Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 82. Ala Cinderella


__ADS_3

Benar orang yang orang bilang, jangan terlalu benci karena kita tak tahu takdir apa yang terjadi setelahnya. Ikuti alurnya, nikmati setiap prosesnya, karena hati tak akan pernah salah.


Melihat Lucas dan Cherry sudah selayaknya pasangan suami istri seutuhnya, mama Risti dan papa Hadi merasa bahagia.


"Aku merasa tak enak membangunkannya," bisik salah seorang suster jaga.


"Aku juga merasa begitu, tapi saat ini tugas kita memberikan obat kepada nona cantik itu" ujar seorang suster satunya lagi.


"Aku akan membangunkannya dengan pelan," kemudian salah seorang suster tersebut mengguncangkan tubuh Lucas dengan pelan. Karena malam ini Lucas tidur satu ranjang pasien dengan Cherry. Bukan tanpa alasan Lucas berada disana, tapi karena Cherry yang memintanya. Cherry merasa takut jika Lucas meninggalkannya lagi.


"Maaf Tuan..." ucap suster membangunkan dengan pelan.


"Sssttt... gimana nih?" suster memutar tubuhnya bertanya dengan teman suster satunya, kemudian berbalik kembali.


"Ma-maaf tu-tuan..." kembali mengguncang tubuh Lucas yang masih terlelap.


Merasa ada yang membangunkannya, Lucas mengerjap-ngerjapkan matanya.


"Kenapa harus membangunkanku suster...," ucap Lucas masih dengan suara khas serak bangun tidur.


"Ma-maaf tu-tuan kami hanya ingin memberikan suntikan obat kepada nona cantik" ucap suster dengan sedikit ketakutan.


"Hissssh... kenapa tak bilang daritadi" sahut Lucas kemudian membangunkan Cherry dengan mesra.


"Cup!" Lucas mencium bi*bir istrinya dengan lembut tanpa mempedulikan 2 suster di belakangnya yang bersatatus zombie eh zomblo.


'Duh... romantisnya, mau juga dibangunin ala Cinderella begini' batin suster.


'Pertahankan ke zombloan ini...' batin suster satunya.


"Om... apa sudah pagi?" tanya Cherry terbangun.


"Sudah pukul 5 sayang, suster ini sudah mengganggu waktu tidur kita" jawab Lucas sedikit menyindir kedua suster di belakangnya.


"Hihihi...," Cherry tertawa kecil melihat ekspresi kedua suster yang ingin menjitak kepala Lucas.


"Apa pagi ini aku terlalu manis sayang, sehingga kau tersenyum melihatku"


"Iya om... om terlalu manis pagi ini sehingga membuatku dan kedua kaka suster tertawa" sahut Cherry.


Mendengar nama suster disebut, Lucas langsung menoleh kebelakangnya. Untungnya, para suster sudah bersikap biasa saja. Jika saja Lucas melihat tingkahnya tadi bisa-bisa Lucas membuangnya ke rumah sakit jiwa.


"Maaf nona, kami harus memberikan obat ini kepada anda," ucap suster kemudian mempersiapkan alat tensi dan suntikan obat.


Lucas kemudian beranjak dari bed pasien dan berdiri dibelakang para suster mengawasi kinerja mereka.


"Aaaarggh..." Cherry sedikit kesakitan saat suntikan mulai dimasukkan kedalam infusnya.


"Sus... sudah pernah diajak jalan-jalan ke hotel rodeo belum," sindir Lucas. Nyali kedua suster tersebut langsung menciut.


"Om... ini hanya sakit biasa, " bantah Cherry.


"Tak usah didengar ucapan suamiku," imbuhnya lagi.


Singkat cerita, pukul 8 pagi.


Ceklek,

__ADS_1


"Selamat pagi nona Cherry Emilia," sapa dokter visit.


"Kau!"


"Lucas"


"Tau begitu ku cabut saja istriku dari sini," ucap Lucas mengetahui jika dokter yang menangani Cherry adalah Ammar.


"Kau takut jika istrimu berpaling," sindir Ammar.


"Sudahlah... kalian ini malah membuatku semakin sakit. Om, kau tak usah meragukanku cintaku padamu tak lekang oleh waktu pokoknya," sahut Cherry dengan bermanja ria di lengan Lucas.


"Lucas kau sangat beruntung memilikinya," ucap Ammar.


"Jaga dia selalu Lucas," imbuh Ammar terlihat serius dan tulus.


"Bagaimana hubunganmu dengan Reta?" tanya Lucas.


"Cinta tak bisa dipaksakan Lucas" jawab Ammar.


"Dokter, percayalah suatu hari kau akan menemukan wanita terbaik," sahut Cherry.


"Terimakasih nona cantik," ucap Ammar.


"Kau ingin mencoba melupakanku sayang," sindir Lucas cemburu.


"Cute banget suamiku kalau cemburu... aku makin cinta," ucap Cherry sembari mencubit kedua pipi Lucas.


"Kalian membuatku iri" sahut Ammar tak kuat melihat ke uwuan mereka berdua. Lucas dan Cherry tertawa bersama mendengar sahutan dokter Ammar.


Selesai bercanda bersama dokter Ammar memperbolehkan Cherry kembali pulang.


"Sama-sama nona cantik, tetap jaga kondisi makan yang teratur dengan pola yang sudah disampaikan. Semoga kalian berdua segera dikaruniai momongan yang lucu" do'a dokter Ammar.


"Aamiin...," sahut Cherry dengan semangat.


'Aamiin...' batin Lucas.


Dokter Ammar berpamitan, kemudian meninggalkan Lucas dan Cherry.


"Oppa....," panggil Cherry dengan manja.


"Oppa... mau...,"


"Cherr, ga lagi kesambet kan?" tanya Lucas merinding melihat tingkah istrinya.


"Oppa... mau...,"


"Cherry.... jangan aneh-aneh, ini masih di rumah sakit. Jangan minta disini"


"Oppa... mau...,"


"Cherry...," suara Lucas sudah tak tahan, karena Cherry terus saja menggodanya.


"Oppa... mau itu...,"


"Cherry.... kau benar-benar menggoda imanku"

__ADS_1


"Oppa---"


Lucas langsung mendekap Cherry dan menjatuhkannya di sofabed.


"Om, mau ngapain?" tanya Cherry.


"Bukannya kau minta itu?" bukannya menjawab Lucas balik bertanya.


Cherry mendorong tubuh Lucas yang menindihnya.


"Bukan itu om maksud Cherry..,"


"Lalu apa kalau bukan itu?"


"Cherry minta om buat gendong Cherry sampai diparkiran" jawab Cherry tanpa bersalah.


"Cherry... tapi ini urusannya gimana?" menunjuk ke bawah dengan matanya.


"Emang apa yang harus diurus om?" tanya Cherry begitu polosnya.


"Gajah duduk" jawab Lucas kesal berbalik melangkah mendahului Cherry.


"Ah... ada-ada aja nih om.. emang bisa gajah duduk?" gumam Cherry masih belum paham.


Diperjalanan Lucas terus saja menggerutu dalam hatinya. Sedangkan Cherry masih terus merayu sang suami. Kurang lebih 15 menit Lucas dan Cherry tiba di kediaman Vino.


"Menantu mama sudah baikan?" tanya mama Risti menyambut kedatangan Cherry dan Lucas.


"Kenapa dengan menantuku?"


"Tanya sama anak mama kenapa daritadi mendiamkan Cherry," jawab Cherry.


Mama Risti dan yang lain menoleh kearah Lucas bersamaan.


"Apa yang terjadi Cherry?" tanya Neva.


"Gara-gara gajahnya duduk"


Bersambung....


...----------------...


Selamat malam semua... iri juga kan dengan ke uwuan Cherry berry strawberry mangga manalagi dan Lucas. Kalau others sih iri banget... hehehe,


Sambil menunggu ke uwuan mereka selanjutnya tetap stay terus di karya othor kalem KAGET NIKAH



Cherry Jovanka Emilia gadis berseragam abu-abu yang ceria memiliki sahabat bernama Neva Aurelia Hadinata dan Steve Roger Timothy.


Persahabatan mereka terbilang sangat unik karena tidak ada hari-hari tanpa ulah yang menjengkelkan dari tingkah mereka. 


Steve sendiri sudah memiliki perasaan kepada Cherry sejak mereka duduk di bangku sekolah SD. Cherry, Neva dan Steve mereka merupakan sahabat sejak kecil. Sekolah merekapun selalu bersama. 


Sampai suatu hari Cherry memiliki problem tak bisa membayar uang Sekolah di karenakan Ibunya sakit-sakitan. Ayah Cherry sendiri sudah meninggal dunia sejak dirinya berusia 7 Tahun. 


Neva yang iba kepadanya, meminta tolong kepada Kakaknya bernama Lucas Zander Hadinata seorang CEO di perusahaan Axosha Jewelry. Perusahaan di bidang perhiasan ini terbilang perusahaan terbesar di dunia. Lucas sendiri adalah seorang pengusaha muda yang sangat sukses di seluruh dunia. Berbanding terbalik dengan persoalan cinta, yang dia tahu cinta itu hanya sekedar bersama tanpa ada embel-embel perasaan. 

__ADS_1


Sampai suatu ketika dia harus di pertemukan Tuhan dengan gadis muda putih Abu-Abu yang akan menjungkir balikkan kehidupannya kelak. 


Bagaimana kisah mereka selanjutnya?


__ADS_2