
Mendengar berita musibah yang menimpa keluarga Lucas. Dasya atau yang biasa dipanggil Angel mengunjungi keluarga Lucas di Rumah Sakit.
"Elsa... ada di kamar berapa mereka?" tanya Angel.
"Menurut info mereka sudah dipindahkan di ruang perawatan nona," jawab Elsa.
Angel berjalan beriringan dengan Elsa menuju ruangan semuanya. "Selamat malam," sapa Angel kepada Lexi dan Neva.
"Kak Angel...," panggil Neva masih mengenal sosok Angel.
"Kau masih mengingatku Neva?" tanya Angel.
"Tentu masih kak.. kakak apa kabar?" balik tanya Neva.
"Baik, seperti yang kau lihat" jawab Angel lalu memeluk Neva.
"Aku yakin tante dan om orang yang kuat, mereka pasti baik-baik saja" ucap Angel berbisik.
Neva mengendurkan pelukan Yora, "terimakasih kak...," ucap Neva.
"Lexi... apa kabarmu?" tanya Angel masih mengingat sosok Lexi.
"Ingatanmu masih sangat bagus Angel," sahut Lexi.
"Lexi... Agha mengantuk, bisakah kau membantuku?" pinta Yora.
"Eh... ada tamu," ucap Yora melihat Angel dan Elsa.
"Perkenalkan, dia istriku. Yora dia Angel tetangga sewaktu kecil" Lexi memperkenalkan Yora kepada Angel.
"Yora" sembari mengulurkan tangan.
"Angel," menerima uluran tangan Yora.
"Senang berkenalan denganmu Yora."
"Aku juga senang bisa berkenalan denganmu Angel," ucap Yora.
"Bagaimana kondisi om dan tante Lexi?" tanya Angel.
"Mama beristirahat, sedangkan papa masih menunggu operasinya selesai," jawab Lexi.
"Em... dimana Lucas? aku belum melihatnya sama sekali," tanya Angel daritadi mencari keberadaan Lucas.
"Sedang dalam perjalanan," jawab Lexi sembari menggendong Agha yang tertidur.
"Kak Yora, biar Aksa aku gendong. Kak Yora istirahat dulu," Neva menggantikan posisi Yora menggendong baby Aksa.
"Bayi siapa itu Lexi?" tanya Angel.
"Ini bayi kak Lucas kak...," jawab Neva.
Angel tersenyum sengit mendengar jika bayi itu milik Lucas.
Tap... tap... tap...
Suara derap langkah Lucas berlari langsung menuju ruangan keluarganya.
"Lucas...," ucap Angel lirih sangat bahagia, akhirnya setelah sekian lama dia bertemu juga dengan pria yang sangat dicintainya.
__ADS_1
"Kak... dimana Cherry? gimana kondisinya?Aksa... ini papa nak...," ucap Lucas bertubi-tubi langsung mengambil alih baby Aksa kedalam gendongannya.
Lucas terus menciumi putranya, sampai tak terasa air mata menetes begitu saja. Terlihat Lucas sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa keluarga besarnya. Andai saja tadi dia tak meninggalkan Cherry untuk berangkat kerja mungkin Abimana tak akan dibawa mereka.
"Lucas... tenangkan dirimu," ucap Lexi mengerti kondisi Lucas saat ini.
"Cherry... dimana Cherry kak?" tanya Lucas.
"Cherry masih belum sadarkan diri," jawab Lexi.
Lucas lalu memasuki ruangan Cherry terbaring, Lucas semakin tak tega melihat kondisi istrinya.
Lucas memeluk Cherry, mencium keningnya lalu menggenggam jemarinya.
"Sayang... aku sudah datang... bangun sayang..." bisik Lucas.
Lexi dan yang lain tak terasa ikut meneteskan air mata terkecuali Angel. Dia merasakan sakit hati karena Lucas tak meliriknya sama sekali.
Desty dan Vino ikut memasuki ruangan, punggungnya sudah mendapatkan 10 jahitan. Melihat Cherry terbaring, Vino dan Desty juga merasa sedih.
"Apa yang sebenarnya terjadi Lexi?" tanya Lucas.
"Aku belum mengetahui motifnya, mereka tiba-tiba datang dan membuat kekacauan dirumah," jawab Lexi.
"Dimana Abimana?" tanya Lucas lagi.
"Mereka membawa Abimana Lucas... hiks... hiks... hiks..." bukan Lucas yang menjawab tetapi Yora.
"Bangs*t! aku bakal membuat perhitungan dengannya!" ucap Lucas. Matanya memerah menandakan Lucas sangat marah tak terima dengan keadaan yang menimpa keluarganya.
"Kakak om....," panggil Cherry mengigau.
"Sayang... aku berjanji akan membawa pulang Abimana, kau tenanglah..." ucap Lucas.
Yora, Vino dan mama Risti mulai bisa berkomunikasi. Mereka mulai menceritakan situasinya masing-masing.
"Maafkan kakak tidak bisa melindungi Abimana... hiks... hiks... hiks...," ucap Yora dengan nada sedih.
"Vino, gimana kondisimu?" tanya Lucas.
"Alhamdulillah sudah membaik bos," jawab Vino.
"Maafkan aku bos ga bisa melindungi bisa besar. Anggota mereka lebih dari 8 orang. Kita tak bisa melawannya," ucap Vino.
"Kau sudah melakukan yang terbaik Vino," sahut Lucas.
"Lucas... bagaimana dengan Abimana, dia masih membutuhkan ASI, siapa yang akan merawatnya... mama merindukan Abimana...," mama Risti sangat mengkhawatirkan cucunya.
"Mama tenang saja, Lucas akan membawa kembali putra Lucas."
Setelah semuanya tenang, Lucas mencoba untuk keluar menenangkan pikirannya. Duduk terdiam dipojokan taman depan ruangan pasien Lucas berpikir bagaimana cara dia menemukan putranya.
Papa Hadi juga sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Lucas meminta semua keluarganya dijadikan satu dalam ruangan kepada Rendi.
"Lucas...," sapa Angel langsung duduk disamping Lucas tanpa izin.
"Apa kabarmu?" tanya Angel.
"Untuk apa kau kembali?" sindir Lucas.
__ADS_1
"Untuk menemuimu dan menagih semua janjimu," jawab Angel sengaja.
Lucas tersenyum kecut mendengar ucapan Angel.
"Janji itu sudah tak berlaku, kau yang meninggalkanku terlebih dulu. Jadi, janji itu tak pernah ada." sahut Lucas langsung beranjak dari duduknya.
"Lucas... aku bisa jelaskan semuanya," Angel berusaha untuk membujuk Lucas.
"Tak ada lagi yang perlu dijelaskan. Kehidupan kita sudah berbeda, aku sudah mencintai istriku. Jangan pernah berharap lebih dari aku." ucap Lucas tanpa berbasa-basi.
"Lucas.... dengarkan aku dulu," panggil Angel tak direspon oleh Lucas. Lucas pergi begitu saja meninggalkan Angel.
"Kau sudah berubah Lucas...," ucap Angel lirih menatap punggung Lucas yang mulai menghilang.
"Nona... maaf, sudah pukul 1 kita kembali sekarang" ucap Elsa.
Angel akhirnya memutuskan pulang bersama Elsa.
"Steve bagaimana , apa kau sudah mendapatkan petunjuk tentang mereka?" tanya Brandon.
"Mereka sepertinya mengetahui rencana kita, terdapat pengalihan akses sinyal yang kutangkap kemarin." jawab Steve.
"Breng*sek sekali mereka, menahan seorang bayi tak berdosa!" caci Brandon.
"Anakku.... anakku dimana kau nak?" panggil Cherry tersadar dari pingsannya.
Steve dan Brandon berlari memasuki ruangan.
"Cherry... tenang nak...,"
"Cherry... yang kuat..."
"Cherry... Abimana pasti baik-baik saja,"
"Cherry... kau jangan seperti ini... ingat Aksa membutuhkanmu saat ini," ucap Yora.
"Aku merindukan anakku... dia baru saja menyusu sedikit, ini sudah waktu dia minum ASI... aku harus menemukan mereka..." ucap Cherry diluar kesadarannya.
Melihat Cherry seperti ini, seluruh keluarga merasa sangat sedih terutama Lucas
Dia yang masih berdiri ditengah pintu merasa tak kuat melihat sang istri menderita.
"Nak... ingat nak... Aksa membutuhkanmu saat ini... hiks... hiks...," mama Risti terus memeluk Cherry.
"Abi... mama akan menyusulmu nak... tunggu mama nak...," Cherry terus saja ngelantur.
Lucas menyeka air matanya, menata emosi hatinya, menguatkan perasaannya. Lucas mendekati Cherry.
"Sayang...," panggil Lucas.
Cherry menoleh kearah Lucas lalu berhambur ke pelukannya.
"Kakak om... Abimana.. Abi.. mereka membawa Abi... hiks... hiks... hiks...,"
"Kau tahu, Abimana dan Adhyaksa terlahir dari wanita hebat wanita kuat, kasih sayang wanita itu membuatnya tumbuh menjadi anak-anak yang kuat pula." Kini Lucas melepaskan pelukannya berganti menangkup wajah Cherry dengan kedua tangannya.
"Aku berjanji akan membawa kembali anak kita,"
Bersambung....
__ADS_1