
Mendengar jika Desty siuman, tuan Sean dan Dania bergegas menemui Desty. Dania dengan lapang hati pada akhirnya mencoba untuk menerima semuanya dengan ikhlas. Hanya saja saat ini Dania masih sedikit sungkan dan malu terhadap Brandon.
"Desty...," panggil tuan Sean.
"Gimana keadaanmu nak, apa yang kau rasakan?" tanya tuan Sean begitu khawatir. Baru kali ini setelah sekian lama Desty melihat papanya mengkhawatirkan keadaannya. Sebenarnya Desty tak marah atau dendam kepada tuan Sean, hanya saja dia merasa kecewa dengan sikap tuan Sean yang tak mencarinya.
"Aku baik-baik saja tuan," jawab Desty masih terasa lemas.
Mendengar Desty memanggilnya dengan sebutan tuan, hati tuan Sean merasa sakit. Tapi segera tuan Sean abaikan, tuan Sean bisa mengerti dan paham dengan kondisi Desty saat ini. Tak mudah memang jika Desty langsung bisa menerima kehadirannya.
"Kau istirahatlah yang cukup Desty," ucap tuan Sean akan mengelus ujung kepala Desty namun dia urungkan.
Menyadari apa yang akan tuan Sean lakukan padanya, Desty merasa hatinya tersentuh. Saat tuan Sean berbalik melangkah akan meninggalkannya Desty justru memanggilnya.
"Papa...," panggil Desty dengan suara sedikit parau.
Tuan Sean menghentikan langkahnya memastikan pendengarannya apakah Desty memanggilnya dengan sebutan papa atau sebutan lain.
"Papa... maafkan Desty...," ucap Desty sekali lagi dengan lirih.
"Desty tak seharusnya memperlakukan papa begini... Desty tak pernah membenci papa, hanya saja Desty kecewa kenapa papa tak mencari Desty, kak Anton dan mama. Desty hanya merindukan papa kembali... apalagi disaat-saat terakhir mama" ucap Desty sedih mengingat perpisahannya dengan mamanya.
Tuan Sean berbalik dengan derai air mata mengingat Hera istri yang ditinggalkannya.
"Hera...." tuan Sean seolah tak kuat mendengar kenyataan tentang istrinya.
"Iya pa... mama... hiks... hiks...," Desty sendiri juga tak sanggup menceritakan kematian mamanya. Rasanya begitu berat jika dirinya mengingat sosok sang mama yang telah tiada saat itu.
Tuan Sean benar-benar sudah tak mampu menerima dirinya sendiri. Sesal, itu yang dirasakannya saat ini. Andai saja dia tak menuruti permintaan tuan Rendra kakek Dania, mungkin saat ini dia masih bersama Hera istrinya. Sayangnya nasi sudah menjadi bubur, kini hanya memperbaiki yang sudah terjadi solusinya.
Dania yang berada dihadapannya juga tak mampu menahan rasa sedih melihat papa yang dia banggakan menyesali perbuatannya. Kini dia paham keadaan yang dirasakan papanya.
Desty beranjak dari bednya dibantu oleh Brandon. Desty mendekati tuan Sean yang menundukkan kepalanya sedang menangis.
"Pa... Mama hanya menitipkan ini untuk papa," sembari menyodorkan sebuah cincin pernikahan mereka.
"Mama mengatakan jika cincin ini adalah bukti perjuangan cinta papa untuk mendapatkan mama kala itu." imbuh Desty.
__ADS_1
Tuan Sean terus memandangi cincin perkawinan mereka mengingat masalalu perjuangan mereka. Mendapatkan Hera yang saat itu sudah memiliki anak sangatlah tak mudah. Jika wanita diluar sana akan menerima pria yang memintanya menikah, berbeda dengan Hera. Hera tak lantas menerima Sean, Hera harus memikirkan perasaan Anton saat itu. Perjuangan Sean dalam mendapatkan hati Anton penuh dengan perjuangan. Anton memiliki watak yang keras, wajar jika Sean harus berjuang mendapatkan hati mereka berdua. Namun setelah Sean mendapatkan keduanya, Sean malah meninggalkannya begitu saja.
"Maafkan aku Hera... aku tak bisa menepati janjiku saat ku pinang dirimu. Hiks... hiks... hiks...,"
Dari belakang istri tuan Sean yang mendengar kabar ditemukannya Dania, beliau segera bergegas ke lokasi. Sesampainya di lokasi, dia merasa terharu dengan keadaan yang terjadi didepannya. Istri tuan Sean sebenarnya sudah mengetahui kabar mengenai tuan Sean sudah memiliki keluarga. Sayangnya saat itu istri tuan Sean tak mampu menolak permintaan papanya untuk menikah dengan tuan Sean. Jika istri tuan Sean menolak, maka seluruh harta keluarga besarnya akan jatuh ke tangan pamannya yang jahat.
"Pa..." panggil Desty kembali sembari menyentuh pundak tuan Sean.
"Maafkan papa Desty... papa sudah membuat kalian harus menanggung semua ini. Papa memang tak pantas untuk kau maafkan, papa rela jika Anton sampai menghukum mati papa...," sahut tuan Sean.
"Pa... papa jangan katakan itu... kak Anton tak akan tega melakukan hal itu kepada papa... papa jangan berkata gitu lagi..." ucap Desty pada akhirnya memeluk tuan Sean.
Dania dan Neva menyeka air mata mereka. Mereka merasa terharu dengan pertemuan ini.
"Pa..." panggil Dania ganti, langsung membuat keduanya menoleh kearah Dania.
"Dania... maafkan papa nak, papa sudah melukai hatimu." ucap tuan Sean.
"Pa... Dania sudah memaafkan papa... papa jangan begi ya... Dania sayang sama papa... Dania juga sayang kepada Desty." Dania meraih jemari Desty, Desty tersenyum kearah Desty. Mereka bertiga kembali berpelukan.
"Mama...," panggil Dania langsung berganti berhambur memeluk nyonya Sean.
"Ma... maafkan papa sudah menyembunyikan rahasia mengenai masalaluku selama ini" ucap tuan Sean.
"Pa... aku yang seharusnya minta maaf kepada papa, karena selama ini papa sudah berkorban banyak untuk keluarga mama. Jika tak ada papa saat itu, mama tak tahu lagi kondisinya... papa gak pantas untuk meminta maaf...," ucap nyonya Sean.
"Terimakasih ma... papa gak tahu lagi harus berterimakasih seperti apa kepada mama," sahut tuan Sean.
Desty tersenyum melihat pemandangan ini. Mungkin benar yang dikatakan Brandon beberapa saat yang lalu, berdamai dengan keadaan agar kita bisa menerima segala takdirnya.
Nyonya Sean mendekati Desty, menyentuh pipi Desty dengan lembut.
"Kau sangat cantik, siapa namamu nak?" tanya nyonya Sean.
"Desty nyonya," jawab Desty.
"Hei... apa yang aku dengar? kau memanggilku dengan sebutan nyonya... mulai hari ini panggil aku sama dengan sebutan Dania." sahut nyonya Sean membuat Desty terkejut.
__ADS_1
"Ta--tapi nyonya--"
"Kau putri suamiku, berarti kau putriku juga. Mulai hari ini panggil aku mama." nyonya Sean memotong ucapan Desty.
Desty tersenyum bahagia dengan lelehan air mata haru bahagia karena pada akhirnya rasa rindu terhadap mamanya terobati oleh nyonya Sean.
"Apa kau tak ingin memelukku...?" sindir nyonya Sean. Tanpa berpikir lama, Desty langsung saja memeluk nyonya Sean.
"Terimakasih mama..." ucap Desty.
Hari bahagia untuk Desty, kembali menemukan keluarga baru yang sudah sangat dia rindukan. Tinggal kedatangan Anton yang akan melengkapi keluarga tersebut.
Selesai itu mereka membawa Desty kembali ke kediaman tuan Sean. Dania yang tadinya canggung kepada Brandon, sekarang sudah bersikap biasa karena Desty, Neva dan Steve mampu menengahi mereka.
"Sepertinya aku langsung pulang saja, mama sudah menghubungiku" pamit Neva.
"Neva, apa kau tak bisa menginap disini dulu?" pinta Desty.
"Next time Desty, sekarang kau tak sendiri. Ada Dania yang akan bersamamu selalu. Iya kan Dania...," ucap Neva.
"Iya dong... aku bisa jamin kakakku akan betah bersamaku"
...----------------...
Mampir yuk ke karya temanku yang berjudul "Hasrat Tuan Kesepian"
Dikhianati oleh orang yang dicintai yaitu sang istri membuat Louis Gabriel menutup diri dari wanita, dia menjalani hari-harinya dengan begitu kesepian bahkan tinggal di rumah mewah dan besar miliknya tanpa ditemani oleh siapapun.
Dingin, kasar, dan arogan menjadi sifat Louis yang merupakan salah satu pengusaha terkaya di negaranya. Meskipun Luois menutup hatinya akan seorang wanita, namun, tidak dengan nafsu dan birahi yang ada di dalam dirinya.
Sebagai seorang laki-laki normal tentu saja dia tetap membutuhkan kaum wanita untuk memenuhi kebutuhan biologisnya itu, dan Loius selalu menggunakan jasa wanita penghibur untuk memuaskan nafsu birahinya.
Sampai akhirnya, dia bertemu dengan seorang wanita yang cuek, urakan bahkan pecicilan bernama Arista yang mampu membuka hati bahkan mencairkan jiwa yang selama ini membeku.
Seperti apakah pertemuan mereka berdua? akankah Arista menerima cinta dari seorang laki-laki kaya raya, namun, memiliki sifat Arogan dan semena-mena tersebut?
__ADS_1