Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 158. Kita adalah sahabat


__ADS_3

"Desty..." Cherry langsung saja memeluk Desty saat dirinya mengetahui jika Desty yang membuka pintu tersebut. Alangkah terkejutnya Desty melihat Cherry dan Neva menemukan tempat tinggalnya sekarang.


"Desty... bagaimana kabarmu? kau terlihat begitu kurus..." tanya Neva merasa prihatin menyadari kondisi Desty tak seperti sebelumnya.


"Kalian... darimana kalian tahu aku disini?" bukannya menjawab, Desty malah balik bertanya.


"Apa sih yang gak kita tahu, sampai keujung duniapun kau bersembunyi kita pasti tahu dan kita temukan." sahut Cherry.


"Neva... Cherry... maafkan aku sudah pergi tanpa memberitahu kalian," ucap Desty merasa bersalah.


"Desty... kau tak perlu meminta maaf, karena yang harus meminta maaf tuh dia," sahut Cherry sambil melirik tajam kearah Brandon.


"Emangnya kenapa dengan kak Brandon Cheer?" tanya Neva belum mengetahui.


"Desty... apa kau tak mengajak tamumu masuk kedalam?" sahut Brandon mengalihkan perhatian Neva.


"Eh... iya... maaf bos Lucas, silahkan masuk..." Desty langsung mempersilahkan masuk semuanya.


Neva terus memperhatikan Desty dari ujung kepala hingga ujung kaki. Sama seperti Brandon saat itu, perhatian Neva berhenti di area perutnya. Neva terus saja memperhatikan semuanya, merasa ada yang aneh Neva mengikuti Desty ke dapur.


"Desty...," panggil Neva.


"Neva... ngapain kesini, duduk saja di sana. Tempat ini sangat sempit kau tak pantas berada disini" ucap Desty.


Bukannya mendengarkan, Neva mengambil alih Desty memasak air.


"Udah... biar aku saja yang menuangkan airnya," sahut Neva tak tega melihat Desty kesusahan menuang air galon ke teko.


"Tapi Nev---" tolak Desty tapi sudah disahut oleh Neva.


"Mama selalu menanyakanmu Des... sudah lama kau tak berkunjung, mama rindu masakan karedok buatanmu," cerita Desty.


"Aku juga merindukan tante, tapi... apa tante masih mau menerima keadaanku?" tanya Desty sedih.


"Keadaan yang bagaimana yang kau maksud Desty... kau masih sama seperti dulu," jawab Neva.


"Neva... keadaannya sudah berbeda, aku tak seperti Desty yang dulu." sahut Desty.


"Apa yang sebenarnya terjadi Desty? kau pergi begitu saja tanpa menceritakan alasannya. Kau tahu, aku dan Cherry mencarimu kemana-mana. Bahkan Cherry selalu membawa baby Aksa bersama kita untuk mencarimu." imbuh Neva sambil menuang air panas kedalam cangkir teh.


"Maafkan aku sudah membuat kalian susah dan repot mencariku," ucap Desty merasa bersalah.


Neva memeluk Desty, "kita sahabat Desty, apapun permasalahan yang kau hadapi kita akan selalu ada untukmu," ucap Neva menenangkan Desty.

__ADS_1


"Kalian meninggalkanku...," rupanya Cherry ikut menghampiri keduanya.


"Ouh... sini... sini...," ajak Neva mereka bertiga berpelukan bersama. Namun, tiba-tiba Desty mengendurkan pelukannya dan buru-buru menuju kamar mandi yang berada diujung dapurnya.


Hoek... Hoek...


Suara Desty mengeluarkan isi perutnya. Melihatnya, Neva semakin memastikan kecurigaannya. Sedangkan Cherry dia terlihat biasa saja melihat Desty bahkan Cherry ikut membantu memijat tengkuk leher Desty.


"Apa Desty muntah lagi?" tanya Brandon yang ikut terlihat panik.


"Om Branded, bisa kau ambilkan minyak angin?" pinta Cherry.


"Ini Cherr...," Brandon ternyata sudah membawa minyak angin yang sengaja dia siapkan jika sewaktu-waktu Desty membutuhkannya.


Selesai mengeluarkan isi perutnya, Desty dan yang lain kembali berkumpul diruang tamu yang luasnya tak begitu besar. Neva langsung beranjak memberikan Desty teh hangat untuknya.


"Apa kau hamil Desty?" tanya Neva pelan dan hati-hati. Desty dan semuanya terdiam semuanya. Cherry sendiri sengaja tak memberitahu Neva mengenai kehamilan Desty. Sedangkan Brandon, kini sudah bersiap jika semuanya mengetahui jika Desty hamil karenanya.


Desty mengangguk pelan membenarkan pertanyaan Neva. Neva yang mendapat jawaban dari pertanyaannya membelalakkan matanya tak percaya.


"Kau sedang tak bercanda kan Des?" Neva memastikannya sekali lagi.


"Neva... aku hamil, usia kehamilanku sudah masuk bulan ke-3. Maafkan aku Neva...," ucap Desty merasa tak percaya diri.


Neva meraih tangan Desty menggenggam jemarinya. "Kau tak perlu meminta maaf Desty... aku tak akan pernah memandang buruk dirimu, sekali lagi aku katakan kita adalah sahabat dan selamanya akan menjadi sahabat. Kita hadapi semua ini bersama-sama, kau aku dan Cherry." ucap Neva kembali memeluk Desty. Cherry ikut menghampiri keduanya dan memeluk mereka.


"Sudah ya sedihnya, sekarang Desty gak boleh ngumpet-ngumpet lagi. Apalagi kabur-kabur gini... Cherry gak suka, Cherry takut banget Desty kenapa-kenapa," ucap Cherry.


"Iya... Neva juga sama. Neva juga takut Desty kenapa-kenapa... sekarang yang perlu Neva hukum adalah pria yang sudah membuat Desty seperti ini." sahut Neva dengan memicingkan matanya.


"Neva... emangnya lu tau siapa pria itu?" tanya Vino.


"Gak tahu. Mungkin Cherry tahu." jawab Neva langsung beralih kepada Cherry.


"Mau tahu? tapi janji jangan syok ya...," sahut Cherry.


"Kakak om juga tahu kok...," imbuh Cherry sengaja membuat Lucas ikut kedalam komprominya.


Lucas yang tadinya berpura-pura cuek langsung menoleh kearah sang istri.


"Kak Lucas juga mengetahui soal ini? tega banget sih cuma aku yang tak tahu" ucap Neva kesal.


"Emang siapa pria itu Cherr? aku udah gak sabar pingin mencakar-cakar wajahnya, bahkan kalau perlu aku cabik-cabik organ dalamnya" sahut Neva dengan wajah kejamnya.

__ADS_1


"Bagus Nev... lanjutkan..." sahut Cherry sengaja. Bagaimana dengan Brandon, ingin rasanya dia lari terbirit-birit menghindari dua wanita didepannya.


'Busyet dah... kalau begini habis gua di tangan mereka' batin Brandon.


"Kak Lucas... siapa sih pria itu?" tanya Neva.


Lucas hanya memamerkan rentetan giginya yang putih, ragu untuk memberitahu siapa pria yang sudah membuat Desty hamil.


"Sayang... mending kau saja yang mengatakan," ucap Lucas.


"Yakin nih aku yang ngomong...," sahut Cherry.


"Iya sayang, kau saja yang mengatakan siapa pria itu. Masalahnya kalau aku yang mengatakan semua pekerjaan aku yang ngerjain sendirian. Kau tak mau kan waktu kita berduaan berkurang...," rayu Lucas merasa tak enak, karena Brandon sudah mengancamnya dengan sebuah pelototan yang tak biasa.


"Sudahlah... kalian mau makan apa?" Desty sengaja mengalihkan perhatian semuanya.


"Kita gak laper Des...," sahut Neva.


"Kenapa kau tak menjawabnya sendiri Des, siap pria yang sudah menghamilimu" Vino ikut-ikutan penasaran dengan siapa pria itu.


'Ini lagi malah ikut-ikutan, dasar kepoan' batin Brandon makin kesal.


"Nah... kau benar Vin..," Neva menjentikkan jarinya membenarkan ucapan Vino.


"Des... siapa pria itu?" tanya Neva dengan nada mengancam.


"Em... em..." Desty terlihat bingung menjawabnya.


"Desty... jangan cuma am em am em doang sih... buruan katakan siapa pria itu...," paksa Neva.


"Assalamu'alaikum... eh lagi banyak tamu...," sapa Reva disaat yang tepat.


"Desty... apa ini kawan-kawan yang kau ceritakan itu?" tanya Reva.


"Ouh... tampan banget mas ini, kenalkan mas aku Reva janda tercantik di RT sini"


...----------------...


Met rehat semuanya.... mampir juga yuk ke karya temanku yang judulnya "Istri yang tak dianggap"



Wanita yatim piatu yang berusia 20 tahun itu pun harus menerima kenyataan pahit ketika dirinya telah mengetahui jika cintanya telah dikhianati oleh sepupunya sendiri tepat dihari pernikahannya akan tiba.

__ADS_1


Dengan dirinya yang mengidap penyakit kanker yang ganas yang akhirnya mengharuskan dirinya terjebak dalam sebuah ikatan pernikahan kontrak dengan seorang Pria yang umurnya tujuh tahun lebih tua darinya.


Untuk biaya pengobatan penyakit ganas yang ia derita, ia harus menahan rasa sakit sekaligus siksaan batin ketika sadar jika dirinya hanya akan menjadi Istri dan Menantu yang tak dianggap dari keluarga Pria yang terkenal akan kejamnya.


__ADS_2