
BUGHK!
"Lucas...,"
"Ka Lucas,"
"Kaka...,"
"Bos...,"
"Lucas... papa bilang berhenti!" teriak papa Hadi.
"Selesaikan semuanya dengan kepala dingin," sahut papa Hadi.
Lagi-lagi Lucas menghajar Anton untuk yang kedua kalinya. Memang pada saat itu Lucas pernah memukul Anton namun Lucas tak memperhatikan dengan jelas wajah Anton, dan baru kali ini Lucas memperhatikan dengan jelas wajah dan karakter Anton sekaligus.
"Biarkan dia memukulku tuan, sudah sepantasnya aku mendapatkannya" ucap Anton.
"Kaka..., hiks.. hiks..." Desty berlari memeluk Anton.
"Walau bagaimanapun nak Anton sudah menolong papa dan Cherry. Kalian pikirkan tentang itu" ucap papa Hadi menyadarkan kedua putranya Lexi dan Lucas.
Setelah semuanya tenang, Anton menjelaskan ketidak sengajaannya bertemu dengan papa Hadi yang saat itu dikeroyok oleh beberapa orang yang tidak dikenal.
"Tujuan saya untuk mencari adik saya tuan," menatap Desty yang berada di dekatnya.
"Saya sangat berterimakasih karena tuan dan semuanya sudah mau menerima adik saya bekerja di perusahaan tuan," lanjut Anton.
"Mengenai Cherry, saya memang tak berniat untuk mencelakainya. Cherry sudah mampu membuka hati saya untuk bisa menerima Desty seperti adik kandung saya," ucap Anton kembali.
Lexi merasa tertampar dengan ucapan Anton mengenai hubungannya dengan Lucas dan Neva. Begitupun dengan Lucas, dia juga sedikit tertampar dengan ucapan Anton mengenai niat Anton yang tak ingin mencelakai istrinya.
"Saya hanya curiga jika orang-orang yang menyerang tuan tadi merupakan orang-orang di masa lalu tuan," ucap Anton.
"Maksudmu?" tanya Lucas.
"Saya tak sengaja merampas salah satu ponsel mereka," Anton menyodorkan ponsel tersebut lalu diterima oleh Lexi.
"Disitu terdapat sebuah pesan habisi semua keluarganya. Itu berarti orang tersebut memiliki dendam kepada keluarga anda,"
Lexi dan Lucas mengecek semua isi ponsel tersebut, namun tak ditemukan nomor ponsel lainnya.
"Steve, coba kau cek semuanya" perintah Lucas menyuruh Steve untuk mengecek ulang semuanya. Steve segera mengotak-atik ponsel tersebut.
"Vino, kau cari informasi di lokasi kejadian" perintah Lucas.
"Dan kau Brandon, perketat penjagaan terutama yang menyangkut keluarga" Lucas gantian memberi tugas Brandon.
__ADS_1
"Mereka sudah memblokir semua aksesnya," keluh Steve selesai mengecek semuanya.
"Tetap hati-hati dan selalu waspada," pesan papa Hadi.
"Maaf Anton, aku hanya terbawa emosi. Terimakasih atas segalanya" ucap Lucas pada akhirnya.
"Aku juga minta maaf Anton," ucap Lexi.
"Tak masalah..., sangat wajar jika kalian seperti ini" sahut Anton.
"Bekerjasamalah dengan kita," ajak Lucas.
"Terimakasih atas tawarannya, tapi aku ingin fokus kepada hidupku" tolak Anton dengan sopan.
"Aku kesini hanya ingin menjenguk adikku. Teman-teman kantornya mengatakan jika dia sedang berada ditempat bosnya. Aku tak menyangka jika bosnya itu adalah kau. Terimakasih sudah mau menerima keluargaku," ucap Anton.
"Desty, kaka pamit untuk pergi sementara waktu. Kau jaga dirimu baik-baik" Anton gantian berbicara dengan Desty.
"Tapi ka...,"
"Maafkan kaka karena belum bisa membahagiakanmu," sahut Anton memotong ucapan Desty.
"Terimakasih semuanya, saya mohon pamit tuan" pamit Anton kepada papa Hadi.
"Ka...," panggil Desty dengan berat hati. Anton hanya tersenyum padanya lalu membalikkan tubuhnya melangkahkan kakinya.
Sebuah kemoceng mendarat di kepala Anton.
"Aw...!" keluh Anton kesakitan.
"Mau kemana pria jahat. Seenaknya main ninggalin adiknya," ucap Cherry tak sengaja mendengar semuanya. Masih dengan berkacak pinggang serta kemoceng ditangannya, Cherry bersiap memukul Anton kedua kalinya.
Melihat Cherry berada dihadapannya, entah mengapa hati Anton merasa tenang. Rasa sakit akibat pukulan Lucas dan kemoceng Cherry tak dia rasakan lagi.
"Bertahun-tahun tak ada kabar, giliran sudah ketemu mau ditinggal lagi. Kaka macam apa nih...," cibir Cherry.
"Setidaknya mikir gimana bisanya kembali bersama keluarga lagi... bukannya ditinggal om" imbuh Cherry seakan belum puas mencibir Anton.
"Sayang... kau tak takut dengannya?" tanya Lucas heran.
"Tenang saja suamiku, dia sudah direhabilitasi dalam naungan kesindiran" jawab Cherry dengan segala gaya bahasa seenaknya.
Brandon dan yang lainnya menepuk jidatnya pelan secara bersamaan. Sedangkan Lexi tertawa kecil mendengar penuturan Cherry.
"Dia itu penjahat Hello Kitty om," ucap Cherry lagi.
"Penjahat Hello Kitty?" Lucas mengulangi ucapan istrinya.
__ADS_1
"Iya. Kenapa ga Hello Kitty, nyulik aku aja mellow" Cherry kembali menyindir Anton. Sedangkan yang menjadi objek kesindiran ingin sekali menjambak rambutnya sendiri.
**
"BODOH kalian semua!" bentak Rudi kepada anak buahnya karena tak berhasil mencelakai Hadinata.
"Maaf bos, tiba-tiba saja ada seseorang yang menolongnya" ucap salah satu anak buahnya.
"Bos, ada petunjuk baru" ucap asisten pribadi Rudi.
"Kalian urus mereka, jangan sampai mereka gagal lagi" perintah Rudi kemudian menyuruh semuanya keluar ruangannya kecuali Reta dan Asisten pribadinya.
"Petunjuk apa yang kau dapatkan?" tanya Rudi mulai tenang.
"Zain ternyata meninggal bukan karena sakitnya, melainkan setelah menolong putra Hadinata dari kecelakaan maut. Zain mengalami patah tulang dan kelumpuhan pada sarafnya. Jika informasi ini kita publish maka perusahaan Jewelry Axosha akan hancur seketika itu juga" jawab Asisten pribadi Rudi bernama Lionel.
"Informasi yang sangat luar biasa," ucap Rudi bahagia.
'Hadinata tunggu kehancuranmu dan keluargamu,' batin Rudi menyeringai.
'Jadi, ayah anak breng*sek itu mati karena menolong Lucas? waw... ini berita yang sangat bagus. Siap-siap dengan perpisahan kalian,' batin Reta ikut menyeringai mendengar berita tersebut.
Rudi, Lionel dan Reta mengatur strategi untuk menghancurkan Hadinata beserta keluarganya dengan matang.
"Baiklah, kalian berdua persiapkan semuanya. Aku tak mau mendengar kata gagal lagi" ucap Rudi.
Reta dan Lionel mengangguk bersama. Kemudian Reta meninggalkan ruang tersebut untuk melakukan tugasnya. Sedangkan Rudi dan Lionel membicarakan hal lain.
"Lionel, bagaimana dengan kondisi wanita itu? apa sudah ada tanda-tanda bangun dari komanya?" tanya Rudi.
"Untuk apa kau merawatnya Rudi? bukankah ini hanya menyia-nyiakan waktu saja," jawab Lionel.
"Ini tak akan sia-sia Lionel, anak itu senjata kita untuk menjatuhkan Hadinata beserta orang-orangnya," ucap Rudi tersenyum smirk.
Di sebuah tempat tersembunyi, seorang wanita berparas cantik, berkulit putih, berhidung mancung terbaring sudah hampir 7 tahun lamanya.
"Nak, hari ini kau terlihat sangat cantik... apa kehidupanmu akan menjemputmu?" tanya seorang nenek-nenek yang bertugas merawatnya.
Jari tangan wanita itu bergerak dengan cepat namun masih bisa dilihat oleh mata sang nenek dengan jelas.
"Kau merespon ucapanku nak," sahut nenek tersebut bahagia. Kemudian sang nenek segera memberi kabar anak buah Rudi tentang perkembangan wanita tersebut. Lalu sang nenek kembali mendekati wanita itu.
"Ayolah nak, keluargamu sudah lama menunggumu. Apa kau tak ingin menemuinya?" tanya nenek lagi berharap wanita tersebut meresponnya kembali. Sayangnya setelah ditunggu, wanita itu tak meresponnya.
"Nenek berharap kau segera bangun dari tidur panjangmu nak,"
Bersambung....
__ADS_1
**