Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 86. Bukan Muhrim


__ADS_3

"Lexi, aku pamit menemui keluargaku dulu" pamit Yora pagi itu.


"Yora, apa kau tak mau menungguku?" tanya Lexi merasa khawatir karena Yora sedang hamil besar.


"Kau tak perlu khawatir Lexi, aku bisa menjaga diriku sendiri" jawab Yora.


Lexi terus saja mengingat ucapan Yora saat itu, tak disangka jika itu percakapan terakhir mereka.


Lexi yang baru pulang dari tempat kerjanya, langsung saja mencari sosok istrinya. Namun, yang dia dapatkan sepucuk surat yang memberitahunya jika Yora harus menemui keluarga yang sudah mengasuhnya sejak kecil. Jika tidak, maka nyawa Lexi akan terancam.


Lexi berlari mencari Yora sayangnya semua sudah terlambat. Lexi hanya menemukan salah satu keluarga Yora yang hampir meninggal sambil memeluk baby Agha.


"Kau suami Yora, jaga baik-baik anakmu" sambil menyerahkan Agha dari pelukannya.


"Bibi, dimana istriku?" tanya Lexi khawatir.


"Mereka sudah membuangnya, Yora tak mau melakukannya" jawab wanita yang sudah tak muda lagi diusianya.


Lexi kemudian menerima Agha tentunya dengan lelehan air mata. Senang karena Agha terlahir dengan selamat dan sehat, sedih karena tak bisa bertemu dengan istrinya kembali.


"Aku yakin jika ka Yora masih hidup, dia akan bahagia melihat kaka sudah menjaga Agha dengan baik," ucap Cherry membuyarkan lamunan Lexi.


"Terimakasih Cherry sudah mau mendengarkan ceritaku," sahut Lexi.


"Dimana Lucas? apa dia mau meninggalkanmu sendirian lagi?"


"Aku merasa kesal dengannya," ucap Cherry kembali cemberut mengingat sikap Lucas dengan Susi.


"Dasar wanita suka cemburu tak jelas," gerutu Lexi dengan santainya.


Cherry yang mendengar gerutuan Lexi langsung berubah ke mode angry.


"Kaka bilang apa?" tanya Cherry dengan sedikit tekanan.


"Wanita suka cemburu tak jelas" Lexi memperjelas ucapannya.


Seribu jurus capitan mendarat di tubuh Lexi.


"Cherry... cubitanmu menyakitkanku," keluh Lexi tak digubris Cherry. Cherry terus saja melakukan jurus cubitnya melepaskan rasa kesalnya.


"Ee... Aaaaa... brukk!"


Cherry tak sengaja tersandung kakinya sendiri sehingga membuatnya oleng dan jatuh kepelukan Lexi. Kedua mata mereka saling bertemu, derup jantung Lexi kembali berubah.


'Dug... dug.. dug...' suara detak jantung Lexi.


'Sial! sadar Lexi...' batin Lexi.


"Maaf ka Lexi...," ucap Cherry sembari menarik tubuhnya. Cherry sendiri merasa malu dengan kejadian yang baru saja terjadi, untungnya Cherry hanya menganggap hal biasa.


"A--aku mau menemui om...," pamit Cherry sedikit canggung.

__ADS_1


Cherry kemudian meninggalkan Lexi yang masih mengatur detak jantungnya.


"Sayang...," panggil Lucas menemukan Cherry.


Bukannya menghampiri Lucas, Cherry berpura-pura tak mempedulikannya.


"Sayang... sayang... please jangan marah, aku janji bakal ngelakuin apa saja untukmu," ucap Lucas mode merayu.


"Om, ngeselin... Cherry ga suka kalau ada wanita lain merayu om. Om tuh hanya punyaku," ucap Cherry seperti anak kecil.


Melihat sang istri begitu cemburu, Lucas langsung mendaratkan ciu*man mesra, "cup".


"Om...!" teriak Cherry semakin kesal. Lucas terus saja menggoda istrinya.


Lexi yang diam-diam memperhatikannya ikut tersenyum.


'Aiora dia sama sepertimu, jahil, usil, pemarah seperti anak-anak' batin Lexi.


**


"Apa tujuanmu membebaskaku dari penjara?" suara Reta sedikit bingung.


"Dokter Reta, sepertinya aku tak perlu menjelaskan. Aku melakukan ini semua bukan untuk dirimu melainkan untuk diriku" sahut seorang pria paruh baya didepan Reta.


"Maksud anda apa? aku sama sekali tak mengerti,"


"Simple saja dokter, aku ingin kau bekerjasama dengan ku"


"bekerjasama?" gumam Reta mengulangi ucapan pria paruh baya.


Reta sedikit berpikir keras maksud dan tujuan pria paruh baya itu.


"Apa yang sebenarnya harus aku lakukan?" tanya Reta.


''Hancurkan keluarga Hadinata," ucap Rudi mantan asisten Hadinata yang bekerjasama dengan ayah Reta untuk menjatuhkan Zain di masalalu.


Reta dan Rudi kemudian membicarakan tentang rencana mereka. Reta sangat setuju dengan rencana Rudi. Dia juga ingin balas dendam kepada Cherry karena sudah merebut Lucas darinya.


"Wanita breng*sek... kali ini benar-benar tamat riwayatmu" gumam Reta tersenyum sinis.


**


Diruang meeting, Cherry sengaja memamerkan kemesraan didepan Susi. Lucas sendiri sudah sepakat akan melakukan apa saja agar kesejahteraannya aman.


"Jadi nanti tugas Desty menjadi asisten nyonya Lucas," ucap Brandon membagi tugas.


"Semua keperluan mulai dari dress maupun make up menjadi tanggung jawabmu," imbuh Lucas menegaskan.


Desty hanya menanggapi dengan biasa saja. Dan itu membuat Brandon sedikit kesal.


"Terus tugas aku apa ka?" tanya Neva yang tiba lebih terlambat dari Lucas dan Cherry.

__ADS_1


"Tugasmu bersama Vino dan Steve penataan stage," jawab Brandon.


"Iyes," ucap Vino lirih sangat bahagia. Tidak dengan Steve, dia berharap bisa dekat dengan Cherry.


"Dan kau Susi tugasmu membantu keperluan tuan bos Lexi dan Lucas--,"


"Ga boleh!" teriak Cherry tak setuju.


Wajah Susi yang tadinya bahagia berubah menjadi kesal gara-gara Cherry.


"Cherry... jangan mulai deh," ucap Brandon kesal.


"Om Branded gimana sih yang boleh membantu tugas om itu istrinya, bukan wanita lain, bukan muhrim" sahut Cherry berpendapat.


"Lucas... ssst... sssttt...,"


"Pokoknya ga ada yang boleh membantu suami aku kecuali istri dan keluarganya. TITIK!" ucap Cherry sengaja agar Susi tak kegatalan.


"Aku setuju denganmu," ucap Lexi.


"Tuh kan... kaka iparku aja setuju sama pendapatku" sahut Cherry.


"Om Branded mau aku jadiin perkedel?" tanya Cherry berbisik sangat menyeramkan.


Wajah tampan Brandon seketika memudar mendengar ancaman Cherry. Brandon kemudian meralat semua tugasnya. Cherry mendapatkan tugas double selain menjadi brand ambassador dia juga bertugas mengurusi keperluan suaminya diatas stage.


Bagaimana dengan Susi, dia terus saja mengumpat kesal. Jika saja Cherry bukan istri dari Lucas, mungkin saja dia sudah bergelut ria dengan Cherry.


"Cherry... kau berubah hari ini," ucap Neva.


"Berubah gimana Neva?" tanya Cherry belum mengerti.


"Berubah menjadi yakuza abadi," sahut Steve.


"Sahabat pada laknat kalian... lagian mana ada kali suami diurusin sama wanita lain, sedang didekatnya masih ada istri yang mampu mengurus semua kebutuhan suaminya." keluh Cherry.


"Ceritanya cemburu nih...," sindir Neva.


"Bukannya dulu bilangnya ogah sama pria tua," kembali mengingatkan ucapan Cherry di masa lalu saat pertama kali berjumpa dengan Lucas.


"Bilangnya ga mau... ga mau... tapi apa endingnya...," sindir Steve gantian.


Desty yang berada disebelah mereka tertawa menahan kelucuan tingkah ketiganya.


"Iiih... apaan sih kalian, ga usah keras-keras, mau malu-maluin aku, ckkk" sahut Cherry.


"Desty... tak usah kau dengarkan ucapan mereka, ucapan mereka hanya membuang-buang amal kebaikan kita" imbuh Cherry mode religius.


"Neva... panas ga hawanya, bau-bau ustadzah nih" sindir Steve.


"Ustadzahnya sudah bersertifikat halal sekarang, jadi kudu di percaya," Neva menimpali sindiran Steve

__ADS_1


Kemudian mereka tertawa bersama terkecuali Cherry. Dia semakin kesal sampai-sampai dia tak menyadari jika sedang menyobek gaun yang akan dipakainya esok.


Bersambung.....


__ADS_2