
"Om Branded... lama banget sih nyampenya? emangnya mau kemana?" tanya Cherry.
"Berisik banget sih Cherr... daritadi omes mulu" sindir Brandon.
"Aku jadi curiga, Jangan-jangan om Branded mau culik aku ya...!" terka Cherry.
"Oh tidak! om Branded ga boleh nikung sahabat sendiri ya... kena karma loh...," ucap Cherry dengan pedenya.
"Lucas... cukup sekali dan terakhir gua jemput bini lu yang banyak curiganya...!" teriak Brandon sangat kesal.
Cherry langsung menciut mendengar Brandon berteriak.
'Kenapa dia lebih kejam dari ibu tiri' batin Cherry.
Perjalanan kurang lebih 30 menit Cherry lalui bersama Brandon yang mengesalkan. Bagaimana tidak sepanjang perjalanan itu mereka tidak pernah ada akurnya.
"Terimakasih sahabatku," ucap Lucas.
"Terimakasih om Branded...," gantian Cherry mengucapkan terimakasih dengan dan tanpa bersalah.
Brandon rasanya ingin mengoyak-oyak wajahnya sendiri melihat tingkah Cherry yang sudah menganiaya batinnya.
"Lucas... gua berharap bonus gua elu double 5 kali lipat." ucap Brandon sambil menyodorkan telapak tangannya kearah wajah Lucas.
"Eh ga bisa gitu! suamiku bisa bangkrut nanti... kakak om jangan mau ya... kalau bisa malah di sunat biar dia bisa irit." sahut Cherry berubah menjadi presiden perusahaan.
"Lucas... boleh ga gue nelen bini elu... mulutnya udah mirip kompor bleduk emak gua di kampung," sahut Brandon kembali darah tingginya naik senaik-naiknya.
Lucas hanya bisa menoleh ke kanan dan kiri, dia bingung harus apa dan bagaimana. Lucas hanya bisa memantau keduanya takut-takut mereka melakukan aksi tawuran. Untung saja Desty tak sengaja lewat, jadi perdebatan antara keduanya terhenti.
"Desty... sedang apa kau disini?" tanya Cherry.
"Harusnya aku yang tanya, ngapain kalian disini... didepan pula ga masuk, mau pada makan angin." ledek Desty.
"Ini lagi mulutnya juga lemas, jangan-jangan kalian itu satu seperguruan." sindir Brandon.
"Abaikan rumput liar yang bergoyang," sahut Desty.
"Rumput liar... rumput liar yang lu maksud gua? Das---"
"Brandon... Brandon... sudah, dilihat orang banyak. Kau mau semua orang disini merekam aksi kita." redam Lucas.
"Serah lu deh Cas... puyeng kepala gua!" sahut Brandon memutar langkahnya memasuki kendaraannya.
"Pria aneh... sukanya marah-marah mulu," gerutu Cherry.
__ADS_1
"Kau benar Cherr... pria aneh memang dikit-dikit marah dikit-dikit marah, pantas saja ga ada cewek yang mau dengannya," sahut Desty.
"Napa ketawa Cherr, ada yang lucu?" tanya Desty.
"Aku hanya menertawakan takdir. Dulu aku sempat mengatakan hal itu kepada kakak om... tetapi malah menjadi do'a terbaik untukku," Cherry terkekeh mengingat masa-masa bertemu Lucas pertama kali.
"Apa iya sih Cherr? aku jadi takut," ucap Desty.
"Serius Des...," sahut Cherry.
"Des... maaf ya kita sambung next timenya. Suamiku sudah manggil tuh...," sahut Cherry.
"Okey Cherr... next time kita lanjut" ucap Desty lalu menyusul rombongannya.
"Ayo kita masuk..." ajak Lucas sembari menggandeng tangan Cherry.
Cherry sangat kagum dengan interiornya, sangat aesthetic sekali. Pandangan Cherry menoleh ke kanan maupun kiri. Seumur hidupnya, baru kali ini Cherry bisa masuk ke restauran bintang 5. Baru duduk saja Cherry dan Lucas sudah di layani dengan apik.
"Mas mbaknya ngapain berdiri disitu?" tanya Cherry dengan polosnya.
"Mereka memang pekerjaannya gitu Cherry berry strawberry mangga mana lagi." sahut Lucas ikut kesal.
Selesai mengkritik karyawan restauran, Cherry meminta Lucas menggantikan pria yang sedari tadi menghibur semua orang dengan keahlian bermain gitar.
"Tak masalah, aku akan membantumu kakak om," sahut Cherry lalu menarik pergelangan tangan Lucas kehadapan pria yang sedari tadi bermain musik didepannya.
"Nona cantik, apa kau akan bernyanyi?" tanya pria bergitar.
"Suamiku yang akan bernyanyi." jawab Cherry.
"Cherry... tapi aku--" tolak Lucas namun gitar terlanjur Lucas pegang.
"Ayo suamiku... semangat!" support Cherry.
Perlahan Lucas mulai memetik gitar tersebut, lagu yang selalu mengena dihati Lucas.
"Persembahan lagu dariku, untukmu sayang... Cherry Jovanka Emillia." ucap Lucas kemudian memetik gitarnya , dipetiknya gitar tersebut memberitahu soal lagu yang akan disampaikan" ucap Lucas.
Lagu Tak akan ada cinta yang lain dari group band Dewa menjadi lagu yang dibawakan Lucas. Tak terasa membuat Cherry meneteskan air mata.
Cherry sangat sangat sangat bersyukur memiliki Lucas. Kini dirinya sangat yakin tak mau memberikan peluang kepada para pelakor diluaran sana termasuk Angel.
"Kau menangis sayang?" tanya Lucas.
"Aku tak mau kehilanganmu Lucas... aku tak mau kehilanganmu... hiks... hiks...," jawab Cherry.
__ADS_1
"Sayang... sampai titik nafas terakhiku, aku tak akan pernah meninggalkanmu. Rasa cintaku pada sudah terlalu dalam, sehingga tak mudah orang lain merusaknya." ucap Lucas menyeka air mata Cherry.
"Aku mencintaimu Lucas." ucap Cherry.
"Aku juga sangat mencintaimu Cherry." jawab Lucas kemudian mengecup bi*bir ranum istrinya.
Kegiatan mereka berdua ternyata sedang mendapatkan pantauan seseorang diujung sana. Dia terlihat sangat marah melihat kemesraan Lucas dan Cherry.
"Kalian bisa tertawa saat ini, tapi aku tak bisa menjamin hubungan kalian tetap jalan atau cukup sampai disini." ucap Angel.
**
"Cherry tolong jangan kau percaya semua ucapan Angel. Dia masalalu kelamku, yang ada dihadapanku saat ini adalah masa depanku." ucap Lucas menjelaskan.
"Aku juga tak mempercayainya, dia sangat terlihat ingin masuk kedalam keluarga kita." ucap Cherry.
"Aku juga tak menyangka jika Angel akan berbuat seperti ini. Lain kali kau dan yang lain harus lebih waspada." pesan Lucas.
"Apa motif dia ya?" Cherry sedikit berpikir, otak pintarnya mulai bekerja.
"Apa dia masih menginginkanmu kak...," ucap Cherry dengan nada sedih.
"Sayang... sekali lagi, percayalah padaku. Aku tak akan pernah tertarik dengan wanita lain selain dirimu. Kau tahu saat aku mendengar Lionel mengatakan sangat mencintaimu, aku sangat tak terima. Aku ga rela kau disukai orang lain." sahut Lucas.
"Tumben kakak om cemburu... biasanya pasrah aja," sahut Cherry sembari memasukkan potongan daging kedalam mulut setelahnya.
"Cherry... aku serius...," ucap Lucas.
"Iya... iya... aku tau kok, kakak om kan sudah bucin sama aku... hehehe...," Cherry tersenyum menampilkan giginya yang putih.
"Pokoknya ga ada orang lain dihatiku selain kau dan Aksa. Aku hanya milik kalian...," Lucas mengecup pipi Cherry dan Cherry membalasnya. Makan malam romantis ala pasangan somplak itu berjalan dengan lancar. Yang awalnya Cherry akan marah mengenai Angel, kini Cherry harus bekerja keras untuk melindungi suaminya dari godaan syetan yang terkutuk.
"Aku ke toilet bentar ya...," pamit Cherry.
"Mau ditemenin?" goda Lucas.
"Nanti aja kalau dirumah," balik goda Cherry dengan mengedipkan satu matanya.
Lucas tersenyum, Cherry memang selalu bisa membuatnya tertawa. Tingkah polosnya selalu ada-ada saja.
"Apa kau sudah melakukan pekerjaanmu untuk meja nomor 27.." terdengar suara dari luar pintu kamar mandi.
"Meja no. 27....itu kan...."
Bersambung.....
__ADS_1