
"Sekali lagi, kami sangat berterimakasih Tuan Lucas. Kami dari pihak sekolah juga meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kesalah pahaman kami semua terhadap Nyonya Cherry---"
"Bapak Edwin tolong jangan panggil saya dengan sebutan nyonya, saya tetap menjadi murid bapak dan ibu guru semua" sahut Cherry sembari menundukkan kepalanya sopan.
"Maafkan bapak nak, bapak sudah terhasut dengan ucapan pak Alfian"
"Tidak apa-apa pak, saya bisa mengerti posisi bapak dan ibu guru semua. Wajar, jika anda semua berpikiran negatif tentang saya" ucap Cherry kembali.
"Tuan Lexi atas nama sekolah, kami semua mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya" pak Edwin gantian meminta maaf kepada Lexi.
Lexi hanya mengangguk sembari menyentuh ujung bibirnya yang memar.
"Kami semua pamit undur diri pak Edwin" pamit Lucas.
"Sekali lagi terimakasih banyak Tuan Lucas, untuk nak Cherry besok datanglah ke sekolah untuk menyelesaikan tugas akhir sekolah. Semoga nak Cherry lulus dan berhasil menggapai cita-cita" do'a pak Edwin diakhir ucapannya.
"Aamiin. Terimakasih pak Edwin dan semua bapak ibu guru, kami pamit undur diri dulu" pamit Lucas sekali lagi.
Sekarang semuanya menuju keluar sekolah. Suasana panas yang terjadi sebelumnya, berakhir saling memaafkan. Kepercayaan serta kasih sayang teman-teman Cherry kembali seperti saat pertama dirinya menginjakkan kaki di sekolah tersebut.
"Sudah tidak ada lagi yang dibutuhkan, aku jemput Agha dulu Cherr.." pamit Lexi menaiki sepeda motornya.
"Ta--tapi ka...,"
"Brandon, kau bawa sepeda motor Lexi" perintah Lucas.
"Apa-apaan ini seenaknya saja kau memerintahkan mereka Lucas" protes Lexi.
"Ayolah Lexi sekali ini saja kau menurut" sahut Lucas dengan santai.
"Aku harus menjemput anakku Lucas"
"Tak perlu khawatirkan Agha, dia baik-naik saja. Mending kau hemat tenagamu kali ini, ikut saja bersamaku" ucap Lucas tak memperdulikan protes Lexi.
"Kau juga sayang ikutlah denganku, karena kali ini aku tak akan pernah meninggalkanmu sendirian" ucap Lucas beralih kepada Cherry yang sedari tadi terdiam.
Pada akhirnya Lexi mengikuti kata Lucas. Brandon bertugas membawa motor sport Lucas sedangkan Vino bertugas menjadi sopir.
Didalam perjalanan, Lucas yang duduk di kursi penumpang bersama Cherry tak melepaskan genggaman tangannya sama sekali. begitupun dengan Cherry, dia merasa sangat nyaman berada disamping Lucas. Entah perasaan apa yang menyelimuti Cherry, yang pasti saat ini cinta sudah bersemayam dihatinya.
"Apa yang sedang kau fikirkan? bukankah suamimu ini sangatlah tampan" ucap Lucas sengaja menyadari Cherry terus menatapnya.
Cherry merasa malu, dia langsung menyembunyikan wajahnya beralih menatap luar jendela.
"Tampan darimana.... orang daritadi aku mikir, darimana om tau permasalahanku di sekolah?" sahut Cherry mengalihkan dugaan Lucas.
"Terus itu juga, darimana pak Edwin tau nama om dengan lengkap, kan om belum pernah ke sekolah aku" imbuh Cherry.
"Emilia Jovanka kamu lupa kalau suami kamu itu sultan?" sahut Vino.
__ADS_1
"Sultan apaan... orang jorok gitu dibilang Sultan" cerocos Cherry ke mode asli.
"Jorok? maksud kamu, tuan Lucas suka nonton yang begituan gitu..." tebak Vino.
"Eh, apaan sih Vin... menurut aku om itu ga sesuai sama yang dilihat orang-orang..,"
"Cherry berry strawberry mangga manalagi please jangan mulai..." sahut Lucas merasa disudutkan oleh Cherry.
"Kan emang bener om, om ini jorok kamarnya uda mirip kapal pecah, suka ngup*l, kalau tidur ngorok, terus...... emmmmppph" Lucas langsung menutup mulut Cherry dengan tangannya.
"Aww.. sakit Cherry" keluh Lucas karena Cherry menggigit tangannya.
"Engap tau ka..." protes Cherry.
"Cup" Lucas langsung menyambar bib*r Cherry.
"Sekarang sudah ga engap kan?" tanya Lucas.
"OM.........." teriak Cherry karena Lucas menciumnya disaat ada Vino dan Lexi.
"Tabahkan hatiku melihat ke uwuw-an kalian" ucap Vino.
Sedangkan Lexi yang biasanya serius, tersenyum bahagia melihat Lucas dan Cherry.
'Yora... aku sangat merindukanmu, andai kau masih hidup pasti kita bisa bercanda seperti mereka' batin Lexi.
"Om, aku sangat malu ada ka Lexi disini.." keluh Cherry.
"Aku tak melihatnya jadi aku tak perlu menjawab pertanyaanmu," ucap Lexi ketus tetapi tersenyum kecil setelahnya.
Tak menunggu berapa lama, mereka semua tiba dikediaman Vino. Cherry, Lucas, Vino serta Lexi turun dari mobilnya.
"Ayah..." panggil Agha sembari berlari kearah Lexi.
"Agha? kenapa anak itu ada disini. Kau sedang tidak menculiknya bukan?" sindir Lexi kepada Lucas.
"Ayah, kenapa lama sekali. Aku sudah menunggumu sejak tadi" protes Agha.
"Untung saja ada om Lucas dan grandma datang tepat waktu jadi Agha tak menunggu lama"
"Grand--ma..." Lexi mencoba mengulangi ucapan Agha.
"Grandma baik ayah, Grandma juga masih terlihat cantik. Agha dibelikan baju bagus.." ucap Agha menunjukkan baju baru yang sudah dipakainya.
Lexi menoleh kearah Lucas, namun Lucas hanya tersenyum kearah Lexi.
"Grandma...," teriak Agha memanggil mama Risti dan berlari menghampiri mama Risti.
Lexi beralih nenoleh kearah Agha yang berlari menghampiri mamanya. Mama yang sudah hampir 7 tahun lamanya Lexi tinggalkan begitu saja.
__ADS_1
Cherry memeluk mama Risti saat sudah mendekati mereka. Lalu menuntunnya mendekati Lexi yang masih berdiam diri menata perasaannya.
"Lexi... anak mama, apa kau tak mau memeluk mama?" tanya mama Risti sudah dengan lelehan air mata.
Lexi masih berdiam diri, nampaknya dia masih bersikeras dengan egonya.
"Jika mama bersalah, maafkan mama nak..." mama Risti menjatuhkan tubuhnya akan berjongkok dikaki Lexi, untungnya tangan Lexi cepat meraih tubuh mamanya.
"Ma... mama tak bersalah sama sekali, Lexi lah yang bersalah disini. Lexi yang tak pantas jadi anak mama" ucap Lexi dengan suara parau.
"Anak mama tak ada yang bersalah, mama yang bersalah karena tak bisa mengerti kemauanmu nak... hiks.. hiks.. hiks.."
"Mama...," Lexi langsung memeluk mama Risti kedalam dekapannya. Meluapkan rasa rindu yang sudah lama dia tahan.
Cherry yang melihatnya ikut terharu, begitupun dengan Lucas. Pertemuan yang sangat diharapkan akhirnya terjadi.
Bersambung....
...----------------...
Terimakasih buat pembaca setia karya othor... mau rekomendasiin juga nih karya teman aku, jangan lupa vote, like dan komentarnya juga.....
Alex hanya seorang anak jalanan, untuk memenuhi hidupnya alex terpaksa
mencuri hingga suatu hari alex bertemu dengan mafia dan di besarkan di
lingkungan mafia, hingga di umurnya yang ke 30 tahun alex di angkat untuk mengantikan ayah angkatnya sebagai ketua mafia.
Suatu hari alex mengetahui siapa kedua orang tuanya dan lenyebab
kematiannya, ternyata alex adalah keturuna dari D’devil, D’devil adalah
anggota mafia yang sudah berdiri puluhan tahun. Sehingg alex
membalas dendam atas kematian kedua orang tuanya dengan menikahi putri
dari pembunuh tersebut.
Laura gadis yang kurang beruntung karena hidup sebagai anak angkat dari
keluarga gunawan dan lebih menyedihkan lagi ia harus mau menikah dengan
Alex sebagai balas budi karena telah menyelamatkan gunawan.
Apakah alex akan berhasil membalas kematian kedua orang tuanya?
Apakah akan ada cinta di antara alex dan laura?
__ADS_1
Bagaimana reaksi alex jika tau laura bukan putri dari gunawan?