini ga bisa dibiarkan!" sahut Cherry lalu menghampiri Angel. Yora dan Neva langsung mengikuti Cherry dari belakang.
"Ehm...," Cherry sengaja berdehem.
Agha langsung menoleh dan berteriak, "tante cantik...,"
Terlihat Angel melirik tak suka kearah Cherry. Senyum yang diperlihatkan Angel juga palsu.
__ADS_1
"Hei tampan, apa sudah makan siang?" tanya Cherry sengaja memperlihatkan kedekatannya dengan keponakan tercinta.
"Sudah tante, tadi di Sekolah bersama-sama." jawab Agha.
"Ouh... kalau gitu Aksa dong yang belum minum susu," Cherry tersenyum kearah Angel.
"Mohon maaf tante... baby Aksanya udah jadwal ASI," ucap Cherry sengaja memanggil Angel dengan sebutan tante.
"Panggil saja Angel jangan tante... kesannya gimana gitu...," sahut Angel
'Seenak saja panggil aku dengan sebutan tante, dia kira wajahku tua' batin Angel kesal.
"Oh... maaf... aku pikir anda seumuran tante saya, soalnya usia suamiku sepantaran dengan tanteku. Karena anda satu angkatan dengan suamiku jadi aku fikir usia anda sama dengannya." sahut Cherry sengaja menyindir halus.
Angel terus saja tersenyum meski hatinya kepanasan oleh ulah Cherry.
"Mohon maaf, saya tinggal lebih dulu karena bayiku tak bisa menunggu lama menahan haus." ucap Cherry kemudian tersenyum manis sembari meninggalkan Angel.
'Dasar kau! aku bakal pastikan Lucas kembali padaku!' batin Angel sembari mengepalkan tangannya.
"Neva, tante aku pamit... terimakasih untuk semuanya" pamit Angel hatinya merasa kesal.
"Terimakasih sudah mau mampir kesini Angel." ucap mama Risti.
Angel hanya memaksakan senyumnya kemudian pulang.
" Kalian ini senang banget lihat Angel kepanasan...," sahut mama Risti ikut senang.
"Harus dong ma... enak saja dia main masuk pergi seenak jidatnya," ledek Neva geregetan.
"Emangnya ada apa sih Nev?" tanya Yora yang belum paham.
"Kau tak perlu tahu Yora..." sahut mama.
"Memangnya kenapa ma?" tanya Yora penasaran.
"Mama hanya takut kedua putra mama malam ini tidur diluar." sambil terkekeh meninggalkan Yora dan Neva.
"Neva... sebenarnya ada apa mengenai Angel itu?" tanya Yora masih penasaran.
"Aku bakal cerita, tapi janji kak Yora ga bakal nyuruh kak Lexi tidur diluar... hihihi...," jawab Neva.
"Iya... iya... kakak janji, sok atuh cerita" ucap Yora.
"Dulu kita itu tinggal di Palembang. Kita 1 kompleks sama kak Angel. Sejak kecil kita suka bermain bersama mulai dari berangkat sekolah, pulang sekolah, ngerjain tugas sekolah sampai hari libur kita juga liburan bareng. Dari itu kak Angel suka sama kak Lucas, tetapi kak Lexi menyukai kak Angel. Mengetahui jika kak Angel lebih menyukai kak Lucas, kak Lexi mundur. Tapi setelah kak Lexi mundur dan kak Lucas menerima kak Angel, kak Angel seenaknya sendiri meninggalkan kak Lucas tanpa kabar. Hingga kak Lucas terpuruk kala itu dan bertemu kak Reta." cerita Neva begitu panjang hingga tak disadari ada wanita yang sudah mengepalkan tangannya dari ceritanya.
__ADS_1
"Terus... gimana keadaan Lexi setelah ditolak? " suara Yora sudah tak berusahabat seperti sebelumnya.
"Kak Lexi... dia sempat frustasi, karena baru pertama jatuh cinta... hihihi...," jawab Neva belum menyadari jika Yora sudah seperti cacing kepanasan.
"Baiklah kalau begitu, terimakasih Neva kau sudah menceritakan semuanya. Jadi tak ada alasan menolak untuk malam ini Lexi tidur diluar." sahut Yora langsung membuat Neva kicep.
"Eh... kak... aku hanya mengarang cerita...," ucap Neva menarik ceritanya. Kini dia dalam masalah besar, masalah yang nantinya akan membuat Lexi tidur diluar.
"Iiih... ini gimana sih, tadi minta cerita giliran diceritain malah marah. Aku kudu piye?" gerutu Neva bingung.
"Apa aku hubungi ka Lexi ya... hubungi, enggak, hubungi, enggak, hubungi... hubungi aja lah... biar kak Lexi cari penawarnya" ucap Cherry bermonolog dengan dirinya sendiri.
"Aksa belum ngantuk... mau ngajak main mama nak...," Cherry mengajak ngobrol baby Aksa.
"Aksa tadi senang ga sih digendong tante lampir... mama ga suka tahu. Aksa ga boleh ya perhatian sama cewek lain. Aksa harus jadi pria setia ga mudah ditaklukkan sama cewek manapun."
"Lu ngajarin bayi apa ngajarin anak SMA Cherr...," sindir Brandon yang entah sejak kapan mendengar ucapannya.
"Sejak kapan om Branded ngintip kita ya nak...," sindir Cherry.
"Dasar bocah ingusan suka banget mancing emosi!" gerutu Brandon lirih.
"Brandon Cherry... Brandon... bukan Branded." sahut Brandon gemas.
"Sama aja yang penting depannya Brand. Daripada aku panggil Bear Brand kan bagusan Branded." sahut Cherry semakin membuat kesal Brandon.
"Eh... om Branded ngapain pulang?" tanya Cherry ramah.
"Disuruh suami lu ambil berkas di ruang kerjanya, sama suruh jemput elu." jawab Brandon.
"Jemput aku? emang ada apa jemput aku?" tanya Cherry.
"Kalau suami nyuruh jangan ditolak Cherry... nurut aja napa sih...!" sahut Brandon. Sepertinya Cherry ingin mengajaknya perang atau Cherry ingin melampiaskan rasa kesalnya tadi kepada Angel.
Bersambung...
...----------------...
Met rehat kakak semua... mohon maaf othor baru bisa up malam karena ada pekerjaan yang ga bisa ditinggal dan baru kelar jam sekian. Tapi tenang saja, othor akan tetap up meskipun di jam malam.
Oh ya kak... othor mau rekomendasi nih novel karya teman othor... judulnya "Painfull Love"
Menikah dan membangun rumah tangga harmonis hingga maut memisahkan merupakan impian setiap orang. Begitu pun dengan Tsamara Asyifa Gibran. Namun, bagaimana jadinya bila sang suami tidak pernah sekalipun mencintai wanita itu dan belum bisa move on dari mantan kekasih?
__ADS_1
Akankah Tsamara terus mempertahankan rumah tangganya bersama Bimantara atau malah membuka hatinya untuk Yudistira?