Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 137. Project new


__ADS_3

"Desty... lu tahu Elsa itu wanita yang sangat pintar membuatku bernaf*su. Wajar jika gua ga bisa kehilangan dia." ucap Brandon ngelantur.


"Apa iya sebegitu istimewanya Brandon... aku bisa kok lebih dari Elsa...," ucap Desty.


"Tak ada yang lebih istimewa dari Desty... lu mah ga ada apa-apanya...," sahut Brandon.


"Kau mau bukti... oke...," ucap Desty merasa ditantang.


Desty langsung menubruk Brandon, mencium bi*birnya, melu*matnya tak disangka Brandon juga membalasnya. Satu persatu pakaian mereka terlepas. Keduanya sedang melakukan sesuatu diluar kesadaran mereka atas pengaruh minuman beralkohol. Setelah penyatuan itu terjadi, Brandon dan Desty tertidur begitu saja.


"Desty... kau sangat bodoh! bagaimana bisa kau melakukan hal itu." gumam Desty ingin sekali dia memukul kepalanya sendiri.


Masih dengan posisi berbalut selimut, Desty terlihat meneteskan air mata. Sedangkan Brandon sudah memakai celananya.


"Lupakan hal semalam, anggap saja tidak terjadi sesuatu. Urusan kamar, biar gua yang membayarnya. Dan ini ongkos untuk kau pulang." ucap Brandon sembari menaruh beberapa lembar uang.


Desty yang melihat sikap Brandon semakin sedih. Tak bisa lagi berkata-kata hanya air mata yang mewakili perasaannya saat ini. Brandon meninggalkannya begitu saja, seolah menyalahkan Desty yang tak bisa mengontrol diri. Brandon merasa sangat kecewa.


"Apa yang harus aku lakukan setelah ini," gumam Desty.


Di perjalanan, Brandon terus memikirkan kejadian semalam bersama Desty. Brandon tak menyangka jika dia akan merusak Desty. Brandon merasa tak pantas untuk Desty.


"Maafkan gua Des... gara-gara gua elu jadi begini." keluh Brandon.


**


"Selamat pagi tuan Lucas," sapa tuan Sean.


"Selamat pagi tuan Sean. Maaf kita sedikit terlambat." ucap Lucas.


"Tak apa tuan, saya juga baru tiba beberapa menit lalu." ucap tuan Sean. Tuan Sean kemudian menoleh kearah Cherry dan baby Aksa.


"Siapa mereka tuan Lucas?" tanya tuan Sean.


"Perkenalkan tuan Sean, ini Cherry istri saya dan ini Adhyaksa buah cinta kami berdua," jawab Lucas memperkenalkan Cherry.


"Istri anda masih sangat muda, saya mengira dia tadi adik tuan.. hehehe...," puji tuan Sean.


"Putra anda juga sangat tampan persis seperti anda, benar-benar keluarga sempurna. Istri cantik putra tampan."


"Terimakasih tuan Sean atas pujiannya." ucap Lucas.


Tuan Sean mengulurkan tangannya berjabat tangan dengan Cherry kemudian mereka bersama duduk sembari sarapan pagi bersama.


"Maaf sebelumnya tuan Lucas saya mengajak anda bertemu di hari keluarga, karena besok saya akan kembali ke Kanada untuk menemui istri dan anak-anak saya." ucap tuan Sean.

__ADS_1


"Tak masalah tuan Sean, justru saya sangat senang bisa segera bertemu dengan anda lebih cepat dari yang sudah dijadwalkan." sahut Lucas.


"Anda bisa saja tuan...," tuan Sean terkekeh dengan ucapan Lucas.


"Siapa orangnya yang tak senang bertemu dengan seorang yang sangat dikagumi di seluruh perusahaan dunia seperti tuan Sean. Saya sendiri sangat merasa terhormat bisa menjadi bagian dari kerjasama ini." ucap Lucas.


"Bagaimana dengan project yang kita rencanakan kemarin lusa tuan? apa anda setuju dengan ide kami?" imbuh Lucas.


"Saya sangat setuju dengan ide anda, tetapi apakah anda sudah mempunyai pandangan siapa model yang cocok untuk product kita?" tanya tuan Sean.


Lucas terdiam, dia bingung menjawab karena belum memikirkan soal ini.


"Saya mencari model yang notabene mandiri, kuat, innovative karena untuk menyesuaikan dengan product kita Diamond Luxury," sahut tuan Sean.


"Dalam waktu dekat ini saya berjanji akan menemukan model yang tepat untuk product kita tuan." ucap Lucas.


"Kenapa harus dalam waktu dekat, model itu sudah ada disini tuan Lucas." ucap tuan Sean tersenyum kearah Lucas.


Lucas menaikkan satu alisnya, "Siapa yang menurut tuan Sean cocok dengan model kita?" tanya Lucas.


"Nyonya Lucas." jawab tuan Sean.


Uhuk... uhuk.. uhukkk!


"Sayang... kau tak apa?" tanya Lucas membantu Cherry mengambil minuman.


"Maaf tuan Sean, apa alasannya anda memilih saya?" tanya Cherry setelah tenang.


"Tenang dulu nyonya Lucas. Saya dan semua orang sudah mengenal tentang keberanian anda saat melawan nona Dasya. Keberanian anda yang membuat saya tertarik untuk menggunakan anda sebagai brand ambassador product ini. Karena sesuai dengan karakter anda." ucap tuan Sean menjelaskan.


"Mohon maaf tuan, saya hanya melakukan yang seharusnya saya lakukan sebagai seorang istri. Siapa sih yang mau jika suaminya digoda oleh wanita lain. Setiap wanita pasti tak mau hal itu terjadi. Kiranya sampai sini paham." ucap Cherry.


"Tak kusangka istri anda sangat cerdas tuan Lucas. Anda sangat beruntung memilikinya." puji tuan Sean.


"Anda terlalu berlebihan memuji saya tuan." sahut Cherry.


"Saya mohon nyonya, agar nyonya Lucas mau mensupport project ini" bujuk tuan Sean.


Cherry menoleh kearah Lucas, begitupun sebaliknya.


"Maaf tuan, kami belum bisa memberi jawaban saat ini. Kami akan merundingkannya terlebih dulu." pinta Lucas.


"Baiklah tuan dan nyonya Lucas, saya menghargai keputusan kalian." ucap tuan Sean.


Mereka bertiga melanjutkan sarapan sekaligus meetingnya.

__ADS_1


"Terimakasih tuan Sean atas sarapan paginya yang sangat menyenangkan." ucap Lucas.


"Terimakasih juga tuan karena saya tak menyangka jika akan bertemu nyonya serta tuan Lucas junior secara langsung." sahut tuan Sean.


"Baiklah... saya pamit tuan dan nyonya Lucas. Saya tunggu keputusan anda."


"Terimakasih tuan Sean." ucap Cherry sebelum tuan Sean pergi.


"Kakak om... emang harus aku ya? apa ga ada yang lain?" tanya Cherry aslinya sedikit kesal.


"Aku juga bingung Cherr... Kenapa tuan Sean memilihmu, padahal aku sendiri sangat tidak setuju. Istriku hanya untukku tidak boleh ada orang lain melihat bahkan mengagumi kecantikanmu." keluh Lucas.


"Hihihi... kakak om cemburu?" sindir Cherry.


"Jelaslah... kau itu satu-satunya milikku." sembari mencubit gemas hidung mancung Cherry.


"Terimakasih sayangnya aku.... cup!" ucap Cherry lalu mengecup pipi Lucas setelahnya.


**


"Brandon, sedang apa kau disini?" sapa Lexi tak sengaja bertemu Brandon ditempat hiburan anak dekat taman kota.


"Lexi... kau disini juga?" tanya Lexi.


"Agha meminta liburan, aku dan Yora bersepakat untuk datang kesini. Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan, Agha sangat senang bermain disini." cerita Lexi.


"Sedang apa kau disini? bagaimana dengan semalam, apa kau sudah mendapatkan informasi mengenai Angel?" tanya Lexi.


"Belum sama sekali. Aku kehilangan jejak dia." jawab Brandon.


"Sungguh wanita belut si Angel. Dari dulu suka banget bikin masalah." gerutu Lexi.


"Hei... ada apa denganmu? kau terlihat berbeda hari ini." tanya Lexi curiga.


"Hanya perasaan lu, gua baik-baik saja." jawab Brandon kaku.


"Om Branded....," teriak Agha.


"Hai... singa kecil, sudah lama ada disini?" sapa Brandon.


"Sudah dong om... om mau naik rollercoaster bersamaku?" ajak Agha.


"Siapa takut"


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2