Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 126. Pacaran di dapur


__ADS_3

Jika boleh jujur, saat ini aku rindu


Rindu dirimu yang dulu...


Kamu yang selalu ada untukku..


Kamu yang paling mengerti tanpa harus ku beri tau


Ingin rasanya ku ulangi masa - masa itu


Masa dimana kita saling tertawa lepas bersama


Akankah semua itu dapat terulang..?


Entahlah... kali ini yang bisa ku lakukan


Hanyalah diam & menerima kenyataan..


Biarlah semua hilang mengalir deras terbawa hujan...


"Ayah...." teriak Agha melihat sosok yang hampir 1 bulan belum bisa dia temui. Agha berlari berhambur kedalam pelukan Lexi.


"Ayah.... ayah kemana saja? aku sangat merindukan ayah, terutama mama. Mama tiap malam selalu menangis mendo'akan ayah," ucap Agha polos.


"Ayah juga sangat merindukanmu dan mama. Maafkan ayah baru bisa hadir menjemput kalian," jawab Lexi lalu mengecup pipi yang semakin gembul.


"Lexi...," panggil papa Hadi.


"Papa...," Lexi langsung menyentuh tangan papa Hadi lalu menciumnya.


"Bagaimana keadaan papa?" tanya Lexi.


"Papa mulai membaik. Papa sangat bangga pada kalian nak...," jawab papa Hadi lalu menyentuh wajah Lexi.


"Begitupun dengan Lexi. Lexi sangat bahagia memiliki seorang papa yang sangat hebat," sahut Lexi.


"Lexi...," panggil mama Risti.


"Kak Lexi...," panggil Neva juga langsung berhambur kepelukan Lexi.


"Ma...," Lexi mengendurkan pelukannya. Lexi mengambil tangan mama Risti lalu menciumnya.


"Hei anak manja... sekarang jadi buron, " ucap Lexi sengaja menggoda Neva.


"Ih... kak Lexi, aku bukan anak manja. Aku sudah mandiri kak..., bahkan aku sudah setengah dewasa" protes Neva tak terima.


"Lexi, dimana Lucas?" tanya mama Risti.


"Lucas masih mengurus perusahaan, selesai itu dia akan kemari." jawab Lexi.


"Agha... dimana mama?" tanya Lexi.


"Mama masak yah...," jawab Agha.


"Kau temui istrimu, dia sudah sangat merindukanmu." bisik mama Risti.


Lexi langsung menuju ruang dapur. Benar saja, dia melihat istrinya sedang memasak dengan bahagia. Lucas berjalan pelan sengaja mau memberi kejutan untuk Yora.

__ADS_1


"Stop disitu," ucap Yora tanpa menoleh ke belakang. Lexi langsung saja berhenti.


"Kau tiba setelah hampir 1 bulan tak memberi kabar sama sekali." ucap Yora, Lagi-lagi dirinya tak menoleh kearah Lexi.


'Darimana dia bisa tahu? apa semua wanita memiliki indera keenam seperti Yora.' batin Lexi.


Yora menaruh alat masaknya lalu melepas celemeknya. Yora berbalik terlihat wajahnya sangat bahagia, rindu yang sudah menumpuk selama hampir kurang dari 1 bulan.


Tanpa ucapan lagi, Yora langsung saja memeluk Lexi.


"Kau sudah menepati janjimu akan menjemputku beserta Agha."


"Aku sangat rindu padamu Yora..." ucap Lexi.


"Akupun sama Lexi. Sama-sama merindukan kalian," Lexi lanjut mengecup kening Yora, kedua pipinya dan terakhir bi*birnya.


"Ayah pacaran di dapur...," protes Agha tak sengaja melihat kemesraan mereka.


Semua orang yang mendengar sontak tertawa bersama.


"Dimana Cherry, aku belum melihatnya" tanya Lexi melihat ke arah kanan dan kiri.


"Dia sedang beristirahat... Aksa sudah mulai paham mengajak bermain," jawab Yora.


"Aksa mengajak bermain?" tanya Lexi heran.


"Iya yah... adik Aksa sudah pintar bermain dan bernyanyi tiap malam, karena itu tante cantik selalu kurang tidur." jawab Agha.


"Apa kau sendirian Lexi?" tanya Yora sembari menata makan siang.


"Ada Steve di ruang tamu." jawab Lexi.


"Mereka masih harus menyelesaikan urusan kantor." jawab Lexi.


"Apa kantor mengalami masalah?" tanya Yora lagi.


"Sedikit salah paham," jawab Lexi sembari mengunyah tempe mendoan hangat yang baru saja disajikan Yora.


"Sepertinya kau menyembunyikan sesuatu Lexi," sahut Yora kali ini matanya mengarah kepada Lexi dengan penuh kecurigaan.


"Baiklah aku akan cerita, tetapi selesai makan karena perutku sudah sangat lapar. Aku merindukan masakan istriku..." bisik Lexi sembari memeluk Yora dari belakang.


"Eh maaf ga lihat!" ucap Cherry tak sengaja melihat kemesraan Yora dan Lexi. Cherry menutupi wajahnya namun sela jarinya berusaha menjadi tempat mengintip.


"Aku hanya ingin mengambil minum. Minumanku habis." imbuh Cherry.


"Itu namanya ngintik sithik (mengintip sedikit) Cherry...," sahut Steve.


"Hehehe... maaf kak Yora, kak Lexi...," ucap Cherry.


"Cherry... bagaimana kabarmu? kau terlihat lebih kurus,"


"Bagaimana aku tak kurus kak... semua lemakku sudah aku transfer ke Aksa," sahut Cherry.


"Dasar emak aneh, masa' iya lemak ditransfer" sahut Steve.


Lexi tertawa mendengar ucapan Cherry yang sudah kembali seperti semula. Sebelumnya mereka berpikir jika Cherry sangat terpukul.

__ADS_1


"Tante Cherry... adik Aksa nangis...," panggil Agha memberitahu kalau Aksa yang baru tertidur beberapa menit terbangun lagi.


Cherry langsung menghampiri baby Aksa yang berada di kamarnya. Disana sudah terdapat Desty dan Neva yang berceloteh menyahut baby Aksa yang mengajak komunikasi ala bahasa bayi.


"Kenapa kau terbangun lagi nak? apa kau mendengar suara pamanmu yang baru tiba," ucap Cherry.


"Mungkin iya Cherr... Aksa itu selalu peka dengan lingkungan sekitar ya...," ucap Desty.


"Betul sekali kau Des.. Aksa itu bayi ajaib menurutku. Perasaannya sangat kuat sekali seperti kak Lucas...hehe...," sahut Neva.


"Kakak om...," panggil Cherry lirih.


"Kau tenanglah Cherry, Lucas sebentar lagi akan tiba. Dia hanya tersandung masalah kantor sedikit." ucap Lexi.


"Apa dia ceroboh lagi kak?" tanya Cherry.


"Sepertinya iya...," jawab Lexi.


"Dasar pria tua itu," gerutu Cherry.


Kedatangan Lexi dan Steve membuat bahagia semuanya, meski Lucas dan Brandon masih dalam perjalanan, tetapi membuat rasa bersyukur papa Hadi dan mama Risti kepada Tuhan yang sudah mengabulkan semua do'a-do'anya.


"Dia memang pantas mati dengan cara seperti itu...," ucap Neva kesal.


"Terus bagaimana dengan pria yang membantu kakak untuk menuju ke tempat persembunyian mereka?" tanya Neva lagi.


Lexi yang asyik memangku baby Aksa dan bermain dengan Agha melanjutkan ceritanya.


"Dia mati ditangan Rudi sendiri." jawab Lexi.


"Kasihan sekali dia kak..." sahut Neva tak tega juga.


"Apa motif Lionel membantu kalian?" tanya papa Hadi.


Lexi menoleh kearah papa Hadi sejenak, lalu kembali menoleh kearah baby Aksa dan Agha.


"Alasannya adalah Cherry pa...," jawab Lexi.


"Cherry... apa hubungannya dengan Cherry?" tanya papa Hadi yang juga diikuti Neva, Desty, Vino.


"Lionel mencintai Cherry. Menurut Lionel, ini adalah cara dia menebus semua kesalahannya kepada Cherry." ucap Lexi menjelaskan.


"Assalamu'alaikum...," salam Lucas dan Brandon yang baru tiba.


"Wa'alaikum salam...," jawab salam serempak.


"Papa...,"


"Om...," keduanya saling mengecup punggung telapak tangan papa Hadi.


"Kak Lucas, kak Brandon... kalian terlihat keren..." puji Neva sambil mengangkat kedua jempolnya kearah Lucas dan Brandon.


Bukannya menyahut ucapan Neva, perhatian Lucas langsung terarah kepada baby Aksa yang berada di pangkuan Lexi.


"Hei... anakku...," teriak Lucas bahagia disambut senyum baby Aksa di pangkuan Lexi.


"Ini papa sayang... kenapa kau berubah menjadi gendut, apa mamamu menyalurkan semua lemaknya padamu nak...,"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2